Balas Dendam Karena Satu Malam

Balas Dendam Karena Satu Malam
ketahuan


__ADS_3

Mata Letta sangat datar dan juga tak beremosi, tak bisa ditebak saat memasuki rumah dan bertemu Jastin, Letta jadi terdiam cukup rumit melihat jastin yang duduk di ruang ramu memakan camilan dan menonton film kartun. Jastin sudah keluar dari penjuara dan dia tidak mendapatkan kabar apapun. sial.. ia kalah satu langkah.


Sebenarnya ia sudah memprediksi ini sedari awal. tetapi tetap saja ia kesal dan merasa kalah langkah. Tapi tidak apa, setidaknya ia akan main main sedikit sebelum untuk pembalasan nyata untuk mereka.


“Kakak. kau sudah keluar rupanya dari sana.” Carmon menipiskan bibirnya menatap kakaknya cukup senang.


Jatsin melirik adiknya dengan tatapan tengil.”apaakah adikku merindukanku hmm??” Tanyanya dengan kekehan pelan mengunyah lagi kacang almon dipelukannya.


Carmon mendengus.” No... syukurlah kalo sudah pulang, kepalaku sakit harus mengurusi semua tugasmu sampai tak memiliki kehidupan lagi.” Ujarnya mendenggus, duduk di samping klakaknya dna membuka sepatunya malas.


Semenjak harus mengurus semua kera kertas Doble Carmon jadi tidak pernah bermain dengan teman-temannya lagi, tak lagi tau bagaimana cara ke club. rasanya setiap malam ia sangat lelah dan butuh tidur bukan main.


Setiap pagi tubuhnya seperti remuk dan tak kuat jika harus main. tak ada pikiran untuk keluar jika sudah pulang dari kerja.


Jastin menggserkan tubuhnya Melirik adiknya tak senang.”Loe bauk. Jauh jauh gih.. ganggu aja sih.”Ujarnya menjulak Carmon tak senang. Carmon memang berkeringat. parfumnya bercapur dengan bauh gudang sangat masam seusai ia memeriksa gudang bersama Letta tadi sore sampai jam sepuluh malam ini.


Carmon menatap kakaknya datar.”Ini tugas loe harusnya anjing. Gara gara loe gue bauk.. setan loe yah nggak tau terimakasih jugak. Untung nggak gue tinggalin aja tu tugas loe.!!!” Carmon melempar Jastin dengan kaus kaki yang baru saja ia lepaskan dari kakinya.


Jastin menatapa diknya garang.” Jorok beg0....!!!” Jastin mengalah menatapa adiknyua kesal, memilih duduk di tempat lain,


“Lagian loe bikin orang kesel. Pulang kerja capek orang tau nggak..” Carmon mendengus menatap Jastin kesal. Siapa yang tidak kesal cape cape pulang malah dibilang bau. Padahal dirinya melakukan tugas yang seharusnya tugas yang bicara.


Jatsin mencibir Carmon.” Baperan banget sih.” Ia menatap lagi siaran yang ia tonton malas. Carmon menghela nafas, jujur saja ia senang mangkanya duduk di dekat kakaknya., rindu sudah pasti rasa lega sebagai adik melihat kakaknya keluar dari Bui sudah pasti ada dihati Carmon,. Ini artinya ia akan bebas dari tigas tugas kakaknya yang menjibun. Carmon lebih senang menanam saham dan main dari pada membreskan tugas tugas kakaknya itu,.

__ADS_1


Letta melihat perseteruan keduanya menjadi semakin keruh. Enak sekali kedua adik beradik ini, ribut sana sini, pukul sini dan situ. Sedangkan dirinya dna keluarga harus terpecah bela, kehidupan terbangkalai dan menjadi sangat hancur.


Letta menghela nafas keras memancing Carmon dan jatsin melihatnya. “ Loe kenapa?”Tanya Jastin pada Letta.


Letta berdehem.” Saya lelah, mau istirahat.”


“Mana bisa gitu. Loe kan kerja sama Carmon, kalo Carmon belum nyuruh istirahat yah ga bisa istirahat.” Bisik Jastin mendelik.


Letta mendengarnya mengangguk paham. Carmon pun menatap letta tak enak, apa gara gara hormone ibu hamil membuat Letta cepat lelah? “ Loe istirahat aja. Gue juga sudah mau tidur. Gue disini mau duduk aja.. disini udah aman kok.” Ujar Carmon.


Jastin mendnegar Carmon menjadi malas dan bersandar.”Bucin sama bodyguard Carmon Carmon.” Bisiknya.


“He loe nggak sadar diri yah. loe bucin sama sekretaris loe sendiri sampek tu cewek di jambak sama kak Agatha. Emang apa kurangnya si kak, Kak Agatha dimata kakak seksi. Baik. Manis, dan lagi dia berpendidikan, kaya. Emang dasar loe nggak bersyukur punya istri cantik.” Papar Carmon kesal,


Beda... kakak gue jauh lebih baik...! Batin Letta marah.


“Loe duluan bilang gue bucin sama bodyguard gue. loe nggak ngaca soalnya..!!! “jawab Carmon dengan malas. “Lagian kalo udah cere loe mau ngapain?”Tanya Carmon malas pada kakaknya.”Dia emang sempurna kok. Gue ja pernah suka sama Agatha.” Gumam Carmon pelan hanya di dengar oleh dirinya saja... tidak, ada juga Letta.


Jastin mengedikan bahu acuh.”nikahin Airin lah ngapain lagi. lagian anak kecil nggak usah kepo..!!”


“ Gue udah dewasa bangk3..!!” jastin terbahak disana melihat adiknya kesal. Sebenarnya Carmon tidak habis pikir pada kakaknya yang tergila gila pada sekretarisnya sendiri. Sekretaris Jastin emang ia akui sangat cantik. Memiliki piriisi tubuh yang lebih berisi dibanding Agatha.


Jika Agatha kurus dan ramping, memiliki tubuh ideal sebagai mana perempuan mau, atau perempuan korea, si Airin memiliki tubuh yang seksi, berisi dibagian dada dan b0kongnya,wakah Agatha itu cantik, putih dan lembut, sedangkan Airin itu juga putih, tapi wajahnya tegas dan juga menrik, pipinya yang berbentuk dan gigi kelincinya menampilkan wajah manis, bibir tebak dan berisi semakin membuat ia terkesan cantik memikat. Tinggi badan Areta juga tak jauh dari Agatha.

__ADS_1


Agatha memiliki tinggi 170 dan Areta memiliki tinggi 174. Mereka sama sama tinggi kok. bedanya Areta bohay dan Agatha tepos.


Plak.... “ Viona kami tidak mengajarkan kamu kayak gini Vuona..!!!!!”


Kedua adik beradik yang sedang ribut membulatkan bola mata mendengar teriakan dan tamparan dari lantai dua. Letta pun ikut melirik asal suara dnegan datar, beberapa detik ia tersenyum, menyeringai lebih tepatnya saat mendnegar suara menyakitkan itu.


“Apa tu kak? Kenapa suara papa kenceng banget gitu??” Tanya Carmon pada Jastin kepo.


Jastin menaruh makanan yang ia peluk diatas meja, menggeleng.”Nggak tau. Kita liat yuk..!!” Kedyanya melangkah menuju arah suara. Letta hanya mengikuti santai dua bradik itu.


Keduanya menaiki tangga secara cepat, melihat asal suara, disana ada ibunya dan ayahnya yang sedang menatap Viona yang tersungkur di depan meteka, keadaan Viona terlihat sangat kacau dan juga babak belur.


Menangis teriak dibawa kaki sang ayah. “Pa kenapa nih pa? ada apa? Kenapa Vio kayak gitu?” Jastin sebagai anak pertama bernaluri untuk menengahkan pertengkaran.


Samuel menatap anaknya tajam dan melempar tespeck pada Jastin. Jastin menatap benda persegi panjang itu heran, ia tidka paham. Samuel menujuk arah Viona terduduk menunduk lemas.” Dia hamil Jastin.. dan dia nggak mau ngaku siapa bapaknya...!!!” Tegas Samuel marah. Urat dileher Samuel menonjol biru akibat menahan ingin membunuh.


Seorang ayah akan merasa sangat gagal saat tau anaknya hamil diluarr pernikahan, apa yang salah dari dirinya menjadi seorang ayah sampai sang anak menjaid tak tau di atur. Kenakalan remaja dalam berpacaran hal yang wajar tapi jika sudah hamil diiluar nikah itu sudah diluar batas. Samuel hancur.


Viona terus menangis Merunduk mendapatkan tamparan keras dari ayahnya. Tadi saat pulang ia dikagetkan oleh ibunya dan ayahnya yang datang menanyakan soal tespeck. Dimana meteka mendapatkan tespeck itu? ternyata saat ia pergi tadi ibunya memasuki kamarnya dan memeriksa isi didalam sana. Akhirnya tanmpa ia beri tau ia sudah ketahuan.


.


.

__ADS_1


.


Hallo


__ADS_2