Balas Dendam Karena Satu Malam

Balas Dendam Karena Satu Malam
Penyesalan seumur hidup


__ADS_3

Haloo semua. Untuk cerita Letta yang baru aku sudah Up kembali yah dengan judul " Transmisi menjadi gadis nakal" Silahkan lihat profil author oke. terimakasih, ditunggu disana yah.


Zaxi menatap lamban berkas berkas perjanjian dan kontrak Aletta bersama Ragiel. Semua berkas bertanda tangan bahwa Letta setuju melakukan apapun yang Ragiel suruh asalkan mereka berdua hidup terjamin, dan Ragiel ingin membiayai mereka hingga tamat sekolah. Zaxi menatap semua berkas itu nanar dan juga sedih.


Letta mengorbankan hidupnya... sepanjang masa.


“ Sudahlah Zaxi. Menangis pun tiada guna. Sebab Letta sudah tiada.” Jelas Bovi kepada Zaxi.


Zaxi melirik Bovi nanar.” kan sedari awal sudah aku katakan kepadamu untuk memperbaiki sikapmu agar suatu hari kelak kau tidak merasa bersalah berkepanjangan. Tapi lihat kamu membatu sekarang telinga di sumpal dengan kapas. Tidak mau mendengarkannya perkataan orang lain.” Jelasnya kepada Zaxi mengejek Zaxi. Siapa bilang bovi tidak merasa bersedih atau kehilangan?


“ Gue tau gue salah. Bovi gue ngerasa bersalah sampek ketulang gue.” ujar Zaxi pelan meneteskan air mata. Setiap malam menangisi Letta yang sudah pergi, makan tak kenyang tidur tak nyenyak.


“ Loe tau semua hal tau loe nggak cerita sama gue.” jelas Zaxi pada Bovi nanar.


“ kalo gue cerita loe mungkin udah gila Zaxi.” Jelas Bovi tenang. “ nggak apa apa. Mending gue gila ketimbang gue kayak gini Bovi. Setiap makan gue ngerasa ada duri dalam tenggorokan gue. sakit.” jelasnya nanar dan tak suka. sangat sakit dibatinnya.


Bovi menghela nafas pelan.” gue ngak terlalu tau banyak hal tentang Letta, tapi yang gue tau dia pas kecil pergi pagi buat dia jualan sampek malem, pas malem kadang jualannya nggak habis mangkanya dia harus jual habis semua itu jualannya biar kalian bisa bayar rumah dan makan kalian. Itupun dia harus kerja sampingan. Obat kalian mahal, kalo nggak salah jutaan harganya.” Jelas Bovi tenang mengenang masa kecilnya.


Zaxi diam mendengar Bovi bercerita tersenyum miris. “ dulu dia juga nyepir sepatu sembari jualan kerupuk keliling. Ah gimana yah Zaxi. Rumah, listrik, air, makan kalian. Obat kalian harus dilimpahkan sama dia semua. Kalian bayangin aja sendiri gimana rasa jadi Dia. Dia harus mati matian cari duit buat kalian.” Jelas Bovi pelan. " Tapi pas pulang malah loe maki dia." Batinnya melirik Zaxi nanar.


“ mangkanya dia nerima ajakannya Ragiel. Awalnya juga dia nggak tau kalo Ragiel selicik itu buat ngekang atau ngiket dia. Lama kelamaan dia terikat tercekik tapi nggak bisa pergi atau bahkan mutusin tapi itu. kalo dia mutusin talinya kalian nggak bisa hidup sesehat sekarang. dia mikirin kalian saat itu.” jelas Novi tenang.


“ Zaxi sekarang tu, yang harus loe lakuin jaga Bara karena dia peninggalan Letta satu satunnya. Bara itu punya orang tua tapi sudah dibuang sama mereka. Jadi sekarang loe fokuslah membesarkan Bara. Anggap penebus dosa kamu kepada Letta yang sudah berkorban demi kalian. “ jelasnya Bovi tenang. “ dan sebenernya ada satu hal yang harus loe tau.” Jelasnya pelan,


Zaxi menatapnya dengan tatapan tanda Tanya besar. Ia melirik zaxi dengan tatapan dalam" sebenarnya kakak loe yang ke dua pernah letta selamatkan di Kalimantan, tapi rupanya Ragiel nemuin kakak loe saat itu, Letta sama sekali nggak tau kalo kakak kedua kalian punya penyakit jantung, Ragiel membantu kakak kedua kalian buat sehat kembali tapi nyatanya takdir Tuhan lebih dahulu ngebawa dia ke sisinya. Jadi dia meninggal dan Letta berfikir kalo itu karena Ragiel membunuh kakak kalian, mangkanya dia punya dendam besar sama Ragiel..” Jelasnya lagi penuh ketenangan, Karena kakak kedua yang mengaku kemaren susah menghilang usai kasus Pater dan yang lain tertangkap.


Zaxi mendengarnya hanya mengangguk tenang” Gue udah tau. Gue udah tau semua hal tentang letta. tapi telat.” Ujarnya tersenyum tipis. Senyum nanar na terluka. Apa guna mengetahui di akhir nama dan masa? Rasanya juga begitu hambar dan kembali menyakitinya berkali kali lipat.

__ADS_1


Semuanya semakin membunuh Zaxi dengan rasa bersalah. Bovi hanya menghela nafas pelan menatap Zaxi. Kali ini Ia akan mengabdi kepada Zaxi karena kasihan bukan lagi kerana Letta. letta begitu tulus mencintai dan menyayangi kakak kakaknya, bahkan mengorbankan dirinya sendiri. Sebenarnya semuanya dipenuhkan konflik batin. Letta berusaha untuk kakak kakaknya dan kakak kakaknya konflik perasaan rindu.


Kehidupan Zaxi dan sekeluarganya begitu hambar, begitu menyakitkan dan juga menyulitkan mereka bernafas. Lebih pada hal yang diimpikan oleh mereka untuk Letta kembali hidup. Nyatanya tidak ada, mereka kehilangan Letta sebenar benarnya tanpa ada kenangan indah. Letta ibaratkan hadir untuk luka dan derita, sedangkan mereka sebagai pelaku utamanya.


Letta menjadikan hidupnya sebagai tumbal kebahagiaan mereka dan mereka ikut menambah luka kelam yang diterima.


Sebagaimana permintaan terakhir letta untuk kakak kakaknya, berhenti melakukan hal bodoh. Zaxi mulai menjauhkan Areta dan Areta pun juga menjauhi kakaknya agar tidak ada lagi hubungan terlarang mereka.


Areta hampir gila, setiap hari hanya menangis dan juga bersedih. Bara yang melihat areta terus menangis diam diam menatapnya sedih. Mendekat dan menatap nya dengan tenang.


Areta menatap Bara yang menatapnya sendu.” Tante, kakaknya mama Letta kan?” tanyanya. Areta tersenyum tipis mengusap kepala Bara. Ia mengangguk pelan.


Bara mengusap ragu air mata milik Areta. Ia menggeleng pelan.” jangan nangis, soalnya mama nggak suka orang yang suka nangis. Katanya kita harus kuat meksipun nggak punya apa apa. Kalo Bara nggak suka nangis mama biasanya ajak Bara jalan jalan. Hadiah sama hepy hepy. Mama nggak suka Orang suka nangis.” Ujar Bara Pelan. Areta bukannya berhenti menangis malah semakin terisak.


Bara ikut meneteskan air mata lalu memeluk areta. Areta dipeluk menitihkan air matanya dan memeluk Bara lebih erat.” Mama sayang sama tante, dikamar mama banyak foto tante sama paman. Kalo tante sedih nanti mama ikutan sedih. Jadi tante nggak boleh sedih dan nangis. Bara tidak mau mama disana sedih lagi.” ujar Bara menangis terisak.,


Yah usai Letta meninggal, lima bulan berikutnya Areta menikah bersama Rizal agar tidak lagi melakukan hubungan terlarang bersama Zaxi. Rizal juga menyukai Reta sedari awal dirinya menjaga Reta dan Reta juga nyaman bersama Rizal meksipun Rizal sendiri bekerja sebagai pembunuh bayaran. Setidaknya mereka akan memulai hidup baru lebih baik dari pada dengan hal buruk lagi,


Areta menyandarkan kepalanya di pundak Rizal. Mengusap perutnya tenang,. Melirik bara yang diam juga di sisinya.” Bara jadi anak tante aja yah,. panggil tante mama. Tante akan jadi mama Bara gantiin mama Letta.,” ujarnya nanar.


Bara menggeleng pelan.” nggak mau. Mama letta nggak akan tergantikan," Ujar Bara tegas membuat Reta murung dan juga menatap Bara sedih.


"tapi kalo tante mau panggil Bara atau anggap Bara anak boleh, dan Bara akan panggil tante dengan panggilan berbeda, Ibu atau bunda?? Saja boleh?” tanyanya Bara tak tega melihat Reta sedih. Wajah Reta sangat mirip dengan Letta jadi ia tidak ingin Reya bersedih.


Reta mengangguk mengusap kepala Bara. Bara tersenyum tipis kepada Reta. Reta tidak bisa lagi punya anak, karena penyakitnya yang mematikan tidak bisa membuatnya punya anak.


Sedangkan Rizal tidak juga menginginkan anak, ia hanya ingin hidup bersama Reta jauh lebih baik, dan sekarang ada Bara kecil anak angkat letta yang tinggal di rumah milik Letta.

__ADS_1


Yah Reta dan suaminya tinggal di apartemen milik Letta untuk mengenang letta. tidak mereka tidak mengambil hak letta. semua hak dan harta letta sudah diserahkan atas nama Bara.


Bahkan harga bagi Letta dari Ragiel juga sudah dibagi untuk Zaxi, Reta dan bara, semuanya sudah mendapatkan bagian masing masing. Reta hanya menginginkan satu hidup dengan merawat satu satunya peninggalan letta. yakni Albara anak angkat Letta dan menjadi anaknya.


Ia menatap Rizal yang tersenyum padanya.” Makasih yah.” ujarnya. Rizal mencium kepalanya.


Benar mungkin Letta meninggal dan mereka tetap masih hidup.


Tapi hidup mereka dalam penyesalan yang tidka berujung, tanpa ada obatnya, sebab penyebab utamanya sudah tiada.


hanya ada satu obatnya, yaitu Mati.


Letta seperti menghukum mereka untuk hidup dalam kesengsaraan, kesedihan dan penderitaan tak berujung, dan Letta pergi untuk hidup tenangnya.


Di sini yang menderita Letta atau mereka yang ditinggalkan???


...Tamat...


jangan lupa mampir di squell nya yah. di cerita sebelah. Klik profil author saja dan dengan judul " Transmisi menjadi gadis nakal"


jika tidak cari di pencarian nya yah!


terimakasih karena sudah menemani Letta dan keluarga.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2