
Carmon mengusap kepalanya kasar, sudah satu minggu tidak tidur dengan benar membuat kadar emosinya semakin bertambah tinggi meninggi dan meningkat pesat. Emosi batin dan juga fisik bercampur baur. Batin yang tertimpa masalah dan juga fisik yang dipacuh keras untuk terus bertahan. Carmon butuh istirahat. Tapi ia tidak boleh istirahat.
Bukan tak dibolehkan seseorang tapi tubuhnya yang menolak.
Suara Pintu miliknya diketuk, “permisi tuan.”
Carmon melirik Baron diepan pintu miliknya yang memang terbuka sedikit,”Iya masuk...,"baron masuk dengan wajah yang dingin. Carmon menatapnya dengan serius. "informasi apa yang kau bawa?” Tanya Carmon kepaladanya tak sabaran. Baron mengangguk.
...----------------...
Areta, sosok yang sejuta trauma dan sakit jiwa, pernah mengalaminya depresi besar hingga kakaknya sangat melindunginya jauh lebih bedar dari saudaranya. Meksipun begitu tak ada alasan untuk areta membenci kembarannya yang berubah, tapi karena pengalaman yang mengajarkan dirinya untuk terus dipriorotaskan membuat ia selalu ingin diutamakan. Selalu ingin menjadi nomor satu, didahului oleh kakaknya. Katakan jika dirinya egois tapi itulah dirinya.
Areta menatap wajah kakaknya yang tertidur di sampingnya. Wajah kakakmnya sangat terlihat lelah dan juga indah, areta mengusap wajah kakaknya lembut.”kakak... jika aku aku bilang aku cinta kakak, apa kakak akan membenciku?” areta menatap kakaknya sendu. Rasanya sesak.
Yah.. guratan tali persaudaraan mereka membuat Areta terus merasa tertekan dan ketakutan, tertekan karena ia mencintai kakak kandungnya sendiri. Hidup selalu bersama dengan kakaknya, apapun yang diinginkannya dituruti, selalu dipriorotaskan. Bahkan selalu melakukan begituan adalah hal biasa untuk mereka.
Areta selalu merasa jika bersama kakaknya Zaxi dirinya seperti perempuan pada umumnya, di hargai, di sayang, penuh kasih dan berharga. Zaxi tidka pernah memperlalukan dirinya seperti perempuan murahan. Tak pernah pula menyakiti dirinya.
Sudah berkali kali areta dan zaxi melakukan hal yang tak pantas untuk adik kakak, kalian pasti paham apa yang dimaksud areta. Tapi tak sekalipun zaxi memperlalukan dirinya kasar, selalu menenangkan Areta sampai Areta merasakan tuntas. Zaxi tidak pernah pula melakukan hal tak pantas padanya kecuali dirinya sedang kambuh. Zaxi sangat menjaganya, menghargainya dan menyayanginya penuh warna.
__ADS_1
Areta terkekeh. Dirinya memang gila, mencintai kakak kandungnya. Jika dunia mengetahui dirinya semenjijikan itu, kata apa lagi yang pantas untuk dirinya selaion murahan dan menjijikan? Areta tidak tau lagi kalimat apa yang pantas untuk dirinya santdang. Areta hanya tau jika dirinya salah dan ia kecanduan dalam kesalahan yang ia lakukan
Iya... Ia kecanduan dalam kesalahan.
Sedangkan di rumah Samuel, keluarga Samuel sangat tegang karena jesika sama sekali belum ditemukan oleh banyak orang., anak itu hilang bak ditlan bumi, ada cctv disekolahnya tapi mereka tidak Nampak di cctv.
Anak itu ilang bak ditelan alam.
Jastin? Ia diluar neri mengurus masalah perusahaan, sampai ia tak sadar jika Agatha istrinya, dihukum lima tahun penjara. Ia sama sekali tidak tahu, ia terlaliu fokus pada perusahaan supaya mereka tidak jatuh miskin. jastin tidak mau hidup serba kekurangan. Ia tidak ingin.
Letta mengernyitjan dahi, merasa tak nyaman saat ia tduduk ditempat tidurnya, hari sudah pagi, menunjukan pukul 7pagi. Ia sudah membersihkan diri tadi dibantu dengan Putra, hanya mengompres beberapa bagian tubuh seperti wajah, tangan dan juga kaki. Tapi sekarang letta merasa jika ada yang tak nyaman dibagian miliknya.
Sampai sosok Putra keluar dari kamar mandi menggunakan baju putuih abu abu miliknya sembari mengusap rambutnya.” Baru tau kalo dirumah sakit airnya nggak ada air hangat. Yaampun dingin banget.” Putra menggigil memeluk dirinya. Biasanya ia selalu mandi air hangat jika dipagi hari atau bahkan malam hari. Ia tidak terbiasa.
Putra menatap letta gemas.” Nah karena ini rumah sakit lah harusnya menyiapkan lebih lengkap lagi fasilitas nya, Yah nggak apa apa lah kalo kita mau minta lebih. Ayang tau kan kalo kamar yang kita pesan ini VIP yang artinya bayaran yang kita keluarkan itu cukup gede. Kalo di sini satu malam bahkan habis lima juta kalo dihotel Cuma enam ratus ribu udah dapet bintang lima, plus dengan makanan makanan lezat dan pelayanan lain. Kamar bagus dan semuanya. “Tegas nya dengan kesal.
Letta menatap Putra mengerjab pelan.”Ini rumah sakit bukan hotel.” Putra menghela nafas mengangguk.”Iyain ajalah yah. intinya ini nggak wort it.”Ujarnya mengangguk ngangguk yakin., letta hanya menggeleng geleng pelan.
Putra cerewet.
__ADS_1
Letta memilih bangkit dan berdiri. Putra segra melempar handuknya membantu Letta berdiri.”kalo mau apa apa tu minta tolong dong, jangan gitu. Nanti jatoh gimana?” Putra penuh kehati hatian memegang lengan letta.
Letta menggeleng.”gue bisa jalan sendiri.” Ia kekeh ingin berjalan sendiri meski kakinya sendiri masih sangat bengkak dan belum bisa berjalan dengan baik. Letta sudah melakukan ini berulang kali, sakit fisik bangkit sendiri, berjalan sendiri, merasakan sakit sendiri. Tak ada alasan dirinya untuk mengeluh atau hanya diam meminta mantan orang lain saja.
Putra tetap kekeh mmgang tangan letta.”Big no, kalo ayang di samping Putra, itu artinya ayang adalah tanggung jawab Putra, kalo ayang jauh yah tetep aja ayang tanggung jawab Putra tapis eneggaknya putra enggak bakal biarin ayang terluka.” Ujart Putra menggoda Letta.
Letta mendengus.” Alay. “
"Ih alay. Emang ayang tau arti alay apa?” Tanya Putra menatap Letta gemas.
“ anak jablay?” Jawab Letta,
Putra malah terkikik menggeleng.” Alay itu artinya. Anak layangan kalekk.. Ih ayang kolep.”ujarnya menggina Letta,
Letta menahan diri agar tidak mengeolak kepala Putra karena geregetan.”: kan gue udah tua, loe masih ABG labil wajar lah tau banyak bahasa lebay.” Ujar letta tak ingin kalah, benar kan? orang dewasa biasanya jarang tau bahas agaul tidak seperti Putra yang terlihat anak hits.
Putra tak menjawab lagi ucapan letta. Matanya melotot melihat kasur.”ayang.. ayang berdarah.. ayang nggak bilang sama Putra kalo ayang terluka.” Putra menatap letta heboh dan juga melotot. " Bilang ayangbyang maka Luka...!"
Letta menatap Putra heran lalu menatap tatapan yang putra tujuh. Mata letta nyaris melompoat karena kaget. Dikasurnya ada noda darah. “ayang putra panggil dokter dulu, ayang tunggu disini...” Putra sangat khawatir sampai menyuruh letta duduk.
__ADS_1
Letta menggeleng memegang tangan putra.” Nggak, gue enggak luka.” Letta menatap Putra melotot gar tidka memanggil dokter. Mau taru dimana wajahnya jika dirinya ketahuan sedang datang bulan dan anak tengik ini malah memanggil dokter?
Putra menatap letta melotot.”Gimana nggak luka? itu ayang udah banyak banget darah loh. Ayang ngak bilang kalo punggunga ayang terluka, pasti gara gara ayang nggak bisa diem. Kan udah putra bilang diem aja biar putra bantuin ayang., ayang sih nggak denger putra banget. Nakal banget.”Putra bak emak emak yang memarahi anaknya.