Balas Dendam Karena Satu Malam

Balas Dendam Karena Satu Malam
Seharusnya


__ADS_3

Tring... Letta melirik HP miliknya, bergetar. Tertera nama Ragiel. Letta mengerjab enggan menjawab, tapi pesan berikutnya membuat ia segera mengambil HP. Disana ada foto Jesika yang di Sandra. Wajah yang penuh lebam dan rambut yang sudah tak berbentuk,.


Letta mengepalkan tangan melihat hal itu. “ Hahaha.. sudah di angkat rupanya. Cucuku sayang... apa kau suka kejutan ku? Kau menyukainya kan? aku membantumu dalam menyelesaikan misi..!!” suara di seberang terdengar sangat santai, seperti seseorang yang baru saja memenangkan lomba besar.


Letta mengepalkan tangan. Menahan gejolak amarah. “Mengapa kau ikut campur dengan urusanku?”Tanya Letta pelan kepada Ragiel. Suaranya tertahan mengerjab pelan. Ragiel kembali berulah. Dan akan kembali ada korbannya.


Ragiel terdnegar tertawa doi seberang sana. Ia berdecak seusainya lalu berkata.” Kau tidak tau berterimakasih. Aku sangat menyayangi cucuku jadi aku bantu kau menangkap satu tangkapanmu sayang... ayo ucapkan terimakaish kepadaku.”


Omong kosong. Ragiel selalu saja mengatakan jika yang ia lakukan adalah sebuah bentuk rasa sayang. Tapi nyatanya itu bulshit. Tanpa melihat wajahnya saja Letta sudah tau bagaimana mimik wajah menjijikan milik Ragiel.


“ BERHENTI IKUT CAMPUR DALAM HIDUPKU.” Tegas Letta, letta menahan diri untuk tidak berteriak tapi ia sangat marah.


Letta memejamkan mata mendengar Ragiel tertawa.” Kakek, dia hanya anak kecil yang tidak masuk dalam list balas dendamku. Jadi lepaskan dia.” Letta berusaha tenang dan bersikap lunak kepada ragiel.


Ragiel menghela nafas.”tapi di darahnya ada campuran darah Samuel. Bukankah siapapun yang berdarah campuran Samuel harus mati ditangamu cucuku? Lalu mengapa sekarang berubah pikiran? Aku takut jika gadis kecil ini menghentikan aksimu kelak.” Tgas ragiel melemah.” apa kau sudah menyayanginya dna mengangap dia anakmu?? Kau lupa dia cucu Samuel?” Lagi lagi dia Playingvictum


Letta duduk di ranjangnya memejamkan mata.,” dia cucu ragiel, tapi dia darah yang tidak berdosa, jadi jangan gunakan dia untuk di memasuki ke dalam dendam ini. kakek lepaskan dia, biarkan dia hidup bahagia.” tegas letta dengan pelan.


“sejak kapan pikiran konyok itu ada dipikiranmu cucuku?” suara Ragiel seperti mengejek.” Bukankah kau harusnya tidak memandang umur? kau lupa jika kakakmu dibunuh di usia berapa? Dan kakakmu di perk0sa diusia berapa? Letta jangan lupa jika mereka bahkan tidak pernah memandang kamu masih kecil atau sudah besar. Mereka seperti harimau buas yang siap menerkamku. Jika kau tinggalkan jesika bisa jadi dikedepan hari dialah yang akan menggantikanmu untuk balas dendam kepadamu.” Tegas lagi Ragiel kepada Letta.


Letta mendengarnya seksama, semua yang diiucapkan oleh Ragiel pernah ia pikirkan dan sudah ia pertimbangkan. Lagi lagi sisi jahatnya meredup saat ingat jika di dunia begitu kita tak tahu menahu, seperti letta menganggap dendam Samuel pada keluarga ayahnya, terutama kepada ayahnya Damian, semua menjadi terkena imbas itu tidak adil. “ Lepaskan.” ujar Letta pelan.


Ragiel kembali tertawa terbahak bahak.” Sayangnya sudah ku bunuh sayang... dan akan ku kirimkan jasatnya kerumah Samuel malam ini. Jadi aku harap kau menyiapkan reawerd untuk kerja kerasku...” telepon dimatikan dan Letta yang menegang.


Seusainya pesan kembali masuk membuat Letta menatap dingin pesan. “ Welll. Ini nyawa sebagai ganti dari anak angkatmu. Bersyukur kau sudah membuang anak itu, jika tidak sudah ku pastikan target utama kami adalah BARA.” Letta kembali menegang. Letta meremas hp miliknya dan menadakan kepalanya.


Letta melempar HP di atas kasur. Menatap tangan dan kakinya nanar. Ia terkekeh.” Bodoh.” Memaki dirinya sendiri adalah jalan terakhir. Kembali pada nyawa yang hilang.

__ADS_1


Letta hendak menangis, berteriak kepada dunia. Ia tidak kuat. Letta tak sadar menghela nafas menahan laju air mata. Mengusap wajahnya.”sebentar lagi letta. Sebentar lagi. bertahan sebentar lagi.”Letta merasa tangannya dingin. Air mata tidka jatuh tapi letta sadar jika hatinya lebih dari menangis,


Letta melempar barang di samping kasurnya kasar, tanpa peduli semua pecahan melukai kakinya. Ia diam mengusap kepalanya dnegan tangan kiri. Ia menghela nafas. jesika??? Anak itu harus mati sebelum mendapatklan kebahagiaan. Dan Letta tersangkah utama. Letta merasa sangat berdosa sudah membuat anak itu merasa sakitnya kematian di usia muda.


Di sisi lain. Sosok Jesika mengerjab pelan menatap suram keadaan luar. Ia tersenyum sejenak karena samar samar ia melihat wajah Letta yang memeluknya erat.,”Momns..” jesika tidak pernah menyesal dibunuh di masa muda begini, karena dirinya sudah lelah hidup. Hidup tanpa kasih sayang ayah dan ibunya.


Jesika lahir karena kesalahan, karena dirinya ibu dan ayahnya tidak bisa berpisah. Ayahnya sibuk dengan perempuan lain, ibunya sibuk mengejar cinta ayahnya. Dan sekarang ibunya masuk penjara dan ayahnya tak peduli padanya. Jesika hanya punya Letta untuk hidup layak dan di cintai, Letta mengajarkan sosok ibu yang perhatian dan ayah yang tegas bagi dirinya. Jesika terimakasih karena sudah diberi kesempatan untuk merasakan semua itu meksipun bukan diberi oleh ibunya tapi Letta.


Tapi sekarang saat dia pergi. Rasanya hanya atau kesalahan yang belum terobati. Yaitu berpamitan kepada letta.


Jesika tumbang dengan kasar karena kursi yang ia duduki ditendang. Sosok yang menyiksanya mengerjab pelan. jesika belum mati, ia masih samar samar tersenyum “Mommy.. Je sayang Mommy.” Lirihnya lalu terbatuk-batuk. Batuk itu mengeluarkan darahh karena terlalu lama merasakan sakit.


Seusai dirinya dijemput oleh orang yang mengaku teman ayahnya, dirinya terus di siksa tanpa diberi makan. Hingga hari ini, sudah empat hari dirinya disiksa sampai mati.


Ragiel melihatnya dengan dingin. “Kirimkan mayatnya kerumah Samuel. Jangan lupa kirim surat seperti yang aku perintahkan.” Ragiel pergi , menendang kepala anak itu keras. Semua orang disnaa mengangguk diam menatap tubuh Jesika yang terkapar dingin.


Kedua penjaga Jesika saling lirik.”Bagaimana? “Tanyanya pelan.


Salah satunya menggeleng.”aku takut kita bukan membantu nona Letta, tapi malah menambah bebannya.” Tegas temannya pelan. keduanya adalah tangan kanan Ragiel, tapi keduanya sangat menjaga Letta. Alasannya karena mereka lebih dari sekedar tahu apa yang di lalui Letta.


Temannya hanya mengangguk menatap mayat Jesika dingin. Sadar jika yang mereka rencanakan untuk kebaikan Letta hanya mengundang kesalahan besar mengakibatkan letta semakin menderita. Mereka memilih melakukan tugas yang Ragiel berikan.


Toktok...”Tuan.. Tuan....” Samuel di kamar mendenggus mendengar pintu kamar yang di ketok kasar diluar sana. Samuel yang bersiap siap menggunakan baju pun keluar menatap garang sang pelaku. Disana terlihat kepala pelayan yang menatapnya cemas.”Mau saya pecat kamu ..!! dimana sopan santun kamu..!” tegasnya kepada lelaki tua di hadapannya ini.


Kepala pelayan samule gelagapan, menatap Samuel memelas. “Maaf tuan. Ini sangat pentin. Maafkan saya yang tidak sopan tuan. Tolong maafkan saya.”ia membungkuk berkali kali meminta pengampunan,.


Samuel menghela nafas, menatap nya dingin.”ada apa sampai kau seperti kesurupan begini?”Tanya Samuel dingin.

__ADS_1


Kepala pelayan menunjuk arah belakang.” Tuan. non Jesika ditemukan di belakang kediaman, ditaman belakang. Tapi keadannya---” Ujarnya gelagapan menatap nanar Samuel., Ia tidak berani melanjutkan perkataannya, kepala pelayan itu juga tidak tau harus bicara dimulai dari mananya.


Samuel mendengarnya melebarkan mata, menatap kepala pelayan dingin.”dimana? antarkan saya.” Mereka pun menuju ke sana. Samuel merasa seperti berjalan di atas awan, kakinya saakan melayang, entah mengapa dirinya sangat khawatir dan juga sangat sangat linglung saat ini.


Perasaannya tidak enak. Semua kejadian berturut turut menimpa dirinya. Keadaan Jesika bisa ia prediksi dalam keadaan buruk. Hanya saja Samuel tidak tau keadaan seperti apa yang menimpa cucu satu satunya tersebut.


Samuel memang tidak dekat dengan Jesika, sedikit tidak suka juga karena cucunya sangat tidak bisa diandalkan. Tapi dirinya tetap saja tidak terima.


Belum sampai disana. ia bertemu jastin di depan rumah masihd enganw ajah bantalnya. Jastin terlihat panic dna tak terawat.”mana? pa... Jesika..” Samuel paham menarik tangan jastin menuju taman belakang. Samuel paham pasti Jastin sangat lingliung saat ini.


Sampai disana, ada banyak pelayan dan penjaga yang menatap histeris di arah pohon, disana anak kecil digantung dengan tak manusiawi, itu adalah pohon mangga yang sudah cukup tua. Dan sangat rimbun. Saat Samuel dann Jastin kesana berjalan panic, kedua tangan jastin gemetar, kakinya bahkan sangat lemas untuk melangkah berlari . Jastin menatap nanar mayat yang tergantung tak indah disana. tangan Samuel terkepal menatap sosok itu.” kalian ngapain aja??? Lepaskan dia cepat..!” teriak jastin.


Beberapa dari mereka turun menurunkan mayar. Mata jastin merah, tangan dngan gemetar mengada, wajah sang anak tidak terlihat tapi keadaan anak itu sudah sangat ak layak, kakinya biru, tangannya biru. Penuh luka lebam dan juga sayatan dimana mana. Hatinya sangat teriris melihat keadaan sang anak. Saat jasat turun. Jastin dengan cepat menyibak rambut menutupi wajah sang anak.


Jastin terduduk menatap jasat nanar. Wajah anaknya yang penuh luka dan darah, pucat dan sudah biru. “Jesika..” lirihnya, menatap nanar Samuel.


Samuel tak kalah kaget melihat keadaan Jesika yang sangat tak layak. Dileher jesika sudah hampir lepas dari tubuhnya karena tapi yang mengikatnya,, tak ada luka yang serius tapi keadaannya sangat tidak layak, seperti di siksa.


Jastin menangis histeris menatap sang anak. Anak perempuan pertama dan satu satunya.”Jesika. bangun sayang, ini papa sayang. Maafin papa sayang. Bangun sayang ayo.” Jastin menangis memeluk sang anak nanar. Air matanya jatuh tiada henti. Hatinya sangat sakit melihat keadaan putri kecilnya begini. Sangat sakit hingga mati rasanya.


Jastin menepuk pipi Jesika, menaruh kepala Jesika di pahanya. “papa akan ajak kamu main ke psar malam, bacain Je puisi dan dongeng pas mau tidur. Je mau keluarga bahagia kan? mau punya mama yang peduli sama Je kan?? papa akan nikah sama perempuan yang baik dan lemah lembut, pasti bisa jadi mama buat Je. Je bangun je tolong. Hati papa sakit liat je kayak gini. Je plis bangun. Apa belum bisa kasih kamu bahagia selama ini. hiks hiks. Je.”ia menaruh wajah anaknya di pipinya menangis histeris. Mengecup pipi anaknya nanar. Tak ada rasa jijik. Hanya ada rasa penyesalan dan hancur secara bersamaan.


Samuel melihat anaknya rapuh diam, semua penjaga dan maid disana ikut menangis melihat mereka. Siapa yang tidak menangis melihat hal haru yang ada. Siapapun tau bagaimana hidup Jesika yang tidak sama dengan anak lain, kurang perhatian, kurang kasih sayang. Ia belum bahagia.


Tatapan Samuel tertuju pada tulisan pada kertas kecil digenggaman jesika. Samuel mengambilnya dan membacanya dengan telaten.


...” Dendam ini belum selesai, selamat menikmati permainan berikutnya Samuel.”...

__ADS_1


Samuel meremas kertas itu nanar. Tatapannya menjadi tambah dingin. Lagi lagi ini pesan dari dia. Sang keturunan Damian sialan. Siapa dia sebenarnya??


__ADS_2