Balas Dendam Karena Satu Malam

Balas Dendam Karena Satu Malam
Hancur


__ADS_3

Tapi sebelum dirinya sampai memeluk Gio, matanya membulat tidak percaya saat Gio malah memnghindar dan melewatinya.


Mata Viona mengikuti arah kemana melangkah, tatapannya menjadi rumit dan tak terbaca. Tangan Viona yang terbentang sekarang menciut menatap apa yang mereka lakukan.


Mata Bora terlihat sangat bahagia menyambut Gio. apa apaan ini...! Viona tidak terima hal ini terjadi padanya. apa hubungan keduanya?


Gio maju dna memeluk Bora hangat dan erat, tangan satunya menekan kepala Bira di dadanya dan mengusapnya lembut. terlihat sangat menyayangi Bora dan sangat lembut seperti Bora adalah kapas yang bisa saja rusak karena kekuatannya. Bora tersenyum menyambut pelukan Gio tak kalah hangat,”Yaampun sayang. Kok lama banget sih ke sini, kan dedek bayinnya udah mau di periksa?” Ujar Bora dengan mengerucutkan bibirnya gemas.


Gio terlihat terkekeh melepaskan pelukannya mengusap perut milik Bora.” Oh iya. Maaf yah sayang tadi aku kerja dulu dna minta izin. Ayokk kita periksa sekarang.” Gio mencium kening Bora yang tersenyum sumringah kepada Gio seperti diwajahnya bertabur bunga bunga yang bermekaran.


“Gio..!!!” Panggil Viona geram menatap Gio. Matanya melebar tak percaya., apa maksud nya ini, anak? Periksa kandungan? Apa hubungan Bora dan juga Gio sampai begini. Rara sakit semakin mentalak jantung hingga kerongga dada, ini terllau rumit untuk dijelaskan betapa sakit rasa nadi yang bersemayam di harapannya.


Gio menoleh kepada Viona,.”Oh Viona di sini juga. Apa kabar?”Tanya Gio ramah tersenyum pada Viona. Bora mendengus memeluk lengam Gio erat bak anak yang tidak ingin kehilangan ayahnya, menatap Viona mengejek seperti tadi.


Viona melangkah mendekat, tapi tak terlalu dekat. Jarak satu meter Vio bisa melihat wajah Gio secara jelas,. Lelaki yang dicari selama satu minggu ini.


“ Kamu kemana aja? Aku nyariin kamu, kamu ngilang gitu aja setelah apa yang kamu lakuin ke aku.”Tegas Viona dengan nanar. Rasa marah dan gejolak kekjepoan meminta penuntutan balas.


Gio Nampak menatap Viona heran.” Emang ngapain kamu aku lagi Vi? “Tanyanya dengan polos.


Viona semakin melebarkan matanya menatap Gio tidka percaya. “Kamu nanya kenapa aku nyari kamu setelah apa yang kamu lakuin ke aku??? Kamu anggap aku apa emang ha?”Tanya Viona menggertak gigi giginya marah.


Gio menatap Viona menaikan satu alisnya.” Lah kan emang kita nggak ada hubungan sesepesial itu sampek aku harus ngasih tau kamu aku dimana, dan lagi kamu itu Cuma orang yang aku kasihaniin selama ini, gue kasihan sama loe mangkanya gue bantuiin loe.” Tegas Gio malas.

__ADS_1


Viona mengepalkan tangan, semakin maju menatap wajah Gio nanar.”Jadi kemarin itu nggak ada apa apanya bagi loe? Gue kira loe baik tapi ternyata loe lebih bej4t dari cowok diluar sana. Gio loe kurang ajar.”Ia menampar wajah Gio kuat.


Guo yang ditampar menatap Viona tak percaya. Plak. Kembali menampar Vio. Viona shok, memegang pipi yang memerah dan sudut bibir yang sobek. Tamparan Gio tidak main main dikulitrnya yang sensitive, ini sangat sakit dan ngilu. Gio menatap nyalang Viona.” Berani yah loe nampar GUE..!” Tegas Gio keras.


Viona menatap Gio takut, tubuhnya gemetar.” Gu gue hamil Gio. “ tak ada cara lain bagi Viona selan mengatakan itu.


Gio terkekeh sinis.” Masalah di gue apa?"


Vuona menatap Gio dengan mata merah hendak menangis kembali.”Tanggungjajwab Gio. Ini anak loe..!!!” Tegas Viona nanar. Ingin di akui dan dibantu oleh Gio. Gio dan Bora malah terkekeh meluhat Viona yang menatap Gio mengelis pertanggung jawaban.,


" Cewek murahan!!!" Sinis Bora menjulak kepala Viona dengan telunjuknya" Loe pikir loe siapa minta tanggung jawab sama cowo gue ga? sinting loe...!" Viona memejamkan mata menebalkan muka. Sangat sakit dan melukai harga dirinya sebagai perempuan baik-baik.


“ Vio Vio. Loe minta tanggung jawab sama gue. loe yakin itu anak gue bukan anak cowo lain??” Tanya Gio sinis.


Gio menatap Vio malas.” Loe dateng ke gue, dan gue nggak pernah minta apapun dari loe. Jadi ngapain gue tanggung jawab. Itu salah loe yah kenapa loe mau ngasih harga diri lo ke gue padahal gue cowok dan kita nggak pernah ada hubungan special selama ini. soal anak itu, gue nggak jamin anak gue. jadi mending loe pergi jangan ganggu gue. gue udah mau punya anak sama Bora. BTW Dateng yah nikahan kita nanti. Seminggu lagi nanti undangannya nyusul.” Gio mencium puncak kepala Bora yang sedari tadi tersenyum melihatnya.


“Gio..!! Kamu keterlaluan!” Viona mengepalkan tangan, bagai dihantam batu berkali kali dan berkilo kilo. Hanucur hatinya seakin meremuk dan menghancurkan melodi denyut nadi. Viona bersimpuh jatuh mendongak menatap Gio.” Gio.. kamu Cuma boong kan Gio. Gio tolong jangan gini gio. Di sini sakit.” Viona memukul dadanya. Memohon pada lelaki ini adalah jalan satu satunya yang ada di otaknya.


Brok.. Viona limbung saat kepalanya Ditenda Bora kuat. bora menarik rambut Viona dengan kasar.”Eh j4lang. Loe udah denger kalo kami mau nikahkan? Loe mau jadi pelakor ha? Loe kalo murahan yah murahan aja. Jangan ngambil suami orang dong. Dasar kuman.” Tekannya menjulak kepala yang ia jambak.


“Bora,.!!” Viona menatap Bora nyalang.” Loe hamil anak Gio artinya loe hamil duluan?”Tanya Viona terkekeh mengejek Viona.


Bora melihat tatapan Viona yang mengejek pun menatap Viona rendah “Terus urusan sama loe apa? Yang penting anak gue punya bapak, gue dan Gio udah pacaran sedari SMA dan loe nggak ada hak buat ngambil Gio dari gue. “

__ADS_1


”Tapi gue juga hamil anak GIO..!!” Viona membentak keras pada Bora.


Bora malah terbahak dan Gio yang terkekeh sinis. “ Viona. Viona.. bukan Cuma loe doang yang dihamilin Gio. Jadi nggak usah dramatis gitu. Lagian loe kan yang mau mau aja digamah sama dia. Artinya loe murahamn."


“ Loe juga murahan artinya mangkanya hamil anak Gio juga kan?” Tanya Viona nanar pada Bora.


Bora menatap Vuona remeh.” Murahan? Sorry kita pacaran artinya gue sama dia ada hubungan buat ngelakuin hal itu. sedangkan loe? Bukan siapa siapa tapi ngelempar tubuh secara Cuma Cuma. Loe murahan, nggak ada harga diri, sampah, kuman Parasit.” Tegasnya Bora mengejek Viona.


Viona mendengarnya berdiri menarik rambut Bora nanar.” Loe sembarangan. Loe lebuh murahan sialan..!!!!” Teriak Viona menggila. Bora kesulitan karena gerak Viona yang menggila sampai ia menunduk merasa sakit dikelopak rambutnya.


“Lepas Viona..!!” Gio menghentak tangan Viona keras dna menjulaknya. Viona kaget dan mundur menatap Gio.


Gio memeluk Bora yang kesakitan melirik Viona remeh. “Loe berani nyentuh pacar gue lagi habis loe ditangan gue. lagian yang dikatain pacar gue bener, loe cewek murahan, sampah mau aja ngasih tubuh secara gratis. Inget yah Vio gue nggak pernah ada hubungan sama loe, nggak pernah minta tubuh loe dan terakhir gue nggak pernah menjanjikan tanggung jawab sama loe. Jadi berhentilah bertingkah paling menyedihkan. Loe introfeksi diri loe dulu. Awas kalo loe berani nyentu Bora lagi.” Tegasnya melangkah menauh dari Viona.


Viona menatap Gio nanar. Air matanya kembali jatuh, ia merasa hatinya merebuk hancur tak lagi bisa terobati. Viona terduduk dilantai mengusap kepalanya kasar. Kembali menangis terseduh seduh. Saat ini masalah menjadi kelabu dan gelak. Tak tau langkah mana yang Viona ambil, tapi yang pasti langkah kedepan akan sangat gelap dan suranm. Viona sadar jika membunuh bayi maka ia akan menjadi manusia jahat sedangkan jika masih melanjutkan itu akan menambah aib dan akan bermasalah dengan orang tuanya. Mengenai Gio yang ia cari selama ini dan ia temukan, itu sudah pasti menambah luka terdalam bagi Viona. Viona tidak pernah menyangkah lelaki yang ia puja dan anggap rumah mengkhianatinya sejauh ini. lelaki baik? Haha itu lelucon.


Sedangkan Gio dan Bora saling lirik dan tersneyum licik.”Hubungin Kak Letta..! dia pasti senang dengan berita ini..1!!!”.


.


.


.

__ADS_1


Halooo jangan lupa tinggalkan jejak yah...!


__ADS_2