
Bernett masih ada pekerjaan yang perlu
ditangani, makanya dia pun kembali ke
perusahaan.Sesampai di perusahaan, Bernett
berjalan keluar dari lift, lalu dia oleh dua asistennya.
"Presdir Gong, rapat departemenmu telah dijadwalkan pukul setengah empat sore. Semua jadwal makan malammu telah diundurkan"
Bernett pun berhenti, lalu dia mengernyit kesal dan berkata, "Siapa yang membiarkannya masuk?"
Si asisten seketika tertegun beberapa detik, lalu berkata,"Tapi dia adalah tuan muda Keluarga Gong"
Bernett tahu bahwa karyawannya tidak akan berani menolak Melvin . Bernett tidak lagi
menyalahkan asistennya, lalu dia melangkah besar menuju ke kantornya.
Melvin yang sedang menunggu Bernett di dalam ruang istirahat pun segera bangkit berdiri begitu mendengarkan langkah kaki dari jendela luar.
Meskipun dia sangat membenci Bernett , tapi Melvin sekarang sedang dipaksa untuk
melunasi utangnya. Dia sudah tidak ada
jalan keluarnya, makanya dia tidak mempunyai pilihan lain selain datang untuk memohon bantuan Bernett .
Sekarang Melvin tidak menginginkan kehormatan atau juga harga diri, yang diinginkannya hanyalah uang.
Jika Melvin Gong tidak memiliki yang, maka dia juga tidak dapat menjaminkan pernikahannya.
Melvin merasa bahwa Bernett pasti akan mengasihaninya,setidaknya Bernett Gong akan
memberikan Melvin setumpuk uang untuk menjaminkan pernikahannya!
Bernett duduk di depan kantor sambil menyalakan komputer dan menulis email. Dia pun melihat sosok bayangan Melvin di depan pintu.
Setelah Melvin mengetuk pintunya, dia masuk ke dalam sambil tersenyum kepada Bernett.
"Bernett, aku.. aku tidak sedang mengganggumu, kan!"
Bernett seketika menghentikan tindakannya, lalu dia menatap Melvin dan berkata, "Ada
masalah apa?"
"Bernett, kamu juga seharusnya tahu dengan maksud kedatanganku. Aku sungguh tidak ada cara lain selain datang dan memohon pertolonganmu" Wajah Melvin sangat pucat.
Dia pun menatap Bernett dengan pandangan memohon.
Melihat orang dari Keluarga yang telah terjatuh, Bernett Gong merasa sangat sia-sia.
Bernett menyengir dan berkata, "Apakah kamu kira uangku jatuh dari langit, hah? Setiap uangku itu berasal dari hasil kerja kerasku."
Melvin pun tersenyum dan berkata, "Bernett, aku tahu bahwa kamu memiliki bakal dalam berbisnis. Uang yang kamu hasilkan dalam sehari bisa akan setara dengan uang yang kami
hasilkan selama setahun"
__ADS_1
Bernett sangat tidak suka mendengar sanjungan seperti ini, dia pastinya tidak akan pernah menuruti permintaan sepupu ini. Memberi Melvin uang itu sama saja dengan
merugikan Melvin dirinya, dimana akan
membuatnya semakin terlibat.
Bahkan jika Melvin memiliki utang besar,
apakah dia akan mengembalikan uang
mereka kalau Bernett memberinya
uang?
Tidak. Melvin Gong hanya akan pergi berjudi lagi.
Melihat Bernett Gong terdiam, matanya Melvin seketika berair. "Bernett, Gita mau menceraikanku. Jika kamu tidak memberiku uang untuk menyelesaikan krisisku, bahkan
pernikahan dan anakku tidak dapat kujaminkan."
"Bukan aku yang membuatmu seperti ini." Bernett mengangkat alisnya dan menatap dingin Melvin.
"Betul,Seharusnya aku yang mati, aku sendiri yang membuatnya. Namun, sebagai saudaraku, apakah kamu tidak dapat membantuku?"
"Aku tidak akan membantumu kali ini saja dan tidak ada lain kali lagi. Jika kamu beneran ingin menjadi orang baru, maka lakukanlah tindakanmu dan tunjukkan pada kami bahwa kamu sudah mandiri."
"Kamu.." Melvin menggertakkan giginya dan merasa bahwa dirinya telah dipermalukan.
Bernett memang sengaja ingin membuat Melvin marah agar lain kali Melvin tidak akan
kekurangan uang.
Bagaimanapun, ikatan kekerabatan ini yang menjadikan Melvin alasan meminta Bernett
, Bernett juga tidak peduli untuk memutuskan hubugan dengannya.
Bernett harus melakukannya, bahkan jika Melvin akan membencinya.
Sore ini, Melvin yang marah pun pergi. Berenett tidak menahannya dan juga menolak untuk
membantunya.
Setelah hari ketiga, pesawat Bernett serta Candice langsung terbang menuju ke negara yang mengadakan Konferensi Tingkat Tinggi.
Istri Melvin pada kali ini sudah memutuskan untuk bercerai dengannya, makanya dia mengajukan surat perceraian dengan Melvin .
Hal ini pun disembunyikan mereka dari Bernard serta istrinya yang berada
di rumah sakit.
Melvin bahkan berlutut di hadapan istrinya, namun istrinya dengan wajah dingin tetap
mengungkit akan bercerai.
Jika tidak bercerai, istrinya akan membawa pergi anak mereka dan tidak akan kembali selamanya. Jika mereka bercerai, istrinya masih akan memperbolehkan Melvin
__ADS_1
menjenguk anaknya.
Melvin pada akhirnya terpaksa menceraikan istrinya pada sore itu. Satu-satunya rumah atas
namanya pun diberikan kepada istrinya
dan dia sudah tidak mempunyai apa-apa lagi.
Melvin yang berjalan keluar dari Biro Urusan Sipil pun berjongkok di tepi jalan. Dia merasa kehidupannya telah menjadi sangat malang dan sudah tidak ada masa depan lagi. Begitu
Melvin teringat dengan pandangan datar yang diberikan Bernett Gong, dia pun menyalahkan Bernett atas kemalangannya saat ini.
"Kenapa kamu tidak memberiku uang?
Kenapa kamu memperlakukanku seperti ini?" Melvin tidak dapat menerimanya.
Melvin pun sudah berencana menggunakan uang yang diberikan Bernett untuk membeli tiket judi dan bukan untuk melunasi utang. Dia pun berpikir bahwa dia hanya memiliki waktu semalam untuk dapat menyelesaikan semua masalahnya.
Pada saat ini, sebuah mobil sedan hitam tiba-tiba berhenti di hadapannya.
Sebelum Melvin dapat tersadar kembali, dia pun di dorong masuk ke dalam mobil. Melvin pun terkejut, lalu dia mendongak kepalanya dan
melihat ternyata itu adalah bos yang dia
utang sepuluh miliar rupiah.
Melvin pun tersenyum dan berkata, "Kak
Liu, tolong beri aku sedikit waktu. Aku
pasti akan mengembalikan uangmu"
"Kamu ingin menipu siapa, Melvin! Istrimu sudah meninggalkanmu dan kamu sudah tidak ada apa-apa lagi. Apakah aku masih bisa berharap kamu akan mengembalikan uangku?" kata bos Liu sambil tersenyum dingin.
Melvin langsung menjadi kaku. "Kak Liu, tolong jangan memandang rendah orang lain. Apakah
kamu lupa siapakah diriku? Aku adalah
tuan muda Keluarga Gong dan dibelakangku masih ada Gong's Corp. Apakah kamu mengira aku tidak dapat membayar uang sepuluh miliar rupiah ini?" Melvin pada saat ini hanya
dapat ber omong kosong saja.
Jika Bernett telah memberimu uang, kamu dari awal akan menyerahkannya. Tampaknya Bernett Gong sudah lelah denganmu! Kamu semenjak saat ini jangan lagi berpikir untuk mengambil uang dari Gong's Corp.
"Kapan kamu akan mengembalikan sepuluh miliar rupiahku, atau mingkin kamu masih
tidak tahu kapan akan mengembalikannya? Kalau begitu kamu melunasinya dengan nyawamu!" kata bos Liu dengan tatapan ganas.
"Jangan jangan jangan... Aku bisa mendapatkan uangnya. Aku pasti akan
mendapatkan uangnya. Tolong beri aku
sedikit waktu lagi, aku pasti akan
memberimu yang uangnya." Melvin pun sedang memikirkan solusi dalam benaknya.
__ADS_1