
Letta mengangguk pelan berkata.”Iya... sini moms pakaikan.”Ujar letta kepada Jesika.
Jesika mengangguk semangat, mendudukan diri dihadapan Letta. Letta memasangnya dan tersenyum kepada Jesika. Jesika melihat bandul kalung berbentuk Kristal panjang. Tidak ada gayanya tetapi ini sangat elegan dan juga cantik baginya.
Jesika memeluk Letta dan berkata.”Makasih moms. Jesika suka banget.”ujarnya gembira.
Letta mengangguk mengusap kepala Jesika. Bara melihatnya memutar bola mata malas, ia sedang memakan kue bawang yang terbuat dari ubi talas pelan, sedikit iri saat melihat Jesika memakai kalung , ia juga mau. Tapi ia malu mengatakannya. Jesika berdiri dan menuju kearah cermin.” Letta mau berkaca dulu hehe.”ia cepat pergi ke arah kaca yang berada di sudut ruangan.
Letta melirik Bara yang menatapnya sedih. Letta menggeleng mendekatinya.”bara juga mau?”Tanyanya.
Bara memalingkan waja memakan makannya pelan.”Nggak. barakan cowok.”Jawab Bara malu malu tapi juga bersuara kesal.
Letta malah terkekeh.”Masa sih nggak mau? Padahal Moms uddah beliin yang Bara sesuai warna kesukaan Bara. Atau moms kasih sama Je...”
“Ih moms. Bara mau..!”
Letta terkekeh melihat Bara menggembungkan pipi kesal merebut dari tangannya.
Bara menatap Letta kesal.” Pakekin juga dong.” Ujarnya manja,.
Letta mengangguk memakaikan kalung pada Bara. Bara mengulum senyumnya melihat bandul tersbeuyt, itu biru galaksi, snagat cantik membuat ia tersenyum malu malu. Tak lupa Letta mengeluarkan gelang dari kantongnya.” Ini juga. Ada nama Bara, sama kayak yang moms.” Ujar Letta menunjukan gelang.
Bara menatapnya dengan haru, saat Letta memakaikanya ditanganya, menatap ada namanya dan gambar love. Mendongak menatap letta berkaca kaca.” Terimakasih moms. Moms terbaik.”Ujarnya lirih. Letta terkekeh mengusap kepala Bara dan membalas pelukan bara. Bara tersenyum menatap gelang miliknya. Tadi Letta sudah menmberikanya mainan miniature tapi ini lebih berharga, ini lebih bahagia. bara berjanji akan menjaga miliknya yang diberi Ibunya. Bara menatap kearah leher Letta. Ternayata Letta juga punya. Bara semakin menjatuhkan air mata.
“Moms... “Letta melirik Jesika yang murung berdiri disana. letta yang peka pun menghela nafas. ia mengambil gelang lain dan memberi kepada Jesika.”Kemarin moms juga beli yang Jesika. Tapi yang Jesika ada warna putih yang artinya kebaikan, jadi Jesika harus menjadi baik. Dan lagi kalung yang kalian gunakan itu katanya bisa mendatangkan kebahagiaan. Moms harap nanti kalian akan selalu bahagia yah.”Ujar letta berbohong.
Jesika yang tadinya cemburu ikut terharu. Mereka berdua memeluk Letta dengan erat, Letta memeluk mereka tak kalah erat. Letta berani membawa Bara dirumah Samuel sebab disini Bara akan ada yang menjaga, Letta tidak tau kekhawatirannya selalu mereda sata bersama Bara. Ia sudah merasa jika Bara adalah bagian dari hidupnya.
Jesika pun tadinya merasa terasingkan saat tau dirinya tidak diberi gelang, tapi saat tau dirinya diberi gelang yang berarti kebaikan, ia berjanji akan menjadi orang baik, serta bersyukur memiliki Letta berada di sisinya.
Saat acarah haru haru selesai Bara dan Jesika kembali duduk menikmati oleh oleh cemilan dari Letta. “Ini enak banget.”Ujar Jesika memakan kerupuk jangek, atau kerupuk kulit sapi yang letta beli. “Ini juga.”Ujarnya menumjuk kerupuk jengkol.”Tapi agak bau.”Bisiknya.
Letta tergelak.”Itu kerupuk jengkol, memang agak bau.”Ujar letta,. Jesika mengangguk paham melirik Letta yang memakan kerupuk bawang.
__ADS_1
“Mau coba itu moms.”Ujarnya mau mengambil milik Letta.
Letta mengangguk membagi makananya. “Bara juga..!”
Bara merebut duluan karena kesal melihat Jesika mnarik perhatian letta. Jesika tidka terima melotot.”Ih Bara nggak boleh gitu..!” Terjadilah aksi merebut diantara mereka. Dan Letta hanya diam saja menikmati makannya sembari melihat acara pukul pukulan dan jambak jambakkan. Letta tidak mau mengambil langkah memisahkan. Toh meteka yang sakit. Benar bukan benar??
“Udah. Jangan makan lagi, sekarang sudah jam sebelas malam.” Ujar Letta menyuruh keduanya tidur sebab hari sudah larut.
Baik jesika maupun Bara sama sama menggeleng takkk terima.”Moms, kami lagi libur sekolah hehe.. jadi kita bisa free..” ujar Bara semangat.
Letta mendengarnya menatap Bara dengan datar dan Bara cengengesan. “oh ayolah moms. Bara rindu moms. Moms menghilang sejak dua Minggu dan kita nggak pernah main kayak gini lagi.”Ujar Bara mendekati Letta dengan wajah lemas. Letta mengusap kepalanya mengangguk pelan.
“Besok moms juga libur kan?”Tanya Bara pelan. Letta mengangguk.”Gimana kalo kita nonton lagi moms. Bara belum nonton lanjutan film terakhir kita tonton itu loh.”Ujat Bara merengek memegang lengan letta. Letta mengangguk sembari mengingat besok ia tak ada urusan lain atau apa kan?
Letta melirik Jeiska yang diam saja menatap meteka sendu. Letta pun bertanya.” Jesika bagaimana sekolahnya?”Tanya Letta pelan. Sebab sedari tadi Jesika tidak ada menceritakan sekolahnya.
terlohat jesika menghentikan makan menatap jesika dnegan tatapan sedih “Dia mnggak naik kelas moms. Peringkat terakhir.” Bukan jesika yang menjawab tapi Bara.
Letta melirik Bara. Bara melirik Letta juga dan berkata.”Dia nggak bisa nulis dan baca, padahal yang lain udah bisa semua mangkanya dia nggak naik kelas.” Ujar Bara polos. Letta mendnegarnya ingin menyentil binir Bara yang blak blakan akan Jesika. Tapi bara masih kecil jadi Letta harus memaklumi. Tapi nanti Letta akan mengajarkan Bara agar bicara harus di saring dulu,.
Jesika mendongak menatap letta sendu, bukan apa apa tapi hanya Letta yang mendukungnya seperti ini, tidak seperti orang lain yang sibuk mencemooh dan juga mengatai dirinya bodoh. Ini yang Jesika mau, ia butuh dukungan bukan direndahkan.
Letta tersenyum tipis."Nggak apa apa, sekarang kamu belajar lebih giat yah biar kamu bisa pintar dan naik kelas.. “ Ujar Letta lagi.
Jesika mengangguk sendu menahan air mata hendak jatuh. Andai letta melihat bagaimana saat Jesika pulang. Dirinya dimarah habis habisan oleh Purnama, dimaki oleh Samuel, dia dikurung dan tidak diberi makan seharian, tak hanya itu ia diukul dan dikuruing dikamar mandi.
Iyaaa...kemarin ia disiksa baru pagi ini ia dikeluarkan karena kedua neneknya kasihan. Itu baru kakek nenek, bagaimana dengan ayah dan ibunya jika tau dirinya tidak baik kelas?
Jam sudah mau jam dua belas, Letta memaksa keduanya tidur. Keduanya mengangguk mulai diarahkan gosok gigi, cuci kaki dan muka. Bariulah bisa tidur. Keduanya menurut dan tidur saling berdampingan. Letta yang tidur paling pinggir menatap kedua anak tersebut dingin. Letta tidak tau apa alasan mengapa dia menyayangi keduanya.
Terutama Bara. Tapi Letta bisa simpulkan, jika dirinya memiliki titik manusiawi, yang mencintai anak anak dan hidup dalam hati yang hidup. Letta pikir dirinya kehilangan hidupnya, ternyata hidupnya yang terlalu suram.
Tapi hal tak bisa Letta tepis, ia tidak ingin satu kamar dengan mereka. Letta butuh ruang sendiri.
__ADS_1
...----------------...
Pagi ini Letta bangun di jam 4 speerti biasa. Letta memilih membawa salah satu motor yang ada dibagasi hanya motor matik biasa. Letta juga membawa beberapa kantong plastic. Mengendarai di jam dingin tak membuat letta mundur atau mengeluh. Sampai jam ia sudah sampai ditujuannya. Ia diam mengerjab pelan menyuruh satpam membuka pagar rumah.
Satpam siaga dua puluh empat jam segera membuka saat tau itu Letta. Letta memasuki motor miliknya, ia melangkah menuju pintu. Segera ia ketuk pintu.
“Siapa?” yang membuka penjahga yang ikut kaget melihat ternyata Letta.”Oh nona... tuan dan nona Aleta amsih tidur. Apa harus saya bangunkan saja?” Tanya penjaga gugup pada Letta.
Letta menggeleng memasuki rumah.” Tidak perlu. “ Ujarnya memasuki kamar tamu, melirik sejenak foto keluarga yang berisi mereka bertiga. “Aku tutup ini, nanti bisa kau kasih dengan mereka jika sudah bangun.”Ujar letta. Penjaga hendak menolak tapi tatapan letta seakan menekan dirinya tidak mau ditolak. Ia hanya mengangguk dan Letta pergi dari sana.
Penjaga diam menatap letta pergi lagi, meringis mengingat jika nonanya sangat merindukan nonanya. oh iya, ia lupa mengatakan jika nonanya hampir dibunuh, saat ingin mengejar suara deru motornya Letta sudah jauh dan itu membuat ia mengatup lagi bibirnya
“Tono mengapa?”
Tono mengerjab meliriok kebelakang. “Eh tuan sudah bangun? Yaampun telat banget padahal barusan ada nona Letta..!!!” Ujarnya menunjuk arah jalan yang sudah tidak ada siapa siapa lagi disana menyesal dan tak percaya.
Zaxi yang menggunakan baju tidur mengernyit heran, menatap jalan yang ditunjuk Tono penjaganya, ia barus aja keluar dari kamar Areta sebab semalam ia menginap disana, pagi inipun ia bangun pagi sebab ia harus bersiap, jam tujuh ia harus sudah dijalan kekantor nya jika tidak ia bisa telat.
Zaxi melirik Tono bertanya.”Kamu tidak bohong ngapain dia Kesini pagi pagi gini? Kenapa nggak bangunin kami?” Zaxi melangkah mendekat penjaga tersbeut herab dan juga marah, kesal. Mengapa ia telat sedikit tadi ketika Letta kesini.
Penjaga menggeleng.”Tadi nona bilang tidak perlu saat saya mau bangunin tuan, dan lagi dia kesini paling Cuma semenit ngasih ini, udah itu dia pergi lagi.”Ia menunjukan satu kantong pelastik yang berwarnna hitam ditangan miliknya.
Zaxi meraihkan dan menatapnya heran. Ia sgera meninggalkan penjaga disana yang mengerjab pelan menatap tuanya memasuki
kamar. Tono menghela nafas.”Makasih kek. Ini orang rumah pelit banget bilang makasih yah. Atau nggak isi bensin gue apa gimana.”Gumamnya. tidak kakak tidak adik sama saja. Sama sama sombong.
Zaxi mengerjab menatap ada makanan makanan khas dari daerah. Zaxi diam menatapnya dan tersenyum tipis, kembali membongkar dengan semangat dan menemukan dua paket lain yang didalam kotak. Zaxi segera membukanya dan matanya bersinar menemukan kalung berbandul Kristal, disana juga ada gelang yang bertali hitam biasa saja. Ia mengambilnya pelan dna menatapnya teliti. Tidak mahal, tapi bagi Zaxi ini sangat berarti. Zaxi sampai bergetar melihatnya,.
Tatapannya kepada gelang dan membaca baik nama miliknya, di ujung ada gambar love semakin menambah kadar kebahagiaannya. segera ia peluk gelang dan kalung tersebut, ia segera memakai gelang dan juga memakai kalung tersbeut. Ia membuka kotak kdua..
Sama isinya adalah gelang dan kalung. Hanya saja disana kalung milik Areta berwarna Merah muda bening kristalnya, lalu ada beberapa gelang lain yang lebih lucu. Zaxi membuka paket kedua, disana ada tas dan juga sendal. Tas rajut dan juga sandal lelaki.
Zaxi menatapnya nanar dan juga menjatuhkan air mata. Ia menangis terharu.. sangat senang, jika ini mimpi tolong ini sangat nyata rasanya.
__ADS_1
baru kali ini Letta memberikan ia hadiah... Lagi.