Balas Dendam Karena Satu Malam

Balas Dendam Karena Satu Malam
Kebenaran terungkap


__ADS_3

Areta menatap Fares rumit.” Terus bagaimana kakak bisa kesini?”Tanya Areta pelan.


kata Fares ia mengalami trauma berat akan pesawat dan berakhir tidka pulang. Fares menghela nafas.” kakak mengobati penyakit trauma kakak selama bertahun tahun, tapi kakak belum juga berani dan terlepas. pada akhirnya orang tua angkak kakak memberi saran agar kakak meminum obat tidur saat pesawat siap landas. Kakak sangat takut tapi mereka memberi obat secara diam diam dan kakak pulang ke sini.”


“saat kakak ke sini, yang pertama kakak cari rumah kita, tapi disana sudha hanguis, yang ada hanya beberapa tempat yang tidak terbakars eperti dinding rapuh, dan kolam renang yang sudah berlumut dibelakang rumah kita. kakak tidak menemukan siapapun, kakak tidak menemukan kalian, kakak fikir kalian juga sudah meninggal seperti mami papi.” Lanjut Fares lagi dengan keyakinan penuh.


Areta menatap kakaknya murang. “aku pikir hidup kakak jauh lebih baik ketimbang kami. Rupanya kakak juga menderita yah diluar. Maafkan aku yah kak sudha berfikir buruk.” Areta memeluk Fares sebela badan kananya.


Fares mengangguk pelan tersenyum sendu.” Maafkan kakak juga yah karena kakak telat menemui kalian, maafkan kakak karena berfikir kalian sudah meninggal.” Fares ikut memeluk Areta dengan tenang dan juga lembut. “Dan kalian juga belum cerita mengapa Letta sangat jauh dengan kalian. Apa kalian pernah punya komplik?” Tanyanya lagi heran.


Sudah beberapa hari ini merteka sama sama sibuk, jadi belum sempat membahas masalah letta dan adik adiknya. Fares harus menyesaikan kasus kasu milik Samuel dan juga saham di perusahaan Samuel. Perusahaan itukan bangkrut dan menjadi balik nama pemilik saham paling besar. Saham paling besar dipegang oleh Letta dan dirinya. Itu mengakibatkan dirinya dan Letta memilih siapa paling berkemungkinan menjadi Presiden utama perusahaan.


Nyatanya Letta terlihat tidak berminat sama sekali menjadi presiden, sekalipun ia tidak datang dalam rapat, jadilah Fares yang harus menyelsaikan berkas milik letta sekaligus dan dirinya yang di angkat menjadi presiden utama dari perusahaan, sedangkan letta? ia hanya akan mendapatkan keuntungan sebesar 30 persen dari perusahaan, dirinya juga empat puluh persen, lima belas persen untuk karyuawan dan lima belas persen untuk perusahaan


Areta menghela nafas. “ dulu saat keluarga kita sudah di serang oleh keluarga Samuel Are di selamatkan oleh kak Zaxi dan di masuki kedalam lemari, jadi dia yang paling selamat di antara semua yang dilakukan oleh Samuel.” Cerita areta. Fares diam menatap serius areta yang bercerita.


“ Dia menjadi saksi bagaimana orang tua kita meninggal, kakak Zaxi yang ditembak tepat dilengan dan ginjalnya rusak akibat di injak oleh Samuel dan dipukul menggunakan Golf, au yang diperkaos oleh anak anak buahnya Samuel secara rudal.” Areta diam menahan laju amarah dalam dirinya mengingat masa lalu.” Setelahnya aku pikir jika kak Zxais elamat ternyata tidak. Kak zaxi pura pura mati, dan saat keluarga Samuel pergi meninggalkan kami. kak Zaxi membuka matanya segera menyelamatkan Letta dan membuka pintu lemari.


“ kak Zaxi juga membawaku pergi karena berharap aku selamat, kamu pergi dari rumah yang sudah penuh asap dan kebakaran di mana mana. Kami selamat karena keluar dari rumah yang sudah kebakaran besar besaran. “


Areta diam menganggukan kepalanya nanar. Fares paham jika menceritakan luka lama itu sama saja mengungkit luka lama. Fares mengeleng pelan kepada Areeta.,” jangan cerita jika kamu tidak snaggup. Kakak enggak mau kamu sedih.” lirih fares


Areta menggeleng.” Kakak punya hak untuk tau apa yang terjadi dengan keluarga kita.” Ujar Areta lirih. Fares diam kembali menyimak cerita areta. “ Kami lalu selamat dan kak Zaxi ngebawa kita ke rumah sakit. Aku tidak sadar selama enam bulan dan kak Zaxi lumpuh beberapa tahun dan tangan yang dalam masa pemulihan. Di sana Areta berubah kak.” Lirihnya.


“ kalung dan cincin dari mama papa dia gadai dan kak Zaxi marah besar, uang gadai habis sia sia, dna kami huidup buruk. Kak Zaxi tidak bisa mencari uang dan aku depresi berat, aku masuk ke rumah sakit beberapa tahun karena infeksi vital yang sangat buruk, aku harus menetap di rumah skait. Letta tidak tau dimana , dia tidak pernah datang di setiap oprasiku dan dia selalu pulang dalam keadaan larut malam. Kak Zaxi marah ebsar.” Areta menjatuhkan air matanya ringan. Ini menyakitkan.


“ setiap pulang paling cepat itu jam 2, kak zaxi khawatir tapi Letta tidak pernah mendengarkan kak zaxi. Kak Zaxi selalu meminta Letta mengembalikan kalung dan cincin milik mama papa, tapi dia bilang belum bisa mengembalikannya. Berakhir hubungan kami semakin merenggang kak letta memilih pergi di adopsi sama kakek Ragiel karena kakek Ragiel kaya raya.” Ujar Areta terisak pelan mengingat kepergian Letta.

__ADS_1


Fares mendengarnya menatap Areta nanar. Apa iya adik nya begitu? “ Areta menangis terisak.” udah kalo engak sanggup jangan cerita.” Lirih Fares tidak tega melihat Areta yang menangis terisak isak begini. Ia mendekap adiknya lebih erat.


Areta menggeleng.” Setelahnya Areta tidak pernah lagi mengunjungi kami, dia hilang di telan bumi, selama sepuluh tahun dia neggak nunjukin muka dia sama kami, dan saat dia pulang dia semakin asing dan menatap kami semakin dingin. “lirih areta menangis terisak-isak.


Fares mmeluk areta lirih sebab areta sangat rapu begini.” Areta pergi ninggalin kami, saat kami ajak pulang dia terus membanting pintu karena kak Zaxi yang mengingatkan dia. Areta benar benar tidak lagi mempedulikan kami.” Lirihnya lagi tak kuat. Fares mengepalkan tangannya kuat mendengar cerita itu. letta bagai kacang lupa kulit.


“Kalian manusia bodoh tidak tahu di untung dan terimakasih..!”


Keduanya kaget ,melirik siapa yang datang. Areta dan fares melepaskan pelukan keduanya dna menatap siapa yang tiba tiba datang di balkon ini dan berkata buruk.,” rizal..!” Areta kaget melihat sosok yang menyelamnatkanya selama ini baru datang lagi sekarang. Fares melirik areta yang ternyata mengenal lelaki ini. lelaki menyeramkan dengan luka bagian wajahnya.


Rizal menatap areta menggeleng dan berkata.” Yang kau katakan itu hal buruknya semua, tapi apa kau pernah berpikir hal buruk dan hal menyakitkan yang letta rasakan untuk kesembuhan kalian berdua?” Tanya rizal terlirih. Air mata rizal jatuh menatap Areta. Rizal sangat tau bagaimana perjuangan Areta dan ternyata kakak kakaknya hanya tau hal buruknya saja dna selalu memnceritakan hal bnuruknya saja?


“ yang aku katakana benar.” Ujar areta lirih.” Kak Zaxi mengingatkan Adekku Letta jangan pulang sampai malam karena dia tidak mau Letta sakit, dia tidak mau letta kenapa napa. Kami hanya ingin letta pulang tepat waktu dan tidak mengadaikan barang berharga milik mama papa tapi dia sangat dingin dan malah pergi, ia mengabaikan kak Zaxi dan aku.” Jawab areta kekeh keinginannya.


Rizal tertawa sumbang mendengarnya.” Terus kau pikir masuk rumah sakit tidak bayar?”Tanya Rizal lirih kepada Areta yang tiba tiba diam menatap rizal yang menangis lirih.


Areta diam menatap Rizal.” Karena donasi.” Jawabnya pelan karema ragu.


Rizal terbahak mendengarnya.”kau pikir manusia bodoh mana yang berdonasi hingga ratusan juta? Manusia mana Areta, bahkan jikapun donasi itu ada, itu hanya sekali pakai untuk oprasi kakakmu, belum lagi oprasi kau yang berkali kali, obat kau dan kakak kau. Kau pikir obat kau dan kakakmu murah? Letta harus menghabisi jutaan rupiah untuk sekali pengobatan Reta, dan saat itu kalian punya apa emangnya ha? Punya apa? Apa kalian punya uang? TIDAK..!” Teriak Rizal membentak. Isakannya sangat lirih.


Areta benar benar diam sekarang menatap Rizal yang menangis lirih.” Bahkan Letta berniat menjual ginjalnya dikalah itu untuk kesembuhan kalian, tapi dokter menolak karena usianya masih lima tahun. kalian tau hal itu?”Tanya Rizal keras lagi. areta terdiam menatap rizal tercengang.


Rizal menggeleng nanar,.”Enggak kan? kalian enggak akan tau apa apa selian keburukan dia..!” tegasnya membentak.


Rizal menyugarkan rambut kebelakang menatap Areta nanar. Areta membekap muliutnya lirih seakan tidak percaya. “ Pagi hari Letta menjual kerupuk, menjual Koran, balon. Apapun dia lakukan agar kalian bisa makan sedangkan dia hanya makan nasi bekas di tong sampah. KALIAN TAU TIDAK? Yang dia berikan kepada kalian itu nasi bagus dan baru, dia tidak peduli apapun tentang dirinya sendiri.” Rizal meneriaki hal terakhir yang ia Tanya. Areta terisak dalam sesak terduduk menatap rizal. Fares hanya diam menatap Rizal nanar. Hati mereka ama sama sesak,


Rizal menghela nafas lagi mengusir air rasa perih di hatinya. Rizal tadinya mendengar semua yang dikatakan Reta tapi dirinya tidak lagi tahan mendengar semua keburukan letta. “Kalian makan tidur nyenyak sedangkan letta? apakah kalian bertanya apakah dia tidur nyenyak? Apalah dia tidur hari itu? lelah dia kerja dari pagi hingga larut malam tapi apa yang kalian lakukan? KALIAN BAHKAN MENGUSIRNYA KELUAR RUMAH DAN TIDAK MEMBERIKAN DIA UNTUK MASUK KERUMAH HANYA SEKDAR ISTIRAHAT. Kalian biarkan dia tidur dijalanan padahal lelah dia mencari uang demi kalian.” Rizal tidka tahan. Dia memukul dadanya terisak.”Pernah tidak kalian bertanya keadaan letta saat itu?” Teriak Rizal terputus putus.

__ADS_1


Areta terdiam menggeleng nanar., terisak menunduk. “ Kenapa dia menggadaikan perhiasan orang tua kalian? Dimana uang tersebut? BAHKLAN UANG ITU SAJA TIDAK CUKUP UNTUK PENGOBATAN KALIAN..!! SEPESERPUN DIA TIDAK MEMAKANYA DEMI KALIAN..!” Teriak Rizal. Sangat kuat kepada Reta.


“Jangan berteriak.. nan..”


“DIAM KAU. BIAR KU AJARKAN DIA YANG TIDAK TAU DIUNTUNG., BIAR KU BERI TAU KEBENARANNYA AGAR MULUT BUSUKNYA TIAK MENJELEKKAN KEMBARANNYA YANG MATI MATIAN MENGHIDUPI MEREKA.” Rizal lebih berteriak kepada Fares yang menghentikan teriakannya. Fares terenyah menatap Rizal.


Rizal mendekati Reta dan memegang kedua bahu Reta dan mengguncangnya nanar. Mata Reta terbuka menatap Rizal yang menatapnya. “ pernah kau Tanya tidak mengapa Letta selalu pergi saat kau atau kakak kau oprasi?”tanyanya lirih. Reta diam tak menjawab.


” JAWAB..” Bentak Rizal.


Reta bergetra menggeleng karena takut dan menangis terisak. Rizal terkekeh.” Karena dia mendonorklan darahnya kepada kau dan kakak kau sialan..!!! “ nafas Rizal naik turun karena hal itu. Areta semkain menangis mendengar hal tersebut.


Jadi artinya selama ini Aletta tidak pernah pergi saat mereka oprasi, ia di ruangan lain untuk mendonorkan darahnya untuk oprasi agar berjalan lancar, Areta dan Zaxi tidak tau apapun tentang ini. Yang mereka tau Letta selalu pergi dan mereka oprasi secara gratis


“lantas jika itu benar mengapa dia pergi seusia bertemu orang yang mengadopsinya. Dia meningalkan kami bak kami tidak ada harganya.!” itu suara Zaxi yang masuk, air mata memenuhi wajahnya. Yah dia mendengar semua pembicaraan mereka tadi, jadi ia mulai keluar dan menatap Rizal penuh tandatanya. Hati Zaxi sama sakit dengan Reta mendengar fakta dari Rizal.


“Pergi?” Tanya Rizal balik menatap Zaxi.


Rizal bangkit dan menatap Zaxi lebih dekat.” Dia tidak pernah pergi, jikapun dia mengikuti Ragiel itu artinya karena itu untuk kalian.” Tegas Rizal. “ Untuk kamu? Haha bulshit.. sepuluh tahun dia meninggalkan kami.” Teriak Zaxi menangis. Wajah Zaxi benar benar buruk menatap Rizal.


Rizal kembali tertawa bertepuk tangan.”kau pikir hidupmu jauh lebih baik setelah letta pergi itu dari siapa?”Tanya Rizal remeh. “Kami tidak butuh apapun, kami hanya butuh dia sebagai adik kami bukan sebagai orang asing.” Jawab Zaxi penuh penekanan mengetuk dada Rizal.


.


.


Hallo semua.. Terimakasih suportnya, jangan lupa tinggalkan jejak yah..!

__ADS_1


__ADS_2