Balas Dendam Karena Satu Malam

Balas Dendam Karena Satu Malam
Siapa?


__ADS_3

Samuel memasuki ruang tamu, tapi dikagetkan dengan dua laki laki berbadan kekar duduk diruangan tamu. Ia sedikit gugup dan kaget dibuatnya. Saat matanya berpapasan dengan sang pemilik wajah ia semakin tercengang.


Bagaimana tidak, wajah dari salah satu mereka itu setengahnya hancur dan setengahnya pun terlihat menyerakan, satunya lagi berusia lebih muda tetapi di bagian pipinya ada bekas bacoklan yang kentara dengan wajah tampannya. Samuel akui ia tampan, karena luka itu ketampananya berkurang, Hem malah tertutup dan jadi ngeri.


“Ap -apa kalian pimpinan majalah itu?”Tanyanya gugup. Samuel berdehem membaasahi tenggorokannya yang terasa spat dengan air liurnya sendiri.


Dua orang tersebut diam menatap Samuel tajam. Samuel merasa aura dirinya kalah, auranya biasanya tegas dan dingin tetapi aura orang di depanya ini aura membunuh. Itu sangat mengerihkan dan Samuel sedikit kalah talak.


Hei hei...


padahal ia sering membunuh orang lain, bahkan membantai satu keluarga, tapi memang benar benar lelaki lelaki di hadapannya ini seperti nya lebih banyak membunuh di bandingkan dirinya... tatapannya seperti memiliki aura membunuh sangat kentara sekali.


Samuel berdehem lagi.”Oke maaf. Perkenalkan saya Samuel, pimpinan perushaaan ini yang sedang berurusan dengan kalian. Terimakasih karena sudah berkenan data----..”


“Tidak usah basa basi. Langsung saja ke intinya..!!!!” lelaki yang berparas tampan memotong pembicaraan Samuel.


Samuel mengerang dalam hati, Samuel tidak suka ucapanya dipotong. Samuel bersikap santai dan mengangguk paham.” Kalian tidak mau memperkenalkan diri kalian dulu agar mudah bicara satu sama lain?”Tanya Samuel mencairkan suasana.


Mereka saling tatap, salah satu mnengangguk.” Oke, perkenalkan, nama saya adalah Milo, dan juga teman saya Neo di baca Nio. Kami pimpinan perusahaan percetakan majalah yang anda ancam tuan Samuel.”Jelasnya. menekan dari kata ‘Mengancam’ seakan menegaskan jika disini yang mencari masalah adalah Samuel bukan mereka.


Samuel mengangguk pelan. baru tahu jika pemilik perusahaan percetakan terkenal ini cukup mengerihkan, pantas saja mereka tidak takut di ancam, wajah mereka saja sudah menjadi ancaman untuk orang lain. Hemm kata tidak sopannya wajah mereka mengerihkan dan juga seram. Samuel yang sudah tua saja sedikit takut kepada keduanya.


Ingat dia saja takut sebagai orang yang pernah membunuh dan juga tak berperasaan, apalagi orang lain...


Apalagi kepada lelaki yang memiliki wajah setengah hancur. Matanya yang terlihat putih semua dibagian wajah yang hancur menambah kadar tak enak Samuel katakan.


“Jadi saya ingin mengatakan jika yang saya katakana bukanlah hal main main. Berhenti mengganggu masalah keluarga saya. Saya akan membayar dua kali lipat dari keuntungan yang kalian dapatkan dari masalah keluarga saya, asal kalian menutup semua akses masalah kami yang entah kalian dapat dari mana.” Ujar Samuel pada Nio dan Milo.

__ADS_1


Nio mengangguk pelan menatap Samuel, sedangkan Milo sedikit tertarik hanya melirik nio untuk mendpaptakan keputusan yang bagus. “Hanya itu?? kau tau berapa keuntungan yang kami dapatkan memang?”Tanyanya pelan pada Samuel.


Samuel tertegun. iya. Ia lupa menanyakan berapa keuntungan yang mereka hasilkan. Samuel menggeleng membuat Nio terkekeh.” Keuntungan kami mencapai seratus juta dalam permenit nya, dan anda bisa mengkalikan berapa keuntungan yang kami dapatkan.” Lanjutnya pelan.


“Gila., kau mendapatkan keuntungan sebesar itu dalam masalah yang kami miliki?? Brak.. Kau mengambil keuntungan dari masalah kami..!” Samuel menggeprak meja kaget. Itu angka yang fantastis. Jika dikalikan saja dengan permenit. 0 menit suha menjadi enam ratus juta, dan jika dikalikan dengan dua pulih empat jam, berarti sekitar 1,4M. Itu angka fantastis yang mereka dapatkan dari kasus ini? belum dengan aksus lain,.


Nio mengangguk pelan menatap Samuel menyeringai.”Yah sebesar itu, kami bukan mengambil keuntungan tetapi kamu memang jadi tokoh penting di negara membuat banyak yang berminat akan masalahmu dan kami hanya memfasilitasi.. Jadi, anda masih berniat menambah dua kali lipat untuk menghentikan kasus ini tuan Hotman?” Tanyanya dengan suara rendah. Yah Samuel bermarga Hotman jadi memang bisa dipanggil Hotman.


Samuel sendiri yang ditanya merinding menatap Nio. Dirinya cukup malu untuk membatalkan apa yang ia katakana tadi, tapi untuk menerima juga ia tak mampu, mampou tapi ia bisa bangkrut. 1,4M itu hanya satu hari, bagaimana jika dalam jangka enam bulan?? Bayangkan berapa banyak yang harus ia keluarkan. Samuel bisa bangkrut total. Samuel harus memutar otak agar harga drinya tidak terinjak injak kaena masalah ini.


Nio tertawa melihat wajah gelisa Samuel. Yah dia Nio paman Letta. Pembunuh bayaran yang menjabat sebagai tangan kanan Letta saat ini. letta kehilangan Diki senbagai tangan kanan dan beberapa orang kepercayaan sehingga ia tidak bisa mengandalkan orang lain selain Nio dan juga beberapa temannya,. Jika Nio dan teman temanya yang menjadi tangan kananya Ragiel tidak akan curiga kepada keempatnya dan mereka akan aman. Lagi pula pastilah Nio dan teman temanya lebih berpengalaman dalam menjalankan tugasnya. Ragiel pun akan berfikir dua kali untuk terlibat dengan keempat pembunuh bayaran besar ini,


Samuel menaikan satu alisnya melihat Nioo yang tertawa, harga dirinya sudah tercoreng membuat ia hanya mampu mengepalkan tangannya erat.” Aku... aku ingin kalian menghapus semua nya jika tidak aku pastikan jika perusahaan kalian akan kami hancurkan dalam satu malam.”Bisik Samuel tegas kepada keduanya. Tak ada cara lain selian jalan kotor.


Nio mengangguk pelan dan Milo yang menyeringai. Milo mengangkat kalung di dalam bajunya. Samuel terdiam sejenak melihat kalung tersebut. Milo memutarnya dan berkata.” Ini kalung bisa merekam apapun yang dibicarakan orang sekitarnya. Dan silahkan saja hancurkan perusahaan kami dan aku pastikan kehancuran mu akan menyusul.”Bisiknya pelan dengan wajah menyeringai remeh Samuel.


Milo malah terbahak menepuk sisi sofa menatap Samuel yang baginya terlihat kucu dan imut. Samuel terlihat seperti kucing yang melindungi diri.”sayang sekali Hotman. Jika kau tidak bisa melakukan semaumu kepada kami... “Ujarnya menggeleng.


Samuel menggeprak meja dan melangkah mendekati Milo untuk ia pukul. Tapi sebelum ia sampai tubuhnya terhempas karena Nio menjulaknya cepat. Samuel terhentak di dinding menatap Nio mendongak. Tubuh Nio benar benar kekar dan besar, dua kali lipat dari tubuh Samuel. Samuel bak anak kecil jika berdiri di samping Nio sperti ini. belum lagi Milo yang sama besarnya dengan Nio membuat ia menekan denyut jantung yang mengguncang jiwanya.


Nio menunjuk bahu Samuel dengan telunjuknya. Samuel diam menatap Nio waspada. Nio mengerang berkata.” Kau jika ku injak sedikit saja sudah pasti lah tulang mu patah. Jadi jangan bertindak gegabah kawan. Karena apa yang kamu lakukan akan kami balas, dan jika kembali menyusun rencana untuk membakar perusahaan kami nanti malam. Aku pastikan jika mlam ini juga perusahaanmu hanya tinggal abu,.,.!” Tekannya dan menyeringai menatap wajah Samuel memucat. Nio melangkah pergi diikuti olehh Milo yang menatap Samuel remeh.


Samuel mengepalkan tangan menatap Milo dan Nio pergi. Wajahnya pias dan pucat,.”Sialan. bisa bisanya mereka mengancamku. Mereka hanya unggul dalam tubuh dan wajah yang seram. Dasar lelaki jelek.”Ia memukul udara kesal mengingat Nio dan Milo. Tapi Samuel lebih kaget saat Nio tau rencananya untuk membakar perusahaan mereka. Jika begitu opsi dirinya yang membakar perusahaan kalah dan salah. Samuel tidak bisa ambil resiko.


“Hahahaha.. kau ingat bagaimna wajahnya saat petama kali melihat wajah kita bang?” Milo bertanya kepada nio terbahak mengingat kejadian dua jam yang lalu. Dimata mereka bertemu dengan Samuel untuk melakukan lobi lobi.. ataui kesepakatan.


Nio tersenyum miring.”Iya... dia terlihat sangat sombong padahal sangat kecil. Apa kita bunuh saja yah untuk membantu Letta balas dendam. Itung itung hadia untuknya di ulang tahun 24 ini.”Ujarnya pelan pada Milo.

__ADS_1


Milo mengangguk.” Tidak bisa... aku sebenarnya juga ingin membunuhnya, tapi kata Letta kita harus menemui akarnya dulu untuk diracuni dan dibunuh, jika tidak maka apa yang kita lakukan kan sia sia dan akan menambah permasalan di kedepannya. Letta ingin Samuel mati dengan cara buruk.” Ujar Milo pelan.


Nio mendengus mengingat fakta itu. mereka menghela nafas bersama.”Yah setidaknya tadi ia sudah takut saat melihat tubuh nya yang berbanding terbalik dengan tubuh kita..” Lanjutnya lagi menghibur diri.


Nio mengangguk pelan mengambil rokok miliknya diatas meja, mematik korek api dan mulai menghisap nya tenang.” Iya.... dia memnag terlihat seperti kelinci liar yang takut kita makan hehe,.” Nio menyeringai.


Milo mengangguk.” Yah benar..” keduanya kembali mengatakan apa yang mereka bisa katakan. Mereka mulai membicarakan Letta dan tugasnya.


Malam ini Carmon terbangun di tengah malam, karena terasa tidak nyaman. Lebih tepatnya Carmon hanya tidur aya, yang tidur bangun tidur bangun begitu. Ia orang yang susah untuk tidur ditempat yang baru. Carmon menghela nafas melirk kasur di sebelahnya. Tempat Letta tertidur. Carmon menatap wajah Letta yang tertidur menggunakan jaket panjang. Katanya ia dingin, suhu di sini memang cukup dingin sebab Carmon suka dingin, beda dengan Letta yang tidak suka dingin.


Carmon mengernyitkan dahi, ini ketiga kalinya ia bangun, tapi posisi Letta tidur tetap sama, terlentang tak bergerak sedikitpun. Carmon jadi bergikir dari tadi tetap tidak bergerak atau tidak tidur si??? Ia mengerjab pelan merasa matanya panas tak bisa tidur. Ia mencoba menghela nafas dan tertidur lagi.


“Jangan..!!!!!” Carmon membuka matanya lagi kaget saat ucapan yang setengah berbisik itu mengganggunya. Carmon mendongak menatap sekeliling, penerangan cukup remang dan gelap, ia tak bisa melihat secara jelas. Ia menatap Letta yang tertidur, gasak grusuk dari suara kasur menyadarkan Carmon jika tidur Letta bermasalah dan tak nyaman.


“ Mama...!!! papa..!!!”


Carmon menegakkan tubuhnya, menyangga tubuh dengan siku di sisi kasur unyuk menatap Letta lebih jelas, apa itu benar benar Letta yang bersuara atau ada orang lain.


Wajah Letta terlihat menggeleng dengan keringat bercucuran. Mata Carmon mengerjab pelan merasa dadanya degdegan. Ia bangkit mendekat kearah Letta lebih dekat untuk menatap lebih lama.


Carmon bisa lihat Letta yang meremas selimut yang ia kenakan dengan mata yang terpejam erat. Keringat sudah membasahi kepalanya, rambut rambutnya menempel di sebagian wajahnya. Mata Letta basah karena menangis. “ Papa... hiks hiks.. kakak... jangan..” Letta berbisik lirih di dalam mimpinya.


Carmon mengernyit, seperti merasakan apa yang Letta rasakan, kalimnat Letta terdengar sangat menyedihkan untuk didengar. Carmon berjongkok mengusap lengan Letta.”Hey bangun..!!! kau tidak apa apa?”Tanya Carmon pelan pada Letta. Tapi Letta tidak merespon, Letta tetap menangis meremas selimut lenih erat. Carmon panic dan juga berfikir blank. Ia menyenggol lengan Lretta lebih keras.”Letta bangun..!!! hey kau mimpi apa?”


Letta tidak bangun. Ia malah terus berteriak menyebut kedua orang tuanya. Carmon menyentuh kening Letta. Hangat. Carmon berinisatif mendekati Letta dan mengusap kepalanya. Letta terlihat nyaman dan mengenggam tangan Carmon di kepalanya. Carmon kaget hendak menarik tangannya. Tapi ucapan Letta menghentikan niatnya.


“Papa niks hiks... papa jangan pergi... “ Liirhnya sampai menitihkan air mata.

__ADS_1


__ADS_2