
Menatap wajah pucat Letta menjai tak tega. Pasti sangat lelah yah merasa gejala gejala hamil, apalagi Letta hamil anaknya?.
” Hmem., kau duduk saja, dan dan aku akan menyuruh pelayan membuatkanmu sup jahe saja agar kau tidak mual lagi, kau harus makan yang banyak, sarapan agar kau bisa menjagaku. Aku tidak ingin yah menjaga kau yang sakit sakitan., kau yang harusnya menjagaku.”Ujarnya mendelik tak senang, padahal dalam hati ia sedang khawatir anaknya didalam perut Letta.
Carmon menekan bell dan berkata.”Buatkan aku sup jahe dan sup rumput laut, bawa kesini dalam hitungan menit. Jangan lupa susu juga satu gelas... " Tut..Carmon mematikan sepihak menatap Letta yang hendak perotes.,
Letta menatap Carmon tegas.”Saya tidak ingin makan, saya tidak bisa makan.,” Ujar Letta tak senang. Carmon mendelik.”No, Hey kau itu harus sehat, jika sakit apa gunanya aku membayarmu. Jangan membantah, aku bosnya..!” Carmon membusung dada tinggi karena bisa sombong dan se PD ini didepan Letta. Biasanya ia sangat takut.
Letta menatap Carmon tak senang, tak lagi menjawab, keheningan melanda, sampai suara pelayan datang ,membawa troli berisi pesanan, Letta diam menatap makanan yang di sajikan. Carmon yang melihat Letta tak makan mengusir pelayan keluar. Setelah semuanya keluar Cramon angkat bicara.”Cobalah dulu Letta. Kau butuh tenaga agar bisa kembali hidup.”Tegasnya.
Letta mengangguk, benar, ia butuh tenaga agar bisa hidup, bisa melindungi orang orang yang ia sayang, dan juga membutuhkan tenaga besar untuk balas dendam. Haha iya Letta harus kuat. Letta mengambil teh hangat, wanginya sangat nyaman. Letta meminumnya sejenak, merasa amis darah sudah tersamar. Menatap sup jahe. Ia memakanya pelan, ini enak. Letta tersenyum makan makannya. Tak terlalu mual lagi. tapi sudah bisa masuk karena aromanya yang nikmat.
Carmon menatap Letta berbinar.”Memang benar yah anakku sangat nakal. Harus papanya yang memberi ibunya makan baru ingin makan. Jika sudah lahir nanti pasti akan papa pukul kepalamu yah..,” Carmon membatin geli melihat Letta mulai makan, terlihat masih menaham mual sampai mata memerah tetapi ia masih makan dalam beberapa suap dan minum susu beberapa teguk. Itu jauh lebih baik.
Ah Carmon semakin yakin Letta mengandung anaknya. Jadi sekarang ia harus cari pilihan, membiarkan anaknya mati atau membunuhnya saja agar tidak menjadi masalah dikedepannya kan?
Seusai sarapan Letta duduk menatap Carmon. Carmon kembali menidurkan tubuhnya membuat Letta juga berselonjoran kaki. “anda tidak kerja?”Tanya Letta.
Carmon menggeleng.” Tidak bisa. aku sudah menyerahkan pada Virgo dan Siti. Tubuhku sangat lemas.”Bisiknya memejamkan mata.
Letta mendekati Carmon duduk di sisi ranjang menatap wajah Carmon. “Jika saya cekik leher anda apakah anda bisa mati sekarang?”Tanya Letta berbisik.
Carmon yang hendak tidur membuka mata kaget, menatap mata Letta yang datar tak senang.”Kau mau membunuhku?”Tanya Carmon mendesis.
Letta tersenyum miring.”Hanya bercanda..” Bisiknya.
Carmon mendengus memejamkan mata, rasanya jantung Cramon terpacu, khawatir jika ucapan Letta bukan main main belaka.
Letta menatap leher Carmon, tersenyum menahan amarah, ingin rasanya membunuh Carmon sekarang menggunakan tangannya, tapi ia harus tahan. Letta kembali duduk di sofa dan menatap langit. Ia menyeringai. Oke Letta rasa sekarang sudah waktunya pernainan baru???
__ADS_1
Dering HP milik Letta mngalih atensi Letta. Menatap pesan yang masuk di email.
“ Letta, perusahaan kita di serang akibat menyebar berita keluarga Samuel, beberapa Data bocor dan membuat kita merugi. Jadi tolong bantu kami.”
Letta menyeringai dan membalas pesan singkat.
”Tunggu saja. Biarkan mereka melakukan apapun sesuka mereka.”
Letta melirk Carmon yang tidur lagi. Letta menipiskan bibirnya, tau jika Carmon hanya pura pura tidur. Terlihat matanya yang sedikit berkerlab kerlib gatal, telinga yang terlihat menguping. Letta mendenggus menatap langit lagi.
“Letta kecilkan AC nya, ini sangat panas.” Ujar Carmon. Letta melirik Ac dan juga remotnya, mengangguk mengecilkan AC milik Carmon, tapi tatapan nya mendelik menatap AC yang terlihat beda, menatap Carmon yang masih memejamkan mata. Letta menyipitkan mata menandai setiap hal. Rasanya ia tidak menaruh kamera disini,
Carmon yang merasa suhu AC masih sama membuka mata kesal melirik Letta dibawa AC,” Kecilkan Letta!!” Tegasnya menyibak selimutnya mendekati Letta. Merebut remot AC ditangan Letta.
Letta diam melihat Cramon mengecilkan AC. Letta diam menatap setiap sudut ruangan, menatap lagi AC.” Ada yang mengintaimu, di AC ada camera kecil.” Bisik Letta.
Carmon terdiam sejenak mendengarnya menatap lagi AC Miliknya, tidak ada bedanya. Letta melangkah menuju kearah pot bunga, disana ada CCTV Miliknya sangat kecil, melirik bagian bawah, dan ada lagi. Letta mendatarkan wajar mnatap bagian semua kamar yang ada.
Letta mendekati Carmon dan menatap lagi AC.” Di sana AC mu seharusnya kerlap lampu merah hanya ada satu dan satunya lagi berwarna hijau, tapi disana kerlip merah ada dua, yang satu terang dan satu lagi tajam yang berkerlip kerlip.” Letta menatap Carmon yang mendongak menatap AC miliknya, menajamkan tatapannya menelaah kata Letta. Benar disana ada satu yang memang berwarna merah AC Dan satu lagi redup tapi sekali menyalah berwarna tajam.
KLetta menunjuk arah sudut di dinding.” Dindingmu, disana ada penyadap suara, didekat foto mu saat Wisuda, ditandai warna biru yang serupa dengan warna pornitur sehingga sedikit redup. “ Ujar Letta. Caron kembali mendongak menatap asal yang Letta katakan. Meneguk saliva kering dan tak menemukan apapun.” Coba kau matikan total semua pencahayaan kamarmu.”Ujar Letta tegas.
Car,on dnegan gugup menutup semua hordeng, menutup pentilasi dan juga mematikan semua lampu. Letta berputar menatap kamar Carmon dengan teliti. Tangan Letta mengepal merasa ada musuh lain disini, terlihat jika yang ia awasi adalah Carmon, tapi ia tidak bisa memutuskan hal sepihak.” DI AC Satu, di dinding satu, di pornitur satu, aku jamin dikamar mandimu ada juga satu. Aku tidak bisa memastikan ini fans fanatikmu atau musuhmu, tapi yang pasti kamera ini baru beberapa hari ini, apakah kamarmu pernah dimasuki orang lain?”Tanya Letta pelan.
Carmmon tak sadar menggandeng tangan Letta, menatap kamarnya yang gelap, ia sama sekali tidak bisa lihat bagian bagian yang Letta katakan, Letta menatap lagi arah jam. Carmon mengingat siapa yang pernah masuk kamarnya. Berkedip sejenak.”Ada..!!” Carmon bicara pelan. letta menoleh kepada Carmon, dalam kegelapan Letta hanya bisa melihat Carmon dengan bayangan kelamnya. Carmon meremas tanganya sendiri.”kemarin AC ku mati, dua hari yang lalu, jadi aku tidur di ruang tamu sejenak, dan dan aku memang merasa ada yang mengawasi dua hari ini.” Bisiknya pelan menatap Letta takut.
Letta mengepalkan tangan, merasa aura mencekam.”Siall.. dirumahmu ada pengkhianat... “ Bisik Letta pelan melangkah menghidupi lampu. Carmon mengikuti Letta sperti anak kucing yang takut kehilangan induknya. Letta melihat ke sisi kanannya dan mengambil mangkok berisi kan sarapan Carmon. Mencolet makanan yang tersisa dan menciumnya. Mengepalkan tangan.” KUMPULKAN SEMUA PELAYAN, ADA PENGKHIANAT..!” Tegas Letta keras. Carmon tersentak kaget mendengarnya.
Letta mendengus menatap Carmon. Carmon mengeram pelan.” Kenapa? Kenapa kau bisa bilang begitu?” Letta diam melangkah meningalkan carmon yang terlepas dari gandengannya. Membuka pintu kasar, saat keluar ia bertemu dengan Samuel yang juga baru keluar, lalu bertemu dengan Baron yang datang. Letta menatap dingin mereka semua.”KUMPULKAN MEUA PELAYAN DAN PENJAGA DISINI SEKARANG..1!!!” Tegas Letta kuat.
__ADS_1
Samuel kaget mendengarnya. Samuel mendekat menatap Letta,.”Ada apa teriak teriak pagi pagi begini?”Tanyanya pelan.
Letta menatap Samuel dingin.” Di kamar Carmon ada yang mengintai, dan bubur yang dimakan Carmon pagi ini tercium bau racun, racun ular yang tidak langsung membunuh, tapi mampu membuat orang akan lumpuh, saat diperiksa nanti racun itu tak kan terdeteksi malah akan dikatakan struk ringan, atau penyakit jantung yang melamban dalam reproduksinya padahal racun itu mematikan syaraf otak dari sang pemakannya. Jadi dirumah ini ada pengkhianat jadi kumpulkan semua sebelum kalian terlambat.” Tegas Letta panjang lebar.
Samuel tersentak mengepalkan tangan, melangkah mengintruksikan kepala pelayan untuk mengumpulkan pelayan dibawah. Letta diam melangkah kearah dapur. Sata semuanya berkumpul ada salah satu pelayan yang terlihat panik mmasuki kamarnya. Letta diam melangkah pelan tanpa bersuara.
Isi kamar Letta bisa melihat pelayan itu menyembunyikan sesuatu di balik foto. Di sana ada foto yang kosong. Letta mengangguk pelan melihat semuanya. Menyender di balik pintu menatap semuanya. Saat pelayan itu berbalik, matanya sangat besar melotot, melemparkan beberapa barang menatap Letta yang tersenyum miring.
Letta disana diam menatapnya dengan alis yang terangkat satu.” No-nona. Apa yang kau lakukan di disini?”Tanyanya gugup. Letta mendekatinya dengan tegas dan menarik tangannya keras.
Perempuan itu mundur dengan tubuh yang bergetar takut, tetapi tubuhnya terhimpit batasan kasur nya, matanya terlihat kaget merasa tubuhnya tersentak.” Ayooo baby. “ bisik Letta menyeringai seram menyeretnya keluar.
Pelayan perempuan itu bergetar menatap senyum miring milik Letta ingin menolak tetapi kekuatan Letta sangat kuat, tubuhnya terlihat terlontang Lantung berjalan keluar dari kamarnya mengikuti langkah Letta. Tangannya terasa ingin terlepas dari tubuhnya,. kekuatan Letta bukan main main, apalagi rasa takut ingin mati sangat kental. Ia sangat gugup dan takut, berteriak memohon tapi tak di dengar.
Di depan Samuel terlihat menandai semua pelayan yang berjumalah 20orang, 4chafe, dan 30 penjaga. Di sana juga ada Carmon yang duduk dengan pias menatap seluruh pelayan dan beberapa pekerja yang dirumahnya berbaris menunduk dihadapannya, Carmon tidak banyak tau siapa nama mereka.
Jumlah mereka sedari dulu memang sudah sangat banyak, dan Carmon banyak kerjaan lain yang harus ia lakukan di banding mengingat nama nam orang orang pekerja nya. Paling ia hanya merasa familiar akan wajah mereka saja.
“Suapa pemngkhianat di antara kalian? Mengakuhlah..!!!” Teriak Samuel keras.” Sebelum aku menemukan kalian dengan caraku sendiri, “ Tegas lagi.
Semua terdiam menundukk tak ada yang mengaku. " Tuan kami tidak tau...." Bisik kepala pelayan takut melirik sari pekerja lain.
Samuel menatap Baron” Periksa semua tubuh mereka jangan ada yang mencurigakan dari mereka..!!!!” Tegasnya.
“Biak tuan..,!” Baron mengangguk memeriksa semua pelayan dan pnjaga. Melirik Samuel yang diam saja. Ini terlalu banyak tapi Baron mengajak temannya satu lagi sampai semua diam tak ada yang mencurigakan.. tiga penjaga lama juga keluar dari kamar dan ruang penyimpanan penjaga dan pelayan.” Lapor tuan, kami tidak menemukan apapun..!!”! Tegasnya.
.
.
__ADS_1
.
hallo.... Jangan lupa tinggalkan jejak yah