Bayi Ceo Tampan

Bayi Ceo Tampan
Berita di internet


__ADS_3

Pagi hari


Candice terbangun duluan,ia membuka matanya perlahan, ia masih merasa sedikit pusing karena mabuk semalam.Ia menarik selimut yang membungkus dirinya dan merasa terkejut.Ia menundukkan kepala ia memakai piyama tanpa bh untung memakai celana lengkap.


Perasaan candice menjadi campur aduk, ia semalam tidur dengan pria ini di kasur yang sama.


Wajahnya memerah dan jantungnya berdetak lebih kencang.


Candice turun perlahan dari kasur ke kamar mandi, ia melihat pakaian yang dia kenakan dan pakaian bernett di samping tempat berendam.


Sudah sangat jelas semalam ia dan bernett mandi bersama.Ah...candice merasa hampir gila,ada perasaan yang tidak terima tubuhnya yang polos di mandikan bernett.


Pria ini benar- benar sudah tidak waras,tengah malam pulang masih menelanjangi dirinya untuk mandi bersama.


Karena candice tidak melihat di tumpukan pakaian bekas muntahan dirinya,Jadi dalam fikirannya bernett memanfaatkan dirinya yang sedang mabuk.


Untung saja candice tidak merasa ada yang aneh dengan tubuhnya, berarti bernett tidak memperkosa dirinya, kalau tidak ia akan marah saat ini.


Candice keluar dari kamar mandi, ia melihat bernett sudah membuka matanya, dia masih tiduran di kasur, tubuh bagian atas bernett tidak memakai apa- apa.


Pandangan mata mereka bertemu.


"Kamu..." candice merasa cukup marah.


Bernett tahu kenapa alasan wanita ini marah, ia tertawa nakal."Kenapa?"


"Kamu bagaimana bisa berbuat seperti itu kemarin malam?memanfaafkan aku yang sedang mabuk,kamu bagaimana bisa berbuat seperti itu?"Candice kesal dan marah.


Bernett berdiri membuka selimut. Reaksi junior pada pagi hari biasanya bangun.Pemandangan seperti itu menusuk mata candice."Bernett bisakah kamu menutup itu dulu?"


"Ada apa denganku?apa aku berbuat salah padamu?"


"Kemarin malam, kamu jelas- jelas"


"Kamu masih punya muka untuk mengungkit kejadian semalam,kamu sudah menghabiskan anggur seharga delapan puluh juta milikku, muntah dan masih mengotori tubuhku,masih membuatku sibuk untuk memandikannmu dan mengendong tubuhmu ke kasur.Apa kamu tidak tahu yang namanya terima kasih?"


"Apa?kemarin malam...aku muntah ditubuhmu?" candice tidak memiliki ingatan kejadian semalam.


Bernett menganggukkan kepala."Pakaian- pakaian itu masih belum di cuci,kamu pergi sendiri saja untuk memeriksanya"


"Kemarin malam kenapa kamu tidak membangunkanku?" candice bertanya dengan kesal.


"Kamu mabuk seperti orang mati, gimana aku membangunkanmu"


"Aku..apa aku mabuk separah itu?" candice terdiam sebentar."Kamu tidak memanfaatkan tubuhku kan?"

__ADS_1


"Aku lebih awal menikamati tubuh bugilmu, aku hanya memandikanmu saja, aku sangat puas"


bernett tersenyum nakal.


"Kamu tidak boleh membahas ini lain kali,aku tidak akan bertanya lagi kejadian semalam"


Candice pergi ke ruang tamu, untungnya sikecil belum bangun.


Di hotel


Saat bernice membalikkan badan tubuhnya menabrak sesuatu yang keras, ia membuka matanya melihat wajah tampan nickson tidur di sampingnya, reflek bernice menjauhkan tubuhnya.


"Kamu sudah bangun?" tanya nickson


"Kita...bagaimana bisa tidur di kasur yang sama?" bernice malu dan panik.


"Aku menggendongmu masuk, lalu kamu bermimpi buruk menarik tubuhku ke ranjang" nickson takut wanita ini salah paham.


"Aku tidak melakukan apapun pada tubuhmu kan?" wajah bernice memerah.


Nickson tersenyum."Apa yang bisa kamu lakukan waktu tidur?"


"Kalau begitu kamu tidak melakukan apapun padaku kan?"


"Ah, tidak..tidak.Ayo bangun" bernice panik akan salah bicara.


Nikson mengencangkan ikat pinggang jubah mandi, bernice melihat bekas luka pada tubuhnya.


"Kamu ada bekas luka di tubuhmu,apa yang terjadi?biarkan aku melihatnya."


"Tidak apa- apa" kata nickson santai.


"Dasar pelit" sambil memanyunkan bibirnya.


Nickson merasa sedikit lucu,apakah gadis kecil ini tidak perduli kita sudah tidur bersama?


Setelah bangun mereka berdua membersihkan diri dan pergi restoran.


Saat dalam perjalanan ke restoran menggunakan mobil nickson.


"Kak nickson, apa kamu bisa memberikan no teleponmu?aku masih belum punya nomormu.


"Ada perlu apa kamu menginginkan no teleponku?"


"Kalau aku ketakutan di malam hari,aku bisa langsung meneleponmu, ya?" bernice sedikit memohon.

__ADS_1


"Berikan hpmu padaku" nickson menekan no di hape bernice dan menekan panggilan, hape dalam celana nickson berbunyi.


Bernice mengambil kembali, ia menyimpan no nickson.


"Kalau aku bangun di tengah malam, apa boleh meneleponmu?" bernice bertanya.


"Boleh"


"Sempurna, aku tidak perlu merasa takut lagi" bernice merasa gembira.


Di apartemen


Candice sedang menenami anaknya menonton kartun di ruang tamu, candice sendiri masih melamun memikirkan kejadian semalam, semua bagian tubuhnya merasa bersih di mandikan pria itu.


Bernett ikut nimbrung dengan kedua orang itu.


"Apa kamu tidak pergi bekerja hari ini?" candice bertanya.


"Tahun baru sudah lewat,sekarang kerjaan masih santai, aku akan menyerahkan pada orang lain"


Daripada merasa canggung di dekat pria ini candice memainkan ipad melihat berita.. Begitu masuk forum berita banyak berita mengenai kedekatan bernett dan laura.


Ada yang memuat berita tentang pernikahan bisnis, ada yang membuat berita mereka berdua pasangan yang serasi dan masih banyak lagi.


Candice meletakkan ipadnya dan pergi dalam kamarnya, suasana hatinya menjadi tidak baik.


Setelah beberapa saat bryan membuka pintu.


"Mommy, kamu disuruh daddy untuk berganti baju, sebentar lagi kita akan segera pergi makan, loh"


Candice mengeluarkan pakaian longgar dan santai, ia seperti gadis yang masih kuliah.


Setelah sarapan pagi nickson bertanya."Setelah ini kamu akan berencana pergi kemana?"


"Kalau kamu sibuk ,kita bisa berpisah disini saja"


"Tidak, aku antar kamu saja"


"Aku akan pergi wawancara,aku telah mengajukan lamaran di badan pemerintahan menjadi penerjemah"


"Baiklah, aku akan mengantarmu, semoga kamu sukses" Nickson merasa gadis mandiri dan mau bekerja.


"Benarkah?Kalu begitu terima kasih"


Keadaan mereka kembali canggung setelah bahan obrolan selesai.

__ADS_1


__ADS_2