Balas Dendam Karena Satu Malam

Balas Dendam Karena Satu Malam
2 balasan


__ADS_3

“apakah kalian sudah menemukan data keluarga itu?”Tanya Samuel. Sudah satu minggu mencari siapa dalang dari semua yang melakukan hal hina pada anak perempuannya. Tak satupun pula ia bisa mendapatkan informasi.


“Maaf tuan.” Tangan kananya bernama Hiro menunduk takut dan merasa bersalah.” data yang anda minta sama sekali tidak bisa kami berikan, semua terlihat bersih bahkan tak ada sedikitpun jejak, ditambah pristiwa tujuh belas tahun itu sudah sangat lampau. Cukup sulit untuk mendapatkan data keluarga mereka lagi.” tegasnya pelan.


Samuel mengetuk tangan di atas meja, kantung matanya lebih hitam dari baisa, ia tak bisa tdiur selama satu bulan ini. ia mengerjab pelan, mengangguk berkata.” Aku ingat malam itu kita sudah menghabisi semua anak mereka, anak yang mana lagi berbuat ulah. Bahkan anak pertama keluarga Damian sudah ku buat mati di saat penerbangan. Kau sudah melakukan pemeriksaan bukan jika data anak itu termasuk salah stau korbannya?” Tanya Samuel dingin.


“Benar tuan. Dia memang salah satu korbannya, saya menjamin hal itu.” Ujar Hiro tegas. Samuel memang sekejam itu, ia berani menyabotasekan satu pesawat dan membunuh semua orang disana demi membunuh satu nyawa incarannya. Anak itu sendiri adalah Faris, anak kedua keluarga Damian. Kakak dari Letta. Saat itu kakaknya sedang melakukan pertukaran pelajar di luar negri, dan kejadian menimpa keluarganya membuat ia pulang ke Indonesia, tapi saat ia pulang pesawat yang ia naiki mengalami kecelakaan karena di sabotase oleh Samuel.


“ masih pantau semua informasi mereka. Aku yakin masih ada anak yang selamat, sebab dia mengatakan jika anak kembar yang dilecehkan di saat itu membalas dendam. Bisa disimpulkan jika kita melupakan satu nyawa lain.” Gumam Samuel pelan.


“baik tuan.”Giro mengangguk menatap tuannya. Keduanya diam dengan pemikiran sendiri.


...----------------...


Di lain sisi. Letta meminum teh miliknya dingin, meremas gelas yang ia pegang. Jadi benar tebakannya jika Samuel adalah dalang kakak keduanya meninggal? Ia menatap tajam dan dingin layar monitor miliknya.


Letta sudah menebak sedari awal.


Meninggal yah??? hmmm. Letta mengangguk pelan mengambil kunci mobil miliknya. Ayo kita mulai permainan baru.


Ahh..... letta tersenyum miring mendnegar suara teriakan di luar sana. Letta dengan pelan keluar drai kamar, menggunakan jaket hitam miliknya, menatap sekeliling yang ramai akibat dari beberapa pelayan dan penjaga pergi menuju suara teriakan yang sangat keras.


“ada apa?” Carmon dan Samuel tergolong gopong memasuki kamar yang ditempati oleh Purnama. Kamar Purnama sengaja dipindahkan di lantai satu agar mudah di awasi dan diperhatikan. Dan mendengar suara teriakan dari pelayan membuat mereka sangat kaget. Carmon yang sibuk mengurusi berkas yang terbangkalai dan Samuel yang sibuk dnegan penyelidikan.


Pelayan yang berteriak ternyata pingsan, Carmon memasuki kamar, melangkahi pelayan yang pingsan di tengah pintu. Samuel ikut masuk membelalakkan mata menatap kaget sang istri dalam keadaan mengerikan. “PURNAMA..!” Teriak Samuel kaget.


Mereka Mendekat dan menatap nanar sang istri dan ibu.


Purnama dalam keadaan tidak baik baik saja, jauh dari kata baik, tubuhnya terkoyak koyak terlihat bekas cambukan di bagian punggung, wajah dan kakinya. Kuku kukunya terlepas disemua tempatnya, gigi gigi istrinya berceceran dimana mana, rambut istrinya juga dipotong secara acak. Lebih parah lagi mereka mendapatkan tubuh nyonya mereka yang menggelantung di atas dengan tubuh yang diikat, tangan diikat dan kaki diikat. Ia terlihat seperti mayat hidup dengan teteasan darah yang sudah mengental di lantai marmer.

__ADS_1


Carmon gemetar menatap keadaan ibunya yang mengerikan. Carmon mundur dan Samuel mendekati sang istri. Tangisan Samuel hendka meledak, kakinya terasa seperti jelly. Istri tercintanya mengapa mengalami hal strategis ini. “Bantu saya cepat. Panggil dokter, panggil..!!!” Teriak Samuel lagi.


“bawa saja ke rumah sakit tuan.. ini pasti sangat lama dan nyonya membutuhkan penanganan cepat.” Ujar tangan kananya membantu purnama.


Samuel menggeleng.”tidak. ini akan menambah rumor. Kita tidak boleh gegabah dan cepat suruh dokter lima menit datang kesini jika tidak akan ku hancurkan rumah sakit itu..!” Tegas Samuel.


Samuel tegopong gopong membawa tubuh istrinya yang sudah kaku dan dingin diatas kasur di kamar sebelah, kamar Jesika. Carmon mendekati ibunya. Carmon merasakan tubuhnya bergejolak mual, hancur melihat ibu yang ia sayang mendapatkan hal sekejam ini. tangan Carmon terkepal kuat.”siapa yang melakukan ini..!!! Hiro.. cari orangnya sekarang juga..!” tegas Carmon.


" Baik tuan." Hiro mengangguk pergi, hatinya menggerutu belum selesai satu masalah masalah lain juga menghampirinya untuk di selesaikan.


Seluruh pelayan dan penjaga di kumpulkan. Bara dan Jesika masuk kedalam rumah dengan keadaan rumit saat melihat itu dipenuhi banyak orang. jesika melangkah cepat menuju kamar Miliknya yang di isi purnama.” Ada apa yah om?”Tanya Jesika pada penjaga di depan kamar.,


Penjaga melirik jesika, menggeleng.” Nona lebih baik ganti baju, nenek anda baik baik saja hanya ada pemeriksaan sejenak.”ia tidak mungkin mengatakan hal sebenarnya pada anak kecil ini, lagian ia juga tak akan mengerti kan? sedangkan Bara? Ia hanya melihat ada ibunya yang terlihat berbinar menatap kedalam. Bara tau ini pasti ulah ibunya. Bara tau jika ibunya jahat tapi Bara tak masalah, asalnya ibunya baik pada dirinya maka itu akan baik baik saja. Semua tak akan ada masalah.


“bagaimana keadaan istri saya dok?”Tanya Samuel dingin pada dokter yang selesai memeriksa Purnama. Kamar sudah jauh lebih baik, sebab Purnama dipindahkan dari kamar yang dipenuhi darah purnama.


Apalagi bagian tenggorokan dan matanya yang di tusuk menggunakan beling. Dokter mual.


Samuel menahan diri. Ia tidak bisa bertahan, dadanya sesak. Ia merasa pusing..” pa..” carmon sadar gelagat ayahnya yangh hendak pingsan menahan tubuh Samuel. Samuel terkekeh pelan. menggeleng tapi setelahnya ia pingsan.


” Dok.. bantu saya dok.” carmon histeris menangkap tubuh sang ayah. dokter dan beberapa penjaga membantu Samuel untuk dipindahkan dikasur yang sama di Purnama, dokter segera memeriksa keadaan Samuel.


Carmon? Ia bisa terduduk saja menatap kenyataan di depannya. Kenapa semua terjadi berturut turut, dan semuanya sangat mengerikan. Carmon rasanya tak sanggup jika begini. Bisa gila dirinya lama lama melihat penyiksaan keluarganya tanpa belas kasih.


...----------------...


Zaxi melangkah pasti menujui apartemen milik adiknya, rasa penasaran dan juga kekhawatirannya tak terbendung lagi. Areta tak ikut, ia sibik membantu Jastin dikantor. Saat di depan apartemen nya ia tak sengaja melihat sosok kakek yang mengangkat letta dulu. Ia mengepalkan tangannya dna berdehem, memilih berbelok, tak ingin berurusan dengan kakek tua itu. dulu letta sering mengingatkan padanya jika tidak mencari gara gara atau masalah pada kakek tersebut.


“Wahhh kakaknya Letta... apa kabar?” Langkah Zaxi terhenti mendengar suara orang yang ia hindari berada dibelakangnya. Tak jauh darinya. Zaxi terlambat. Mau tak mau zaxi menoleh menatap wajah Ragiel yang tersenyum ramah kepadanya. jika orang lain mungkin akan menganggap itu senyum ramah tapi Zaxi tau jika itu hanya senyum remeh.

__ADS_1


“Baik...” Jawab Zaxi acuh tak acuh.


Ragiel terkekeh.”sangat baik dong, apalagi adik anda sangat pintar mengendalikan waktu bukan?” Ia terkekeh membuat Zaxi mengepalkan tangan. Zaxi tau jika itu adalah penghinaan untuk dirinya yang tak melakukan apapun untuk Letta.


“ saya permisi..!!!” zaxi memilih pergi. Zaxi lebih baik menghindari permasalahan lebih besar.


” Kenapa terburu buru. Apakah kau takut padaku?” Ragiel memprovokasi Zaxi dengan wajah polos dan juga manipulative miliknya.


Zax menggeleng.”Lebih tepatnya terlalu lama menghidupkan oksigen yang sama dengan virus kelicikan anda itu tak baik.”jawab Zaxoo tetap pergi. meninggalkjan Ragiel yang tersenyum culas. Ragiel menghela nafas. oke ia akan pergi juga dari sini sebab Zaxi tidak terprovokasi dirinya membuat ia bosan.


...----------------...


Letta berdiri di depan sd milik Bara. Ia menjemput bara dan Jesika hari ini, membayangkan bagaimana ekpresi mereka melihat keadaan Purnama kemarin membuat ia tak berhenti tersenyum manis. Iya, dia yang melakukannya, parahnya saat dimana Purnama sadar, ia sengaja memberikan semua orang rumah obat tiudur agar tidur malam terlelap, dan lagi untuk kamar purnama, sudah kedap suara yang artinya mau ia berteriak sekencang apapun tak akan ada yang mendengar. Apa lagi ia yang sedang lumpu. Ingatan letta kembali kepada kemarin malam, saat dimana Letta memasuki kamar Purnama,


Letta menyeringai menggunakan sarum tangan miliknya lebih erat ” Hallo madam... Ayoo bangun, jangan tudur terus... Kita harus sedikit bermain.“ Ujarnya Letta mendekati ranjang milik Purnama, tak lupa ia mengunci kamar milik Purnama agar tak ada yang memasuki kamar ini.


Letta berdecap malas melihat Purnama yang tidur. Taatapan Letta terarah pada segelas air diatas nakas. Ia tersenyum dan mengambil air tersebut, dengan sengaja ia menuangkan air tersbeut di wajah milik Purnama yang tertidur.


Purnama yang pulas pada tidurnya mangap mengerjab kaget menatap Letta yang memegang gelas dihadapannya. Mata nya samar samar terasa perih akibat percikan air memasuki matanya. purnama mengerjab pelan dan menjelaskan tatapan pada Letta. Sedang apa Letta di sini? Dan apa yang ia lakukan? Mengapa dia di sini sekarang?


“Wah Nyonya sudah bangun? Bagaimana rasanya lumpuh? Enak?”Tanya Letta dengan tersenyum manis.


Purnama terlihat pias.. iya. Dia ingat beberapa waktu sebelumnya Letta juga sreing kekamarnya, menyintikkan dirinya di dalam nadinya sehingga Purnama merasakan terbakar skeujur tubuhnya. panas dan juga seperti smeua kulitnya terkelupas secara paksa. Itu terjadi berkali kali. Purnama seperti ngin mati saja. Iya Purmama ingat.


Ingatan itu membuat tubuhnya bergetar hebat. Menggeleng kaku meski tak mengefek apapun, ingin berteriak meminta tolong dan kabur. Hal itu membuat letta terlihat tertawa bahagia. memecahkan gelas yang ia pegang menatap Purnama dingin.”Takut? wah rupanya sudah sadar yah.” ujarnya pelan.


Purnama menggeleng, menggerakkan tubuhnya secara paksa, tapi tidak bisa. ia menatap letta bengis dan tajam. Letta menggeleng menusuk pipinya dengan ujung gelas yang pecah.” Sayang sekali tubuhmu sudah ku buat lumpuh total, bahkan aku pastikan jika semua organ dalammu sudah rusak nyonya... “ Ujarnya tersenyum melihat darah itu menetes . ia menjilat darah itu dengan berbinar.


Letta bukan lah pesikopat yang menyukai darah, tapi jika itu darah keluarga Hotman ia bersumpah akan memakannya agar mengobati dendamnya,. Iya Dendam...

__ADS_1


__ADS_2