Balas Dendam Karena Satu Malam

Balas Dendam Karena Satu Malam
Kebenaran terungkap


__ADS_3

Letta mengerjab pelan mendengar ucapan Hanes. Mengepalkan tangan. Hanes benar benar seorang ayah yang luar biasa, mengingatkan dirinya kepada mendiang ayahnya. Selalu mampu mencairkan suasana karena ucapan dan lawakannya yang tak terbatas tapi dingin jika diluar rumah. Peka terhadap lingkungan dan seseorang, tak lupa menjadi lelaki yang tegas dan sadar akan kebenaran. letta benar benar menemukan sosok ayahnya di diri Hanes.


Letta jadi merindukan sosok ayahnya.


Letta terkekeh pelan, benar apa kata Hanes, dirnya mengenyampingkan ke inginan demi ke egoisan, ke egoisan atau kebaikan? Letta benar benar tidak berfikir hal itu, yang diharapkannya adalah agar semua orang baik baik saja tanpa ancaman, termasuk Putra dan keluarga.,


Mereka orang baik, orang baik harus hidup dengan baik. Cukup, Letta enggan melihat orang-orang baik di sekelilingnya meninggal.


Tring.... Letta melirik HP nya yang berbunyi, menekan ikon hijau dan menaruh hpnya di telinga.” Haloo Letta..”


Letta mendengarnya dengan damai.” Ya..” jawab letta pelan. di seberang terdengar suara rebut seperti ia yang sedang mengendarai mobil.


“Bisa bertemu di café dekat ReD vailet. Ada yang harus aku bahas tentang peter."


Peter?? Letta mengerjabn mengingat nama itu. akh Letta bahkan lupa Peter, sih lelaki bajingan, salah satu alasan mengapa keluarganya hancur.


Letta berdehem.” Sekarang?”Tanya letta sedikit tenang, tapi tatapanya menajam dan mendingin dari sebelumnya.


“ Iya... aku setengah jam lagi sampai sebab aku sudah di jalan.” Ujarnya.


Letta menatap jam di dinding, mengangguk.” Aku segera kesana sekarang.” jawab letta


“ Iya hati hati.” Letta mematikan Hpnya dan meremasnya pelan. Peter, pemimpin besar dunia gelap yang menyokong keluarga Samuel. Letta tersenyum miring mengingat hal itu, ternyata perusahaan Samuel kalah juga.


Perusahaan Samuel ia beli saham sebsar 20 persen, lalu Dipta membeli lima belas persen, mereka mencabut secara serentak membuat perusahaan Samuel terombang ambling dan sudah nyaris bangkrut jika tidak dari Peter atau kerua dari dunia gelap ini menyoong dan membantu mereka., letta tak habis akal, ia membeli saham milik Samuel dari beberapa klien lain hingga perusahaan Samuel kehilangan lagi sepuluh persen saham hingga benar benar retak dan jatuh.


Lagi lagi perusahaanya di bantu oleh Peter. Letta benar benar gegabah dalam hal ini, membocorkan beberapa rahasia perusahaan dan juga menyebar koruptor di perusahaan sehingga perusahaan milik Samuel benar benar tak lagi bisa di selamatkan oleh peter. Letta puas, dan dirinya sudah bisa menghancurkan perusahaan Samuel.


Letta tersadar dari lamunanya, mengambil jaket berwarna pink miliknya, benar warna pink salem, kemarin dirinya beli karena ingin membuat dirinya lebih berwarna. Letta punya kehidupan, tidak semenoton itu. Letta mengambil kunci mobil dan segera pergi menuju tempat yang dirinyua tujui atau di janjikan. Letta tak lupa ,membawa dompet untuk pergi. Itu penting.


Saat menutup pintu dan berbalik, dirinya diberikan pemandangan areta ditengah Fares dan Zaxi yang tertawa bersama. Letta melihatnya terdiam sejenak dan memalingkan wajah. Letta benar benar manusia biasa, bisa bisanya rasa sakit itu masih nyata? Letta mengeleng pelan memasukan tangan di dalam sweaternya dan melangkah menjauh.


“Letta..!!” suara Areta bergema dilorong apartemen. Letta mendengarkannya tapi tidak menghentikan langkahnya. Fares dan Zaxi juga melihat arah letta. Areta berlari mendekati Letta tapi lettay sama sekali tidak menghentikan langkahnya.


Bugh. “ Areta,,!!”


kedua kakaknya berteriak melihat areta yang terjatuh karena tersangkut kakinya sendiri, letta diam sejenak, menoleh melihat Areta yang terjatuh tapi malah bangkit lagi dan mendekatinya, diikuti oleh Fares dan Zaxi.

__ADS_1


Areta tersneyum kepada Letta dengan lutut yang terluka dan berdarah.” Kamu mau kemana? Kami mau makan, mau makan bareng bareng enggak?”tanyanya tersenyum polos kepada Letta.


Letta melihatnya menatap Areta datar dan sengit.” Bodoh,” gumamnya. Areta yang tadinya tersenyum melunturkan senyumnya menatap letta penuh luka.


“Areta apa kamu baik baik saja?” Fares mendektti areta dan menatapnya cemas.


” Apa ada luka? Yaampun kaki kamu memar, pasti sakit kan sini kakak obati.” Zaxi juga ikut menyahut menatap kaki Areta yang memar.


Areta terlihat memaksa tersneyum, menatap kedua kakaknya masam.” Enggak kok kak hehe. Cuma luka biasa Areta tidak apa apa.” Ujarnya menghentikan kekhawatiran para kakaknya.


Letta mendengar dan melihat drama di depannya ini memutar bola mata malas, mundur dan melangkah menuju lift. Areta melihat leta menjauh pun melangkah hendak mengejar Letta.”Letta... jangan pergi, ayo kita makan bersama.” Teriaknya tapi kakinya benar benar terasa perih membuat larinya tidak stabil, malah terkesan pincang.


“ Areta.. jangan gitu.” Ujar Zaxi menahan Areta. Fares melihat letta menuju lift mengejarnya. Menahan tangan letta.


" Letta.."


Letta menepisnya dan menatap fares dalam. Fares menatap letta dingin.” Kamu tidak dengar kembaranmu mengejarmu dan mengajakmu makan bersama?” Tanyanya dengan tak senang.


Letta tersenyum remeh.” Bukan urusanmu.” Ujarnya.


“ Aleta.. ini urusan kakak, kakak kakak kalian, dan jelas Areta ingin mengajak kamu makan bersama untuk memperkuat tali silaturahmi kita sebagai keluarga.,” ujarnya dengan pelan dna lembut.


Fares menggeleng tegas. "Aku fares Letta demi Tuhan. Kakak kedua kamu, apa yang membuat kamu percaya? Mengapa begitu sulit?” Tanyanya dnegan tatapan nanar dan kesal.


Letta tergelak dan mengangguk. Areta dan Zaxi diam melihat Letta tertawa dengan Fares yang menatap letta dengan tatapan terluka.


Letta mengangguk.” Baik. Fisikmu Fares, tapi Fares atau Diipta. Aku benar benar tahu siapa kamu, Fares dan Dipta dua orang yang berbeda, jika dulu aku kenal Fares adalah manusia jenius penuh dengan kasih sayang berbeda dengan Dipta. “ Ujar letta dingin baru lift terbuka ia masuki meninggalkan Fares yang terdiam.


“kakak yang sabar yah.” Zaxi menepuk piundak Fares yang terdiam menatap Lift.” Ale emang benar benar berubah semenjak dia bersama Ragiel, dia berubah jadi orang yang enggak dikenal, dingin dan enggak tersentu sama sekali. “ ujar Zaxi dengan dingin penuh kedendaman.


Areta mengangguk.”benar. are bahkan merasa asing dengan Letta yang sekarang.”gumamnya masam.


Letta menancap gasnya menuju tempat yang di jajikan tampa ingin memikirkan rasa sakit di hatinya. Letta benar benar lelah jika harus memikirkan hati saat ini. adda banyak yang harus dirinya pikirkan. Jadilah selama empat puluh menit dirinya sampai ditempat yang dijanjikan. Saat masuk dirinya mencari tempat duduk yang dijanjikan. Tapi tidak ada orangnya. Apa ia sudah pergi?


Letta memilih ke meja resepsionis dan bertanya.” Hemm meja atas nama Tuan Bovi dimana kak?”tanyanya to the poin. Writer menatap letta dengan mengerjab pelan,. dirinya laki laki tapi letta bahkan jauh lebih tinggi dirinya,, ini benar benar menguji harga dirinya sebagai laki laki.


“Sebentar yah mbak. Saya liat datanya.” Ia melihat data nama nama ruangan yang diboking.

__ADS_1


Dan benar.” Tuan Bovi ada di lantai dua, di ruang privat Room VVIP Nomor 3. Mau diantarkan mbak?”tanyanya gugup. Jika sudah menyangkut ruangn VVIP sudah pasti orang di hadapannya ini orang terpandang dan orang kaya kan?? dirinya benar benar gugup.


Letta mengangguk.” Antarkan saya.” Writer mengangguk, keluar dari tempatnya menyuruh temannya menggantikannya sejenak. Ia mengantarkan letta ke lantai dua menggunakan tangga,. Sampai disana letta pun mengangguk dan memasuki ruangan yang diberi tahu. Ruangan ini terlihat tertutup dan luas, benar benar luas dan bagus. Disana sudah ada Bovi yang terlihat tertidur di atas shofa dengan tangan menutupi matanya dan kaki yang tidak cukup untuk sofa.


“Apa aku benar benar terlambat?”Tanya letta pelan Bovi yang tertidur membuka menatap Letta yang duduk di single sofa. Ia segera bangkit mengucek matanya.


Letta diam menatap Bovi yang terbangun, bawah matanya terlihat benar benar hitam dan sayu.” Istirahatlah dulu jika kamu lelah. Aku bisa istirahat disana.” ujar letta menunjuk tempat istirahat seperti bed cover tipis di lantai.


Bovi menggeleng pelan.” tidak perlu., tadi aku benar benar mengantuk saja, soalnya semalam aku dari Bandung segera kesini.” Ujarnya pelan.


Letta mengangguk pelan. bovi menggaruk pelan bahunya.”mau makan sejenak sembari bicara?”tanyanya.


Letta mengangguk.”aku juga belum makan. Aku ingin stik setengah matang dan beberapa makanan berat.” Ternyata.


Bovi mengangguk, menelpon pelayan untuk membawa pesanan mereka. “Kau bisa membaca beberapa data yang aku temukan Letta, “ Karena Novi benar benar lelah jadilah dirinya bersanar dan kembali memejamkan mata, gak sengaja tertidur sembari menunggu makanan sedangkan Letta hanya diam menatap laptop dari Bovi yang ia berikan tadi. Letta melihat semua laporan laporan itu serius.


“Permisi tuan, nona. Pesanan sudah datang. Silahkan di nikmati.” Ujarnya menaruh makanan di atas meja. Letta mengangguk pelan. pelayan pergi meninggalkan letta yang sudah mulai menikmati minumnya elegan. Pesona letta benar benar berbeda.


Satu jam Novi Letta biarkan istirahat hingga ia terbangun. Letta sudah menghabisi makananya dnegan santai. Bovi mengucek matanya sejenak.” Yaampun aku ketiduran lagi. maafkan aku letta.” Ujarnya menguap sejenak, mengucek mata membersihkan beleg matanya yang tersisa,


Letta berdehem sejenak, “Kau terlihat benar benar lelah.” Ujar letta.


Bovi menghela nafas, membuka mineral yang maish tersegel.” Aku dua hari tidak tidur menyelidiki Peter.” Ujarnya dengan serak.


Letta menatap Bovi yang meminum minumnya sejenak. Bovi menghela nafas sejenak menikmati mineral membasahi tenggoorokan keringnya,” dia benar benar mengerikan, benar benar pemanipulkatif ulung. Aku hanya lengah lima detik dan dia sudah menghilang. “ ujarnya dengan dingin.


Letta terdiam sejenak “ Dia mencari keluarga Damian dengan sungguh sungguh Letta. Aku bahkan yakin jika saat ini Zaxi dan Areta sedang dirinya selidiki, kemarin aku sempat mendengarnya nama kakak kakakmu. Aku tidak yakin tapi aku benar benar tidak berhalusinasi mangkanya aku menerobnos waktu meksipun dalam keadaan tidak tidur untuk memberitahumu lebih cepat. “ ujarnya dengan dingin.


Wajah letta menggelap mendengarnya. Letta benar benar ingin pergi darri sini, memeluk kakak kakaknya dan membawa mereka sejauh mungkin, tapi rasanya itu sangat buru buru, letta benar benar sadar jika yang dirinya pikirkan itu bukan hal baik. Apalgai hubungan mereka yang masih belum baik. “ Lanjutkan.” Ujar Letta kepada Bovi


Bovi menatap letta dengan lembut.” Sepertinya peter juga sudah tau jika dalang semua ini adalah kamu.” Ujarnya dengan ragu.


Letta menatap Bovi dengan mata yang melebar karena kaget, tapi dirinya tidak berteriak ditengah jantungnya yang berdegup lebih cepat, nyaris meledak. Bovi mengusap pelipisnya mengingat kejadian sebelumnya.” Dia berkata nama ALETTA Cucu ragiel. Cucu ragiel benar benar sudah meninggal kaena dia dalang dari kematian keluarga Ragiel.” Ujarnya Bovi.


Letta kembali terkaget, nyaris loncar jantungnya. Mengepalkan tangan.”Tidak salah juga, aku juga yakin sebenarnya sedari awal, sebab Peter kan bukan orang yang bisa dimanipulasi.” Ujar letta dengan tenang..


mengendalikan emosinya. Benar benar dirinya menyiapkan diri mendengar kabar ini dari Bovi sebagai tangan kanan kakaknya.

__ADS_1


Bovi menatap letta kaget.,” Kau tidak kaget atau bahkan panic??” Tanya nya.


Letta menggeleng.” Kaget sudah pasti, mau seperti apun aku menyiapi mental tetap saja kaget. Tapi aku lebih ke sadar jika dia memang lawan yang benar benar tidak bisa diremehkan.” Jawab letta tenang. Berbeda dengan hatinya yang berkecamuk jelas saling menyahut.


__ADS_2