
Iya menjatuhkan mental perempuan, seperti contohnya begini, Varo akan membuat targetnya itu merasa dia mencintainya, Varo akan mendekati perempuan sampai targetnya itu mencintainya, memberi apa yang Varo inginkan, seusainya ia akan tinggalkan tampa hubungan,. Kalian paham kan? S3brengsek brengseknya Carmon dan Sandri. Vero yang paling berbahaya dan juga sadis dalam peran dunia. Lebih tepatnya ia itu bahaya bagi perempuan
“Pertanyaan gue sama sekali nggak dijawab.”Kesal Hamdan pada teman temannya mengenai prihal siapa Letta sesungguhnya, malah mereka berdebat akan gak yang tidak pasti, memilih menatap letta yang sedari tadi diam saja mendengar mereka berdebat.”Loe siapa? Ngapain loe di sini?”Heran saja ada perempuan yang duduk ditengah lelaki tapi tidak bicara apapun, hanya makan dengan tenang, minum dengan damai. Jika itu orang lain, baik perempuan maupun laki laki, pasti mereka memilih mengalah dan makan diluar saja., Itupun jika mereka orang baik.
Tapi jika perempuan lain mungkin sudah menganga meneteskan liurnya karena wajah tampan milik mereka
Letta melirik Hamdan sejenak, lelaki paling Hitam di antara yang lain bertanya dengannya menyelidik. Letta menatap lain arah mau menjawab tapi malas. Carmon yang menghitung detik detik letta yang seperti ingin menjawab tapi tidak mengeluarkan sepata katapun angkat bicara.”Dia namanya Letta, pengawal gue, dna lagi dia disini karena memang dia ada di samping gue buat jagain gue.”Tegas Carmon pada temannya.
“ Oh pengawa----What The??” Sandri menatap Cramon melotot, ia sampai menegakkan pungnnya yang sudah bersandar manja di sofa.”Loe bilang apa tadi? Dia pengawal loe? Loe.. gue nggak congek kan?”Gumamnya mengusap telinganya.”Perasaan minggu kemarin gue bersihin kuping deh.”Gumamnya heran dna melotot.
Carmon mengunyah jeruknya mendengus lagi dan lagi. “ loe nggak salah denger, btw sifat jorok loe mendarah daging banget yah, lama banget seminggu yang lalu, nggak gatel tu telinga?” Tanya Cramon.
Sandri malah terkekeh.” Gatel tapi nikmat. “
" anj1r lo..!!!” Hamdan menepuk pundak Sandri. Sandri terbahak melihat temannya.
“Btw nih kantor gersang bet yak.. nggak ada air gitu kan? apa gue harus mengelilingi gurun pasir buat nemuin setitik air gitu.” Varo menyindir sembari memegang tenggorokannya kepada Carmon yang tidak menyiapkan minum buat mereka.
Carmon berdecih, melirik Letta yang duduk tak bergeming dari tadi.” Suruh Baron membawa minum dan makanan kesini let. Nanti dikira gue miskin lagi.” Tegasnya.
“Loe emang miskin. miskin akhlak Bro..!” celetuk Hamdan. Sandro dan Varo terbahak lagi.
kan sudah dikatakan jika teman teman Carmon ioni receh sekali. Mudah skelai tertawa padahal tidak ada yang lucu.
Letta sgeera mengambil HP miliknya, ia menghubungi Baron, meminta ia membawa makanan dan minuman, tak beranjak, tetap duduk ditempatnya”loe kok masih di sini?”Tanya Hamdan heran, sebenarnya Hamdan tidak terlalu melihat Letta sedari tadi, tidak seditel itu. Tapi ia kesal melihat sikap Letta yang sok baginya. sok dingin.
Letta mendongak menatap Hamdan, barulah hamdan bisa melihat manik mata dingin letta. Rahang tegas,, hidung yang pas dan bulu mata yang lentik, kulit mereka sama, gelap.. ia berdehem pelan.”Loe nggak beli makanan atau minuman kita?”Ia kembali bertanya takut Letta salah sangkah menganggap dia di usir.
Letta diam tak menjawab. Hamdan terasa terhina jika begini. Baru kali ini ia diabaikan, dan itu dibuat oleh seorang gadis. Hamdan ingin memaki rasanya. Tapi Varo melihat itu tergelak.” Pesona loe nggak mempan buat dia. Dia keknya bukan cewek tulen. “ Tegas Varo.
“gue cewek tulen.” Tegas letta melirik varo yang tadinya tertawa sekarang bergenti menjadi menatapnya. Varo jadi gugup jika ditatap begini oleh Letta. “ Nggak percaya?”Tanya letta lagi dengan datar.
__ADS_1
“Nherrrrr serem amat.” Gumam Sandri menepuk pundak Hamdan.
“ Gue bercanda aja Let hehe. Nggak usah gitu juga dong.” Gumam varo meringis mengusap kepalanya tak enak. Letta menatap lain arah dan bersedekap dada.
“ Loe yakin dijagain cewek Car? Nggak salah?”Tanya Sandri pelan berbisik pada Carmon.
Carmmon melirik sandri, mengangguk pelan.”dia hebat kok, nggak kalah sama cowo, sama loe aja gue yakin loe kalah. Dia keren.”Ujar Carmon ikut berbisik.
“Yakali gue kalah sama cewek..!” sandri tidak terima jika dibanding banding dengan tenaga perempuan, angkat Gallon saja perempuan lemah apalagi bertanding dengannya sang atlit taekwondo. Melirik tubuh letta yang kekar. “Gue nggak yakin.”Tegas sandri lagi.
Carmon terkekeh sinis. "Coba aja kalo nggak yakin.”Ujar Carmon.
Sandri mendengus.”sorry gue lelaki sejati nggak bakal mau mukul cewek.” Tegasnya bersedekap dada.
Carmon menghela nafas pelan. letta berdheem berdiri dari duduknya seusai melihat HP miliknya, saat ia berdiri sandri melotot kaget. Letta sangat tinggi.!! dipikir kan ia tinggi Letta dan dirinya malah tinggian Letta. Letta seperti diatas 178 lebih, sedangkan dirinya hanya 174. Ia jadi tidak senang.
Tingkat ke PD an seorang lelaki menciut jika begini.
Letta kembali masuk, diobelakang diikuti oleh OB dan Baron, makanan di sediakan diatas meja dnegan minuman segar. Keempat diruangan tersebut segera meminum minumannya segar.”Gila seger banget, gue udah haus dari tadi.”gumam Varo. Letta pun ikut berdiri bersama Braon menuju depan ruangan. Enggan membuat mereka disana tidak nyaman.
Letta yang ditanya melirik Carmon.”saya tunggu diluar saja.” Tegas Letta.
Carmon menggeleng.”Nggak nggak. kamu harus ada disini, sata nggak mau jauh jauh dari kamu, kamu penjaga saya.”Tegas Carmon pada letta.
“Bro.. loe sehat?” Tanya Hamdan kepada Carmpon bingung, biasanya Carmon malah enggan dijaga oleh penjaga, bodyguard atau lain lainnya, tapi ini? liat bahkan dia yang enggan jauh jauh dari sang perempuan, apakah matahari terbit dari arah selatan?.
Carmon menggeleng.” Sehat walafiat gue,. | Dengan Carmon. Ia melirik letta yang kembali duduk.” Gue nggak mau kejadian kemarin ketulang lagi, entah peluru nyasar lah, entah apalah gitu. Kalo dia ada kan dia bisa nyelamatin kita. Dia gue bayar buat jagain gue.”Dengus Carmon.
Letta hanya berdehem pelan. Baron mengangguk saja. "Udah nggak usah bahas dia lagi napa. Mending bahas nanti malam kita jadi kan pergi jelong jelong lagi di club?"
” itu bukan jalan jalan..!!” gumam Letta malas. Namamya juga Club pastinya bersenang senang ala saiton, yang tak lain dengan mabyj mabukan, joget dan ranjang.
__ADS_1
“malam nanti gue ada jadwal nggak let?”
Carmon menanya pada Letta pelan. Letta diam mengfingat jadwal Carmon. “ada, nanti malam anda ada akan mengecek gudang.”Ujar letta tegas
. Carmon menghela nafas pelan melirik Hamdan dna teman teman.”Gue nggak biisa gess. Gue sibuk banget akhir akhir ini. tugas bang Jastin balik ke gue semua jadi nggak ada waktu buat main,.” Jawab Camon lemah.
“Kalo main dirumah loe aja gimana Car? Besok baru main ke club. Mumpung gue ada disini, besok besok gue nggak tau lagi kesini atau nggak.”Ujar Sandri, dia memang jarang dinegri ini.
Carmon menghela nafas melirik letta.”sekiranya sampek jam berapa nanti kita Let?”Tanya Carmon lagi dengan menuntut.
“saya tidak tau, sepertinya sampai penyelidikan selesai.”Tegas Letta pada Carmon yang bertanya.
“Loe nanya sama dia terus perasaan, dia pengawal atau sekretaris pribadi loe si?”Tanya Hamdna memicingkan mata.
Carmon mendengus.”Merangkap dia. “Tegas Cramon malas ke teman temannya. Kepo sekali jadi manusia.
“Untung banget loe.” Tegas Varo melirik letta.”loe jangan mau rangkap rangkap gitu. Kalo mau rangkap yah gajinya juga ngerangkap. Rugi tenaga Let.”tegasnya kepada Letta miris. Menjadi pengawal, dan sekretariis pribasi itu adalah posisi yang berbeda., sangat rugi jika letta kerja dua duanya tapi malah digaji hanya satu kerjaan.
“Loe jangan hasut dia yah.!!” Carmon melempar Varo lagi dengan buah anggur, Sebab posisinya jauh dari Varo. Mata Carmon melotot mendengus.,”Lagian ini tugas dia, gaji dia juga nggak sama kayak yang lain. Jadi jangan macem-macem loe atau jantung loe gue remukin baru tau rasa..!!” Carmon menatap Varo sangat tajam sekali.
“ Nggak bisa diaja berjanda terus loe sekarang. Biasanya juga nggakk pernah seserius ini jadi orang. mau kita goda atau bahkan nyolek sekretaris loe loe nggak pernah peduli tu,. Sekarang kenapa gini?”Tanya sandri heran melihat Carmon yang ia anggap berbeda dari biasanya.
“ ya nih.” Sahut hamdan melirik Carmon.”biasanya juga nggak pernah focus sama pekerjaan, sukanya yah main, main diluar, ngamburin uang, mainin cewek dan berakhir tepar karena mabok, tapi sekarang udah lembut karena kerjaan. Loe mau jadi kayak kakak loe Car?” Lanjut Hamdan. Berteman sejak lama membuat ia dikit banyaknya tau karakternya temannya ini.
“Menurut loe aja si. Kalo bukan gue yang bantuin bokap gue siapa lagi, adek gue sibuk sekolah, mak gue sibuk sama sosialita. Nunggu bapak gue? bisa mati terduduk ngurusin semua berka sini. Loe pikir mobil gue nggak butuh dandan?” tegas Carmon sewot mengawil kue yang ada dimeja makan.”loe sendiri aja gila gilaan kerja sekarang sampek kulit loe gelap kek gini, nggak sayang tampang loe.” Lanjutnya menatap Hamdan.
Hamdan mendneggus.”bener kata loe. Kalo bukan gue siapa lagi, gue anak tunggal kalo loe lupa, kalo nungguin bapak gue yang ngurusin semua kerjaan, bisa jadi pula gue dianggap anak nggak berguna..!” Varo dan Sandri terbahak mendengar jawaban Hamdan. Dan Carmon ikut terkekeh.
Menjadi anak tunggal dari orang kaya raya tidaklah seenak yang orang lain bayangkan, ada oreang tua yang harus ia banggakan. Ia harapan satu satunya keluarga, jika mengecewakan hukumanya jauh lebih berat dibanding anak anak lain. Ia juga yang harus menanggung beban keluarga, suka atau tidaknya pada profesi orang tua ia harus menerusinya jika tidak usaha mereka akan jatuh ditangan orang lain. Iya anak tunggal memiliki tanggungan jauh lebih berat,
“Kita juga udah dewasa si. Tinggal kita aja yang ngatur diri buat senang senang, atau buat main main. Senang senang boleh tapi jangan sampai lupa buat serius dan liat masa depan kita. mau main main boleh tapi ada saat dimana kita harus berfikir regional. Supaya hidup seimbang, kalo berat setengah bisa bisa kita nggak ajdi dewasa dan struk dihidup biasa. Nggak ada kemajuan padahal orang lain udah jauh diatas kita.” Tegas Sandri menganggiuk mengiyakan.
__ADS_1
“kalian telat kalo baru sadar sekarang..!” egas Letta menyelip pembicaraan. Keempatnya melirik letta dnegan tanda tanya. Letta menatap lain arah dingin.” Sadar pas udah ngerusak diri, sadar pas udah ngerusak orang lain, itu kayak kalian Cuma memperbaiki diri kalian tapi enggak buat kehidupan orang lain yang kalian hancurkan. “ tegas Letta dingin.
“Apa maksud lo--