
“Kan Bara dapat nilai sempurna. Kamu mau hadia apa emang? Bukannya kamu udah punya semua ha?”Tanya nya kepada Jesika, Jesika kecil yang tak tahu apa apa itu menatap neneknya lirih dan juga sendu.
Bara melirik Letta membuat Letta disana diam saja maksudnya terserah Bara. Bara diam menatap nenek itu dan berkata. “Yah aku mau, tapi Jesika juga dikasih.”Ujarnya. letta diam saja mendengarnya, lagipula bukankah itu bukan urusan dirinya?
Purnama menatap Jesika yang disana diam saja menatapnya tadi sendu sekarang penuh binar.”Baiklah.. besok omma akan belikan hadia untuk kalian..”Ujarnya.
“Asik..!!” Teriak Jesika bahagia menatap Bara penuh binar dan bahagia, sebab Bara sudah membantunya mendapatkan hadia, sedangkan Bara? Dia hanya tersenyum tipis sembari makan.
Letta mengusap kepala Bara dna berkata.”Good Boy,”Ujarnya.
Bara senang sekali karena semua usaha dan juga tidakanya baik itu hanya hal kecil tapi Letta selalu membanggakannya, ketika ia melakukan kesalahan maka Letta akan mengajarkan dengan cara halus untuk memperbaikinya. Ditambah Diki yang hangat, yah Diki sosok yang hangat dan humoris jadi dia tidak lagi pernah kesepian. Ia bahagia..
Setelah makan selesai semuanya pindah kekamar termasuk Letta dan lainnya. Namun ketika Letta melangkah menyusul Bara tangannya tercekal oleh seseorang membuat ia menatapnya. Dan itu ternyata Jastin.
Jastin menatapnya tajam membuat ia menaikan satu alisnya. “Siapa kau sebenarnya?”Tanyanya disana tajam pada Letta.
Letta disana merasakan tangannya perih namun dia tersenyum miring dan berkata. “Menurut mu?”Tanyanya disana menyeringai.
“Aku siapa?”Tanyanya lagi pelan mendekat.
Jastin mundur dibuatnya. Inilah cara Letta, jika sudah digertak maka ia akan menggertak balik.
Jastin melepaskan pergelaangan tangan Letta dan maju. Dan sekarang Letta yang mundur hingga dinding dapur itu, disana tidak ada orang membuat Jastin mendekati wajahnya dengan wajah Letta yang tingginya hampir sama, hanya beberapa centi saja, dan kedua tangan mengurung tubuh Letta.. “Katakan kau siapa?!!”Tanyanya disana dingin.” Aku tau kau pasti bukan wanita baik.”Ujarnya disana.
Dan sekarang Letta juga yang menatapnya dingin dan mendekati wajahnya ketelinganya Jastin.” Bukan urusanmu. Urus saja selingkuhanmu dan istrimu. “Ujarnya menyeringai. “lagipula cari siapa aku selagi kamu bisa. “Ujarnya disana.
“Kakak ngapain?!!” Itu membuat Jastin terkejut dan langsung menjauhkan diri dari Letta, letta hanya bersandar dan melipatkan tangan diatas dada menatap Carmon yang datang.
Carmon terkejut melihat Letta yang diam dan ternyata tadi mereka berpelukan. “Kakak ngapain..!!”Teriaknya lagi Carmon.
Jastin disana mendelik.” Diamlah, jangan berteriak. Aku tidak melakukan apapun dengannya.”Ujarnya lalu pergi meninggalkan Carmomn.
__ADS_1
"hey kakak mau kemana...?!"
Carmon menatapnya tajam lalu menatap Letta yan juga akan pergi,
Reflek tanganya menahan tangan Letta disana.”Apa yang kau lakukan dengannya? Dia sudah punya anak dann istri, jangan menjadi pelakor dan menjadi wanita murahan..!!” Teriaknya tak suka. Tak suka karena mereka berpelukan atau tak suka karena Letta itu miliknya ia tak tahu. Yang pasti hatinya tak rela Letta dan kakaknya pelukan.
Letta disana mengangguk. “ Tanya saja pada kakakmu jangan padaku. katakan jangan genit karena sudah punya anak dan istri.”Ujarnya menepuk tangan Carmon. Carmon menahanya lagi lalu merapatkan diri pada Letta.. ia menarik pinggang Letta supaya mendekat.
Letta diam disana. “jangan rusak kebahagiaan keluarga kakakku. Atau ku hancurkan kau..!” Ujarnya disana mengusap pingang ramping Letta dibalik bajunya, Letta disana menatapnya dengan mata ambisi pesikopatnya dan.
Bugh.. Ugh... Carmon tertegun dikalah Letta mencengram erat juniornya dan itu membuat Carmon menjulak Letta, sayangnya Letta sudah menjauh dan tangan Carmon hanya terkena dinding.
“ Tanyakan pada kakakmu Jastin, apakah keluarganya bahagia atau tidak? Dan aku tidak punya hubungan dengan siapapun, jadi jangan pernah mengancamku, atau mulutmu yang ku habisi..!!” Ujarnya datar.
“Letta..!!” Teriak Cramon, namun Letta diam saja tak menjawab dan pergi. Sebelum itu Letta kembali balik dan berkata. “ Jangan pernah menyentu aku begitu lagi. karena kau terlalu menjijikan untuk menyentuhku.”Ujarnya.
Carmon terdiam disana mengusap joni miliknya,. Uh sangat sakit dan berdenyut. Itu membuat ia melirik Letta nanar.
Letta disana tersenyum miring dibuatnya, kekacauan akan dimulai, ia tak akan membuat balas dendam semuda yang kalian bayangkan. Terlalu muda jika mereka mati secara cepat..!
“ Mau kemana mas?”Tanya Agatha dikalah melihat suaminya mau pergi lagi.
“ Bukan urusanmu..!” Ujar Jastin membuat Agatha disana mengangguk.”Aku Cuma bertanya saja. tidak pulang juga tidak apa-apa..!” ujarnya pelan disana karena tak suka.
Jastin diam melirik istrinya. tidak biasanya istrinya Tak menahannya dan menangisinya, lihatlah sekarang, istrinya malah memain Handphonenya lalu tersenyum sendiri. Itu membuat ia curiga.
Setelah Jastin keluar Agatha pun bangkit.”Kan kalo pergi dari tadi enak. Mas Bayu nungguin aku lama tauk.”Gumamnya tak suka.
Yah, kalian ingatkan lelaki yang diclub itu? Namanya Bayu dia itu sekarang selingkuhanya Agatha, mereka selalu bertemu dan melakukan hubungan suami istri. Suuttt ini rahasia..
“Mama mau kemana?”Tanya Jesika dikalah mendekati ibunya yang memasuki kamar nanar.”Temenin Jes bobok yuk? Jes matanya enggak mau tidur ini, elus kepala Jes kayak Bara dielus mamanya.”Ujarnya nanar disana. Agatha kekamar mengambil tas dan beberap hal lain.
__ADS_1
Agatha menatap Jesika lalu kembali menyisir rambutnya.”Duh Jes jangan manja deh. Mau dielus aja gtu? Lagian kamu bisa tidur sendiri jangan manja lah.. mama mau pergi.”Ujarnya Agatha disana tak suka. .
“Memangnya moms mau kemana? Hari ini sudah malam loh..”Tanyanya nanar disana.,
Jesika bangkit dan mengambil tasnya.”Jangan cerewet deh. Tidur sana mama mau pergi..!” Ujarnya Aggatha disana lalu meninggalkan Jesika.
“Tapi Jes mau tidur sama moms. Moms engak mau tidur sama Jes, Jes mau dielus.”Ujarnya Jesijka menangis, Ia.menahan kaki ibunys lirih.
“JESIKA..!!” Bentaknya Agatha tak suka membuat Agatha terdiam dan reflek melepaskan peganganya.
”Kamu itu sudah besar jangan manja atau mau mama pukul kamu ha..!!” Bentaknya Agatha disana kasar.”Minta sama papa br3ngsek kamu itu aja, mama muak liat muka kamu tauk..! berhenti merengek.. diam..!” Bentaknya lagi lalu pergi. Plas..... Ia menjulak tubuh mungil Jesika hinhga terjatuh dilantai...
Jesika disana pun menangis memeluk bonekanya, merasakan sakit dibagian punggungnya dan mulai kembali bangkit, sedari kecil ia bersama susternya, ibunya tak mau menyusuhinya karena takut nanti payud4ranya kendur dan suaminya tidak suka dia lagi, lalu tak pernah merawatnya sibuk merawat diri dan juga merayu suaminya,. Jesika itu kehilangan sosok ibu dan ayah. Ibu yang sibuk memperbaiki nasib dan ayah yang sibuk dengan selingkuhanya.
Tak ia sadari Letta sedari tadi menatapnya. Matanya disana menyiratkan kedinginan mendekati Jesika didepan kamar ibunya itu. .
Jesika memeluk bonekanya erat tak melihat apapun, hingga sadar jika tubuhnya melarang dan digendong. Matanya mengerjab menatap siapa yang menggendongnya .
”Mama.” Gumamnya lirih.
Namun tertegun ketika tau jika yang menggendongnya bukan mamanya tapi Letta,, letta menatapnya dingin dan berkata,”Bara belum tidur, kita mau nonton Film Disney, dari pada kau menangis lebih baik main bersama kami dan tidur dengan kami, mau kan?”Tanyanya Letta dingin.
Jesika disana menatapnya binar dan menganggguk semangat,.”Mau mau..” Teriaknya.,
Letta mendengus tak suka, Sebab suara Jesika sangat bising dan juga cerewet. Suka menangis lagi. tak seperti Bara. Namun jesika menyadari hal itu.
“Maaf.” Cicitnya Jesika takut. Letta disana mengangguk.
“ Tak apa.. ayok.”Ujarnya masuk kekamarnya Letta. Namun mulut Jesika membulat karena kamarnya Letta sangat cantik, seprti galaksi,
"Waahhh...."
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak yah guys