Balas Dendam Karena Satu Malam

Balas Dendam Karena Satu Malam
23


__ADS_3

Rasa kemarahan Letta hanyalah bualan semata, ia hanya ingin terlihat baik dihadapan Carmon, dan menjadi orang yang paling ia percaya. Jika bisa ia mau Carmon jatuh cinta padanya. Lalu ia akan membuat Carmon sejatuh-jatuhnya sampai ia mengkhianati keluarganya sendiri. Dan disitulah ia akan membunuhnya bersama keluarga itu.


Jika kalian takut Letta akan jatuh hati? Maka jawabannya tidak akan, sebab hati Letta sudah mati. Mati ketika tragedy 17tahun yang lalu. Dimana semuanya mati. Bahkan hidup Letta sudah mati dikalah itu dan yang sekarang hanya ada raganya saja lagi... Raga yang diasa untuk membalas semuanya..!


Dan disinilah sekarang. Letta pulang bersama Carmon yang sedari tadi diam dan merasa bersalah. Ia merasa bersalah karena tadi sudah membuat Letta kecewa. Tapi ia harus apa? Meminta maaf? Atau apa? Tapi rasa gengsinya lebih tinggi dari apapun..


”Hmm... Maaf.”Gumam Carmon lirih dan mengalah disana.. ia tak kuat melihat Letta diam saja sedari tadi.


Letta disana meliriknya sebntar. Hari sudah sangat gelap, didalam mobil itu ada tiga orang, satu supir dan mereka berdua.. dibelakang ada satu mobil bodyguard juga. Letta disana menyeringai dalam hati dibuatnya... namun ada yang kebih penting, ia melirik kedepan karena ia sudah melihat mobil truk yang besar itu sudah ugal ugalan. Hari sudah malam dan ini hutan..!!


Dan Krek..


”Kau mau apa ha?!!” Pekik Carmon dikalah Letta membuka pisau dibalik bajunya.. Letta disanapun menatap Carkon dan berbisik.


“Jangan keluar apapun keadaannya..”Ujarnya disana. Carmon diam berdetak hebat menatap Letta yang begini.. Lalu Letta Diana mengikat sabuk pengaman Carmon lebih kuat lagi dan mengenakan dia dengan jaket hitam kulit miliknya membuat dirinya hanya mengenakan baju tangktop saja.


“Hey apa yang kau lakukan..!!” Teriak Carmon disana tak mau. Namun Letta tetap kekeh hingga ... mobil yang dikendarai didepan itu dengan sengaja menabrakkan diri kemobil Letta. Sebenarnya Letta ingin menghindar dan membantu. Tapi tidak seru. Ini saatnya dia mengambil hati keluarga Samuel ini. Ia akan membuat dirinya orang yang paling dipercayai.


Arghh.. clinggkk.. Mobil Letta dan Carmon naiki tak terkendali akibat kecepatan yang diatas rata rata itu dan terpental hingga menggelinding sampai kepembatas jalan. Carmon disana memekik dibuatnya dan memeluk Letta supaya tubuhnya tidak terluka. Letta disana diam saja dan mulai menghitung tempo..


Benar.. Puluhan orang keluar dari mobil itu hingga Letta disana dengan gesit membuka bauk pengaman Carmon.. itu berguna supaya tubuh Carmon tak terguncang.”Kau lari dan sembunyi.. cepat.. mobil ini tidak aman, nanti akan meledak.”Ujarnya berbisk.


“Tapi ka—“


“Aku bodyguardmu bodoh. Dan mati sudah menjadi taruhanku. Cepat..!|’'Teriaknya hingga Carmon diam mengangguk. Ia mulai keluar lewat jendela dan dengan gesit Letta medorongnya keluar. letta disana menyeringai lalu diam merasakan tubuhnya penuh luka karema serpihan kaca. Ia bahkan menghisap darahnya sendiri bagaikan vampire.


“Brak... dimana dia.. cari mereka..!” Teriak dari luar membuat Carmon dengan cepat kepembatas jalan dan mulai bersembunyi., mencaro pohon paling bagus untuk ia sembunyikan dirinya. Ia menatap mobil mereka kendarai itu sudah hancur..


Namun ia tak sadar jika ada yang mengikutinya..

__ADS_1


Dan cap... arghh..!!!! teriakan itu membuat Carmon terdiam menatap kebelakang. Ternyata dia mati katena sudah dibunuh bodyguardnya yang lain.. Ia diam disana


“Ayo tuan.. ikut saya, saya disuru nona Letta untuk melindungi tuan.”Ujarnya. Carmon diam tak bisa berkata apapun lagi menatap seseorang yang mati ditusuk itu.


Mobil Letta dikepung dan beberapa bodyguard yang lain sudah berkelahi. Letta disana pun keluar dengan tubuh banyak luka,. Bahkan hidung mancungnya sekarang terluka membuat ia mengusapnya dan menjilatnya dihadapan semua orang menatapnya. “Mau apa kalian?”Uajarnya Letta disana dengan santai dan dingin.


“Dimana Carmon?”Tanya dari tubuh yang paling kekar. Wajahnya? Sudah tua dan cukup gagah.


Letta disana mengangguk dibuatnya. “Ini dia.”Ujarnya melemparkan bom membuat ia menangkapnya kaget. Mereka tidak tau itu bom.


Dan Duar.... Argh.. mereka kaget dengan bom Mini itu. Meledak diatas tangan ketua mereka hinga beberapa juga gerluka.


Letta terkekeh melihatnya.”Bodoh.”Gumamnya disana.. lalu duduk diatas pembatas jalan. “ Disini tidak ada Carmon.”Ujarnya datar danm jujur.


"Apa yang kau lakukan...!!! " Teriak ketua mereka kasar Disana.


"Hanya mainan...!! " Ujar Letta terkekeh.


Tuar.. ia menembak tepat dikepala ketua mereka dan mulai menyerang mereka. Semua disana membantu Letta. Jumlah mereka sangat sedikit. Hanya tiga orang bersama Letta membuat Letta disana cepat mematahi serangan mereka supaya mereka selamat.


Seseorang memainkan pisua pada Letta tapi Letta hanya tersenyum manis.


Slap... pisua itu terkena lengan Letta membuat Letta haus darah.. Letta menatap darahnya penuh binar dan mengusapnya ketangan. Letta menatap mereka dan mengisap daranya sendiri bagaikan kelaparan.


”Gila..!!” Gumam mereka. Letta tergelak bagaikan dewa kematian lalu mulai kembali menghabisi mereka. Bagi Letta. Darah itu adalah obat kuatnya. Ia candu akan darah. Bahkan dengan darahnya sendiri.


Disisi lain ada Carmon yang sudah bersembunyi menatap Letta dengan terkejut. Hingga Letta menghabisi banyak orang itud engan tanganya sendiri, bodyguardnya beberapa sudah terkapar hanya Letta dan satu bodyguardnya lagi. Sedangkan lawan masih tiga orang” Kua bantu dia cepat..!” Ujar Carmon pada bodyguard yang menurutinya sedari tadi.


“Maaf tuan.. tidak bisa.”Jawabnya cepat. Carmon mendelik melihatnya tak terima.

__ADS_1


“Sebab aku sudah diutus oleh nona Letta menjaga tuan. Tuan tenang saja. Nona Letta pasti akan menang.”Ujarnya disana dengan cepat supaya tidak dibantah lagi.


“Dia itu perempuan hey.. dan dia sudah terluka. Cepat bantu dia atau kau akan ku pecat..!” Ancamnya disana melotot dan tak terima kepada pengawal satu ini.


Pengawal itupun kembali menjawab.”Dan nona Letta berkata jikapun saya dipecat itu tidak apa-apa, dia yang akan membayar saya asalkan tuan selamat dan juga sehat tanpa luka sedikitpun.”Ujarnya tulus dan jujur disana,.


Carmon bahkan tertegun mendengarnya, apakah Letta seprhatian itu padanya? Bagaimana bisa? kenapa? Ia mengerjab dan menghela nafas lagi. “Kalo begitu biar aku membantunya.”


“Dan itu artinya tuan tidak menghargai kerja keras dirinya yang menjaga tuan..” Ujar penjaga itu tegas,


Carmon diam disana mendengarnya. Benar? Tapi bukankah jika beginmi rasanya dirinya seperti pengecut? Bersembunyi ditengah tengah pemburuan? Lagipula ia juga laki-laki kan? Tapi nanti Letta tambah marah lagi engannya.. hinga ia tak sadar pertarungan Letta selesai dan penjaga itu sudah menghubungi Letta dimana dirinya dan Carmon bersembunyi.


“Kau masih mau disini?”Tanya Letta disana dnegan luka dipipinya dan hidungnya.. Carmon terkejut dibuatnya.


”Pulang.”Ujarnya menarik tangan Carmon membuat Carmon diam. Dia letta?


“Kau baik-baik saja?”Tanyanya.


Letta mengangguk.”Seperti yang kau lihat, aku baik baik saja.”Ujarnya.


Carmon mengerjab tak enak disana lalu mengangguk. Mereka pergi meninggalkan tempat itu dengan cepat.. Letta disana cukup lelah melawan banyak lawan. Ia juga sepat kena pukulan dan terjangan tapi sekarang lihatlah. Dia menang.,


Carmon mengusap hidung Letta dengan tanganya dan berkata.”Terimakasih.’Ujarnya lembut., letta mengangguk datar.


"’Sudah kewajibanku.”Ujarnya.


Carmon diam memandang diri Letta disisinya. Tak ada raut kelelahan membuat ia semakin gusar. Letta itu robot atau manusia? Jikapun manusia apa yang membuat ia menjadi robot begini?


.

__ADS_1


.


Jangan lupa tinggalkan jejak yah...


__ADS_2