Balas Dendam Karena Satu Malam

Balas Dendam Karena Satu Malam
Ayah Bara


__ADS_3

Tidak ada yang menyahut. Carmon, Samuel dan jastin benar benar mempertimbangkan hal ini, mereka tidak pernah dihina, ah bukan di hina tapi bekerja begini.


Letta melihat tampang mereka yang enggan pun tersenyum miring.


"Yah jika tidak mau tidak apa apa, aku hanya mencari karyawan yang benar benar ingin saja.” Tegas Letta memutar tubuhnya hendak petgi dari sana.


“Iy iya Letta aku mau.” Tegas Jastin pelan menahan tangan Letta lagi, tatapan jastin sangat nanar. Sudah berbulan bulan mendatangi tempat kerja teman teman atau semua rekan yang ingin ia minta bantuan tapi tidak ada yang menerimanya. Melamar dimana saja juga tidak ada yang menerima.


Sayang sekali sebenarnya ijaza dan trankis nilai miliknya hangus terrbakar di rumah. Ingin kembali mengurus tapi sekolahnya ada di luar negeri disana. dan perusahaan mana yang menerima tanpa ijaza?


“ Iy iya aku juga.” Ujar Samuel.


Mereka tidak ada satupun ijaza yang selamat. Jadi tidak ada yang bisa mendapatkan pekerjaan dengan mudah, sudah melamar dimana mana memang tidak ada yang mau menerimanya. Samuel juga harus menekan harga dirinya untuk hidup lebih panjang.


Letta tersenyum miring dan mengangguk. Letta mengeluarkan dompetnya dan menghitung uang yang ada di dalamnya.


“ ini aku beri satu juga setengah dan alamat tempat kalian akan bekerja. “ ia memberikan alamat dna uang kepada Jastin. Jastin buru buru menerimanya dnegan sopan dan berhati bahagia. letta berdehem dan memasuki dompetnya ke dalam saku lagi.


” jika begitu aku tunggu di pabriknya yah.” ujar Letta lalu melangkjah menjauh dari mereka.


Jastin menghitung uang penuh binary. mengusap keningnya yang menteskan keringat. Samuel mendekat dan Carmon pun sama.” ayo kita cari makan. Kita belum makan sejak kemarin, lalu kita akan mencari rumah paling dekat dari pabrik ini. ayo.” Ujar carmon semangat. Jastin menganguk lalu menatap sekeliling. Akh mereka benar benar bahagia padahal dulu uang satu juta ini tidak ada harganya.


Di sisi lain Samuel ingin menangis, hatinya benar benar tertusuk melihat anak anaknya yang kelaparan dan kehilangan harga diri. Bukan apa apa, Samuel speerti di injak injak oleh letta. Mengapa Letta tidka memberikan pekerkaan yang layak seperi satpam? Atau karyawan? Samuel ingin berteriak, tapi siapa lagi yang bisa membantunya selaoin letta? Syukur syukur Lretta membantunya dan ia tidak lagi tidur di jalanan tanpa menggunakan dinding penghalang rasa dingin malam.


Lamglah kaki Letta benar benar berat sekarang karena berlari cukup jauh. Mata letta menelusuri jalanan., matanya bertemu dengan bubur ayam. Letta segera membeli bubur ayam, dirinya juga membeli somay dan cilok pedas. Setelah membeli banyak makanan ia segra melaju lagi ke apartemennya. Kali ini jalanya melamban sebab ini adalah perbelanjaan di bawah apartemennya.


Saat sudah memasuki lipt dan menuju ke kamarnya, pintu lift tebuka seusai beberapa menit,, mata Letta menyipit saat ada seorang pria yanhg berdiri di depan apartemen miliknya, Letta mengeratkan pehangan dnegan pelastik yang ia pegang. Berdehem sejenak membuat si pria yang menatap apartemenya itu menoleh. Letta tertehun melihat siapa itu. Letta lupa lupa ingat..


Pria tersebut menatap Letta dengan tatapan dingin.” Dengan nona Letta?”Tanya nya pelan.

__ADS_1


Letta menaiki satu alisnya, mengangguk pelan dan menatap lagi sosok tersebut lebih dalam. Mengingat siapa dia. “ anda siapa?” Tanya Letta tanpa basa basi,


Pria tersbeut menatap Letta dari atas hingga bawah. Celana trening hitam dengan ada beberapa sisi berwarna merah. Kroptop yang berwarna mocha dan jaket berwarna hitam. Rambut putih yang diikat tinggi. Tubuh Letta benar benar tinggi ketimbang gadis gadis biasanya.


“ saya Baskara.” Jawabnya mengajukan tangan untuk berjabat tangan pada Letta.


Letta menatap dingin tangan tersebut tanpa berniat membalasnya. Letta malah memasuki tangan satunya lagi ke dalam jaket. Baskara mendapatkan penolakan tersebut menatap dingin Letta. Rupanya dirinya dihina. Baskara tambah menarik tangannya dan menatap letta tak senang.” Mau apa sekiranya tuan Baskara terhormat kemari?”Tanya Letta pelan.


” saya mau bertemu dengan anak saya.” Jawab Baskara enggan lagi berbasa basi pada Letta. Baskara sudah menunggu sedari sepuluh menit., saat hendak kekantor ia mampir kemari dahulu tadi, tapi ia malah bertemu dengan gadis yang tidak mengenakan ini. wajah lumayan lah tapi melihat ia yang menolak salamanya membuat moodnya benar benar buruk.


Letta tersenyumlah miring, terlihat benar benar mengejek baskara.., iya letta ingat ia adalah Baskara ayah kandung atau ayah bilogis Bara si anak angkatnya.wah wah lelucon macam apa yang dibilang oleh kep4rat satu ini? anaknya? “ Kamu tidak salah alamat??” Tanya Letta mengejek.


Baskara menatap dingin Letta tadi semkain bengis.”’ Dia anakku. Berikan padaku.” tegasnya kepada Letta.


Letta mengangguk pelan.” siapa anakmu?”Tanya Letta tenang menghilangkan wajah mengejeknya, menatap Baskata serius kali ini.


Letta menghela nafas, mengangguk ngangguk pelanm.” Aku hanya bertanya siapa anak yang kau ,maksud lalu kau berkata aku pura pura tidak tau ? kau sedang melawak? Emang kau pikir aku tau siapa anakmu? Bertemu saja aku baru kali ini Tuan baskara yang terhormat.” Tegas Letta pada Baskara yang supanya benar benar sosok tegas dna mengintimidasi,.


Baskara tersentak. Baru kali ini ada yang berani menaiki suaranya, terlebih ia adalah seorang perempuan. Biasanya mereka akan takut kepadanya. “ Memangnya kau punya anak berapa?”Tanya Baskara masih enggan menjawab nama anaknya.


Letta menggeleng.” Aku tidak punya anak, “ tegasnya jujur, benarkan? Yang dimaksud Letta anak kandung. Bukan anak angkat.


Baskara mengerang, mengepalkan tangan menatap letta benar benar dingin.” Bara.. Bara Baskara anakku.. dia anaku yang kau rata itu anakku.” Tegas Baskara. Baskara itu nama atau marganya tapi aslinya bernama Barak Baskara. Barak benar benar marah karena dipermainkan oleh Letta. Baskara tau jika dirinya benar benar diejek kali ini.


Letta mengangguk.” Oh Bara itu anakmu?? Aku pikir anak jalanan, soalnya aku menemuinya di jalanan dan dalam keadaan benar benar buruk.” Jawab letta dengan santai.” Rupanya anak pengusaha kaya raya alias tuan Baskara ini rupanya. Oh ayolah jika ia anakmu mengapa engkau sampai menelantarkan anakmu tuan Baskara?”Tanya Letta dengabn tatapan seringaian.


“Itu bukan urusanmu nona Ragiel. Lebih baik kau kembalikan anakku dan jangan membuatulah. Atau aku akan melaporkan anda ke polisi dengan tuduhan penculikan seorang anak.” Tegas Baskara kesal pada Letta yang memojokkan dirinya., letta nalah terkilkik mendengarnya.” Wah rupanya anda benar benar menyayangi anakmu yah tuan baskara sampai melaporkan aku yang hanya merawat anakmu secara baik saja. Aku baru tau kau sepeduli itu pada anakmu.” Ejek Letta.,


Baskara mendekat hendak menarik jera baju letta. Tapi letta lebih dulu mundur.” Dan jika kau berani menyentuhku sedikit saja. Aku pastikan kulitmu ku bakar.” Tegas Letta dingin. Baskara terhenti. Mata Letta berkilat penuh amarah saat dirinya hendkay memukulnya. “ Beri anakku mangkanya. Aku ingin dia, dia anak kandungku.” Tegas Baskara kepada Letta.

__ADS_1


Letta menggeleng. Mengibaskan tanganya tidka peduli.” Lebih baik kau mencari anakmu di luar sana, sebab dia sudha ku usir sejauh mungkin dariku. Jadi anakmu sudah tidak ada lagi denganku,.” Tegas Letta malas lagi mel;adnei Bakara, baskara ini ringan tangan. Letta membenci lelaki ringan tangan atau emosional seperti baskara ini.


“kau membuang dan mengusir anakku?” Pekik Baskara menatap letta geram dan marah.


Letta terkekeh.”jangan terlalu berlebihan tuan Baskara. Bukankah kau sendiri ayah kandungnya saja membuangnya dan tidak memungutnya lagi. Lantas siapa aku yang bukan siapa siapanya? Sah sah saja kan jika aku membuang, atau bahkan membunuhnya. Ayo jangan berbuat seperti kau ayah yang baik. Mari kembali lihatkan kekejamanmu.” Kata Letta penuh dengan kenegerian.


Baskara mengepalkan tangn mendengar jawaban letta. Letta membuat hatinya benar benar rusak. “kau tidak tau apa apa tentang ku. Jadi beri tahu aku dimana anakku sekarang..!!!” tegas Baskara dingin.


Letta mencebikan bibirnya kebawah.” Rupanya kau tidak paham bahasa manusia. Aku sudah membuang dan mengusir anakmu Baksra, jadi jangan bertanya padaku oke. Ayolah kau sangat sangat lucu, mara denganku tapi tidak marah dengan diri sendiri.” Ujar Letta terkekeh mendekat.


” Menjijikan." bisiknya. Baskara mengepalkan tangan. Gadis ini menambah kadar emosinya berkali kali lipat.


Tangan baksra tidak lagi bisa ditahan mencekik kera baju Letta, letta yang dicekik kera bajunya menatap baskara semakin menantang dan terkekeh. “Cuih.... “ Letta terang terangan meludahi wajah baskara. Baskara mengusap wajahnya tersentak mundur dan mengusap wajahnya yang terkena ;ludah Letta. Baskara menatap letta garang.”KAU..!!!” Kehilamgan kata kata baskara menunjukw ajah Letta menggunakan telunjuknya.


Letta memutar bola mata malas.” Bajingan tengik. Enyah kau, jangan menjadi ayah sok baik,. Kau membuang anakmu dan aku membuang anakmu. Kita impas dan jangan cari lagi aku. Karena anakmu sudah tidak ada lagi denganku. Cari sendiri.” Tegas Letta lalu memencet sidik jari apartemen nya.


Baskara melihat Letta memasuki apartemennya hendak mencegah tapi kaki Letta lebnih dulu menendangnya kuat. Baskara termundur merasa perutnya tertentu agar kuat sangat kuat. baskara membentur dinding bagian kamar depan Letta dan terduduk memegang peritnya perih.


Letta menatapnya dingin dan memutar bola mata malas.” Sekali lagi berani kau denganku. Ku patahkan leher kau.” Ujar Letta tegas lalu menutup pintu kamarnya santai. Tapi aura Letta sangat kuat, miliknya tetap menguar gelap. Sangat gelap dan menakuti soapapun yang ada.


Sedangkan baskara memegang perutnya tetap meringis, tendangan Letta tidak main main, dirinya juga sangat lengah tadi,. Punggung baskara perih dan kepala yang berdengumng nyilu karena terkena dinding. Baskara menatap pintu apartemen letta yang sudah tertutup mengepalkan tangan. Di usir, di ludah dan terakhir di tending. Perempuan kasar sepertinya benar benar ingin baskara hancurkan.


Krekk. Pintu apartemen di depan Letta terbuka, menampilkan kedua suami istri yang keluar menatap Bakara terkejut. “ Ada apa tuan?” mereka terlihat bingung sebab menmdapat getaran kuat dari dinding luar tadinya, mereka pikir ada gempa atau ada rubuh bangunan. Tapi ternyata ,mereka menemukan seorang lelaki yang terkapar dan bersandar di dinding sembari memegang perut kesakitan.


Baskara mengeleng lemah. Dibantu oleh suami istri tersebut. Baskara tidak bisa pergi selama tiga pulih menit karena sakitnya tidak hilang hilang, dan kedua suami istri menatap nya prihatin. Dalam hati Baskara mengapal rapat rapat dendam miliknya untuk Letta. Gadis kasar itu.


Sedangkan Letta menarujh makananya di atas meja, menghela nafas.” Nggak bisa tenang dikit, ada aja masalah.” Gumamnya menghela nafas. letta memilih mengambil piring dan sendok. Letta makan makanan yang ia beli tadi. Sebelumnya ia lupa dirinya belum makan dan mandi., tapi tidak apa. Letta makan nikmat sembari menonton televisi. Ha senangnya hudp tanpa beban.,


Keluarga Samuel, mereeka sudah memiliki tempat tinggal lagi, mereka memilih rumah satu dan mengurung Viona di kamar sendiri tidak dibuka sama sekali seperti sebelumnya, ia juga memilih rumah yang jauh drai rumah warga agar jika ada yang teriak tidak lagi di usir. Mereka agak trauma diusitr oleh warga seperti kemarin.

__ADS_1


__ADS_2