Balas Dendam Karena Satu Malam

Balas Dendam Karena Satu Malam
pergi


__ADS_3

Seusainya ia keluar dengan keadaan yang lebih fres. Terlihat wajah Carmon yang sudah merah dengan kaki yang mencak mencak menghentak bumi. Caron yang sadar Letta keluar dengan tas di punggung sedang dengan keadaan lebih segar terdiam, ditangan Letta terlihat jaket berwarna putih.”Kau sudah mandi? Hanya lima belas menit?”Mata Cramon berekdip kedip menatap Letta yang sudha fres dan siap dihadapannya. Tidak mencerminkan wanita.


Letta mendenggus.”Kau sangat cerewet. Ayo..!” Tegasnya meninggalkan Carmon. Carmon mendatarkan matanya menatap Letta. Melangkah malas, sudah malas mengingatkan Letta jika sesungguhnya ia majikan dan Letta bawahan..!!!!!


Langkah kaki Letta terhenti saat didepan pintu bertemu Samuel yang sampai dengan wajah masam menatap mobil hitam terparkir rapi di depan rumahnya.


Mata Letta bertemu dengan manik mata Samuel, Samuel menatap Letta sedikit gugup tapi tertutup wajah datarnya melangkah mendekat Letta .


“Kau sudah mau berangkat Carmon?”Tanya Samuel tersenyum kepada Carmon yang menyusul di belakang Letta cemberut.


Caron yang ditanya ayahnya menatap Samuel mengangguk.”Iya Pa. sebentar lagi pesawatnya leading. Oh iya kenapa papa sudah pulang sekarang?”Tanya Carmon pelan mendekati ayahnya yang sudah didepan Letta menatapnya.


Samuel melirik Letta yang tetap menatapnya tanpa mengalihkan pandangan. Menatap Carmon gugup untuk mengalihkan tatapan Letta.”Oh papa mau ngambil file ketinggalan, mama kamu sibuk di butik, jadi tidak ada yang bisa dipercaya mengambil file.” Jawabnya pelan. hanya alibih.


Carmon mengangguk .”Yaudah kami berangkat pa. takut telat.” Jawab Carmon melirik LLetta yang masih menatap ayahnya datar, hal itu sudah biasa tak memancing kecurigaan Carmon pada Letta. Carmon melangkah meninggalkan Letta dan ayahnya yang diam ditempat,.


Samuel menatap Letta menahan kegugupan. Tersenyum tipis berkata.”Jaga Carmon yah. jaga dia dengan nyawamu sendiri... aku percayakan dia kepadamu.” Ujarnya pelan menepuk pelan tangan Letta. Letta menahan tangan Samuel dibahunya. Samuel terdiam melihat tangannya di genggaman Letta. Letta tersenyum miring menatap wajah Samuel yang membeku.” Iya..”


Samuel terdiam sejenak mendengar suara serak Letta. Letta tidak taukan jika ia yang hendak menangkap dirinya kan??


Letta melangkah meningalkan Samuel yang masih tertegun mengerjab pelan. Letta menghentikan sejenak langkahnya setelah tiga langkah. Berkata.” Aku bukan orang yang bisa kau ajak bercanda Sam. Jika kau curiga aku pengkhianat maka carilah semua informasiku, jangan mematamataiku seperti pecundang.”


Samuel merasa seperti dihina. Melirik Letta yang memauski mobil saat Carmon bverteriak menyuruhnya masak. “Pecundang...”Gumam Samuel., mendenggus memasuki rumah miliknya, ternyata Letta tidak sesederhana itu untuk ia terjemahkan. Dia terlihat berbahaya dan tdiak mudah disinggung. Samuel paham maksud dari perkataan Letta.


Dibandingkan menjadi orang yang sok tidak tahu apa apa Letta memilih untuk menjadi sosok yang terang terangan jika ia tau banyak hal, menantang agar Samuel terdiam dan tak melawan, semakin ia diam maka ia akan kalah langkah. Letta tidak ingin gagal dalam misinya di akhir nanti, jika mau gagal lebih baik di awal agar rencana lain bisa ia susun lebih baik lagi.


“Kau bicara apa si sama papa kok lama banget?”Carmon bertanya mendengus tak suka melirik Letta yang di sampingnya. “Kau bukan selingkuhan papa kan? aku lihat kau nemegang tangan papa tadi, padahal dipegang aku saja kau terlihat snagat jijik.” Carmon bertanya sekaligus mengerutu kesal. Entah apa alasannya, Carmon sendiri tidak tahu mengapa dirinya kesal melihat Letta menggenggam tangan ayahnya seperti tadi, berbeda jika dirinya yang memegang Letta, sudah pasti ditepis keras oleh sang empu.

__ADS_1


Letta mengangguk menatap Carmon”Menjadi ibu tirinya tidak terlalu buruk..!!!”


“ Hentikan omong kosong mu Letta..!!!” Bentak Carmon tambah kesal. Letta tergelak mendengar ucapan Carmon.


Letta menepuk nepuk kepala Carmon pelan.”Tenang, aku akan tetap di sampingmu dan bersamamu, tidak dengan siapapun.” Jawab Letta menatap lain arah seusai bicara..


Car,mon diam memerah, merasa wajahnya panas saat Letta menepuk kepalanya.”Aku bukan anak kecil, jadi berhenti menepuk kepalaku. Aku tidak suka diperlakukan seperti wanita.” Ia memalingkan wajah menatap jalanan, tidak ingin Letta melihat wajahnya yang semerah tomat.


Letta menoleh menatap telinga Carmon yang memerah. Letta tersenyum dan mengangguk.”Tapi telingamu mmrah, itu sudah cukup menjadi bukti jika sebenarnya kamu suka.” Jawab Letta tak segan kepada Carmon untuk menggoda.


Carmon yang digoda mengerang " hentikan Letta. Aku laki laki bukan perempuan yang bisa kau goda..!!!” Carmon menutup wajahnya dengan lengan pura pura ingin tiudur, memejamkan mata memunggungi Letta. Letta malah terbahak melihat tingkah Carmon.


Carmon menjadi semkain malu, bisa bisanya ia bertindak seperti wanita. ‘ Mati sajalah kau Carmon, sudah tak ada harga dirinya lagi kau dihadapannya.. apa kata wanitamu jika melihat kau bertindak semenjijikan ini.’ Gerutu Carmon.


Sedangkan Letta, bibirnya tersenyum miring melihat tingkah Carmon.


Sesi disini kedunya diam taka da yang bicara. Letta yang memang tidak ingin bivcara sedangkan Carmon yang gugup dan canggung, tidka tau harus bicara apa padahal ia sendiri gatal rasanya merasa kesunyian. Carmon hanya bisa diam mengikuti Letta yang diam,


Letta dan Carmon beda temnpat duduk., Letta duduk di sisi Baron dan Carmon duduk di dkat Virgo. Mereka berdampingan namun beda tempat saja. Landas hanya menggunakan waktutiga jam, mereka sudah sampai ditempat stasiun. Semua barang dibawa oleh orang orang Crammon yang sudha menunggu diluar. Letta dan Baron bangkit keluar seusai Carmon dan Virgo.


Keluar Letta menatap lapangan yang sangat luas melirik ke sebelahnya. Baron terlihat diam dan juga dungu. Letta menaikan satu alisnya.”Kenapa?” Tanya Letta pelan.


Baron melirik Letta dna menggeleng, memijit tengkuknya.” Mabuk Nona..”Ujarnya.


Letta menggigit bibir bawahnya menahan tawanya,. Baron memijit pelipisnya dna kembali berkata.” Saya baru kali ini naik pesawat nona, kemarin kemarin cuma naik motor. Jangankan naik pesawat naik angkot aja saya mual. Huekk..!” Baron memuntakkan liurnya. Ia tak tahan.


Letta kaget segera mundur, menepuk pundak Baron. Baron tak tahan jongkok memegang perutnya. Memuntahkan isi perutnya. Letta melihatnbyacukup jijik, tapi dia memijat tengkuk Baron dan memberikan air yang ada ditangannya. Baron menerimanya dnay mencuci mukanya, kumur kumur dan baru minum., baron terlihat sangat mual dan juga mabuk “Terimakasih nona..” Bisik Baron mulai bangkit. Dibantu Letta yang di sampingnya

__ADS_1


Tak jauh dari sana ada Carmon yang memutar bola mata malas, terasa ada yang membakar didadanya tapi tak ada api. “Badan doang gede tapi nyatanya naik pesawat mabuk. Norak..!” Cramon mendesis meningalkan Baron dan Letta diikuti oleh Virgo.


Baron terlihat cemas melirik Letta. Ucapan Carmon menyentil hati miliknya. Letta menggeleng.”Dia memang begitu,”


Mungkin saat Carmon dilahirkan Tuhan sedang meracik cabe tetapi malah tertanam dilidah Carmon, mangkanya yang keluar dari mulutnya hanya hawa panas saja. Baron hanya mengangguk sayu. Letta melangkah mengajak Baron untik mengikuti Caron yang meninggalkan keduanya. Baron terlihat malu, sebab ia memiliki tuhuh berotot nan kekar. Apa kata orang orang jika tau ia selemah ini?


Sampai di parkiran mereka dijempur dua mobil, Letta Carmon, Baron dan Virgo satu mobil, mobil meljau menuju hotel. Carmon mencebik saat melirik Lettya yang mengebdarai mobil, tadi sempat berdewbat jika Letta tak boleh mengendarai mobil, tetapi Carmon kekeh menyuruh Letta menyetir dengan dalih.”Diakan pelayanku, jadi wajarlah jika dia melayaniku. Supaya dia ingat kalo di sini itu aku tuannya bukan dia..” jadilah Letta hanya diam dan menyetir tanpa menjawab apapun,


Sebenarnya Carmon merasa bersalah seusia mengatakan itu, seakan merendahkan Letta. Mengingat kejadian tadi hatinya sangat kesal, tak senang. Carmon menendnag nendang kursi yang diduduki Letta kesal. Sialan mengapa sikap dna tingkahnya seperti anak kecil begini.


“Berhenti bersikap seperti anak kecil., saya capek jika anda begini terus...!!!!” Tegas Letta yang merasaterganggu ulah Carmon. Carmon memalingkan wajah bersedekap dada tak kagi menendang kursi Letta. Tak ingin bicara. Letta mendenggus melaju mobil kencang. Carmon nyaris jantungan, untung tak berteriak., Carmon diam dan tak ingin bicara pada Letta. Ia mogok bicara..!!!


Satu jam mereka sampai di salah satu hotel yang akan jadi penginapan selama tiga hari, sudah diboking sebelum hari ini. keempatnya memasuki hotel. Saat di depan refsionis mereka diberi kunci, saat Letta mau mengambil kunci refsionis menatap Letta dengan heran.”Hemm ada yang bisa di bantu?”Tanyanya pelan dan sopan


Letta yang ditanya melirik Carmon yang tetap diam. “Kunci kmaarku?”Tanya Letta dingin.


Refsionis melirik Cramon dan Letta.”Maaf nona tapi kamar yang dipesan hanya dua kamar. Jadi tidak ada kunci lain.” Jawabnya maish sopan.


Letta mendengarnya mendatarkan wajah melirik Carmon. Carmon menatap lain arah.”Aku memesan doble bad. Jadi kau akan satu kamar denganku agar kau menjagaku dua pukuh empat jam, aku tidak mau kau makan gaji buta saja. “Tegasnya.


Letta mengerjab pelan.”Kau bisa membawa Baron, kalian sama sama laki laki,. Kita ini bukan suami istri yang tidur di satu kamar.” Tekan Letta.


Carmon mendapatkan penolakan menatap Letta tajam.”hey hey. Aku tidak mau di jaga dia, dia saja mabuk dalam pesawat. Lelaki lemah itu he,m.”Carmon melirik Braon yang diam dingin. Tak senang rasanya melihat Baron. Baron yang di singgung menatap tuannya tak enak hati.


Letta menatap Carmon mendesis.”Apa hubungannya? Dia hanya belum terbiasa naik pesawat. Bukan lemah,berhenti bersikap kekanak kanakan Carmon.” Tekan Letta.


“Kau selalu bilang aku kekanak kanakan. Aku bos disini ingat..!!!” Carmon menatap Letta ikut garang. Mengepalkan tangan kesal akibat yang Letta lakukan. Kesal Letta malah mendukung baron.

__ADS_1


__ADS_2