Balas Dendam Karena Satu Malam

Balas Dendam Karena Satu Malam
Incaran


__ADS_3

Haii guys. Sebelum baca like dulu hehe


...


Zika mengangguk menatap Letta hangat. " Iyaaa, benar..."


Letta bangkit menepuk kepala Zika, tersenyum sejenak. “Jika ada perlu apapun jangan lupa hubungi kakak, nomor kakak masih yang lama.”Bisiknya pelan.


Zika mengangguk lagi menatap Letta pergi. Zika menghela nafas menatap makam Ziko.”Kakak senangkan lihat cewek yang kakak suka jenguk kakak disini?”Bisiknya pelan. disadari atau tidak ternyata Letta masih dengar. Letta hanya tersenyum sendu meninggalkan makam. Zika membuka kotak bekallnya yang berisi nasi goreng buatannya, mulai memakannya lahap, ia harus kuat bukan? " Ternyata kakak benar. Kak Letta baik hehe..." Ia tersenyum menatap kakak Ziko seakan-akan Zikoada dihadapannya.


Zika tau jika Ziko sang kakak menyukai Letta, siapa sih yang tidak tau? kamar kakaknya itu banyak foto mereka bersama, dimana Ziko yang memaksa Letta foto bersama dan ia bingkai dan ia pajang.


Dulu Suka pikir mereka hanya teman tetapi melihat kakaknya yang terus saja membela Letta dan membantunya membuat ia sadar jika kakaknya sangat mencintai Letta dari sepuluh tahun yang lalu.


Letta berjalan melewati blok yang ada di hadapan jalanan, jalanan cukup sepi pagi ini padahal sudah pukul 7 pagi, hutan hutan yang ia lewatkan menambah kadar kesunyian yang ada. Saat sampai di jembatan, ia melihat mobil melaju cepat kearahnya. Letta menghitung tempo melihat situasi dan melompat kearah danau penuh perincian.


Bugh....


Mobil hampir masuk ke danau saat menabrak pembatas jalan. Beberapa porang keluar melihat Letta yang tak lagi terlihat setelah melompat, menatap danau yang terlihat tenang tak ada orang.”Cepat cari, diimanapun dia berada..!!!!” Teriakan dari luar memancing beberapa orang kembali mencarinya.


Dua orang turun dari jembatan melihat kebawah sungai, dan duanya lagi memeriksa bagian atas. Air danau tetap tenang menandakan tidak ada yang jatuh. Mereka jadi heran dan penasaran dimana Letta berada.


Sedangkan Letta??? Ia menahan tubuhnya dibagian pinggir jembatan, merayap memegang sisi sisi besih kokoh sisa pembangunan kebawah jembatan, memegang besi dan menahan tubuh dicela besi jembatan.


Dua orang dbawa memeriksa air danau yang sangat tenang tak Nampak apapun, menatap sekeliling jembatan tak ada orang. menatap keatas “ Tidak ada orang..!!!” Teriaknya.


Kedua orang diatas mendengar mengerang marah.”Cepat cari di sekeliling danau,..!!!!”


“Baik..!!” Mereka sebagai bawahan mengangguk patuh mulai mencari Letta di bagian bawah, dipinggir danau bawah jembatan.


Danau itu cukup panjang dan luas jadi bagian bawah jembatan tak terlihat jelas karena pantulan air danau yang hijau. Mereka sedikit kualahan mencari Aletta.


" Dimana dia?" Gumam salah satunya.


" Mungkin dibawah jembatan. ayo kesana...!"


Sahut sahutan itu membuat Letta mengepalkan tangan disela besi, menahan tubuh agar tetap tenang. Mecoba melirik dua orang tadi, tetap tidak ada yang menemukannya, Letta kembali menarik tubuhnya merayap dibagian sisi besi, mengambil cela di bagian sanggahan danau. Letta menyeringai melihat dua orang di sana sibuk memeriksa bagian samping sanggahan jembatan.

__ADS_1


Letta merayap tanpa bersuara menuju atas jembatan lagi, menuju mobil yang ada di sana, saat ia masuk ia kaget karena ada seseorang yang duduk memainkan HP seperti sedang menghubunginya seseorang.


Letta segera menarik tubuhnya keluar mobil. Sosok tersebut tersentak kaget tubuhnya terhepas kuat. Letta ,masuk menutup pintu kuat, berhubung mobilya memang sudah hidup sedari awal ia menancapkan gas meninggalkan orang yang masih mencarinya,.


“Tolong..!” Teriak lelaki yang Letta tarik tadi, kedua orang yang mencarinya di bagian diatas kaget mendengar suara pintu mobil yang begitu keras di tutup dan temannya yang meminta tolong, keduanya berlari mengejar mobil yang melaju kencang.


” Woy berhenti..!!!!!” Teriakan keduanya masih bersikeras melaju mengejar Letta.. satunya lagi hanya memegang pinggul nyilu akibat benturan dengan aspal begitu kuat. ekor buntutnya patah.


“Sialan..!!!!!!” Maki keduanya berhenti melihat mobil melaju kuat, di bagian bawah pun melaju keatas mendekati rombongannya, menatap mobil hitam milik mereka melaju membuat salah satunya yang bertubuh paling tinggi mendenggus,.” Kita kecolongan..!!!” parahnya mobil mereka juga dibawa pergi, jika begini mereka merugi cukup besar,


“Bagaimana dengan hp milik kita,. kita akan ketahuan jika begini.” Tegas daris alah satu temannya.


“ Blokir semua akses dihp itu cepat. “ Tegas sepertinya ia ketuanya, mereka pergi dengan tangan kosong, kesal dan juga marah,.


...----------------...


Di sisi lain Letta menyeringai melajukan mobil miliknya dengan santai, melirik dompet mereka yang tertinggal, tersenyum culas mengambilnya, menatap dompet tersebut. kartu bank, dan beberapa lainnya


Letta menghentikan mobil di apartemen miliknya, membawa semua tas mereka dan beberapa hp milik mereka, berselang beberapa menit ia tersenyum culas melihat semua yang ia dapatkan.”Luumayan lima ratus juta untuk membeli makan satu bukan.,”Bisiknya terkekeh, membuka semua hp milik mereka, mulai menyelidiki siapa yang menyuruh mereka, tapi sayangnya pesan atau apapun sudah lenyap seperti sudah dihilangkan. Letta mengangguk pelan mulai kembali mencari dengan seluler sampah di aplikasi lunak.


“Samuel?”Gumamnya. letta mengepalkan tangan, terkekeh sejenak mengangguk pelan.,”Rupanya dia yang ingin membunuhku.”Gumam Letta mengangguk dan memilih pergi membawa semua barang mereka yang ia bawa tadi.


Yah Letta merampas semua tabungan mereka, letta juga sudah meretas semua akun mereka. Mudah bagi Letta karena tujuh belas tahun mempelajari hal hal itu. letta melangkah keluar dari apartemen miliknya, menaiki mobil yang ia bawa tadi kembali menuju kerumah Samuel, ingin melihat reaksi muka Samuel saat melihatnya masih hidup bersamaan dengan mobil miliknya, yah itu mobil miliknya kan?? atau orang suruhannya? Letta tak peduli yang pasti Letta menggenggam semua bukti.


...----------------...


“Yang benar saja? Penjelasan kalian sangat berbelit belit dan tidak masuk akal, apa kalian sebodoh itu sampai mudah dikelabui?!!” Tanya Samuel membentak orang orangnya yang tiba tiba datang menggunakan taxi dan menkelaskanm apa yang terjadi dalam misi yang mereka lakukan.


Mereka terlihat saling lirik dan meremas tangan masing masing menatap Samuell yang terlihat marah. Salah satu dari mereka paling kekar angkat bicara untuk menjawab.”Dia terlihat licik dan penuh perhitungan tuan, jadi kami benar benar tidak bisa menangkapnya tadi.”Ujarnya pelan.


Samuel mengangguk meremas pena yang ia pegang. Menatap lain arah tersenyum tipis.”Berarti dia benar benar licik dan bukan sembarang orang, aku tambah yakin jika dia memiliki maksud lain masuk kedalam rumah ku, apa motifnya untuk menjatuhkan usahaku agar usaha kakeknya naik daun? Aku sangat tahu jika Ragiel adalah manusia yang paling tidak bisa dikatakan baik, dia monster bisnis.”Bisiknya pelan.


Samuel sejujurnya mempercayai Letta setengah hati, setengah hati lain meragu jika Letta hanyalah alat Ragiel dalam melakukan tindakannya. Sampai menyuruh orang orangnya menangkap Letta, tetapi hal yang mengejutkan ia dapatkan semakin membuat Ragiel percaya jika Letta memiliki maksud lain memasuki rumahnya. Tidak mungkin orang kaya hendak jadi tangan kanan orang kaya lainnya. Orang kaya rata rata memiliki otak bisnis dan influnsif, tak akan pernah ingin merugi, hal itu melekat menjadi darah daging setiap orang yang sudah berbisnis.


Samuel salah satu orang bisnis sangat tahu bagaimana sikap dan watak dari beberapa pengusaha lain, pengusaha ingin selalu maju dan melakukan yang terbaik dihadapan layar, berkata manis dan membanggakan produknya, bagaimana mungkin ia malah mengembakan usaha orang lain?


Samuel menghela nafas Mengusap kepalanya,. Kelima lainnya menatap satu sama lain ragu, berdehem sejenak salah satu yang sejak tadi bicara angkat bicara.

__ADS_1


” Tu tuan.”


Samuel mendongak menatap orang orangnya. Yang angkat bicara mengusap tengkuk tak enak. “Itu HP milik kita di dalam mobil, sebelum kesini semua sudah kami format dalam bentuk google, dan satu lagi. hemmm atm kami dibobol, semua tabungan kami habis. Apa wanita yang di suruh tuan untuk kami tangkap yang membobolnya?”Tanyanya takut.


Samuel melotot mendengarnya, menaruh pena di atas meja. Bangkit dan berdiri di depan orang tersebut.” Maksud mu dia merampok tabungan kalian, membobol tabungan kalian semua?”Tanya Samuel gagap karena terlalu kaget.


Orang orangnya mengangguk tagu " Kami tidak tahu, tapi sepertinya iya Tuan. uang tabungan kami habis lenyap tak tersisa sepeserpun." Ujarnya lirih. Rasanya sangat sedih kehilangan uang yang dikumpulkan.


" Iya padahal itu uang untuk melamar wanitaku. Bagaimana ini tuan." Sahut satu lagi dari sana.


Samuel mengerjab pelan tergelak hambar, mengangguk bertepuk tangan,”Waww.... dia benar benar.”Bisiknya pelan menggeleng sejenak dan terduduk di atas meja. Kaget, sebenarnya siapa sosok Letta sebenarnya.


" Aku akan mengembalikan uang yang ia rampok dari kalian, kalian catat saja berapa yang ia rampok..."" Ujar Samuel kepada orang orangnya.


Mata.mereka berbinar menatap Samuel. " Benar kah tuan?" jika begini kan mereka bisa melebihkan tabungan lebih dari sebelumnya hehe.


Samuel mengangguk " Tapi Kalian ganti mobil milikku!!!"


Semua tertegun. dan Samuel tersenyum miring. Ingat ia tak akan mau merugi.


...----------------...


“Kau dari mana saja? Kenapa lama sekali datangnya ha?? Kita harus berangkat jam sepuluh dan kau baru sampai jam 9 disini. Kau niat kerja tidak si Letta..!!!!” Letta kena marah oleh Carmon sebab ia baru saja sampai saat jam hampir melewati angka 9.


Carmon berdecak pinggang mendengus kesal melihat Letta datang dengan keadaan yang seperti habis joging, padahal ia sudah siap siap sejak pagi, lebih kaget lagi saat mengetahui Letta belum pulang pulang seusai jogging. Letta sendiri hanya acuh tak acuh menatap Carmon."Yaudah ayok kita pergi.” Jawab Letta santai.


Carmon menganga mengerjab pelan menatap Letta. Matanya menandai Letta dari atas sampai bawah dua kali.” Kau belum mandi, baru sampai dari jogging.. dan apakah kau sudah menyipakan barang barangmu untuk keberangkatan? Letta disan akita akan menghabiskan 3hari loh.” Carmon tak habis fikir tentang apa yang dipikirkan oleh Letta.


Letta menggeleng.”Aku sudah menyiapkan barang barangku, berang tak penting bisa aku suruh orangku saja nanti membelikannya,,”Jawab Letta pelan melangkah menuju kamarnya. Membuat Crammon tercengang mendengarnya,


Carmon menggaruk tengkuknya pelan menggeleng.”Apa katanya tadi? Bukannya dia bertindak seakan dia yang bosnya di sini. Hey apa aku harus menekannya lagi agar ingat jika sebenarnya di sini aku adalah bosnya bukan dia..,.!!!!” Tegasnya menatap kesal punggung Letta menjauh.” Letta kau benar benar yah. aku bos yah ingat..!” teriaknya. .


Beberapa pelayan mendengarnya menahan tawa, baru kali ini melihat Carmon tak dihormati sefrustasi itu untuk di hargai dan di hormati.


Letta mengambil tasnya, tas sedang berisi beberapa baju ketat miliknya, make up dan juga jaket. Tak lupa membawa dompet. Selebihnya ia tak bawa, ia memasuki kamar mandi untuk membilas diri sebentar. Hanya lima menit ia sudah keluar dengan rambut yang tidak ia basah, mengganti baju dengan baju hitam ketat yang mencetak lekuk tubuhnya, mengambil celana hitam training yang nyaman di pakai. Letta menyisir rambutnya mengikatnya tinggi, memakaikan suncrean dan lipstick merah merona.


Seusainya ia keluar dnegan keadaan yang lebih fres. Terlihat wajah Cramon yang sudah merah dengan kaki yang mencak mencak menghentak bumi. Carmon yang sadar Letta keluar dengan atas anak tangga dengan keadaan lebuh segar terdiam, ditangan Letta terlihat jaket berwarna putih.”Kau sudah mandi? Hanya lima belas menit?”Mata Carmon berkedip kedip menatap Letta yang sudah fres dan siap dihadapannya. Tidak mencerminkan wanita.

__ADS_1


__ADS_2