Balas Dendam Karena Satu Malam

Balas Dendam Karena Satu Malam
50


__ADS_3

“Lett.. keluar kamu..!!!!!” Teriak dari luar. Ketika itu pula hawa disana menjadi beda dari sebelumnya. Letta memijit pelipisnya dibuatnya lalu menatap teman-temanya yang seperti orang bodoh dibawah sana. Ia tak tau harus apa hingga ia disana pun berdeham.


“Bukain pintunya,”Ujarnya sama Diki. Diki menganggu karena tau siapa itu. Suaranya saja sudah bisa ditebak. Ia bangkit dan segera menuju pintu apartemen, sedangkan Letta? Ia memilih duduk dan mengambil minuman air putih yang ada disana, entah bekas siapa ia minum saja,


Brak.. Pintu di buka paksa padahal baru dibuka oleh Diki. Mata Diki menatap sang empuh tajam disana. Sedangkan sang yang ditatap malah menatapnya balik dengan tatapan tak kalah tajam.”Dimana letta?!!” Bentaknya disana.


Diki diisanapun menunjukan kedalam ruangan. Diki segera masuk kedalam menemui Letta yang duduk dengan tangan yang di gift. Ia diam menatapnya, belum lagi kepala Letta yang diperban dan juga beberapa plaster dan juga perban dipipinya yang terlepas menampilkan kulit yang terluka dan juga dijahit. Ia sakit melihatnya. Ia tak suka dna ia tak mau melihatnya.


Tangannya terkepal menatapnya dan bertanya. “Kenapa bisa luka?”Tanyanya disana membentak.


Letta disana menatap sang kakak diam. Ando dan Ziko memilih diam menatap sang Zaxi. Ia tau jika Zaxi itu kakak Letta tapi tak terlalu tau urusan mereka. Letta angkat bahu mendengarnya dan memejamkan matanya.


Zaxi menatapnya nanar dan mendekatinya.


Ia mencengkram bahu Letta keras membuat Letta menahan ringisan. “Letta bilang sama kakak siapa yang melakukan ini. bilang siapa yang nyakitin kamu..?!!” Tanyanya disana membentak. Ia bahkan tak sadar jika dibahu Letta itu ada jahitan hingga keluar darah. Ia diam merasakan tangannya basah dan lengket.


“ Lepasin..!” Teriak Ziko disana menarik Zaxi dibelakangnya. Zaxi diam merasakan tanganya ditarik.”Bisa lembut enggak sama cewek ha. Dia adik loe lagi sakit.” teriaknya disana dengan keras dihadapan Zaxi yang menatapnya tajam dan juga tak suka.


“Urusan sama loe apa? Dia adek gue..!” Bentak Zaxi menepis tangan Ziko yang menarik kera bajunya itu kuat hinga mereka saling tatap dengan tatapan mematikan.


“Karena dia adik loe seharusnya loe Tanya baik-baik. Bukan gini..!” Teriaknya ziko lagi membuat Zaxi mengepalkan tangannya.


“Bukan urusan loe. Diem loe..!” Ujar Zaxi. Ziko ingin mengangkat tangan memukul Zaxi. Namun suara Letta membuat keduanya diam.


“Kalian bisa diem enggak?”Tanyanya disana dingin, bahkan sangat dingin membuat suasana disana sangat berbeda.


Zaxi mendekati sang adik menatap manik matanya dalam. Letta menatapnya dengan tatapan datar tak terbaca. “Ngapain nanya siapa yang nyakitin aku?”Tanya Letta disana.

__ADS_1


Zaxi diam menatapnya dalam.. Letta tersenyum sinis.”Seharusnya yang kakak Tanya itu bukan dia yang nyakitin. Tapi kakak yang enggak pernah ada.”Ujarnya disana.


“Kamu yang pergi.. dan kamu yang ninggalin kami.”


“Aku pergi buat siapa?!!” Teriak Letta kuat. ia menatap Zaxi dalam membuat Zaxi mengangkat tangannya.


Plak...”Berani kamu bentak kakak?!!” Teriaknya marah dengan menatap wajah Letta yang masih menatapnya tajam meski sudah ditampar.


Bugh. Zaxi kaget dikalah tubuhnya dipukul dibawah.. disana ia melirik kebawa dan ternyata ada sosok mungil yang memukul kakinya keras. Mata anak kitu menatapnya penuh kebencian.”Jangan sakiti mama..!” Teriaknya disana dan menggigit kaki Zaxi.


“ Aarghh. Lepas..” teriak Zaxi tak suka.


Dan Bugh.. ia menendang dada Bara yang menggigitnya. Bara sangat marah melihat Letta ditampar.


Uhukk. Bara disana terpental dan segera disambut oleh Ando dan Ziko.


Buagh.. sekali lagi ia menendang dadanya kuat membuat Zaxi menatapnya nanar.


“Jangan sakiti dia..!” Ujar dari Letta dingin menatap Zaxi bengis. Yah Letta yang melakukannya.


Zaxi disana terkekeh dibuatnya. Ia segera bangkit dan mendorong lemari itu. Ia menatap Letta tajam.”Jadi dia lebih berharga dibanding kakak? Dia lebih penting gitu?”Tanyanya tajam dan tak suka kepada sang adik.


“Kakak..!” Pekik seseorang dari arah luar yang baru masuk, dia Are , dia melihat semuanya dari tadi membuat ia mendekati sang kakak yang terluka. Ia membantu berdiri dan menatap Letta tajam. “Kamu apaa-apaan Letta. Dia kakak kita.!!” Ujarnya disana dengan membentak tak suka,.


Letta disana pun meludah sembarang arah., tangan Zaxi terkepal ingin memukul Letta. Tapi Diki dan Ziko sudah berdiri didepanya dan juga menatapnya tajam.” Berani nyakitin Letta. Kita yang bakal loe hadapin..!” Ujar Diki mengepalkan tangannya.


Letta disan apun terdiam menatap sang kakak. Lukanya semakin parah disana membuat ia menatap sang Zaxi yang menatapnya tajam. Are disana pun bangkit dan mendekati Letta.

__ADS_1


Bugh.. ia memukul perut Letta kuat. letta diam dan menahannya. Ia menatapnya tajam.,”Letta berhenti kayak gini. Balik kayak Alle yang dulu. Kami mau kamu yang dulu.”Ujarnya disana.


Letta menatap lain arah dan mendatarkan wajahnya. Ingin ia berteriak jika ia mau, tapi apa yang harus ia lakukan? Jika Ragiel tau dia bersama kedua kakaknya dan hidup bahagia bersama keduanya. Ragiel akan membunuh keduanya, menghancurkan mereka sehancur-hancurnya. Dulu ragiel pernah mengancamnya dnegan berkata ‘'Jika kau kembali kepada mereka berdua, maka akan ku pastikan mereka akan mati ditanganku dan kaulah yang akan ku suruh pertama kali meminum darah dan hati mereka.’


Dulu juga sempat Letta mau bersama mereka lagi , ia hanya bisa kembali beberapa jam, tetapi jam berikutnya Zaxi ditabrak mobil membuat ia tau jika Ragiel memang benar-benar akan menghancurkan mereka berdua jika ia kembali lagi.


Lalu apa yang harus Letta lakukan? tetap pada egonya atau tetap pada kesendirian nya agar mereka yang Letta cinta aman?


”Letta dengar enggak?!!” Tanya Are mengguncang tubuhnya Letta yang diam.


Letta disana menatapnya diam dan menggeleng. Ia disana tak punya jawaban selain berkata.”Tidak.. karena kita sudah berbeda, berbeda karena dua hal. Yaitu kalian yang membuangku dan aku yang pergi karena waktu dan keadaan.”Ujarnya disana dingin.


“Kenapa? Kamu enggak sayang sama kita?”Tanyanya Are disana dnegan tatapan mata memanas.,”Letta inget kalo kita tu mau bunuh mereka buat balas dendam. Kita hidup bahagia yah sama sama.”Ujarnya Are lirih lagi dan segera memeluk sang kembaran.”Inget Le. Jika didiri aku ada kamu. Kita enggak bisa dipisahkan.”ujarnya lagi.


“Bisa. buktinya sudah 17tahun kita pisahkan?”Tanyanya Letta disana. Are mendengarnya mendadak murung.


Letta melepaskan pelukannnya. Dan berkata.”Kalian terlalu sakit untuk ku gapai dan untuk ku kembali. Bukankah kakak yang bilang jika ia tak mengaggapku adik dan hanya kamu seorang saja?”Tanyanya Letta menatap Zaxi yang diam.


Zaxi disana hanya diam menatap Letta nanar ia merindukan dan ia tau jika dimata Letta penuh luka. Dan ia sadar jika luka terdalam Letta salah satunya ia yang paling banyak menorehnya.


Tidak Tidak. Zaxi hanya ingin adiknya kembali, Zaxi hanya ingin Ale kecil kembali seperti semula bukan sebagai Letta gadis yang tak dikenali nya, gadis yang berada ditubuh adiknya tetapi sifat yang berbeda.


.


.


.

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak yah


__ADS_2