
Pagi ini Letta sudah bangun seperti biasa, entah bagaimana bisa jam 3 tidur jam 4 ia sudah bangun. Tubuhnya seperti alarm yang terlatih yang tak bisa diubah lagi. dijam yang sama juga ia memilih kembali mengelilingi rumah sakit untuk olahraga dan kembali membuat Diki dan lainnya panic. Mereka fikir Letta kembali hilang dan ternyata ia kembali dengan keadaan yang basah karena olahraga padahal tangannya baru sudah tertembak dan tubuh yang penuh luka akibat tabrakan. Haha lucu yah hidup Letta.
Diki memilih menemani Letta disini. Ando membantu untuk Bara sekolah dan Ziko mencari makanan untuk mereka. Semuanya sudah memiliki bagian sendiri hanya Letta saja yang disuruh istirahat namun lihatlah sekarang, ia malah sibuk dengan gadgetnya karena ada sesuatu yang jangal. Aksesnya dibobol orang luar membuat ia disana harus melihat siapa yang membobolnya.
“Sialan. Berani-benarinya mereka meretas akun milikku.”Gumamnya disana tak suka. Pihak dari orang luar merekap dari beberapa datanya dari perusahaan dan data dirinya yang sudah ia lindungi. Ia disana terdiam dan menatap lain arah. “Siapa yang berani-berani berurusan denganku.”Gumamnya disana dengan nanar.
‘ Alphaback..”Gumamnya Letta disana mengernyit. “Alpa itu bukannya ketua dari komprotal serigala? Atau itu namanya? Alpa back? Siapa dia?”Gumamnya tak mengerti melihat akun si peretas disana. Ia segera mencari lagi dan lagi. ia harus meretas akun milik orang tersebut untuk menghapus file yang telah ia curi. sebab itu bahaya membuat ia disana mendapatklan akunnya namun keluar situs lagi.
Brak... ia marah membuat ia membanting laptop ditanganya. Ia disana sadar jika semakin ia memasuki akun tersebut data dan akunya semakin dibobol membuat ia sangat marah.”Sialan..!” Gumamnya.
Ia tau jika lawannya bukan orang sembarangan.”Mau apa dia bermain denganku?”Gumamnya disana dengan nanar.untungnya satu data yang tak ada disana. Data dirinya yang real dan data dari saham perusahaanya, data sertifikat dan jenis lain, namun ada banyak rancangan dan juga kerja sama yang rusak membuat ia mengusap kepalanya.
“Kenapa Let?”Tanya Ando datang dengan menatap Letta ngeri. Laptop harga puluhan juta itu hancur didepannya. “Gile, rugi banget loe rusakin.. mending gue jual dapet duit buat beli sepatu gue.”Ujarnya disana heboh.
Letta mengusap kepalanya dan mencabut infusnya.”Woyy mau kemana loe?”Tanya Ando menahan disana.
Letta tak mendengar, ia juga mencabut beberapa alat ditubuhnya kecuali kain gift ditangannya.” Gue ada urusan. Panggil Diki, kita harus segera pergi.”Ujarnya.
“Tapi loe masih sakit.”Ujarnya Ando membantah.
__ADS_1
Letta menatapnya tajam dengan darah segar ditanganya yang menetes.”Gue engak apa-apa. Ikutin kata gue. data gue hilang. Perusahaan gue hamper hancur.”Ujarnya disana menjelaskan.
“Siapa yang ngelakuin? Samuel? Ragiel kah?”Tanyanya Diki yang ternyata tadi mendengar percakapan yang ada.
Letta disana menggeleng.”Sepertinya bukan keduanya. Sam engak tau gue dan Ragiel engak main busuk, ini ulah orang luar.”Ujarnya disana.”Gue harus gunain system gue dirumah buat ngelacaknya. Disini terbatas dan enggak bebas.”Ujarnya disana.
“Tap- “
"Enggak ada tapi-tapian gue bilang. Kalo enggak mau kalian aja yang ada disni. Gue harus pergi.”Ujarnya disana membuat mereka mau tak mau harus ikut disana. “Tapi Letta loe masih butuh perawatan. Bahkan luka ditangan loe aja belum sembuh, belum kering.”Ujarnya Diki menahan.”Biar gue aja yang cari tau. Loe harus istirahat. Fikirin nyawa loe.”Ujarnya disana.
“Tap—“
“letta tolong jangan keras kepala.!!”Bentaknya Ando. Letta disana menghela nafas dan juga memilih pergi.
“Diem. Ikut atau diem.. gue bukan yang bisa kalian atur..”Ujar Letta dingin. Hal yang mampu membuat keduanya bungkam dan tak berkutik. Letta segera mengambil bajunya yang berada disana, bajunya yang semalam yang penuh darah itu. Ia kenakan lagi meski sulit membuat banyak jadi dan ia memilih pergi.
Diki dan Ando disana menatap Letta tak bisa berkata-kata.. hingga mereka menatap laptop yang tergeletak. Disana Diki baru sadar, jika satu kebocoran data teramat banyak. Ia segera berlari dan mengikuti Letta. Ando mengusap kepalanya dan menghela nafas.”susah yah kalo sama manusia batu.”Ujarnya disana tak suka mendengus,
----------------
__ADS_1
Dilain sisi ada yang tersenyum puas menatap kerja bagusnya. Apa yang ia butuh sudah ia dapatkan, tinggal menjalankan tugas yang ia inginkan dan memacing supaya Letta masuk kedalam sangkarnya tanpa ia minta.
Dilain tempat ada Zaxi yang bersama Arreta yang makan dipagi hari. Are disana menatap kakaknya dengan rasa yang cemas, sebab sedari kemarin ia tak enak badan dan merasa tubuhnya seperti ditusuk-tusuk paku. Hari ini ia sudah sembuh namun rasa cemas itu selalu hadir ditubuhnya membuat ia tak tenang. Pikiranya tertuju pada Letta sebab jika Letta ada apa-apa pasti dia juga merasakan biasanya.
“Kamu kenapa? Masih sakit hm?”Tanya Zaxi kepada Are, namun Are hanya menggeleng melanjutkan makanya.”Jika kamu sakit kamu tidak perlu masuk kerja dulu.”Ujar Zaxi lembut lagi kepada sang adik.
Are disana menatap kakaknya.” Are tidak apa-apa. Are hanya merindukan Ale.”Ujarnya disana lirih.
Zaxi terdiam mengunya makananya. Ia jadi pupa mengecek satu adiknya yang itu membuat ia menatap Are.” Jangan dipikirkan. Dia baik-baik saja.”Ujarnya.
“semoga saja.”Ujar Are disana dengan tersenyum. “ Oh iya. Kakak ada kabar lagi tentang keluarga Samuel? Apa yang harus kita lakukan selanjutnya, soalnya sepertinya Letta berjalan sendiri balas dendam, lihatlah sekarang dia berhenti bekerja disana.”Ujarnya dengan santai.
“Letta sudah berhenti dan tidak membicarakan kepada kita?”Tanyanya. are diam karena baru sadar apa yang ia katakana memancing amarah sang kakak. “ Dan kamu baru bilang kepada kakak?”Tanya Zaxi. Are terdiam membuat Zaxi meremas sendoknya.
Seingatnya kemarin terakhir kali pertemuan mereka mereka ribut. Letta memilih pergi dan dia tak pula mencari. Apa kabar adiknya yang satu itu?
Zaxi jadi tak selera makan, ia menatap Are dengan tatapan tajam.” Kau masih bekerja disana, cari informasi sebanyak-banyaknya. Karena aku sudah membeli saham mereka sebesar 50% 50%nya masih berada ditangan mereka, itu belum cukup membuat mereka jatuh miskin. aku ingin harta mereka jatuh ketangan kita.”Ujar Zaxi disana dengan dingin.
“Tapi kenapa tidak bunuh langsung saja kak?”Tanyanya Are disana lirih.” Kita sudah memiliki banyak harta. Are mau mereka mati ditangan Are dan kita hidup seperti semula. Are mau main dengan Ale.”Ujarnya lirih.
__ADS_1
Zaxi diisana mengangguk.”kamu sabar saja. Kita pasti bisa seperti dulu.”meski dirinya ragu. Apalagi mengembalikan salah satu adiknya yang Alle, yang jauh berubah yang dirinya sendiri tak tau kenapa ia berubah. Yang ia tau hanya satu. Adiknya sudh4a berbeda.
Yah Zaxi tidak tau kabar Alle alias Letta sebab Bovi menutupinya dan Zaxi tidak bertanya. Jika tidak pasti sudah dihabisi Letta saat ini.