Balas Dendam Karena Satu Malam

Balas Dendam Karena Satu Malam
Hilang


__ADS_3

Beberapa dari mereka tersenyum puas mendekati Carmon. Carmon mundur menatap mereka tajam. Jumlah mereka ada lima orang, dua dibelakang dan tiga dibelakang. Carmon terkepung oleh mereka yang menatapnya dengan tatapan remeh saat ini.


“ Mau apa kalian?” tanya Carmon mengeraskan rahangnya menatap nyalang mereka satu persatu,


Salah satu dari mereka maju, terlihat paling berisi tapi terlihat paling di takuti. “ beri uang yang kau miliki kepada kami..!!!!” Jawabnya santai.


Carmon menguatkan pegangannya pada file yang dirinya bawah, disana berisi uang yang diberi Vano tadi. Ia menolak tegas dnegan menggeleng.” Jika mau uang kerja, bukan merampok..” tegas Carmon.


Mereka menatap Carmon remeh.” Sekarang kami sedang kerja, merampok kau, kau pikir ini tidak membuang waktu kami. Cepat berikan.” Ia maju diikuti oleh teman temanya. Carmon mundur dan hendak kabur tapi tubuhnya segera ditahan dan dipukul tepat pada rahangnya.


Carmon tumbang dengan memeluk erat uang miliknya. Mereka kembali menendang Carmon. Carmon mengelak dan segera bangkit dari tidur. Tapi mereka tidak memberi kesempatan Carmon bangun. Kepalanya kembali di tendang kuat oleh salah satu dari mereka.


Carmon tepar dengan kepala yang berdengung. Ditendang tepat ditelinga nya, dimana tempat yang pernah bermasalah membuat Carmon terdiam. Telinganya berdarah. Mereka kembali memukul Carmon sampai mendapatkan uang yang mereka inginkan. Carmon terlemas memegang kepalanya yang terasa sakit.. tubuhnya sudah benar benar sakit seusai menerima pukulan talak dari mereka.


Mereka tergelak langsung mundur beberapa langkah meninggalkan salah satu pemimpin yang terkekeh menepuk pipi Carmon.” Coba dari tadi, sudah pasti kau kami ampuni..!” tegasnya dan terkekeh, sebelum pergi ia sempat memukul tepat di rahang Carmon. Carmon meringis lemah ,merasa perih dan kebas bagian rahangnya. Mereka tertawa memasuki mobil mereka, melesat meninggalkan Carmon yang terkapar lemah di jalanan.


Caron sangat lemah sampai tidak bisa bangkit. Nafasnya naik turun menatap langit. Telinganya semakin berdengung menambah kadar rasa pernah dikepalanya. Pelan pelan air matanya jatuh, rasa sakit yang dirasakan tidak ada bandingnya dengan rasa kecewa, tadi saat menerima uang dari Vano ia sudah merencanakan usaha nya kedepan, tapi sekarang uang itu renyap dan raib. Tak ada yang tersisa satu pun. Jika begini dirinya kembali ilang arah, mau kembali kepada Vano dirinya malu, tapi sekarang dirinya harus bagaimana? Jalan mana yang harus dirinya ambil. Carmon menangis pilu sembari bangkit.’sialan...’


Berselang ia bangkit dan duduk, salah satu anak kecil datang mendekatinya. Carmon terdiam melihatnya yang datang diam diam dan memberikan kertas kepada Carmon.

__ADS_1


"Hey.. apa ini???" Tanya Carmon tapi tercekat sebab sang anak sudah tidak terlihat di depan mata.


Carmon menerima linglung, menatap lagi sang anak yang sudah kabur menjauh. Carmon mengusap air mata dan darah yang mengalir di pelipisnya akibat tendangan salah satu mereka. Carmon benar benar lemah saat ini memilih duduk di dekat pohon agar tidak kepanasan. Menatap lagi surat yang diberi sang anak. Pelan pelan Carmon membuka surat yang ditangannya.


...“ Halooo Carmon, apa kabar? saya harap kamu dan keluarga tidak baik baik saja. Perkenalkan, saya anak dari keluarga yang ayah kamu hancurkan dulu, saya salah satu anak yang mendapatkan kenangan buruk akibat ulah ayahmu. Jadi jika saat ini kamu dan keluarga merasakan hal yang buruk, itu karena balasan dariku. “...


Carmon mengepalkan tangan membaca baik surat di sana tertulis menggunakan tinta merah. Matanya kembali menyusuri surat.


...’ satu malam ayahmu membunuh seluruh keluargaku dengan cara yang tidak berprikemanusiaan. Kau tau? Ayah dan ibuku ayahmu bunuh di depan mataku, penyiksaan yang ayahmu lakukan kepada keluargaku benar benar tidak ada bandingan dengan apa yang keluargamu rasakan saat ini., saat ini kamu sudah dewasa dan sudah tau kerasnya dunia, kamu sudah memiliki jalan pikiran untuk melanjutkan hidupmu. Tapi aku? Saat itu usiaku baru menginjak lima tahun, tapi menyaksikan sendiri bagaimana bejatnya ayahmu memerintah para bodyguardnya memperk0s4nya yang berusia lima tahun..!!! di sana dia menjerit dan meminta pengampunan, tapi ayahmu sama sekali tidak mau mendengarnya. Aku saat itu tiba tiba dibangunkan dan di sembunyikan oleh kakak keduaku di dalam lemari, aku hanya bisa menyaksikan tanpa tau harus berbuat apapun, aku terlalu takut, dan laki kakakku memintaku hanya diam saja untuk menyaksikannya. Tak sampai disana. ayahmu juga mencambuk ibu dan ayahku, memukulnya dengan tongkat dan beberapa barang lain. Ayahku memohon untuk dihentikan tapi ayahmu tertawa dengan keras. Dia seperti iblis yang tidak berprikemanusiaan, “...


...“kakak pertamaku ia bunuh di depan televise, lalu kakak keduaku yang menyembunyikan ia tembak dan ia pukul berkali laki, ia banting. Akhirnya kakak ku tumbang. Mereka menempak tepat dibagian lengan dan bagian sisi perut kakakku yang ternyata terkena ginjalnya. Tak sampai disana ayahmu membakar rumahku meninggalkan kami disana. itu hanya sebagian cerita buruk dari hidupku yang membuat aku dendam dan berlaku buruk kepada keluargamu. Jika saat ini kamu marah dan memakiku, silahkan, tapi cobalah kau Tanya pada ayahmu, sebab dosa ayahmu benar benar membuatku murkah bahkan Tuhan mungkin muak dan mencapakannya melebihi dasarnya Neraka. Carmon jika saat ini kamu ingin menyalahkan seseorang, maka salahkan ayahmu. Dia yang memulai dan saya yang mengakhiri. Salam dari saya... keturunan Damian..!!!!”...


Jika dulu si kembaran nya diperk0sa oleh perintah ayahnya maka kali ini adiknya Viona yang mendapatkannya. Carmon terdiam menatap surat yang sudah ia remas dan bangkit. Ia harus bicara kepada ayahnya saat ini. ia harus mendapatkan jawaban sebenarnya dari ayahnya.


Di lain tempat Letta berdiri di sana menatap Carmon yang berjalan terlatih latih penuh ke sedihan mencebikkan bibirnya,” Menyedihkan.” Gumamnya terkekeh.


Dirinya sang pelaku utama. Letta sang pembuat masalah dalam kehidupan Samuel. Letta mengusap keningnya yang panas terkena matahari. Benar benar menyengat.


“ Nona,,!!”

__ADS_1


letta memutar tubuh melihat kelima orang suruhannya yang mendekat dengannya dan tersenyum,. Letta mengangguk dan bertanya dnegan alis yang ia naikin. Mereka mendekat dan memberikan mab yang dirampok tadi.


Letta menghabis ngibas tangannya kepada mereka.” Kalian ambil saja, itung itung bonus kalian.” Ujat Letta malas kepada mereka.


Mereka saling tatap, segera membuka isi mab tersebut,. Isinya ternyata adalah surat menyurat milik Carmon, lalu uang dolar dan beberapa uang lokal. Mereka menatap binar letta. Seperti mendapatkan jecpot besar, jika uang dolar tersebut mereka rupiahkan, pasti akan menjadi lebih dari puluhan juta. “ benar nona? Tapi bagaimana dengan tips kami? Apakah akan dikurang?”Tanya mereka


Letta berdehem tak tersinggung.”karena tugas kalian dijalankan sangat bagus. Akan saya tanyakan dan itu bukan bagian dari tips saya. Tugas kalian selalu buat keluarga itu menderita sebagai semestinya.” Ujar letta menekan kata katanya kepada anak buahnya. Mereka saling tatap penuh binar.” siapp bos... yaampun bos baik banget deh. Jadi sayang.” Ujar salah satu genit. Letta tak mengapiknya, hanya diam menatap lain arah.


“ jangan lupa jual akun data dari pemilik perusahaan Gvan, dia sudah berani melanggar yang sudah saya tekankan. Buat mereka jera.” Tegas Letta memuasukkan tangannya didalam jaket., tatapannya terlihat biasa saja.


Mereka mengangguk.” Siap nona. Kami akan beri servis terbaik untuk nona, karena kami, sudah menetapkan nona adalah tuan kami dan mendapatkan pelayanan VIP.” Ujar sang ketua sopan.


Letta berdehem dan pergi dari sana tanpa salam. Mereka saling lirik menatap letta menjauh.” Dia sangat sombong.” Ujar salah satu dari mereka menatap letta datar.


“bukan sombong,. Tapi dia memang seperti itu. aku sudah bekerja dengannya selama lima tahun, dan dia orang yang royal. Bekerja dengan baik, percayalah kau akan kaya Dem.” Ujar sang ketua datar. Si yang diingatkan menatap si bos meringis. Mengangguk paham apa yang di ucapkan oleh sih bos.


" Benar itu, ramah saja tidak bisa membuat kita kenyang. Yang penting dia royal dan tidak pelit... Baik saja tidak cukup di dunia ini." Ketus lagi si teman lain.


Mereka mengangguk. " Iya... Yang memberi senyuman tidak akan mampu memberikan kenyamanan. Yang penting lagi cuan cian cuan. Dengan cuan kamu bisa kenyang jadi berhentilah mengatakan hal tak perlu..." Ketus si ketua.

__ADS_1


Yang bertanya tersenyum masam mendengarnya, maklum dirinya anak baru dan tidak tau apa apa.


__ADS_2