
Bovi menatap Letta kaget.,” Kau tidak kaget atauy bahkan panic??” Tanya nya.
Letta menggeleng.” Kaget sudah pasti, mau seperti apapun aku menyiapi mental tetap saja kaget. Tapi aku lebih ke sadar jika dia memang lawan yang benar benar tidak bisa diremehkan.” Jawab Letta tenang. Berbeda dengan hatinya yang berkecamuk jelas saling menyahut. Letta manusia biasa yang memiliki sejuta pemikiran dan kemungkinan terburuk dalam hidupnya.
Dan Letta hanya menunggu giliran dari kemungkinan yang dirinya pikirkan, bukankah dalam hidup itu memang ada resiko? setiap yang dilakukan pasti ada resiko yang akan di hadapi dan di dapatkan, termasuk pilihan hidup.
“Letta. Itu artinya kamu dan kakak kakakmu dalam bahaya,” Ujar Bovi dengan tatapan menyiratkan kekhawatiran kepada letta.
Letta menyambil jus Milo miliknya, meneguknya beberapa kali dengan agak tak tenang.” Letta dengarkan aku. Kamu benar benar harus menyikapi diri untuk menghadapi Peter, dia benar benar licik, “ ujarnya lagi meyakinkan Letta yang dimatanya kelewat tenang. Ia tidak tau saja aslinya.
Letta terkekeh pelan.”bahkan Ragiel jauh lebuh licik.,” ujarnya lkepada Bovi.
Bovi mengangguk menyetujui.,” tapi setidaknya saat ini kamu punya kesempatan untuk kabur sebelum masalah bertambah.” Ujarnya kepada Letta sulit di artikan tatapannya.
Letta menggeleng menolak. “aku bahkan sudah menunggu waktu ini bovi. Aku ingin melihat dalang sebenar benarnya dari masalah ini.” ujarnya kepada Bovi tegas. “ Letta jangan gila.” Tegasnya pada Letta.
Letta menghela nafas. mnyenderkan tubuhnya di sofa. “ kau hanya perlu bawa kakak kakakku menjauh dan lindungi merekam, aku akan menambah pasukan untuk melindungi mereka nanti. Masalah diriku bisa aku atur nanti.” Ujarnya mencoba tenang.
Bovi menggeleng. Melangkah mendekati letta, duduk di kursi di sebela Letta,” aku bahkan memilih enggak ridur smalem pas udah denger kabar ini biar kamu pergi jauh dan enggak terlihat letta, kau malah mengkhawatirkan orang lain selain dirimu sendiri. “ tegasnya.
“dan sejak kapan si Letta pergi dari masalah? Atau kabur dari masalah?”Tanya Letta dengan dingin.
“Sekarang bukan waktunya sombong atau bahkan menanyakan seberapa tangguh dirimu Letta. Tapi kamu memang benar benar hartus menghindar. Ancamannya itu nyawa kamu.” Bovi memegang bahu letta khawatir.
Sangat sangat khawatir. Peter bukanlah sosok yangh bisa merreka remehkan, sebagai ketua organisasi gelap sejak kecil sudah pastilah dirinya dikaruniakan keburukan yang lebih besar ketimbang manusia lain. Apalagi jika nanti Samuel tau jika dalang semuanya adalah Letta. Benar benar buruk untuk Letta.
Letta melihat wajah khawatir BOvi menghangat. Bovi benar benar sosok kakak yang dari dulu benar benar hangat. Bovi itu anak tangan kanan dari Ragiel dulu, jadi dirinya memilih menjdi tangan kanan Zaxi karena melihat letta selalu dimarah, dipukul dan di maki. Mangkanya ia bersama Zaxi untuk membatasi pergerakan Zaxi menyakiti Letta. Letta mengusap lengan Bopvi ringan.” Tidka perlu khawatir, aku benar benar akan baik baik saja.” Jawab letta.
Bpovi menghela nafas. mau seberapa kalipun Letta mengatakan dirinya akan baik baik saja dirinya akan tetap merasa khawatir terhadap adik kecilnya ini. bovi sudah menganggap Letta adik kecilnya. Tak tahan Bovi memeluk Letta dan berbisik.,” jika tidak apa apa, tidak perlu menutupi nya. Kamu hanya perlu mencari aku dan aku akan melindungimu dengan nyawaku. Letta kamu tidak harus selalu kuat, kadang kamu juga butuh menjadi lemah untuk menunjukan jika kamu manusia, kamu masih punya hati.” Bisiknya memejamkan mata.
Letta mengangguk.” Aku tau jika kamu salah satu orang yang tahu jika aku masih memiliki hati.” Jawabnya.
Bovi semakin memeluk letta erat., mengusap kepala Letta. Letta terkkeh.” Peluk aku lebih erat..” bisik Letta pafa Bovi.
Bovi malah terkekeh dan mengeratkan pelukannya kepada Letta. Benar benar erat hingga dirinya merasa sangat nyaman.,” aku baru tau jika kamu suka warna pink, dan memiliki warna selain warna gelap.,” bisik Bovi kepada Letta.
Letta terkekeh masih dipelukan Bovi. Bovi mengambil tubuh letta dan menaruhnya di pangkuannya. Letta kaget segera hendak melepaskanya karena merasa ini terlalu dekat tapi bovi malah semakin mengeratkan pelukannya, menaruh wajahnya dileher Letta.
Letta diam menikmati dirinya memeluk Bovi lebih erat,” hanya ingin.” jawbanya.” Bisakah lepaskan aku? Ini terlalu dekat.” Lanjutnya tak enak.
Bovi menggeleng,” tadi kamu yang meminta. Diam saja aku tau kamu membutuhkan pelukan, aku tidak tau apa yang membuatmu sedih hari ini, tapi kamu harus tau jika sebanyak banyaknya orang membencimu masih akan ada orang yang menyayangimu, kamu hanya perlu datang padaku dan aku akan memelukmu dan melindungmi Letta.” Bisiknya. Letta tersenyum dengan tipis dipelukan BOvi, ini hangat.
__ADS_1
Letta benar benar tidak beruntung z dikelilingi oleh manusia baik tapi dirinya dipaksa untuk menjadi jahat
...----------------...
Diam diam Letta melangkah seusia bicara dengan Bovi tadi, cukup menguras emosi dan juga pikiran. Hemm mengenai Peter? Letta sudah sedari awal memikirkan dia dan identitasnya. Peter bukan lawan yang bisa diremehkan karena dirinya sudah dilatih oleh ketua besar penjahat, dia sudah di didik sedini mungkin. Letta mengetuk dagunya dan memilih masuk ke café.
Sudah dua hari seusia pembicaraan dengan Bovi, dirinya berusaha kembali mengamankan data datanya dan menyabotase data datanya hingga benar benar kuat.
“ Latenya satu.,” pesan Letta. Barista mengangguk melayani Letta membayar minuman, setelahnya Letta menunggu di salah satu tempat duduk. Tapi tatapan letta tertuju di salah satu capcake Chochafe yang mengguga selra. Letta kembali memesan makanan dan menunggu disalah satu tempat duduk, dipaling sudut dan menuju kearah depan. Mata letta mengerjab sejenak mengingat pikirannya tadi.
”dia benar benar sulit, aku tidak tau dia dalang poembunuhan anak anak ragiel.” Gumam Letta pelan membuka HP-nya dengan damai.
“Permisi, ini kak pesananya.”Letta menganguk melirik Writer yang mengantar makanan.” Ini kak kami ada promo belanjan diatas seratus lima puluh ribu hari ini menmdapatkan satu Cup Pie yang baru kami buat. Silahkan kak dinikmati.” Ujarnya.
Letta mengangguk lagi sembari mengambil minuman dan menyeruputnya sejenak sampai kursi di deppannya bergeser. Letta mendongak.
” Halooo, aku duduk di sini yah.” Dia... Letta menarik alisnya bertanya.
Sosok tersebut menggaruk lehernya dan tersneyum.” Aku duduk di sini yah.” ujarnya lagi karena tidak di jawab oleh Letta tadi.
Letta melirik seluruh bagian ruangan cafe, disini kosong melompong, ngapain ini orang mau duduk di dekatnya? Tapi Letta tak mau bicara, dirinya memilih menarik cake yang dirinya inginkan tadi.
” Lama yah tidak bertemu Letta. Apa kabar?”tanyanya. ia Diki.
Letta mengerjab menatap Diki. “ apa pedulimu?”Tanya Letta pelan.
Diki tersneyum tipis menatap writer mengantrakan pesananya. Letta berdehem belum mau pegi karena membutuhkan kenyamanan ini.
Diki menghela nafas.”kau tidak merindukan Bara?”tanyanya. letta mengerjab pelan mendengarnya, tak menanggapi.
Diki melihat Letta yang tidak menanggapipun tetap tidak berhenti.” Hemm kau disini sendiri?”tanyanya dengan pelan lagi.
Tapi letta hanya diam masih dengan kegiatannya. Diki menghela nafas, meminum minumannya. Menatap Letta yang benar benar mengabaikannya.”Maaf.” Gumamnya.
Benar letta menatapnya terkejut tapi berganti dengan tatapan mengejek. Kenapa Diki baru sadar tatapan Letta yang berubah dibeberapa detik dari tatapan sebenarnya?
“ Maaf?” Tanya Letta mengulang.
Diki menghela nafas, membawa cake dan minumanya untuk duduk di kursi lain. Letta menatap Diki aneh tapi engga bertanya. Diki melirik Letta yang diam tak bersuara. Diki melirik Letta lagi tapi dirinya tersenyum nyeri. Sudah lama dirinya ingin bertemu letta dan ingin meminta maaf, tapi rasa malu dirinya sangat tinggi, mengalahi gunung semeru. Diki tidak bisa bicara dengan jelas mengenai kebenaran yang diketahuinya.
Leta mengusap wjahnya, dipikir lagi dendam ini bukan tentang dirinya dan keluarga Samuel saja, tapi ada banyak cabangnya yah haha. Letta ingin menangis mengingat hal itu. Letta memilih menghabisi makanan dengan cepat dan meninggalkan café. Selesai dikegiatannya letta pergi kembali memesan makanan, ia membawa satu roti yang dirinya pesan, diki menatap Letta menjauh dengan tatapan sulit. Diki menggeleng.” Sialan, minta maaf aja susah banget yah.” guam Diki mengutuk dirinya sendiri.
__ADS_1
Minta maaf bukan hal yang memalukan, hanya sepenggal kalimat yang mengakuhi jika dirinya bersalah dan melakukan kesalahan? Minta maaf adalah kalimat peminta ampunan kan? tapi mengapa sepertinya benar benar sulit dilakukan? Ada elemen yang menyudutkan hati manusia menjadi angkuh dan tinggi.
Brak.. Letta tau dirinya tidak salah. Letta bukan gadis ceroboh yang menabrak seseoranmg dna menumpahkan kopinya pada sosok yang dihadapannya. Letta menatap si pelaku dengan tatapan datar, tapi tunggu tatapanya berubah menjadi rumit bersamaan dengan sipelaku yang menatap letta tersentak.” Letta..!!” serunya gembira.
Letta berdehem sejenak. Carmon, carmon tersneyum melihat Letta yang dirinya temui.” Maaf aku tidak sengaja, tadi terlalu pusing kepalaku.” Ujarnya menggelengkan kepala, menatap roti yang ada ditangan Letta.
Letta yang melihat tatapan Carmon menjadi agak kaku.” Oh iya. Tak apa, “Ujar Letta membersihkan tangannya yang basah terkena kopinya. Hanya seperempat paling.
Carmon diam menatap letta sayu lalu melihat makanan yang Letta pegang lagi. Hari ini Carmon belum makan sejak pagi karena tak punya uang. Begitu juga dengan keluarganya yang lain. Mereka sangat sulit mendapatkan pekerjaan atau uang, dan uang yang mereka miliki sudah habis beberapa hari ini. Carmon sangat lapar hingga kepalanya pusing. Tapi dirinya malu dengan pikirannya yang ingin merebut makanan yang Letta punya.
Letta berdehem sejenak dan memilih pergi. Carmon menahan lagi tangan Letta. Menatap Letta dengan tatapan kaku.”Hemm biar aku saja yang buang minuman dan makanamnu yang kotor untuk rasa bersalaku Letta hehe. Iya sini aku saja yang buang.” Ujatr Carmon menarik kppi dan roti Letta.
Letta menggeleng,”tal perlu. Aku bisa buang sendiri.” Ujar Letta pelan.
Carmon menggeleng panik.” biar aku. Sini aku saja ini sudah tidak layak dimakan dan diminum.'’ ujar carmon lalu merampas makanan Letta sebelum pergi dari Letta secepatnya tanpa kata.
Letta menaiki satu alisnya. Roti itu emang terkena kopi tapi bukankah itu tidak buruk? Malah akan terasa enak kan? letta tersenyum miring mendekat dan mengikuti Carmon yang berjalan menjauh darinya.
Caron berjalan buru buru menjauhi letta pun bersembunyi dibelakang café. Disana segera dirinya membuka roti dan mengunyahnya cepat.. mata carmon berbinar bahagia dan meneguknya cepat,, meminum sisa kpi milik Letta.
Carmon benar benar menghabisi roti dengan rakus. “ Enak banget. Dulu aja ini rasanya biasa aja.” Gumamnya pelan menikmati sentuhan cream café didalam roti yang enak. Carmon kehilangan atensi makanan enak.
hari hati yang di lalui Carmon sangat sulit, makanan yang dimakan apa adanya saja, tidak lagi bisa makan seperti dulu. Apalagi dirinya tak punya uang begini.
Letta memeluk tanganya di atas dada menatap Carmon yang makan sisa makannya tersenyum sinis,’pencuri’ gumamnya pelan tanpa di dengar Carmon.
Carmon membuang plastic nya dan membuang café. Ia pergi lagi meninggalkan Letta yang pergi dari sana. Carmon mengusap perutnya yang sudah sedikit terisi, bahunya kotor membuat dirinya kembali ke rumah.
Rumah sudah menjadi penjara bagi dirinya. Vuiona yang terus menberang marah dan berteriak, melakukan hal mesum dan juga memperkaos siapapun yang ada. Dia bahkan pernah menangkap pak RT dan hendak memperkaosnya sata ia dirumahnya.
Keluarga Samuel benar benar malu akan hal itu. beberapa warga terlihat tidak senang dengan keluarga Samuel.
Tepat saat dirinya pulang dan memasuki rumah. Lagi lagi tatapoanya berisi Viona yang melakukan hal yang salah dengan salah satu pemuda yang ada di desa ini. Carmon mengepalkan tangannya hendka memukul lelaki itu. tapi carmon sadar jika disini yang salah adiknya.. adiknya yang pasti merayu dan membuat semua ini terjadi.’”Pergi..!”
Teriak carmon. Pria itu kaget langsung menatap carmon. Buru buru dirinya meninggalkan Viona. “Mau kemana? Jangan pergi, aku belum selsai. Jangan tinggalkan aku.” Teriaknya menggila. Mengejar lelaki yang menggunakan celanaya tersebut.
Carmon menghempaskan tangan Viona yang maish tak menggunakan sehelai benang pun itu yang hendak mengejar lelaki tersbeut.
Tatapan Carmon sangat frustasi.” Viona. Dia bukan lelaki baik, jadi berhenti melakukan hal buruk.” Ujarnya tegas,. Viona terlihat tak mengerti menatap carmon. Mendekat dan memeluk carmon.
Carmon terpekik.” Gila.. sialan plak.. pergi.” teriak carmon kepada Viona dan menampar nya kuat.
__ADS_1