Balas Dendam Karena Satu Malam

Balas Dendam Karena Satu Malam
37


__ADS_3

Tanpa mereka sadari jika helykopter dari atas kepala mereka sudah siap tempur dan Diki dan lainnya sudah masuk kedalam mobil.. Beberapa saat setelahnya ada gas yang tersiram membuat Thomas dan lainnya terdiam.


Bau gas? Dan yah.. Setelahnya ia mendengar suara helykopter yang menjatuhkan beberapa benda. Ia yang tak paham diam hingga suara keras berdentum dan mobil yang Letta naik melaju..


Semua tak mampu menyelamatkan diri, itu terlalu cepat bagi mereka, terlalu mengagetkan bagi mereka, itu bagai kilatan petir yang siap menyambar dengan kecepatan melebihi detik.. bahkan tubuh mereka terpental jauh dengan tubuh dan juga daging yang seperti tercabik cabik dimakan serigala.


Bom.... semuanya disana berteriak nyaris tak terdengar akibat dikalahkan dnegan suara Bom itu. Semuanya hancur disana hingga api meramban tepat dibelakang mobil yang dikendarai Ando dan lainnya tadi.


Namun mobil melaju dengan gesitnya dan Letta mampu melihat semua berteriak dengan tubuh yang penuh api itu dan kembali disambar api karena ledakan berikutnya. Semuanya terhalang dengan kobaran api dan juga asap hitam disana. Letta tersenyum tipis dibuatnya dan kembali menatap kedepan. Dimana jalan yang sudah disiapkan menuju tempat persembunyian.


Letta mengambil minumnya dan memngambil hapenya dan minum. Ando dan Ziko melirik kasihan, bahkan melihat hal demikian Letta tak memberikan ekspresi lebih dan juga kegembiraan karena keberhasilan. sakit karena membunuh. Ia bagai wanita roboit asli.


Di lain sisi...


Brakk...... Sam memukul mejanya keras dikala itu menatap ponsel miliknya. Tangannya terkenal dengan eratnya hingga urat urat nadinya disana terlihat dengan urat ototnya.”Sialan... bagaimana bisa rahasia kita bocor..?!!!” Teriaknya tak terima disana dengan kuatnya.


Data investasi dan juga beberapa data lainnya bocor hingga membuat nilai sahamnya anjlok dan juga menurun drastis. Bahkan saat ini salah satu perusahaannya disalah satu kota lumpuh total akibat dijual secara illegal oleh seseorang yang ia kenal sebagai perdana mentri Negara yang ia jaga ini,.


Tangan kanannya atau pengawalnya gemetar ketakutan disana dan memilih menunduk.”Ma-maaf tuan. Kam-kami tidak tahu, sepertinya tuan Thomas sudah berkhianat kepada kita dan mengambil beberapa investor dan data kita sehingga ia mengambil alih salah satu perusahaan yang terbesar berada di New York, ia menjualnya secara 12trilun dengan salah satu pengusaha besar dinegara itu tuan. “Ujarnya disana dnegan gemetar.


Tangan Sam terkepal disana.. “ Bisa-bisanya kita kecolongan dengannya.. Cari dia sampai dapat dan sekap dia diruang bawah tanah sekarang...!!!” Teriaknya kuat Disana tak terima dan diangguk mereka dengan gemetar dan pergi.

__ADS_1


Tangan Sam terkepal disana dan menghancurkan semua dokumen disana.”Arghhh... sial-sial.. sial... akhggrr..”Teriaknya tak kuat... ia mengusap kepalanya. Ia kehilangan 30% saham membuat ia pergi. Ia harus menemui kedua anaknya yang berada dirumah sakit. Pasti mereka kan yang membocorkan nya? Apa dirinya sendiri? Entahlah ia tak tahu.


Tanpa ia sadari ada sosok Letta yang menatapnya lewat hape sembari menikmati kopi yang ia beli. Tak ada ekspresi namun tak mampu memungkiri jika ia cukup bangga dengan kerjanya yah dia itu sebenarnya menjebak nama Thomas hanya untuk ini.


Sebenarnya kemarin ia yang mencuri beberapa file dan sahamnya mereka, dan ia jual dan juga menjebak Thomas ini kedalam misinya. Dan sekarang Thomas sudah ia musnahkan dengan kesalahannya dan keuntungan untuknya. Bagaimana tidak untung? Ia mendapatkan satu perusahaan Cuma-Cuma dengan data yang palsu. Yah perusahaan itu ia jual dan ia beli kembali perusahaan lain untuk dirinya. Akh Letta memang cerdas.


“Oh jadi ini mainan kamu?”Ujarnya Diki membuat Letta mengangkat bahu acuh dan menatap lagi disana.


Diki menatap Letta dengan tatapan nanarnya.”Kenapa eggak bilang sedari awal? Kami kek orang bodoh kamu buat gini Let..”Ujarnya disana. Merasa tak tahu apapun rencana Letta. Mereka pikir Letta melakukan hanya semata-mata menghancurkan manusia sampah.


Ando bahkan menghentikan mobilnya dan menatap kebelakang. Ziko? Ia yang tadinya menatap hape sekarang menatap kebelakang. Nampak disana Diki menatap Letta dengan tatapan kecewa sedangkan Letta hanya menatapnya diam.


“Jangan-jangan loe Cuma menganggap gue tangan kanan loe doang? Yang Cuma bisa loe suruh-suruh segala hal tanpa loe bilang ke gue yah?”Tanyanya dengan tertawa miris dihadapan. Ia mengangguk paham disana,”Oke jalan Do.. jalan.. nyonya kita nanti marah cepet.”Ujarnya disana dengan kekecewaan yang besar. Ini bukan masalah sepele... Masalah besar...!


Letta mau angkat bicara namun ditahan oleh Ando.”Siap nona.. maafkan kami. Anda tidak perlu bicara karena kan suara anda sangat mahal dan juga berat.. nanti anda bisa jatuh harga dirinya.,”Ujarnya disana menyinggung bak bawahan dan pelayan Aleta. Ia ikut marah tanpa sebab namun ia tahu maksud Diki yang kecewa akan Letta membuat ia ikut memanas manasi keadaan. Ziko yang tak tahu apa-apa itu pun diam menatap Letta dengan tatapan nanar nya, berharap Letta memberikan mereka pengertian.


Letta disana menatap jalanan dengan helaan nafa tipis,.Ia disana kembali menghela nafas dikala merasa hatinya melemah dan sesak. Ia tak tahu harus apa.. ia melirik Diki yang bahkan matanya memerah karena menjatuhkan air mata. Ziko dan Ando yang diam tak lagi bercanda dan berteriak. Apa ia salah tak membicarakan rencana ini? memang si teman temannya hanya tau jika dia itu mau membunuh Thomas hanya karena pengkhianat Negara, namun nyatanya ada misi lain disana.


Letta tak tahu bicara apa. “Maaf.”Gumamnya lirih disana. Ia tak tahu harus bilang apa. Mata Letta menatap ke lain arah dan diam tak tahu mengatakan apapun namun satu yang bisa ia katakan.”Apakah kata sayang harus diungkapkan? Kata sayang hanya akan memperdalam rasa sakit ketika seseorang pergi. Dan aku siap mati untuk kalian suatu saat nanti, bahkan takkan ku biarkan kalian terluka. Maaf.”Ujarnya mendalam.


Ando dan Ziko terdiam mendengarnya dan Diki yang ikut diam, namun Diki menatap lain arah dengan air mata yang jatuh. “Bukan kata itu yang kita mau Let. Tapi keterbukaan loe sama kita. Bagi sama kita beban loe. Kita mau loe normal bukan gini. Kita kayak temenan sama batu tau nggak. Kita mau loe cerita itu aja dan menganggap kita ada.. Loe enggak sendiri...!”Ujarnya Diki menahan sesak disana.

__ADS_1


Letta disana menggeleng dengan pelan dan menatap jalanan dnegan tanpa ekspresi meski dadanya sakit mendesak, namun air mata itu rasanya sudah habis tanpa sisa karena hidupnya yang kelam. Ia tak suka membagi bebannya. Ia tak mau. Ia mau hidup orang sekitarnya bahagia tidak seperti dirinya yang hancur melebur..


Ia mengusap kepalanya yang terasa sakit dan berat. “Maaf.” Gumam Letta lagi namun Diki disana diam meliriknya saja.


Sungguh Letta itu sudah ia anggap sebagai saudaranya sendiri, namun sayang tidak dengan Letta nampaknya.


“Kadang tu memang sulit Let. Tapi loe harus tau kalo kita selalu ada sama loe. Kita akan selalu lindungi loe dan selalu bakal ada dibelakang loe buat belain loe. Kita sayang kalian.”Ujarnya disana lirih kepada Letta yang diam itu. " Kita mau sama sama pikul beban loe... "


Letta malah terkekeh bagaikan manusia putus asanya.” Dunia gue bagian mana yang harus gue cerita dan gue bagi?”Tanya Letta dengan suara lantangnya.” Semuanya gelap, kalian bahkan enggak bakal ngerti.. “ UJAR Letta disana nanar.


“Kita tau loe benci keluarga Sam karena mereka membunuh keluarga loe kan? Loe Cuma perlu bangkit dari kebencian itu Lo---“


“Itu Cuma sebagian kecil masa kelam gue.”Ujar Letta memotong.”Ingat.. Cuma potongan kecil, bahkan Cuma seujung kuku dan permulaan.. kalian enggak bakal ngerti.. “ Tekannya disana membuat semuanya terdiam. Letta menatap jalanan dengan nanarnya dan memejamkan matanya. Tangannya terkepal erat disana karena tak kuat.


Iya itu awal yang kecil membuat masalah menjadi membesar tak terbatas....


.


.


jangan lupa tinggalkan jejak yah...!

__ADS_1


__ADS_2