Balas Dendam Karena Satu Malam

Balas Dendam Karena Satu Malam
Tidak bisa


__ADS_3

...Hay Hay.. jangan lupa Tinggalkan jejak yah......


“Kau marah aku menahannya ha?”Tanya Rahiel terkekeh melirik Ziko yang terkapar tak berdaya di lantai, Ragiel tidak yakin jika nafas nya masih ada saat ini.


Letta menggeleng.” Berhenti bicara hal yang sudah tau jawabannya. Dia adalah orang yang aku butuhkan untuk berada di sisikiu, aku butuh orang untuk mendukungku balas dendam.” Bisik Letta pelan. "Dia hanya orang orang ku, aku masih membutuhkan dia untuk rencana ku selanjutnya. " Ujar Letta pelan, setenang mungkin, amarahnya sudah terkuras, semakin terlihat marah maka Ragiel akan semakin menyakiti Ziko. Ragiel akan semakin tau jika Ziko adalah orang orang penting dalam. hidup Aletta. Letta tidak ingin kehilangan Ziko.


Mengapa tidak melawan? Lemah? Iya sebab kalian tidak ada di sini, menjadi Letta dan hidup seperti Letta. mangkanya ia terlihat lemah dan menyedihkan.


“ Tapi yang aku lihat kau menyayanginya. Jadi aku harus membubuh keempat orang di sekelilingmu agar kamu tidak tersakiti lagi. oh ayolah sayang, mereka hanya membuat kamu terluka nanti, jangan mempercayai siapapun yah.” Ragiel berkata lembut, mata teduh miliknya seakan malaikat sama sekali tidak singkron dengan apa yang ia lakukan pada orang-orang Letta miliki.


Letta tidak tau dari mana pikiran Ragiel yang gila semacam ini ia dapatkan. Ragiel tidak waras, sebab tidak ada orang yang waras ingin membunuh orang lain hanya karena takut tersakiti.


Tidak ada manusia yang bisa hidup individu, satu sama lain membutuhkan seseorang. Ragiel memang memiliki trauma mendalam untuk keluarga anaknya dan cucunya yang mati karena pengkhianatan, tetapi ini salah...


Letta mengeleng.” Kek.. plis.” Gumam Lertta pelan menatap Ragiel. Ragiel mengeleng. “No baby.. kita harus memotong tubuhnya, menggoreng hatinya dan membuat just darah nya sebelum kau si khianati dan disakiti. itu terlihat sangat menyenangkan bukan?”Tanya Ragiel.


Letta mengepalkan tangannya menatap Ragiel mengambil pistiol yang ada di saku kananya melemparnya pada Ragiel. Ragiel menangkapnya pelan menatap Letta. Letta membuka blazer nya dan berkata.”Bunuh aku saja...” Ujar Letta mengangkat kedua tangannya datar.


Ragiel mengerjab menatap Letta. Letta mengambil pistol lain di sisinya dan mengarah dikepala Ragiel.”Atau lebih baik kita sama sama mati agar kakek percaya jika Letta hanya punya kakek hmm.. agar kita ke syurga bersama.”Ujar Letta terkekeh pelan. Ragiel tertegun menatap Letta. Letta diam menatap Ragiel tak bicara lagi.


Ragiel melirik Ziko. " Sebesar itu yah..” Gumam Ragiel.


Melirik salah satu penjaga dan Bugh... Letta melebarkan mata melihat kepala Zikpo ditendang. Letta segera mendekati Ziko. Tapi kedua penjaga menahannya. " Jangan sakiti dia... Dia bisa mati, aku masih membutuhkan dia...!!!" Teriak Letta datar memberontak menendang dua orang tersebut, keduanya cukup kualahan.


Bugh. Tuhuh Ziko kembali dipukul, sekarang menggunakan tongkat bisbol. Letta terdiam sejenak merasa dadanya menyempit melihat hal tersbeut menatap ragiel datar.


Baik harus tenang, jangan terlihat menyayanginya.. Iya..' Batin Letta sejenak menghentikan aksi pemberontakan melirik Ragiel yang ternyata juga sudah menatapnya sedari awal.


Ragiel melihat Letta tak melawan lagi menyeringai, meletakkan pistol dikepala Ziko.


Letta diam menatap hal tersebut, menghilangkan amarah dan juga rasa menyesakkan di dadanya.


Dar.. Letta merasa ada bagian hati yang hilang. Menatap nanar Raiel yang menyeringai menatap Letta yang diam menatap tubuh Ziko yang sudah tak lagi bernyawa. Semua bagian sendi ditubuhnya terasa nyilu dan terlepas dari baut kehidupan.


Lagi, sekarang ia harus merasakannya, menatap nanar kepala yang sudah mencucurkan darah tersebut serta tubuh yang kejang kejang. Bibit Letta keluh. suaranya tercekat habis meninggalkan rasa sakit yang tiada ujungnya.


“Oh cucuku sayang. Wajahmu terlihat sangat menyedihkan..!!!” Ragiel menekati Letta yang menatap mayat Ziko nanar. Terkekeh mengusap kepala Letta.

__ADS_1


Letta menahan tangan Ragiel dan Bugh.. semua penjaga mendekati Letta yang membanting tubuh Ragiel.


Uhukk. Letta memuntahkan darah terkekeh melihat Ragiel yang kaget. Yah tubuhnya tak bergerakk akibat merasdakan jantungnya sakit, dikendalikan oleh Ragiel. Ia tidak bisa bergerak.


Letta terkekeh pelan dan Dor.. tembakanya meleset karena jantungnya semakin mencengram, hanya mengenai bagian dada atas Ragiel. Ragiel terkaget melepaskan diri dari Letta yang jatuh memegang dadanya.


Dua orang menahan Letta, tiga membantu Ragiel berdiri. Letta diam memegang dadanya yang sakit, terduduk lemah. Ragiel terkekeh tak menangis atau kaget, “Oh sayang, sekarang kembali gagal, lain kali kau harus lebih berusaha yah.. “ Ujar Ragiel terkekeh mendekati Letta. Mengusap kepala Letta sayang. Tubuh Ragiel menggunakan baju anti peluru,. Letta baru sadar.. Letta menahan diri untuk tidak berteriak, ia tidak bisa bernafas.. jantungnya berhenti.


Ragiel mengambil mangkuk dan mengambil darah Ziko tersebut, mendekati Letta “Mau bernafas kan???” Tanyanya tersenyum. Letta diam tak menjawab, diam memejamkan mata.


Ragiel terkekeh.” Yasudah, kakakmu Ziko dan Areta akan aku jadikan-----” Letta membuka mulutnya kecil. Ragiel terkekeh menepuk kepala Letta dengan pelan.,” Anjing pintar.”


Letta diam memejam kan mata meminum darah sahabatnya. Letta mengepalkan tangan merasakan asin dan anyir itu menyengat, tak menangis tapi ia tau ini rasa sakit yang dalam. Ragiel terkekeh melangkah mundur.” Goreng hatinya untuk menu makanan malam ini.” Ragiel meninggalkan Letta yang terduduk mengambil nafas rakus. ragiel membuka segelnya. Letta terkekeh menatap Ragiel menjauh.


Baik Letta kembali gagal, melirik Ziko yang sudah terkapar nyeri, mendekat dan mengusap wajah Ziko yang penuh darah. Mengusap pelan pipinya berkata.” Aku berjanji akan membalasnya. Maaf.” Letta mencium kepala Ziko pelan dan meningalkan tempat tersebut.


Tapi rasanya sangat sulit, ia bertahan duduk memeluk tubuh Ziko, ingin menangis tapi air matanya tak juga keluar. Letta terduduk memukul dadanya yang sakit. Tuhan sakit sekali rasanya, Letta tidak sanggup. Tapi ada yang harus ia lakukan, setelahnya Letta berjanji akan melakukan tugas akhir.


iya Aleta berjanji.


...----------------...


Areta memukul mukul dadanya sesak. Infus ditanganya sampai mengeluarkan darah akibat terlalu banyak pergerakan. Perawat yang mendatangi kamarnya kaget menatap Areta. “ Nona.. kenapa nona? Apa kah ada yang sakit??” Tanya dokter perempuan yang berusia 35 tahun panic.


Areta menatap dokter perempuan tersebut mengangguk, menepuk dadanya.”Sakit dok hiks hiks. Skait hiks.” Areta terus menderaikan air mata menepuk dadanya, terasa sangat sesak, menghimpit bagian sudut hati. Areta tidak tahu mengapa begini, Areta merasa ini seperti dirinya dulu kehilangan sesuatu yang berharga semacam Kembarannya Aletta dan keluarga nya?


Dokter tersbeut panic segera mengecek dada milik Areta, menahan tangan Areta agar tidak bergerak kembali, ini cukup bahaya bagi pasien, saat diperiksa Areta terus menangis. Dokter merasa tak ada salah bagian dada Areta. Menghela nafas sejenak. “ Jangan menangis, nanti semakin sesak.” Bisik dokter.


Areta menggeleng, ia bukan sesak nafas, Areta tidak membicarakan ini. air matanya terus mengalir sampai tubuhnya diberi obat tidur untuk penenangan, tak baik, sebab suara Areta sudah tersedu-sedu . menangis yang sudah menambah kadar rasa sakit semakin dalam.


Dokter juga tidak tau mengapa ia bisa merasakan sakit, sebab dalam pemeriksaan dada Letta tidak menunjukan sakit apapun.


Zaxi melangkah memasuki kamar areta angat klaget melihat beberapa perawat dan dokter yang menangani adiknya. Bunga yang ada di tangannya terjatuh menatap nanar sang adik, segera bergegas mendekat, menatap dokter yang berdiri diujung kaki sang adik. Dokter disana menatap Zaxi yang memauski ruangan.


“Ada apa dok?” Mafas Zaxi seperti tercekat tulang ikan gaib. Sulit mengeluarkan kata-kata. Iya sebab suaranya lah tulang yang mematikan.


Dokter menatap Zaxi sendu.” Pasien tadi tiba-tiba ditemukan oleh perawat sedang menangis histeris, sampai memukul dadanya, katanya dadanya sesak dan sakit. Tapi dalam penanganan dadanya tidak ada yang salah, nanti kita akan melakukan ronsen dibagian orgam dalamnya kembali untuk memastikan apakah ada bagian yang memar atau bagian yang terluka karena insiden yang melukai adik anda. “ Ujar dokter dengan pelan.

__ADS_1


Zaxi mendengar penuturan Dokter menjadi sangat kaget, menatap pelik pada dokter.” Bagaimana bisa tidak ada sakitnya sok? Jadi sekarang mengapa adik saya tertidur dok?? apa masih terasa sakit?”Tanya Zaxi lagi. rasa khawatir dan banyak pertanyaan menyusup dikepala miliknya.


Dokter menepuk bahu Zaxi pelan, membawa Zaxi keluar. Zaxi diam menatap dokter yang merangkulnya. “Pasien terpaksa kami beri obat tidur karena sepertinya pasien terasa sangat sakit, jadi pasien sekarang sedang tertidur. Sebentar lagi kita akan memindahkan pasien ke ruang laboratorium jadi bapak tenang saja yah. doakan adik tuan sehat kembali.” Zaxi tercenung melirik dokter yang pegi bersama beberapa perawat. Melirik Areta yang sudha tertidur. Saat tertidur pun air mata Areta masih terlihat menetes. Zaxi tidak tau, yang jelas rasa benci untuk keluarga Sam semakin membesar.


...----------------...


Letta diam menatap pemakaman Ziko yang dihadapannya,, menggenggam bunga lili putih ditangannya, air mata Letta sama sekali tidak jatuh, tapi percayalah, hatinya saat ini diobrak abrik paksa oleh kenyataan, disana ada Diki, Tiger dan Ando yang menangis histeris memeluk makam dari Ziko. Pemasukan petih dimulai, mereka tetap meraung sangat menyenduh.


Awan tampak kelam, berkabut sebagaimana hati insan yang berduka, beberapa anak buah mereka juga menggerumbungi makan melihat acaranya. Jasad Ziiko ditemukan dijalanan dalam keadaan mobil yang sudah hangus bersamaan mayat didalam sana hangus tak berbentuk, susah menjadi abu dan juga arang, semua tidka tau apa yang terjadi, semua hanya tau jika Ziko kecelakaan.


Siapapun terpukul saat ini, bakan Bara juga terlihat menangis memeluk nisan Ziko. Pemakaman selesai Letta kembali merapatkan kaca mata miliknya untuk menutupi matanya. satu persatu orang bubar menyisahkan Letta dan juga ketiga temannya. Mereka tetap menangis histeris mengusap makam Ziko.


Letta berdiri diam menatap semuanya. Diki melirik Letta yang sama sekali tidak menangis mengepalkan tangan.


Diki mendekati Letta yang diam menatap mereka. Bugh. Letta terhuyung merasakan tubuhnya didorong kuat oleh Diki. Letta terdiam sejenak merasa punggungnya menyentuh tanah, pikiran Letta sangat kacau, jadi tak bisa membaca situasi saat ini.


Mata Letta menatap mata Diki yang menatap tajam maniknya. Mengepalkan tangan memukul wajah Letta kuat. Letta tetap diam merasakan pukulan tersebut. Diki menangis menarik jaket hitam milik Letta, Letta diam merasakan tenggorokannya menyempit. Mata Diki penuh derai air mata mengeraskan rahang bengis pada Letta.. tangan satu Diki menunjuk arah pemakaman Ziko. " Liat Lett. Ziko meninggal..!!"


“Diki...!!” Bisik Ando yang menangis menatap diki yang menghajar Letta.


Tak ada yang memisahkan, tubuh mereka terlalu lemah untuk melakukan suatu hal sata ini. diki mengeratkan tanganya dileher Letta, menarik keras kera jaket. “ Letta liat, dia Ziko yang mati matian menahan kami untuk terus menahan loe, bela loe sebagaimana sikap keras loe selama ini. liat dia mati Let, dia mati..!” Bisik Diki keras. Air mata kembali mengalir deras. Ada banyak kenangan bersama Diki, teman yang sudah menemani sedari Sekolah menengah, sekarang terbukjur kaku dan dikubur dihadapan mata.


Diki menangis lagi mengusap air mata, mengeratkan tangannya dileher Letta. Menarik kaca mata Letta yang menutupi mata Letta. ,mata datar dan kejam tak ada tangisan. Diki kembali menangis dbersamaan terkekeh menatap mata Letta yang tidak ada apa apanya, seakan Diki tidak memiliki posisi penting dalam hidup Letta.


“Hahaha gue ngeharapin loe apa si Let? Bahkan detik terakhir dia mati aja loe enggak ada nangisin dia.. Anjing loe let.. Bugh.” Diki memukul pipi Letta lemah, tenaga ditanganya terkuras habis.


Letta diam menerima pukulan dari Diki, semua ini benar, tidak ada salahnya, ia yang salah, menjadi bajingan cupu, k3paratlah kau Leta..!!!


Letta merasa ini semua tidak sebanding. Harus nya bunuh saja ia.


“ Diki udah Diki..!!”Ando menahan tubuh Diki.


Diki memberontak tetap menarik kera jaket Letta. Menatap bengis Letta. Ando sudah menangis lemah menahan Diki. “Diki udah dik. Hiks hiks.” Ando melirik Lretta nanar, tersirat kekecewaan yang mendalam.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2