Balas Dendam Karena Satu Malam

Balas Dendam Karena Satu Malam
Akhir dari segalanya


__ADS_3

Halo semua hehe. Maaf yah lamban Up. Aku lanjut yahh.


Letta disana menahan diri, “ kakak. maafkan aku, aku tidak bisa. aku bahkan tidak punya waktu banyak untuk bicara dengan kalian, aku masih bisa bernafas berkat Chif yang diberi oleh ragiel jika tidak mungkin aku sudah tidak bernyawa., jadi tolong dengarkan aku kali inii.” Bisik letta kesakitan saat Zxai mengangkat tubuhnya,.


Zaxi semakin tidak berdaya melihat letta kesakitan. Zaxi menatap luka di perut letta semakin banyak darah. Ternyata punggung Letta juga terluka. Gigi Zaxi bergemertak tak kuasa. Nafas Zaxi kembang kempis menahan agar tidak semakin sakit. Yatuhan adikku.


Letta tersenyum pelan mengusap pipi Areta yang menatapnya nanar.” Ale cuma minta satu permintaan, berhenti yah kak buat nelakuin hal bodoh. Kaka bisa sehat kok tampa ngelakuin hal begitu lagi. Ale benar benar benci kakak Are dan kak Zaxi ngelakuin hal bejat itu. “ bisik Letta.


Areta dan Zaci diam merenung dengan air mata yang jatuh. Letta menggela nafas.” setiap kalian ngelakuin perbuatan itu Ale bener bener ngerasa gagal jagain kalian. Ale ngerasa gagal buat bikin kalian balik lagi kayak dulu. Ale Cuma mau kalian hidup baik tanpa ada perasaan atau perlakuan larangan.” Bisik Letta pelan memejamkan mata. Air mata Letta jatuh.


Areeta menggigit bibirnya pelan menatap Letta yang bicara. Areta tau dirinya salah mencintai kakanya sendiri Zaxi. Ia tau jika dirinya benar benar bodoh. Hanya saja kemarin dirinya terlalu bodoh dan berharap akan kenyataan yang baru yakni bisa hidup bersama kakaknya saja.


Letta melirik zaxi yang diam menatap Letta kosong.” Tetap jadi kakak yang terbaik buat adik adiknya. Ale tidak pernah membenci kalian. Ale sayang kalian. “ bisik Letta pelan dan nanar. tubuh Letta bergenyit kejang.


Areta dan zaxi terkaget mendekati Letta. letta menggeleng pelan dan memuntahkan darah. Letta mengerang dan zaxi segera memegang kepala Letta. “ dek hiks hiks. Dek jangan tinggalin kami.” Bisik nya dnegan nanar dan takut,


Letta menggeleng pelan.” ale tidak pernah meninnggalkan kalian, dulu esok.. at atau sekarang. bahkan nanti atau besok. Ale tetap ada di sini.” Bisik letta memegang dada zaxi, zaxi menangis dengan nanar. letta meringis pelan.” Ale selalu ada untuk kalian selamanya. Berjanjilah untuk selalu bahagia yah kak.” Bisik Letta masih tetap berusaha tersenyum sebelum menghembuskan nafas terakhirnya.


Zaxi terkulai lemas, kakinya speerti tak berpijak. Zaxi memukul pelan kepalanya agar tetap sadar.” Letta jangan tinggalin kakak Letta. hiks hiks Letta.” Zaxi menggeleng cepat menatap adiknya yang tak bernyawa. Zaxi menggeleng kuat dan menepuk pelan wajah adeknya tapi sudah tak ada sahutan.


Areta menangis meraung di sana. Menggigit kuat tangannya. “ Letta kak. Letta pergi.” Panggil Areta nanar memeluk zai. Zaxi disana tak bisa bicara apapun.


Zaxi menatap letta dengan lindangan air mata. Zaxi bergetar menahan laju air mata tapi tetap jatuh. Ia mengusap pelan kepala adiknya yang berdarah. Mengerjab berkali kali menghalau air matanya.” yang tenang yah dek. Kamu berhak bahagia sama mama papa. Soalnya kalo sama kakak kamu nggak bahagia. kakak gagal jagain kamu.” Bisiknya bergetar.

__ADS_1


“kakak nggak boleh ngomong gitu. Ale harus bangun. Ale harus ada sam akita. Areta bekum kaish yang terbaik buat ale. Nggak boleh ale pergi nggak boleh.” Teriak areta nanar mengguncang kakaknya yang sudah memeluk Letta Nanar. Areta menariknya kuat dan mengambil aleta di dekatnya.” Letta harus bangun jangan tidur,. Letta jangan pergi. LETTA..!” Teriak Areta nanar menggoyang lengan Letta yang sudah lemas


Diki disana sudah menangis dalam diam, di pinggir dinding menatap mereka semua. Ia menaruh kepalanya di lipatan kaki nya yang meringkuk. Diki sangat terluka dan terpukul. Diki tidak kuat disana melihatnya. Zaxi menahan tangan Areta dan memeluknya.


Areta masih menggeleng dan menangis. “ letta nggak boleh pergi hiks hiks nggak boleh.” Teriak Areta nanar disana menangis seperti orang gila. Sednagkan Zaxi bak manusia taka da nyawanya., ia hanya diam dna menangis, menikmati rasa sakit yang menyerangnya. Zaxi bak tak lagi punya jiwa.


“ Diki..!!” teriak dari luar. Tiger dan ando. Mereka segera masuk dan menatap mereka dengan kaget. Rombongan lain di luar sednag berkelahi dengan orang orang Peter. Ando menatap letta yang dipelukan Zaxi pun menatap diki yang diam menangis,. Tubuhnya bergetar dan kepala yang ia masukan dilipatan tangan na kakinya.” Diki.. loe.. letta kenapa?” Tanya Ando pelan dan nanar.


Diki tidak menyahut, semakin menangis. Ando menatap kearah Letta yang dipelukan Zaxi yang diam menatap ksong kedepan, tapi air matanya terus mengalir bak tak tertahan. Areta dipelukanya menangis sesegukan.” Letta kenapa Ki? dia kenapa? Jawab.” Tanya Ando bergetar.


Diki tidak sama sekali menatap wajah Ando. Ando tertegun dan mendekati mereka semua, meringsut mendekati Letta. ia menatap zaxi dna areta yang menangis lirih. Mengerjab pelan. mata Ando tak bisa membola melihat tubuh letta penuh darah. “ letta.” gumamnya nanar.


Hari ini begitu gelap, sama halnya dengan dunia milik Zaxi Areta dan semua orang yang datang dipemakamannya Letta. Zaxi terlihat tidak bernyawa membantu orang orang memasuki peti adiknya kedalam tanah. Zaxi merasa tubuhnya melayang dengan tangis yang terus berderai. Sedangkan Areta disana dipelukan Rizal yang menenangkannya. Areta sudah lima kali pingsan karena menangis terus terusan., Rizal menenangkan Areta.


“ Udah kalo nggak kuat kalian disini saja.” Jelasnya dari beberapa orang yang melihat keadaan ketiganya.


Zaxi menggeleng mengusap air matanya pelan.” ini nggak ada apa apanya dibanding yang dia kasih, ini sebagai bentuk tanggung jawab gue sebagai Abang dia yang nggak berguna.. “ bisik Zaxi nanar tetap membantu yang lain dalam keadaan duka.


Saat beberapa doa sudah dilontarkan, beberapa orang disana sudah memberi salam dan pamit pergi meninggalkan Zaxi dan rombongannya disana. Zaxi yang tadinya berdiri sekarang sudah tak lagi mampu menahan bobot tubuhnya. ia segera duduk dan memeluk nisan sang adik nanar. tangis Zaxi pecah saat semua orang tidak ada. Matanya memerah memeluk erat nisan sang adik nanar. Areta melihat itu mengeratkan pelukanya di rizal. “ Aleta... “ bisik Zaxi kuat. ia sangat terluka.


Ando mendekati nisan Letta dan menangis.” Letta maafin semua kesalahn gue. gue nggak tau selama ini loe jauhin kita buat jagain kita. maafin gue Letta hiks hiks. Gue sayang sama loe tapi kenapa loe milih pergi sih.” Bisiknya nanar. bahu Ando bergetar hebat menangis tak tertahan. Mendnegar fakta dari orang tentang letta membuat mereka sangat luka.


“ Moms..” bisik dari jauh bergetar. Sosok menggunakan jas dan baju hitam mendekat. Bara. Tubuh Bara bergetar. Bibir mencebik kebawah menatap makam Letta. Zaxi melihat Bara pun tersenyum nanar. barang mendekati mereka dan memeluk makam Letta.

__ADS_1


Zaxi berseger memberi ruang.” Mama.. kok ninggalin Bara sendiri padahalkan Bara Cuma punya mama.” Bisik Bara menangis lirih.


Bara mulai menangis histeris membuat Zaxi memeluk tubuh Bara dan mengusap rambutnya kebelakang.” Mama udah bahagia disana. jangan nangis yah. kamu sama say--- papa saja. Yah saya akan ajdi papa kamu. Jangan nangis lagi nanti mama kamu akan sedih melihatnya.” Bisik zaxi,


Bara menggeleng kuat,. menggeliat dipelukan zaxi.” Tapi mama udah janji buat nggak ninggalin Bara sendiri. Mama janji jadi mama Bara. Tapi mama bohong..!! mama bohong mama bohong. Bara nggak mau dibohong. “ teriaknya nanar. menatap zaxi nanar.” buka tanahnya mama pasti masih hidup. Buka tanahnya. Jangaan gini. Bara cuma punya mama. Jangan pisahin Bara. Kubur Bara juga saja sama mama. “ terioaknya memberontak, ia mencakar makam itu dan menggali tanah dengan tangannya.


Semua orang semakin menangis dna zaxi semakin memeluk bara erat. Zaxi semakin memeluk Bara erat di sela tangisannya.


" Mama....! jangan tinggalkan Bara maa....!" suara Bara bergetar dipelukan Zaxi. Ia memberontak tapi tertahan. " Mama Bara sendiri, Bara nggak mau mama. Bara takut.." Bisik Bara nanar dan bergetar.


" Mama bilang Bara harus kuat dan pintar biar mama bangga dan nggak ninggalin Bara. Bara udah juara satu kelas, olimpiade tapi kenapa mama tetap pergi? kenapa mama tetap ninggalin Bara...? Mama pembohong z mama pembohong jika hiks.." Bara terlemas menatap makam Letta. tangisan Bara mereda karena lelah.


" Mama janji nggak akan ninggalin Bara kalo Bara jadi anak kuat. Tapi belum sempat Bara jadi kuat mama pergi. " Bisik Bara lelah mengusap wajahnya pelan. Zaxi memeluk Bara terisak tak tertahan


Ucapan Bara menyayat relung hatinya


Areta menatap lain arah tidak kuat, Ando dan Diki segera mendekati Bara dan menenangkannya. Tapi Bara tetap meraung dan memberontak." Kalo mama pergi Bara sama siapa mama. Hiks hiks. Jemput Bara juga mama hiks hiks. ajak Bara. " Ujar bara bergetar, Bara menangis nanar.


Tuhan Zaxi tidak kuat. sampai pelukannya terlepas. Bara meraung menggali kuburan itu nanar. Diki dan Ando segera menahan Bara dan memeluknya. Zaxi menunduk dan menangis.


Letta begitu banyak luka yang kami berikan, belum sempat kami minta maaf tapi kamu sudah lebih dulu pergi. apakah itu adalah karma? apakah ini adalah hukuman?


Jika iya maka hukuman yang kamu beri sangat kejam. Bahkan seumur hidup Zaxi tau jika ia akan merasa sangat bersalah. Mengapa dirinya harus sadar dalam keadaan terlambat?

__ADS_1


__ADS_2