Balas Dendam Karena Satu Malam

Balas Dendam Karena Satu Malam
28


__ADS_3

...Sorry banget tadi ada sedikit kendala jadi. Harusnya itu part ini eh malah didahuluin. Kalian bisa baca part sebelumnya karena udah aku ubah hehe... Maklum yeh...


Pagi ini sangat dingin tapi dua sosok mungil itu masih lelap dibawa selimut. Letta hanya menggeleng dibuatnya. Letta meskipun tidur jam 1 , tetapi jam 4 ia akan bangun, ia itu sudah kebiasaan dan disiplinkan begitu yah yah tidak bisa diubah lagi hidupnya.


Langkah kakinya menuju keliling rumah, ia akan jogging pagi ini. Yah jogging.. Langkahnya terhenti dikalah suara mungil itu membuat ia terhenti.”Mama mau kemana?!!” Suara perempuan., bukan suara Bara.. tapi Jesika.


Letta menatapnya diam. Nampak jesika menggaruk pipinya.. menatap Letta dengan tatapan sendu.”Jes enggak boleh panggil kamu Mama seperti Bara? Jes mau panggil mama juga,”Ujarnya lirih disana melirik Letta yang sudah siap hendak pergi.


Letta disana mendekat dan mengusap selurai anak itu.” Kenapa tidak tidur lagi? tidurlah, hari masih pagi, nanti biar aku suruh pelayan menghantarkan makan dikamar.”Ujarnya disana.. ia tak menjawab pertanyaan Jesika.


Jesika yang menggantuk tapi terlihat murung. Kehilangan minat untuk tidur. “Tidka boleh yah? Tidak apa-apa.”Ia tak mendengar ucapan Letta membuat ia diam menunduuk.


Letta tak suka hal ini, ia menghela nafas. “Boleh, tapi kau harus tidur dulu yah..”Ujarnya.


Jesika menatap Letta binar dan mengerjab.”Benarkah?”Tanyanya disana semangat. Letta mengangguk datar.


“Asikkk.. mama makasih.”Ujarnya memeluk Letta erat dengan tubuh mungilnya itu.. Letta disana diam memeluknya, ada rasa benci didirinya ketika ingat jika darah ditubuh jesika itu ada darahnya Sam. Tapi ia harus mengendalikan diri.


“Tidurklah. Nanti kau sakit.”Ujarnya. Jesika mengangguk dan langsung tidur lagi disamping Bara. Letta menarik selimutnya dan juga mengusap kepalanya.”Panggil aku mama, tapi tidak didepan keluargamu yah. Aku tidak mau mamamu atau siapapun akan berfikir jika aku melakukan kesalahan, kau tidak maukan aku keluar dari rumah ini? Jika aku keluar kita tak akan bertemu kami lagi.”Ujarnya.


Dengan cepat Jesika menggeleng.”Aku tidak mau.. Jangan pergi.”Ujarnya hampir menangis.


Letta mengusap kepalanya dan berkata.”Mangkanya nanti jangan panggil mama didepan siapapun kecuali diluar dan hanya kita bertiga. Paham?”Tanyanya. dan diangguki oleh Jesika disana..


“Tidur.”Ujarnya lalu mengecup kepala jesika.

__ADS_1


Jesika tersneyum dan mmejamkan matanya.”Makasih mama.”Ujarnya lirih dalam hati. Letta menghela nafas disana lalu melangkah pergi menjauh.. ia mematikan lampu yang berwarna biru dan menggantikan lampu galaksi yang menampilkan banyak bintang diatas pelaponnya. Sungguh kamar yang indah..


Dengan mengenakan jaket hitam dan rambut yang diikat Letta mulai melangkah keluar, ternyata dirumah ini penjagaanya tetap ketat meski jam 4 subuh sekalipun. Bahhkan masih ada puluhan penjaga diluar sana. “Mau kemana nona?!” Tanya dari penjaga luar yang menjaga pintu utama.


Letta menatapnya datar dan dingin. Itu membuat penjaga disana diam menatapnya tak berani. “ Joging. Mau ikut?”Tanyanya disana dengan tanpa eskpresi.. lalu melangkah pergi meninggalkan mereka yang ia rasa tidak penting.


“Tapi apakah nona sudah pamit dengan tuan Carmon dan Tuan Sam?”Tanyanya penjaga utama itu kepada Letta,


“Apa hidupku harus begitu ha? Mereka sedang tidur sekarang, apa aku harus membangunkan mereka sekarang hanya untuk pergi jogging?!”tanyanya dingin disana kepada penjaga itu,, para penjaga diam mendengarnya dan itu adalah benar. semua yang dikatakanya itu adalah benar. "Manusia bodoh..!" Guman Letta.


“Jam 5 aku akan pulang, jadi jangan halangi aku..!” ujarnya Letta berlari meninggalkan tempat itu. semuanya diam menatap Letta yang pergi dengan kagum. Bisa bisanya Letta pergi tanpa takut dimarahi oleh bos mereka yang kejam.


Jalanan sangat dingin dan juga menyengat meski mengenakan jaket sekalipun, keadaan yang masih gelap tak kalah membuat nyali para penakut akan ketar ketir. Sayangnya Letta bukan salah satu manusia penakut. Bahkan dikomplek ini tidak ada satupun mobil yang lewat.. hanya ada beberapa kali suara anjing yang menggonggong.


Bras.... sosok Zaxi kakaknya Letta melemparkan guci kesayangannya karena marah. “Bagaimana bisa di mengangkat dua orang anak? Apa dia sudah gila?!!” Teriakya Zaxi marah kepada bawahanya yang mengetahui semua itu. Ia yang mengawasi semua yang Letta lakukan.


Penjaganya itu diam saja. Zaxi mengusap kepalanya “Dan bodohnya dia mengangkat anak itu padahal dia cucunya Kep4rat itu? Sekalian saja ia nikahi anaknya kep4rat itu biar jadi anaknya beneran.”Ujarnya marah..


Bugh.. Bug.. arghh. Rasa amarahnya menggebu mengingat hal itu. Ia memukul mejanya kuat hingga gelas gelas dan barang barang berjatuhan. “Sekarang dia dimana?!”Tanya Zaxi disana dingin.


Sosok penjaganya pun melirik Zaxi takut. “Di- dia lagi jogging..”Ujarnya disana.


Zaxi langsung bangkit dibuatnya lalu berjalan.”Temui dia sekarang juga. Aku mau bertemu dengannya..!” Ujarnya membentak.


”Ba-baik tuan.”Ujar dari tangan kanannya itu.. mereka pergi menuju dimana Letta berada sekarang,, Dikamusnya Zaxi siapapun yang berserikatan dengan keluarga Sam akan hancur. mau itu bibik, keluarga dan apapun itu. Bahkan sahabat Sam pun akan mati ditangannya. Dendam Zaxi itu menjadi darah dan daging asal kalian tahu.,

__ADS_1


Namun langkahnya terhenti dikalah sosok wanita yang datang degan baju seksi dan juga dengan tubuh mabuknya. Dia Arreta kakak kembaranya Letta membuat ia segera mendekat.”Astaga.. kau dari mana saja Arre. Kau ini benar—benar..!” Ujarnya meringis disana menatap sang adik nanar.


Areta disana malah tersneyum memeluk sang kakak. Mata sayunya menatap bibir kakaknya. Cup.. cup.. cup.. Zaxi disana mengeleng dan menyerah akan ciuman adiknya.” Aree lepaskan. Kakak mau pergi mencari Alle. Kau disini dulu yah istirahat.”Ujarnya menuntun sang adik menuju kamarnya.


Bovi sang penjaga Zaxi disana diam menatap Zaxi nanar. Lihatlah, bahkan sekarang tuannya melupakan awalan rencana karena Arre. Kadang ia miris juga dengan Letta yang selalu Nampak salah dan Are yang benar benar salah namun dibenarkan hanya karena sakit dan gangguan yang ia miliki.


Areta menggeleng tak terima mengalungkan tangan dileher kakaknya.”Enggak mau.. mau main sama kakak hm.. aku mau dimasukin kakak.”Ujarnya menjilat leher kakaknya. Kakaknya itu meringis dan menjauhi wajah sang adik. Namun adiknya tetap kekeh.


“Sebentar. Kakak mau lihat adikmu Alle, dia buat ulah lagi.”Ujarnya disana. Ia tak mau hasratnya keluar. Areta memang adiknya. Tetapi kebutuhan *3** adiknya sering ia penuhi. Sebab ia tak mau adiknya dijamah lelaki belang, tanpa ia sadari ia sendiri sudah jadi kambing belang kan?


Areta tetap kekeh dan menaiki tubuh Zaxi,”Pokoknya enggak mau. Kakak bantuin aku yah. Kakak mau aku sakit?”Tanyanya nanar. Zaxi disana pasrah tak tahu harus apa hinga ia mengangguk dan kembali melakukan hal yang terlarang dengan adiknya. Yah yah kalian tahukan apa yang akan mereka lakukan?


Bovi yang dikuar sana diam menatap miris tuannya.. “ Kau terlalu sibuk mengobati sakit tak wajar adikmu yang itu. Tapi melupakan rusaknya adikmu yang lain. Arree sakit akan fisik. Tapi Alle rusak baik fisik maupun batin.. Kau kakak yang paling bodoh.”Gumamnya lirih dan menghela nafas.


Bovi itu tau apa saja tentang Letta. Letta Nampak kuat karena tak pernah tersenyum? Bukan..! itu bukan kuat, melainkan rusak.


Manusia mana yang wajar tak mampu tersenyum?


Letta tak mampu menangis? Bukan karena ia gagah.. bukan..!! Tapi karena batinnya sudah tak ada lagi, perasaanya lenyap,, bahkan orang gila saja mampu berekspresi meski hanya menangis atau tertawa, tapi lihatlah Letta. Ia tak pernah lagi tersenyum dan tertawa.. bahkan meminta dan mengharapkan apapun. ia bagaikan boneka hidup.,,


.


.


Jangan lupa tinggalkan jejak.

__ADS_1


__ADS_2