Balas Dendam Karena Satu Malam

Balas Dendam Karena Satu Malam
penculikan


__ADS_3

Putra melotot mendengar ucapannya. Si bos yang melihat Putra melotot pun kaget.” Wah rupanya kamu sudha bangun. Berani berbohong hm???”


Putra menteri menatap si pria dengan tatapan dingin, "apa kita punya masalah sebelumnya tuan? "Putra bertanya dengan tatapan menuntut penjelasan, sebab bagi putra tidak mungkin laki-laki di depannya ini menculiknya tanpa alasan. ya bersifat berpikir positif thinking saja.


lelaki tersebut tertawa terbahak menatap Putra dengan tatapan kasihan. "sebenarnya kamu tidak memiliki salah kepadaku , kamu laki-laki yang baik, pengertian pintar cerdas disukai banyak orang, tapi sayangnya karena sikap kamu membuat seseorang sudah menjadi bahagia membuat saya tidak suka hal itu Dan karena itu kamu di mata saya itu menjadi bersalah." jawab dari lelaki tersebut dengan mengejek dan juga seperti tatapan psikopat.


putra diam tapi matanya menatap ke sekeliling berpikir kira-kira siapa yang dimaksud oleh lelaki tersebut ''siapa yang kau maksud?''tanya Putra dengan pelan.


lelaki itu mengganggu memerintahkan seseorang dari pengawalnya untuk mengambil kursi, yang disuruh pun paham segera memberikan dia kursi dan mereka pun saling duduk berhadapan. "Aleta. " jawab dari pria itu dengan santai dan tersenyum miring.


Putra mendengarnya sedikit melebarkan matanya. lelaki yang dihadapan Putra itu kembali terkekeh melihat wajah Putra yang menurutnya lucu " ya wanita yang kamu cintai itu adalah alasan untuk kematianmu saat ini. ".


Putra mendengarnya terdiam sejenak memikirkan semua sikap dari Aletta selama ini, "Apakah kalian saling mengenal? dan apakah aku adalah alasan untukmu membalas dendam kepadanya, sejujurnya Jika kamu memang melakukan hal tersebut untuk balas dendam itu akan menjadi sia-sia karena sebenarnya alita tidak menyukaiku atau bahkan dia membenciku. "ujarnya dengan pelan.


lelaki itu malah terbahak dan juga menata Putra Reme, tangannya bertepuk tangan pelan "rupanya kau sangat bodoh ya menjadi manusia, Bahkan kamu tidak paham apa yang dimaksud oleh letak selama ini kepadamu. "ia menggeleng-geleng kepala menata Putra tidak percaya.

__ADS_1


mengeringkan alisnya meskipun terasa perih " maksudmu apa, memang benar Aleta tidak menyukaiku dia bahkan seringkali mendorongku untuk menjauh dan juga memintaku untuk pergi sejauh-jauhnya jadi apa salahnya? "Putra berkata dengan keras karena memang yakin bahwa Aleta tidak menyukainya sama sekali.


"bodoh!!! lelaki itu berdiri dari kursinya dan mendekati Putra dia menjambak kepala Putra dengan keras Putra yang rambutnya memang sudah sedikit panjang pun tersentak lalu menatap tajam si pria yang menjabatnya saat itu "kamu bahkan tidak bertanya kan Apa alasan meta melakukan hal tersebut kepadamu karena, kau pikir Aletta melakukan hal tersebut karena dia tidak menyukaimu kau pikir Aleta membencimu hanya karena dia mengusirmu. Karena pada dasarnya alita melakukan hal tersebut karena dia mencintai kamu karena dia menyayangi kamu melebihi dirinya sendiri. "ujar si pria.


"apa yang kau maksud, Aleta memang tidak menyukaiku asal kau tahu tidak ada pembelaan tentang hal tersebut. "Putra berteriak tidak terima, Putra ingin sekali memukul lelaki yang sudah berani-beraninya menjambak kepalanya tetapi karena kedua tangannya yang diikat dia tidak bisa melakukan apapun..


pria itu terbahak lalu mendorong kepala Putra kasar dia melangkah ke depan Putra dan mencengkeram pipi Putra dengan keras, Putra dia menatap pria itu lebih tajam dari sebelumnya mereka berdua saling tatap namun pria yang dihadapan Putra menata Putra dengan tatapan remeh "sebelum kematianmu aku akan beritahu satu hal tentang Leta tanah, "Putra terlihat dia menatap pria itu dengan tatapan penasaran.


pria itu semakin mencengkram pipi Putra dengan keras hingga kuku-kuku tajamnya menusuk pipi Putra "Aleta tidak bisa menyukai atau bahkan mendekati seseorang, karena jika Dia mendekati atau menyukai seseorang maka seseorang yang ia sukai dan dekat dengannya itu akan mati, karena itu alasannya Leta membenci orang-orang yang ingin mendekatinya, lebih tepatnya berpura-pura membenci orang yang ia sukai, karena dia tidak mau kehilangan orang yang dia cintai atau bahkan dia sukai termasuk kamu karena itu dia menjauhimu dan meminta kamu untuk pergi sejauh-jauhnya. "bisiknya.


pria itu melepaskan cengkramannya dari dagu Putra, ia menatap tajam ke depan"leta tidak bisa menyukai siapapun atau mempercayai siapapun dia tidak boleh dekat dengan siapapun, sebenarnya dia menyukaimu dan juga menyayangimu karena itu dia ingin kau pergi jauh darinya.. pria itu mundur dengan pelan lalu mengisyaratkan beberapa orang untuk menyerang Putra.


Putra tersangka kaget karena kepalanya yang dihantam keras oleh besi panjang, Putra langsung merasa kepadanya bening dan juga penglihatan yang buram." hanya itu yang harus kau tahu, kadoku sebelum kau menjemput ajalmu." Ujar pria itu dengan senyum miring


" Hey apa maksud mu? jelaskan kepalaku lebih detail hey... ahkk tolong.." Putra berteria kesakitan karena beberapa orang yang sudah mengajarnya beberapa kali Putra manata pria yang meninggalkannya dengan tatapan anak dan juga tetapan tidak percaya, ada banyak pertanyaan di kepala Putra mengenai leta yang belum terselesaikan sedangkan laki-laki tersebut sudah meninggalkannya dengan beberapa orang yang hendak membunuhnya.

__ADS_1


Apa benar Leta tidak membencinya? Apa benar Leta menyayanginya? Apa benar Leta melakukan hal-hal tersebut karena Leta menyayanginya dan tidak ingin dirinya kenapa-napa...


dan Apa benar jika sebenarnya kelihatan cintanya? dan jika benar maka Putra sudah menjadi manusia yang paling bodoh di muka bumi ini karena tidak menyadari hal tersebut.


salah dari mereka memegang pisau ya memang sudah disiapkan oleh mereka dan menusuk di bagian perut Putra cukup kuat, Putra yang sibuk dengan pikirannya dan juga pukulan-pukulan dari yang lain terdiam tertegun merasakan benda dingin menusuk perutnya digantikan dengan rasa perih dan juga darah yang mengalir di baju depan. Putra menatap nanar pria tersebut dan juga meringis.


lagi-lagi pria itu mencabut pisau tersebut dengan kuat, Putra meringis merasa kesakitan tapi tidak sampai di sana sekali lagi pisau itu menancap di dekat Putra dan dicabut lagi dan sekali lagi ia tusuk di bahu Putra. Putra sama sekali tidak sempat berteriak dikarenakan rasa sakit itu berkali-kali menyimpannya berkali-kali juga menusuknya Putra terdiam memejamkan matanya dalam-dalam bibir Putra bergetar menahan rasa sakit yang memang benar-benar menyulitkan dirinya.


brakk...


" Putra!!!!"


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2