
Di sisi lain ia juga merasa bersalah sekaligus kecewa. Jesika, tidak seharusnya anak itu terlibat. Letta bukan lah manusia kejam sampai menghabisi anak yang tidak ada kesalahan seperti Jesika.
Anak yang lemah, rapuh dan tak berdaya. Manusia suci yang dilahirkan karna keserakahan orang tuanya.
Dan di hidupkan dengan Luka batin yang mengangah.
Bahkan hidup penuh gunjingan dan penuh olok-olokan karena fasilitas otak yang cukup rendah.
“Mau kemana Mbak?” supir nertanya melirik letta yang diam saja, sudah sepuluh menit mengumpulkan keberaniannya menanyakan hal tersebut kepada Letta. Aura Letta sangat dingin dan seram, rasa takut menyeruak dirongga dadanya. Bertanya saja ia harus mengumpulkan nyawa lebih.
Letta menatap supir mengerjab.” Kerumah sakit Jiwa lingkar barat.” Ujar Letta tegas.. supir mengangguk menuju arah yang di tuju Letta. Supir sedikit menghela nafas, sebab tujuan yang Letta inginkan itu sudah terlewat, harusnya masuk gang jalan sebelumnya tapi ini sudah jauh. Mengapa tidak bicara dari tadi.
Satu jam berlalu, mereka memasuki rumah sakit. Letta memnberikan bayaran yang cukup untuk taxsi yang ditumpanginya, tak lupa bonus membuat supir taksi bersyukur tidak bertindak gegabah kepada Letta. Ternyata dugaannya benar jika Letta adalah orang kaya. Sebab aura orang kaya itu memang berbeda, seperti jalan mereka penuh dengan kekuasan dan bau Uang. Haha iya padahalkan mereka nggak terlalu mewah bajunya.
Letta melangkah pelan menuju ruang rumah sakit jiwa. Dengan pelan juga Letta menyeret kakinya yang sakit. Letta bisa mendnegar suara beberapa orang di sekitar berteriak histeris menatap letta, sebab bukan apa.
Tempat begini harusnya didatangi oleh orang yang beraura fosirif bukan seperti diriunya yang beraura negative. Letta sadar jika dirinya mnemiliki aura yang tidak baik alias gelap.
Wajar saja orang gila disini memekik hoosteris dan berlari ketakutan, mental mereka rusak dan letta menambah kadarrusak mereka, Letta menegakkan punggung menuju kamar milik Viona di sekap, disana ada perawat yang melihat letta kaget.” Eh ada apa nona? Ada yang mau ditemui?”Tanyanya pelan.
Letta berdehem. “apakah sudah meminta izin di staff depan kak?”tanyanya lagi. Letta bahas dengan berdehem. Perawat menatap Letta salah tingkah. Memberi Letta ruang untuk melihat pasien. Letta diam menatap pasien yang tak lain adalah Viona,.
Puas. Letta sangat puas, ini jauh dari kata baik. Keadaannya sangat kacau, wajah yang acak acakan, rabut berantakan. Kakinya diborgol diatas kasur dengan keadaan tertidur lemas, mata sayu menatap langit langit bak mayat hidup.
__ADS_1
“ gio... anak kita mati Gio,. Kamu nggak mau tanggung jawab..” bisik lirih Viona amsih terdengar Oleh Letta.
Letta berdehem mendekat.”Nona... pasien sangat berbahaya lebih baik nona menjaga jarak dengan pasien. Kemarin perawat terluka karena beliau memberontak.” Pelayan menghentikan letta lembut. Bahkan tangannya memegang bahu letta bak memegang kapas. Memang orang orange disini pasti memiliki hati yang mulia dan kesabaran yang luar biasa. Tidak seperti dirinya.
Ketta menggeleng,.” Saya hanya ingin melihat lebih dekat. Tidak apa.” Ujar letta. Perawat menatap letta melarang tapi melihat letta tetap menbdekat menatap Viona yang mericau, menangis sendiri.” Hua Gio hiks hiks. Kmau jahat hiks hjiks. Kalian semua jahat hiks hiks. Kalian JAHAT. MATI SAJA KALIAN MATI..1” Teriak Viona memberontak saat Letta mendekat menatap Viona menyeringai.
Aura Letta sangat mengerikan. Viona melihat Letta mendekat mendadak linglung. Menyiupitkan mata menatap letta nanar.” Kakak. tolong aku. Lepakasn kakak ini sakit kakak. lepas.”ia menangis terseduh seduh. Letta disana melihatnya mendekat dan menepuk pundak Viona.,
Tak disadari perawat Letta menyelipkan satu suntikan kecil di sela lengan bajunya dan menyuntik lengan Viona yang ia elus, jadi di ruang ini ada CCTV dan itu tak akan di sadari oleh orang lain. “ Kamu kuat. jangan menangis lagi, aku ada di sini.” Ujar letta mngeraskan suara. Perawat meihat hal tersebut menjadi haru. Gadis ini terlihat dingin padahal sangat baik dan peduli.
Viona meringis.”Kamu bophong hiks hiks. Kalian jahat. Pergi pergi. Sakit.” Ia berteriak menjulak letta. Letta disana jatuh menatap Viona meringis. Bahunya yang ditekan. Dirinya meringis peri dan terjatih pelan.
“Nona..” perawta disana mem,bantu letta duduk. Letta berdiri dibantu perawat. Vuona disana menangis lagi.” sudah mbak kita keluar saja. Pasien belum bisa tenang. Kami sudah menenangkan dia sebulan ini tapi hasilnya tetap nihil.” Ujarnya.
“apakah ada harapan beliau untuk kembali pulih?”Tanya Letta pelan tatapanya menjadi sendu dan hangat. Perawat bahkan sampai tak bisa membedakan itu benaran atau ekting. Ia menggeleng,
Letta meminta izin dna memilih pergi seusai mobil pesananya sudah ada di depan rumah sakit. Memasuki apartemenya karena lelah. Hari sduah malam dan dirinya sangat lelah. Tadi ia juga smepat membeli mie pangsit diluar sana, jadi ia bisa makan nantinya. Letta terkekeh mengfiungat tadi. Tadi suntikan yang letta berikan adalah suntikan untuk menghancurkan syaraf otak jesika. Syaraf Jesika akan mati total dan tak aka nada kesempatan untuk jesika.
Tring.. tring... suara pesan masuk di HP Letta berturut turut. Letta diam menatap HP miliknya. Itu pesan spam dari Putra,. Letta mengernyitkan dahi, dimana anak itu mnenemukan nomoir HPnya? letta jadi heran dan bingung. Tapi letta sama sekali tak membalas seusai membaca dan melihat profil Putra. Ia kembali menyuapkan makannya pelan.
Putra di sebrang sama menatap HPnya uring uringan. Menatap malas yang ada di hadapannya.. papun itu. “ada apa sih kak? Kenapa dari tadi kayak gitu ha?”Tanya ibunya heran melihat tingkah sang anak yang tidak bisa diam dari tadi, terue berguling guiling diatas kasur,
Putra mendengus. Menggeleng lesih. Jikla dirinya bervcerita kepada ibunya pasti nanti akan di ejek. Putra mengusap kepalanya kasar menatap HPnya lagi. ibunya menatap anaknya dengan alis yang mengerut.”ada apa sih kak? Kenapa pertanyaan Buna nggak dijawab?”tanyanya lembut. Tangannya mengusap kepala anaknya sayang.
__ADS_1
Merapikan rambut miliknya yang berantakan.
Putra menatap ibunya dengan mata satu.”Kemarin kan Putra jatuh hati sama cewek yang Putra ceritain itu loh Buna. Yang Putra jagain dirumah sakit. Tadi pas pulang dari sekolah Putra kesana bawa mkanan tapi dia udah nggak ada Buna., dia pulang enggak bilang bilang.” Ujart Putra lirih dan juga tak senang. Mengingat dirinya sudah membeli makanan enak jaid mubazirkan tak enak. Sayang.
Ibunya menatap anaknya kasihan.” Duh sayang. Emang dia secantik apa sih? Sampek anak Buna ini bisa jatuh cinta pada pandangan pertama. Apa dia lebh cantik dari Buna hemm?” Tanya ibunya pelan. melihat anaknya yang baru kali ini galau karena seorang gadis dirinya jaid penasaran,
Ibu Putera bernama Bulan, ia adalah ibu yang berusia muda, masih berusia 4tahun, dulu dirinya menikah muda dengan ayahnya Putra, sama sama muda di saat itu karena ayahnya Putra yang posesif, mnereka menikah seusai tamat SMA. Ayah Putra sangata tergesah gesah karena takut Bulan dipinang atau berpaling kelain hati. Jadilah bulan kuliah seusai menikah dan ayahnya Putra juga begitu sembari kerja,
Ayah Putra penuh ambisi, mengingat wajah Bulan yang diatas rata rata perempuan lain, dia sangat yidak tahan, melihat Bulan yang diam diam maish di chat atau bahkan dikirim pesan oleh lelaki dia sangat panas dan tidak senang. Selaku cemburuan dan khawatir,. Mmungkin sikap itulah yang menurun pada sang anaknya. anak laki lakinya ini.
Putra menerawang mengingat wajah letta. Tersenyum tipis.”Dia tu mukanya beda sama buna. Kalo muka buna lembut, ayu dan manis muka dia tu tegas, auranya panas, kalo buna rmah dan sering tersenyum dia enggak, dia malah dingin dan datar kayak papa. Dia tu papa persi ceweknya Bun.”Ujar Putra semangat.
Wajah Bulan terlihat masam mendengarnya. Anaknya mengatakan seakan letta peremouan yangs edikit menyerankan. Suaminya saja sangat menyerakan, tidak suka senyum dan dingin beda dii dekatnya sangat manja. Bahkan dengan Putra saja dia tidak akur, sering kali mereka berkelagi karena memperebutkan Bulan. Sampai sampai suaminya itu memilih tidak mau punya anak lagis etekah Putra lahir. Takut jika anaknya nanyti malah mengambil atensi istri seluruhnya. Tapi Tuhan berkehendak laiun. Bulan yang menggukan KB spiral entah bagaimana kebablasan, entah bagaimana dia hamil dia suka tua, saat dimana anaknya berusia 18tahun dirinya malah hamil lagi.
Iya dirinya saat ini hamil usia 7 bulan, saat diperiksa ternyata KB miliknya terlepas mungkin larena hemm jangan dibahas oke nanti kena pekanggaran hehe. Bulan mengusap perutnya pelan menatap Putra yang kembalki berbicara.” Tapi dia kayaknya enggak tertarik sama Putra deh Buna. Dia cuek banget soalnya.” Lirih Putra.
Bulan melotot tak percaya.” Emang ada yang nggak mempan sama pesona anak mama ini?”Tanya ibunya tak percaya. Wajah anaknya mewarisi wajah suaminya yang kelewat tampan, hanya warna kulitnya yang putih mulus dan bersih tampa bulu diwarisi oleh Bulan, lalu mata yang bulat dan lesung pipi sebela saja. Selebihnya persis seperti papanya.
Putra menghgela nafas. mengangguk.” Iya kayaknya Buna.” Ia pasrah jika mau di ejek, jika bersama ibunya semnua rahasia Putra sedikit transparan. Putra sangat dekat dengan ibunya, bahkan dnegan ayahnya sekalipun meksi mereka sering berantem. Maklum anak satu satunya selama delapan belas tahun, dan sekarang posisinya akan dilengser oleh tahta baru
“yaudah. Kamu cari cewek lain aja gimana? Dibanding sama dia nggak suka kamu. Suka sepihak itu sakit oleh Put.” Ujar ibunya. Yang dikatakan bulan memang benar. Mencintai sepihak, berjuang sepihak adalah hal yang paling nelangsa. Syukur syukur jika yang dikejar dapat. Jika tidak? Kan buang buang waktu, mlah menambah kadar cinta dan semakin mendalam kadar rasa sakit jika nanti ditinggalkan. Dirinya tidak mau anaknya atah hati sebelum berjuang. Lebih baik bikang bergenti sedini mungkin untuk mematikan rasa sakit semakin berkembang.
Putra mendelik.”No. pria pantang mundur Bun. Masa anaknya Wowo mau mundur sebelum berperang, Putra nggak bakal berhenti sebelum janur kuning melengkung. Buna siap siap aja, sebentar lagi udah lulus Putra naklal nikahin dia.” Ujar Putra percaya diri.
__ADS_1
Bulan melotot.” Kok cepet banget? Kamu nggak mau kuliah?” Tanya ibunya kaget.
Putra menggeleng.” Kuliah kok, tapi nilkah dulu, biar nanti putra punya yayang yang nnyemangatin hehe. “ Ujhar Putra kesemsem. Bulan mendengus. Ini ciri ciri penerus dirinya dan suaminyanikah muda ini. andai Bulan tau jika yang di cintai anaknya memiliki ukur jauh berbeda. Apa kata nya yah?