Bayi Ceo Tampan

Bayi Ceo Tampan
hukuman kecil


__ADS_3

"Bukankah kamu sibuk?kenapa tiba- tiba ada waktu untuk datang?"candice tersenyum ke arah bernett.


"Sesibuk apapun aku juga harus menyambut temanmu"


Alex mengajak ngobrol bernett."Tidak tahu apa yang dikerjakan tuan gong?"


Bernett mengerutkan alis."Aku di bidang finance"


Candice menatap curiga alexander, apakah dia tidak tahu siapa bernett gong?pria ini menduduki tahta terkaya di dunia.


"Kelihatannya tuan gong adalah pria yang sukses" alex mencari informasi dengan bertanya.


Bernett menjawa dengan santai."Tidak juga"


Candice disamping merasa khawatir, apabila alex mengetahui identitas bernett akan lebih canggung.Kekayaan alexander jauh di bawah gong's corp.


"Alexander, ceritakan pengalamanmu di antartika, apakah kamu melihat pinguin hidup?"


Candice berusaha mengalihkan topik pembicaraaan.


Alex mengerti kalau candice berusaha menghentikan dirinya menyelidiki bernett." Tentu saja,Aku juga menginap selama sepiluh hari untuk melihat aurora, itu indah sekali"


"Sungguh membuatku iri, aku juga ingin pergi kesana"


Bernett tersenyum ke arah candice."Jika kamu ingin pergi, aku bisa mengatur waktu untuk kesana"


"Sementara tidak bisa pergi. bryan masih terlalu kecil"


"Bisa diantar ke orangtuaku dan bisa tinggal sebulan disana"


Alex cukup penasaran dengan bernett." Kelihatannya tuan gong sangat santai"


Bernett merangkul pundak candice, alexander menjadi suram, kepulangannya kali ini untuk menemui candice, ternyata di sampingnya sudah ada pria ayahnya bryan.


Saat ini pelayan menyajikan makanan." Ayo coba cicipi, bukankah kamu menyukainya?"


Bernett terkejut wanita ini bahkan tahu makanan kesukaan pria ini.

__ADS_1


Suasana makan menjadi begitu canggung, tidak ada obrolan sama sekali dan candice ingin segera berakhir makan siang kali ini.


"Apakah sudah selesai?" candice bertanya.


"Pelayan bayar" candice memanggil pelayan.


"Tuan ini sudah membayarnya" pelayan menunjuk ke arah bernett.


"Kenapa kamu membayarnya?" candice menoleh


"Aku sudah bilang, aku yang traktir." bernett berkata dengan percaya diri.


Penampilan dua pria ini cukup menawan menarik perhatian pengunjung.


Candice berjalan di depan para pria.Ia menoleh ke arah bernett."Apakah kamu membawa mobil?"


"Tidak, aku diantar oleh sopir"


Candice menoleh ke alex."Kau mau kemana, aku bisa antar kamu"


Alex setelah berpikir."Aku naik taxi saja, agak malam baru hubungi kamu"


"Kebetulan aku juga ingin bertemu dengan bocah itu" alex tersenyum.


Alexander cepat mendapatkan taxi.Candice menatap bernett wajahnya suram membuat candice ketakutan.


"Ikuti aku" lengan bernett merangkul pundak candice.


Saat ini pengawal memberikan kunci mobil bernett.Bernett mendorong tubuh candice ke jok belakang dan menguncinya.Bernett menghidupkan mesin mobil dan melompat ke jok belakang..


"Hei bernett, apa yang kamu lakukan, biarkan aku turun" candice berteriak pelan.


"Candice, jika kedepannya kamu berani memeluk pria lain, kamu tanggung akibatnya" bernett memberikan ancaman.


"Kamu, aku ingin bertemu dengannya adalah kebebasanku" candice kesal setelah di perlihatkan vidio.


"Kedepannya kamu tidak boleh bertemu dengan alexander secara pribadi"

__ADS_1


"Kenapa?" candice bertanya dengan kesal.


Bernett merasa berkuasa dan paling benar."Aku tidak suka"


"Apa tindakanmu ini terlalu tidak masuk akal"


"Aku tidak masuk akal hanya dengan dirimu"


Candice cukup kesal dengan bernett, tapi dia tidak bisa membencinya, pria ini sering melakukan hal konyol seenak hatinya sendiri.


"Lain kali jangan begini lagi,aku dan alex hanya berteman."


"Pria tidak akan punya maksud baik- baik dengan seorang wanita,dalam hatinya ada niat jahat dan rencana lainnya"


"Dia tidak seperti yang kamu bayangkan, dia sangat menghormatiku"


"Kamu masih berani membelanya" bernett kesal.


Bernett langsung menindih tubuh candice di jok belakang, mencium bibirnya.


Walaupun pria ini sudah menciumnya banyak,tapi, candice tidak menerimanya di awal ciuman, tangannya selalu naluri mendorong tubuh bernett.


Lalu pria ini pasti akan menambah ganas ciuman.


Menghisap bibir candice dan menindihnya ini seperti hukuman, candice yang awalnya menolak sudah mulai menikmati ciuman, dan secara naluri membalas ciuman bernett.


Dalam raungan mobil yang cukup sempit, suasana menjadi panas, tangan bernett bahkan sudah memijit dadanya di luar baju candice.


Setelah menghukum sebentar bernett bangun dari tubuh candice.."Kenapa kamu menutup matamu,apakah kamu menikmati ciuman dan sentuhanku?"


Candice duduk sambil merapikan bajunya, wajahnya memerah, sebenarnya ia menikmati perlakuan bernett."Enak saja, kamu terlalu memaksa, aku hanya bisa pasrah"


"Baiklah, aku antar kamu ke perusahaan"


"Tidak usah, aku membawa mobil linda kesini"


"Ya sudah" bernett mencium keningnya sebentar."Kamu mengemudi dengan hati- hati"

__ADS_1


"Baik, tolong buka kunci mobilmu"


Setelah kunci mobi di buka candice keluar dari mobil bernett. Jantungnya masih berdebar dan dadanya masih mengeras.


__ADS_2