
“Maaf.”Cicitnya Jesika takut. Letta disana mengangguk. “ tak apa.. ayok...”Ujarnya masuk kekamarnya Letta.
Namun mulut Jesika membulat karena kamarnya Letta sangat cantik, seperti galaksi, “Wahh..”Gumam Jesika disana dengan mata membulat binar melihatnya. Ini sangat indah.
Bara terkejut dibuatnya, bagaimana bisa ada Jesika disini? Lalu Letta menurunkan Jesika dan mendekati Bara.. Jesika sibuk melihat kamar Bara dan Letta, semuanya serbah luar angkasa, ada pelanet dan beberappa gambar bintang seperti ada meteor. Bahkan lampu nya saja berwarna biru. Ia iri sungguh..! kamarnya bahkan hanya bercorak biasa saja. Ini luar biasa..!!
“ Cantik banget..”Gumamnya disana jujur.
“Kenapa moms bawa dia kesini?!!” Tanya Bara tak senang. Jeskia tertegun mendengarnya suara Bara disana sangat dingin. Ia yakin jika Bara tidak menyukainya. Bara menatap Jesika tajam hingga Jesika disana menunduk takut. Ia takut jika dibentak.
Letta disana berbisik kepada Bara,” Dia ditinggal ibu dan ayahnya. Dia sendirian, nanti kalo dia kenapa-napa bagaimana? Bara mau yah temenan sama Jesika..?”Tanya Letta disana kepada Bara dan mengusap kepalanya.” Bara taukan rasanya kesepian? Bara tidak maukan ada orang yang merasakan apa yang Bara dulu rasakan?”Tanyanya lagi.
Bara memutar bola mata malas disana.”Tapi dia itu perempuan, cerewet Bara tidak suka.'’Ujarnya. Letta disana terkekeh dibuatnya.
Bara kagum akan kekehan Letta dibuatnya. Namun ia tau maksud Letta, ia dulu juga sendirian dan tidak punya teman.
“Yaudah kalo Bara tidak mau. Tapi untuk malam ini biar dia sama kita yah. Biar dia tau bagaimana rasa punya mama, punya teman dan juga punya waktu untuk bermain dimalam hari.. biar dia bisa merasakan bahagia meskipun Cuma sesaat.”Ujar Letta lirih.
Letta disana tau jadi Jesika, ia tak membenci nyawa yang tak bersalah, jujur ia tak akan menyakiti Jesika jika Jesika ada dipihaknya kelak, jadi ia hanya perlu membuat Jesika ada dipihaknya kan? Ia memang kejam dan dendam, tapi ia tau bagaimana rasanya kesepian dan berjuang sendiri. Ini semua gara gara Samuel..!
Bara menatap mata Letta yang mengepalkan kesedihan.”Iya moms.”Ujarnya. Jesika yang dari tadi menyimak itu tersenyum dibuatnya. Bara melihat Jesika dan berkata.”Ayo sini.. kita akan main game sini.. enak loh.”Ujarnya disana dingin namun tak sedingin tadi.
Jesika disana mendekat dan duduk didekat Bara dengan gugup. Letta turun mengambil makanan . itu bukan kasur, tapi seperti balon yang bisa ditidurkan dan juga empuk.. ia mengambil popcorn dan makanan kalian, coklat dan juga kentang dan Pizza.
“Party time..”Ujar Bara disana. Jesika tak tahu apa-apa diam saja.
__ADS_1
Bara memberikan kaca mata yang Jesika tidak tau.."’Ini pakai dimata.. nanti kita akan nonton.."Ujarnya. Jesika diam menerimanya disana.. setelahnya Letta menaruh minuman susu lotak dan makanan tadi, tak lupa buah yang tak dikelupas.. ia tak suka mengelupas buah biasanya hanya dicuci saja.
“Ayoo dimulai. Kita akan menjelajah dunia luar angkasa..!” Bara disana melompat girang dan mulai mengenakan kaca mata 3 dimensi miliknya.. Letta membantunya. Jesika diam melihatnya..”Sini saya bantu.”Ujarnya.
Jesika mengangguk dan tersenyum. “Aku ikat dulu rambutnya yah."Ujar Letta.
Jesika tertegun.. rambutnya ditarik dan diikat bawa semua hingga rasa panas tak lagi terasa. Ia bisa melihat mata Letta yang menatapnya dengan lembut.. lalu Letta yang memasangkan dirinya kacamata dimensi.. ia bisa merasakan sentuhan dikepalanya karena rambutnya yang mengangguk. Mata jesika berair. Andia ibunya begini,
Letta tersenyum miring.|
"Mulai..”Ujarnya diangguki yang lain. Ia juga mengenakan kaca mata dimensi miliknya.
Mereka mulai menonton. Menonton dengan dimensi bagaikan mereka yang masuk dalam sana, menjadi toko menjelaja sana dan sini.. menjadi lebih dekdekan hingga tak sadar jika berteriak dan bahagia... Mereka memasuki luar angkasa yang amsih memiliki binatang dan dinosaurus. Mereka ada dibagian tubuh yang kerdil.. sunggu Jesika baru kali ini sehahagia ini dalam hidupnya..
Ini Letta beli beberapa hari yang lalu untuknya dan Bara, kemarin mereka coba dan ada beberapa canel yang belum dicoba hingga Bara mau lagi. yah Letta mau saja. Ternyata Letta bahkan juga sangat menikmatinya. Akh ia merindukan keluarganya. Dulu keluarganya juga suka begini, bersama-sama main dan juga berteriak bahagia..
Bara disana tertawa dan menganguk semangat.”Benar.. aku pikir kita akan mati, ternyata itu hanya ilusi.. “Ujarnya antusias. Namanya anak anak.
Jesika menatap coklat diatas piring menatap Letta. Letta menatapnya berkata.”Makanlah.” ujarnya disana dingin.
Jesika disana menatapnya binar namun binar itu langsung meredup dan berkata.”Nanti gigi Jes berlubang.. tidak boleh.”Ujarnya.
“Makan yang lain saja. Ini enak loh.’"Ujar Bara menunjukan pizza dan juga kentang keju.
Jesika kemballi menggeleng lemah dan berkata.”Nanti mama marah. Katanya tidaklah boleh karena itu tidak sehat.”Ujarnya lirih lagi.
__ADS_1
Letta disana mendengus.” Tidak boleh kalo sering-sering. Lagipula kan mamamu tidak ada disini.. ayo makan dan nikmati hidup.. jangan mau jadi orang bodoh yang tidak tahu kebahagiaan itu apa.. ayo..”Ujar Letta. Jesika terdiam mendengarnya karena ia masih kecil.
Letta disana mendekati coklat dimulut Jesika.”Makan.. ini tidak akan berbahaya jika kamu hanya makan sesekali Jesika..!” Ujarnya. Dengan ragu Jesika membuka mulutnya dan menerimanya. Letta tersenyum.”Good Girls..”Ujarnya.
Jesika disana menganngguk mengunyah makanannya.”Umm.. enak banget.”Ujarnya binar.
” Mau lagi boleh?”Tanyanya kepada Letta..
“Habisi saja. Kita malam ini happy happy yah kan moms.”Jawan Bara menyelah, ia tak suka Jesika menatap Letta penuh binar begitu.
Letta mengangguk.”Iya.. ayo kita nyanyi yuhuuuu. Besokkan kalian libur.. mari bersenang senang..!” Teriaknya bagaikan anak kecil. Jesika dan Bara terkekeh. Ternyata sisi lain Letta ada.
Letta itu tak jahat kawan, ia bukan mengajar tak baik, tapi memang begini, Bara akan harus focus belajar selama sekolah namun ketika libur Letta akan memanfaatkanya dengan baik.
Ia mau Bara menjadi investasinya dimasa depan. Karena ia tak akan menikah bukkankah Bara yang akan menjadi ahli warisnya nanti? Ia mau Bara menjadi orang yang ia percayai dikedepannya. Ia juga sudah menyayangi Bara seperti menyayangi hidupnya sendiri.
Jesika sangat bahagia disana, bernyanyi, berjoget riya bersama Bara.. Letta hanya terkekeh melihat mereka melompat diatas badroomnya itu.. mereka sangat semangat menyanyi lagu barat tentang anak-anak atau lalu lagu anak kecil lainnya. Sesekali mereka meminum coca cola yang akan di bagi-bagi mereka. Lerta sudah menyiapkan makanan yang aman untuk anak-anak.
Pizza tadi? Jangan salah, Letta memesan memang khusus untuk anak-anak. Bara memakan apel yang tak dikupas? Bukankah kulitnya itu baik? Iya baik loh...!! lalu Jesika memakan coklat? coklat itu rendah kalori dan juga sehat. Kentang? Kentang itu sehat, ditambah Keju yang diggunakan keju Gold yang kecil kadar lemaknya. Letta menyayangi dengan caranya, diam dan beri yang terbaik. Namun sayangnya Bara tahu, karena Diki sudah menceritakan semuanya. Diki itu memang ember.
Satu hal lagi yang Letta sadari, jika sedari tadi Carmon mengintipnya.. Letta menyeringai dibuatnya.. Carmon kurang ajar sekali menaruh kamera kecil dikamar nya. Bahkan berjumlah tiga buah membuat ia ingin membunuh Carmon, tapi sabar.. itu ada waktunya nanti.. buat dia menderita dulu baru bergerak yah kan?!!!”
.
.
__ADS_1
.
Jangan lupa tinggakan jejak yahhh....