
Putra tersenyum miris dalam batin. Bahkan Letta sama sekali tidak menegurnya bak orang asing yang tidak saling mengenal.
Putra kamu mengharap apa sih sebenarnya?
“ putra jangan tinggain aku dong. Hujan ini.” perempuan yang meneriaki nama Putra tadi berkata manja dan cemberut kepada Putra sebab bajunya benar benar basah.
Putra berdehem dan memasuki Indomaret tanpa menapik ucapan si perempuan tersebut,. Ia butuh makanan dan minuman. Perempuan itu Terlihat kesal dan ikut masuk mengikuti putra dari belakang. Letta tetap diam tak ambil kesimpulan apapun, toh itu bukan urusannya.. tak bisa ia alihkan hanya satu. Apa itu pacar putra?? Tak lebih. Tapi letta mengangkat bahu acuh menatap hujan semakin deras menjatuhkan diri di bumi. Tatapannya ada di titik yang terus di sana tak melakukan pergerakan apapun.
“Terus kita mau duduk dimana Put? Cuma ada disana kursi.” Suara gadis di samping Putra yang juga menggunakan baju putih abu-abu itu cemberut menatap Putra, di tangannya terdapat Mie cup dan juga soda. Wajah sih perempuan terlihat manis dan juga cantik, sayangnya ia pendek membuat ia menjadi tambah imut sebenarnya haha.
“ nggak usah duduk aja.” Jawab Putra acuh melirik kepada kursi di dekat Letta berharap di ajak duduk disana. tapi mustahil pastinya hahaha
” Ih putra masa makan sambil berdiri, enggak baik.” Rengek si perempuan menghentakkan kakinya beberapa kali
“ ayok Putra kita duduk disana.!!!” Ia menyenggol Putra dan menarik tangannya menuju di kursi yang kosong tak lain di meja milik Letta.
Suara berisik yang letta tebak suara keduanya, tapi letta tetap acuh sampai dua sosok sembari bergandengan mendekatinya dan menyapanya ramah. Tangan mereka berisi kan mie dan soda yang berada di dalam pelastik
Perempuan di sisi putra menatap Letta ramah dan sopan.” Halo mbak,. Kita boleh duduk di sini nggak? Soalnya udah neggak ada kursi lagi nih.” Ujarnya merasa tak enak. Tersenyum culas agar terlihat sopan. basa basi sebagai manusia yang membutuhkan sesuatu.
Letta memandang perempuan itu dari atas ke bawah, keadaannya benar benar basah tapi putra tidak memberikan dirinya jaket, menyedihkan, Letta menganguk memberesi sampah miliknya di atas meja.
si perempuan terlihat tersenyum bahagia.” Makasih mbak, maaf ganggu waktu mbaknya, maaf kalo bikin nggak nyaman..” ia segera duduk di hadaoan letta diikuti oleh putra yang menatap letta sulit di artikan. Langkahnya bahkan berat duduk di samping letta.
Letta tetap acuh, meski begitu Letta akui jika perempuan ini cocok dengan Putra, dia ramah, baik, tutur bahasanya juga sopan. Letta Makan topoki miliknya dengan khidmat seperti mereka mahluk kasat mata.
Perempuan di samping Putra menatap letta yang diam tak bicara pun tersenyum lagi mencoba mengajak bicara.” Nbak kenalin nama aku Caca, ini putra temenku. Mbak namanya siapa?” ia menandakan tangan hendak berkenalan. Rasanya kurang sopan jika duduk bersama tapi tidak saling bertanya nama.
Letta menatap tangan itu dingin, mengangguk.”tangan saya kotor. Nama saya leLetta.” Jawab Letta,.
Caca menarik tangannya dengan cengengesan untuk menutupi kekikukan dirinya. Menggaruk keningnya tak gatal.” Maaf yah mbak hehe,” ujarnya pelan.
Letta berdehem., maaf untuk apa??
" Oh iya.. Saya lupa." Caca menepuk keningnya melirik Putra, menyenggol lengan putra tapi putra malah abai masih dengan mengambil minum dan tak menatapnya. Caca mendengus. " Ini namanya Putra mbak, calon pacar saya hehe. Maaf yah dia tu emang gini. sol dingin padahal mah hot." Ujar Caca dengan cengiran Lucu.
" Apa sih Ca. Ngomong sembarangan." Sahut Putra tak senang menatap Caca dingin.
Caca mendapat gertakan dari putra tetap mempertahankan senyum lucunya. " Kan beneran. Memang kenapa sih Putra kok gitu amat sih. datang bulan ya..' " Goda Caca dengan kekehan kepada Putra.
" Najis.. Nggak usah SKSD." Jawab Putra ketus. Wajah Caca yang tadinya tersenyum menjadi hambar dan tersenyum masam. Melirik Letta yang tak menatap keduanya tapi Caca tetap saja malu dan tak enak hati.
__ADS_1
" Maaf yah mbak. Ganggu mbak pasti kan." Ujar Caca mengaduk mienya tak berselera.
Letta berdehem. " Yaa...."
Putra dan Caca mulai memakan mie instan yang mereka beli mengabaikan kejadian barusan. Putra mengusap pelipisnya kepedasan. Ia tak sadar mengambil minuman milik letta dan meneguknya sampai habis.
Letta diam saja melihatnya. Putra menghela nafas menaruh mie di atas meja karena tidak kuat. ia mengambil minum lagi entah minum siapa. Mie masih banyak, ia baru makan dua suap tapi sudah sangat kepedasan.
Tapi enak..
Bugh..
"ehh... "
Mie yang miliknya di atas meja tiba tiba jatuh tersenggol makanan Letta. Putra kaget menatap letta. Cacapun tak kalah kaget. Letta terlihat santai dan berkata.” Sorry. Ketiban Chiki ciki. Saya ganti mie gue yang ini saja.” Ia memberikan mie kari ayam miliknya pada Putra santai tak merasa bersalah sama sekali.
Putra menggeleng pelan menatap mie milik letta.”nggak usah. Gue beli lagi aja.” Ia bangkit tapi Letta menahan tangannya.
”makan.. gue nggak nggak mau utang rasa bersalah, lagian ini salah gue.” tegas Letta.
Puytra tertegun, bak hipnotis menganguk memilih makan mie milik Letta, diam diam dirinya menggigit pipi dalam miliknya, apa Letta sengaja melakukannya karena melihat dirinya kepedasan? apakah Letta perhatian kepadanya? Haha kenapa rasanya dirinya ke GRan yah?. Letta tersenyum tipis melihat yang dilakukan oleh putra, terlihat tersneyum bahagia memakan mie yang ia berikan.
Caca melirik putra tak senang.” Itu udah dia cicip loh tadi.” Bisik caca.
“ Terus kenapa kamu mau. Gimana kalo dia jebak kamu dan kamu kena penyakit menular?” bisik caca geregetan lagi kepada Putra di sebelahnya.
“Jangan membicarakan orang di depannya. Jika mau sekalipun bicaralah yang jelas bukan berbisik tapi tetap terdengar.” Letta berujar dingin. Caca mendengus mendengar Letta, memilih makan lagi. Putra diam diam mengangguk pelan. letta menghela nafas.
Letta Memberesi makanan miliknya. Hujan sudah mau berhenti, ia tadi juga sudha membeli payung dari tokoh. Letta meninggalkan Putra dan Caca yang diam saja sedari tadi.
Putra melirik Letta pergi tanpa pamitan, menghela nafas. mengambil minum yang berada di sisi kanannya, lalu tertegun melihat minum yang dirinya beli Masih tersegel.
Terus tadi dirinya minum minuman siapa? Putra mengerjab pelan melirik Caca,.” Ini minum Loe ca?”
Caca menggeleng.”itu punya mbak tadi.” Jawab Caca seadanya. Putra kaget sampai bibirnya terbuka. Jadi dirinya minum bekas letta? Kok salah tingkah yah jadinya???
Padahal Cuma minum. Putra memegang dadanya yang berdenyut., sialan. Letta benar benar sialan..!! Ujung telinga Putra memerah merata dengan wajahnya.
" Putra loe sakit???" Tanya Caca panik melihat wajah putra yang memerah, tapi Putra malah memalingkan wajahnya dari Caca.
...----------------...
__ADS_1
Letta melangah dnegan pelan. menatap jalanan yang basah. Dirinya mundur beberapa langkah saat melihat dua orang berdiri tak jauh darinya. Keduanya mendekati letta. Letta mundur menjatuhkan paying miliknya.
Cepat ia berlari dari sana. Keduanya mengejar Letta cepat menerobos hujan. Letta diam melirik kebelakang,. Masih mengejarnya. Letta tersenyum tipis dan mencoba melompat ke dalam gang cukup gelap. Keduanya tetap ikut.
Keduanya melirik kesana kemari dilorong tersebut. Tidak ada siapapun, diujung juga sudah tiak ada apapun.
Bugh.. keduanya mundur metrasa pukulan di pundaknya mereka. Letta lagi lagi menendang mereka dibagian pinggul mereka hingga mereka tengkurap.
Iya itu letta. Letta berdiri menatap keduanya dingin ditengah gelap dna hujan. Sesekali petir membuat tempat terang. Kedua nya melirik letta dingin dann meringsut mundur. Bangkit dari kesakitan mereka.
” Apa yang kalian cari?”Tanya Letta dingin kepada keduanya.
“Bukan urusanmu nona..!!” tegasnya dengan jelas kepada Letta.
Letta maju dna tersenyum sinis.” Menjadi urusanku jika kamu tidak mau mengaku. Apa yang kalian lakukan?”Tanya Letta dingin,.
Keduanya terkekeh.” Kalian mengincar pria itu?” Tanya letta menuju ke lelaki yang dimaksud adalah Putra. Keduanya terdiam.
Letta tersenyum miring dan berkata.” Jika kalian masih ini hidup jangan lakukan. “ bisiknya pelan.
Keduanya menggeleng pelan dengan wajah yang mengejek Letta.” jika kami tidak mati?"
"Maka akan ku paksa mati.. plas..”
keduanya terkaget saat tubuh mereka terhantam besi panjang cukup keras hingga kepada salah satunya bocor, salah satu mundur merasa bahunya benar benar hancur. Letta tak main main, berdiri ditengah hujan menatap keduanya menyeringai sadis.” Jangan cari gara gara. Bilang dengan ragiel. Sudah cukup mencari korban. Jika dia tetap kekeh maka target balas dendamku bukan lagi Samuel, tapi dia..,!!!” Tegas letta dan memilih pergi. Keduanya meringis terduduk ditengah hujan.
Iya itu orang suruhan ragiel. Letta tau mangkanya dia pergi tak berapamitan, ia pergi duluan sebab ia takut Putra akan kenapa napa. Letta sudha tau resiko ini, tapi bukankah ragiel keterlaluan?? Letta sudah menjauh dan tidak menerimanya tapi mengapa Ragiel menjadikan Putra target?
Letta tidak paham selain Ragiel gangguan kejiwaan, Iya seperti nya begitu. Jika tidak, Ragiel tidak mungkin melakukan tindakan kriminal begitu banyak, menghabiskan nyawa manusia demi ambisinya, Letta akui dirinya orang jahat tapi masihlah jahat jahat jahat Ragiel.
Letta sampai di apartemen dengan keadaan basah kuyup. Letta segra mengambil hpnya an menelpon seseorang. Tapi hpnya mati. Letta menghela nafas segera pergi menuju kamar miliknya. Tapi ia tertegun melihat ada dua saudaranya yang sedang berciuman di depan kamarnya. Mau apa meeka kesini dan melakukan hal menjijikan itu?
Letta menghela nafas. mengepalkan tangan mendekat keduanya. Matanya sangat tajam melihat kedua manusia yang melakukan dosa dengan secara terang terangan. “ Apakah kalian kehilangan malu?” Tanya Letta sangat dingin kepada keduanya.
Keduanya terkaget langsung mundur memisahkan wajah mereka satu sama lain. Zaxi bahkan juga mundur menatap letta kaget.. letta mengepalkan tangan marah.
Zaxi meneguk saliva kering. Bak lagi dipergoki pacarnya dan dirinya berselingkuh, sedangkan Areta meremas ujung baju melirik Letta yang terlihat bear benar marah kepada mereka berdua. Dirinya kebablasan
“Letta... tadi.. “
“Tadi dia tidak bisa menahan trauma dan sakitnya jadilah kalian melakukan dosa di muka umum., kenapa tidak sekalian m3ng4ngkang dan mempertontonkan pertunjukan kalian?” Letta melipatkan kedua tangan di depan dadanya dingin.
__ADS_1
“ LETTA..!” Bentak Zaxi tak suka mendengar ucapan kasar Letta. Seakan akan mereka berdua sama sekali tidak ada harga dirinya.” Kau tau sendiri jika Areta sedang sakit, dan jika tidak dilakukan dan dituruti maka ia akan menggila dengan lelaki lain. Bagus jika lelakinya tidak mata ketanjang dan tidak memanfaatkan areta., jika tidak bagaimana??” Tanya Zaxi mencoba memberikan pengertian. Disudut hatinya Zaxi mengakuh malu dipergoki melakukan dosa besar kepada adiknya dihadapan adiknya. Dirinya seperti lelaki bajingan.
" Baik. Jika aku beri lelaki lain yang baik apakah kalian berhenti melakukan dosa besar sebagai saudara???" Tanya Letta kepada keduanya, Zaxi terdiam dengan Areta yang juga diam. Letta berdecih.