Balas Dendam Karena Satu Malam

Balas Dendam Karena Satu Malam
Samuel


__ADS_3

Letta masih terbahak dengan kepala yang penuh darah dan pening mendesah. '"Hahahaha kalian hanya kehilangan dua nyawa. sedangkan aku kehilangan segala-galanya, tidak ada tersisa apapun. Tidak ada siapapun yang aku punya karena kalian!!! "Teriak Letta tercekat pada Carmon. Carmon menahan diri sebab rasa sakit dirinya yang menyakiti wanita yang ia cintai. lihatlah betapa menyedihkan Letta di hadapannya. Carmon ingin memeluknya. menciumnya... Carmon ingin Letta bersama nya.


Tapi rasa sakit dan kecewanya tak kalah besar.


Carmon mendekati Leta lagi dan mengangkat tangannyam Letta menatap Carmon dengan tatapan mengejek. " jika saat ini kalian merasa menjadi manusia yang paling tersakiti, akan yang harus kalian ketahui adalah ada manusia yang lebih-lebih tersakiti dikarenakan ulang kalian. "bisik Leta Letta. tangan Leta bergerak cepat dan menusuk satu jarum yang memang masih ada di tangannya, saat ia bawa tadi jarum itu memang ia bawa tiga helai untuk persiapan jika Ragil tidak bisa ia taklukan, maka jarum itu bisa ia pergunakan kembali untuk menusuk Ragil.


tetapi rupanya Leta menggunakan jarum kedua itu untuk carmon. jarum itu menusuk tepat di bagian lengan atas cermon, beta dengan segera menyuntiknya.


carmon kaget menempatkan serangan suntikan dari Leta, secara tidak sadar carmon menendang kuat perut Leta hingga Leta memuntahkan darah begitu banyak dan menghantam dinding yang ada di sana.


carmon tersentak menarik jarum yang ada di lengannya masih menyangkut, Samuel segera mendekati carmon dan memegang lengan carmon dengan tetapan khawatir.


Leta di seberang sana malah tertawa dengan menyeramkan, gigi-giginya menampilkan warna darah pekat yang sangat kentara dengan warna asli giginya. Leta bertahap duduk dan menatap carmon dan Samuel tajam.


Peter menatap letta dengan tatapan memukau, Leta bertahan sejauh ini sudah sangat-sangat mengagumkan dan juga kuat di mata Peter. jika orang lain Mungkin ia sudah pingsan atau bahkan sudah tidak sadarkan diri karena, tetapi lihatlah letak ia bahkan Masih bisa duduk dan tersenyum menatap mereka yang ada di depannya.


Peter mendekati Leta, "apakah kau memiliki pesan terakhir mu leta??'' tanya Peter dengan menyeringai.


Leta tersenyum miring dan mengangguk pelan "pesan terakhirku adalah mari sama-sama ke neraka, mari kita mati bersama hahaha. "leta terbahak mengatakan Pesan tersebut.


Peter mendengarnya pun ikut menyeringai dan tersenyum evil "tidak ada ke neraka secara bersama, karena yang akan ke neraka hanya kau. "bisik Peter jahat.

__ADS_1


Leta mengangguk menatap Peter, dor... sekali lagi tembakan terkena di bahunya karena letak sempat menghindar saat ia melihat Samuel yang mengarahkan pistol ke arah jantungnya. letta mendekati mayat ragiel, mengambil pistol yang sempat terjatuh. lebah mengarahkan pistol itu ke arah Samuel. Samuel segera menolak dan menghindar tapi sasaran Leta segera mengenai tepat pada kakinya.


" Bajingan.'' Teriak Samuel marah dan juga terjatuh karena kesakitan. Peter mendekati Letta tapi Letta sudah menodong pistol ke arahnya. Letta tersenyum miring menatap Peter.


Peter menggeleng '' Berhenti. kamu tahu Leta mau kamu menyerang kami kamu akan tetap kalah tanah, mau kau bertahan hidup sekalipun kau akan tetap mati di tanganku jadi berhentilah melakukan hal-hal yang semakin membuat kamu mati dalam keadaan lebih buruk." Ujarnya dengan penuh penekanan.


Dor.... Letta akan tidak mendengar apapun, Iya bahkan menarik pelatuk itu dengan santai ke arah Peter tanah, tetapi ternyata Peter lebih cerdik ia bahkan menggunakan baju anti peluru membuat Ia tetap stay di tempatnya dengan baju bagian dadanya yang bolong akibat peluru yang menancap di sana. Letta senyum miring kepada letta.


tapi tak malah lebih tersenyum miring kepada Peter seakan-akan ejekan Peter sama sekali tidak ada apa-apanya dalam kamus Letta.


Letta dengan tangan gemetar mengarahkan tangan ke arah Samuel.


Carmon sudah terasa nyeri di tubuhnya. ia mengeram dan mengepalkan tangan. mengambil pisau yang ada di sana dan mendekati Letta.


charman mendesis memegang matanya yang terasa perih dan juga berdarah akibat ulah Leta, sedangkan leta, memejamkan mata merasakan rasa yang benar-benar menyakitkan berada di perutnya, terasa dingin menyelimuti dinding-dinding perutnya mengaliri aliran darah yang mencucur dan membasahi tubuhnya. leta benar-benar sudah tidak berdaya.


Samuel tidak tinggal diam saat melihat Leta yang sudah lemah dan tidak lagi melawan ia mengambil guci dan menghantam kepala Leta dengan guci tersebut, suara serpihan dari guci yang sudah jatuh menggema di rumah itu dan Leta sudah meminjamkan mata merasakan kepalanya yang sudah ditancap beberapa helai dari guci yang sudah pecah sekitar tubuh Leta sudah dipenuhi dengan guci yang berhamburan tapi Leta tetap tidak menangis ia bahkan tersenyum merasakan kepalanya yang.


saat ini letta tidak bisa menjelaskan rasa sakit yang ia dapatkan karena, sakit ini begitu nyata semua bagian tubuhnya seperti terkoyak-koyak. kan Leta tidak sempat merasakan bagian tubuh mana yang paling sakit.


apa tangannya yang terkena tembakan yang sakit? Apakah punggungnya dikarenakan terkena tembakan,? Apakah ia harus merasakan sakit di bagian perutnya karena tertusuk pisau dilakukan oleh Carmon? ia harus merasakan sakit di bagian kepalanya yang sudah dipastikan bocor di beberapa tempat. tubuhnya penuh dengan darah basa dan berlimpah ruah tetapi letak tidak merasakan dingin dari darah tersebut ia bahkan merasakan kepanasan.

__ADS_1


ini sakit, tapi Leta suka masakan sakit ini. datang suka dengan rasa sakit kayak gini dapatkan saat ini. leta merasa jika kesedihan dan rasa sakit yang ia derita selama ini akan berakhir, data benar-benar merasa bersyukur.


" Mati kau!!!"


plas....


tadi dia merasakan dan menikmati penyusukan kembali di bagian dadanya, Leta menatap Siapa yang sudah kembali menusuknya dan ternyata itu adalah wajah carmon sudah dipenuhi dengan darah, menatap nyala dan juga tajam kepada leta,


Haha kalian pikir dengan membunuhku kalian sudah membalas dendam? maka akan salah besar, sebab leta sendiri sudah ingin mati sejak dulu, Leta tidak pernah menyesali kematian yang begitu terharu seperti ini.


Carmon berhenti saat sudah menusuk perut rata beberapa kali dan saat ini ia berhenti , tatapan leta sayu dan juga tidak bertenaga, carmun merasa mencelos dan menatap tangan yang sudah oleh darah milik Leta.


Carmon mundur menatap tangannya nanar dan menatap Letta dengan raut bersalah. " Maaf Letta. maaf.mm" Bisiknya nanar. Carmon kelepasan. Carmon tadi terlalu marah melihat ayahnya yang ditembak. Carmon meringsut, mata Carmon penuh penyesalan.


.


.


.


.

__ADS_1


Haduh geessaa


__ADS_2