
Halo semuanya! terima kasih banyak yang sudah mau baca novel ini.Semoga kalian suka.
Tolong berikan like dan komen.
Happy reading
""_""
Salah satu wanita langsung mendorong lavenia ke hadapan thomas."Yoo! teman masa kecil, cepat pergi bangun hubungan"
Nia tidak berdiri dengan teguh masuk ke pelukan thomas.Nia menatapnya dengan kasih sayang."Aku selalu mencarimu"
Kalimat ini langsung menggetarkan hati thomas, thomas tersenyum dan mengajaknya duduk."Aku sudah ke rumahmu, hanya saja kamu sudah pindah rumah"
"Benar" nia bertanya kembali dan sangat ingin tahu satu hal."Apakah kamu sudah menikah?"
"Aku... belum"
"Bagaimana dengan pacar?"
Thomas menggelengkan kepala."Tidak ada"
"Kebetulan aku juga tidak ada, aku bekerja di psikolog , bagaimana denganmu?"
"Aku bekerja di istana kepresidenan" selesai berkata dua orang memandang,tidak ada suara, ada percikan api yang sudah lama padam.
Vivi juga melihatnya, ia tidak menyangka, di pesta perayaannya.Thomas menemukan teman kecilnya, sedang untuk lavenia juga menemukan kebahagian.
Karena kejadian ini vivi merasa kesepian, walaupun ada teman yang mengelilinginya, tapi hatinya mengalami kesepian yang tidak pernah ada.Ia teringat dengan seseorang yang telah meninggalkan dirinya.
Ini membuat vivi meminum alkohol banyak hari ini.
Setelah selesai melakukan operasi, kondisi pasien sudah membaik, sekarang clint kelelahan setelah melakukan pekerjaan yang serius.
"Dokter zhan, kamu pulang dulu untuk istirahat, dokter sam akan melanjutkan" kata seorang suster.
"Baik" clint melepaskan pakaian kerjanya dan melihat jam sudah jam setengah sepuluh, ia menggigit bibirnya teringat dengan perayaan vivi.
Kondisi tubuhnya sangat lelah, namun suara hatinya mengatakan harus pergi, dia sudah mengundangnya secara pribadi.Pergi untuk menyapanya untuk kesopanan.
Walaupun bukan pameran utama atau pria yang di nantikannya, namun harus pergi kesana.
Clint dengan buru-buru ke parkiran mobilnya dan mengendarai mobilnya dengan cepat.
__ADS_1
Pesta perayaan vivi masih berlangsung, banyak orang yang sudah mabuk, sementara thomas hanya mengobrol dengan lavenia membahas masa kecil mereka, tanpa terasa dua hati semakin dekat.
Vivi sudah termasuk mabuk, namun mendapat provokasi dan kondisi hatinya yang buruk ia terus minum alkohol.
"Vivi, kamu jangan minum lagi, kalau minum lagi, akan mabuk" seorang teman membujuknya.
Vivi tertawa."Mabuk, aku tidak mudah mabuk"
Vivi sudah terhuyung-huyung dan mendengar pintu ruangan terbuka, ia menoleh dan senar hatinya di petik keras.
Clint datang.
Vivi tersenyum dan berjalan ke arah clint, sambil tertawa."Clint, kamu sudah... " kata-kata belum selesai tubuh vivi jatuh ke depan.
Clint bergegas menangkapnya, vivi masuk ke pelukannya merasa senag."Aku kira kamu tidak datang"
Clint mengerutkan keningnya mencium aroma alkohol."Untuk apa minum banyak? kamu baru saja baikan"
"Aku tidak apa-apa,hari ini aku sangat gembira"
Vivi menggandeng tangan clint dan mengenalkan."Ini adalah dokter zhan"
"Dokter! sangat muda, kelihatannya lebih muda dari kita, tapi sangat tampan"
"Thomas! kamu hari ini sangat curang, kamu mengobrol dengan baikku, namun kamu sedikitpun tidak mabuk" vivi menunjuk thomas.
Thomas berkata pada clint."Sepertinya suasana hatinya sedang tidak baik, mungkin mendapat provokasi,kamu bawa pergi saja dia"
Clint sedikit terkejut mendengar kata-kata thomas."Bukankah lebih tepat kamu yang membawanya?"
"Aku? bagaimana mungkin aku lebih tepat?" thomas merasa terkejut.
"Bukankah kalian saling berpacaran?"
Thomas hampir tertawa, ia menggelengkan kepala."Kamu pasti salahpaham, aku dan vivi hanya hubungan rekan kerja"
Hati clint ada kejutan besar, lavenia mendekati thomas dan saling tersenyum.Clint langsung mengerti.
Ia langsung memapah vivi yang masih memegang gelasnya dan merebutnya."Jangan minum lagi, aku bawa kamu pergi"
"Clint, apa yang ingin kamu lakukan?"
Saat vivi ingin mengambil gelas lagi, clint menggendongnya di depan dadanya,ada seorang teman menghampiri."Vivi sangat mabuk, antar dia ke hotel lantai atas, aku sudah memesan kamar, pelayan sudah menunggu di depan"
__ADS_1
Di luar sangat dingin, vivi juga berpakaian tipis. Clint juga khawatir vivi akan demam lagi. Thomas membukakan pintu,ia tersenyum tipis, kali ini bagus, kakak adik sepupu menyukai kakak beradik.
Pelayan memimpin jalan, kedua tangan vivi memeluk tubuh clint dengan erat.
Pelayan membukakan pintu dan memberikan kartu kamar kepada clint lalu keluar. Clint menaruh tubuh vivi ke ranjang, menghidupkan penghangat ruangan dan mengunci pintu.
Setelah melepas jaketnya clint duduk di tepi ranjang, mengelus dahiny, untungnya tidak ada demam.Clint sedikit marah Jelas-jelas baru sembuh sudah mabuk begitu parah.Clint merapikan rambutnya yang berantakan merasakan kulit wajahnya yang lembut dan halus.Hatinya bergetar hebat, biasanya hanya memegang dahinya saja.
Tidak ada gerakan tambahan.Vivi tersenyum menyipitkan matanya melihat ke arah clint.
Clint menelan air liurnya,ia tidak tahan dengan tatapan matanya.Jika wanita ini terus menggoda, takut akan terjadi hal yang tidak di inginkan.
Clint menarik tangannya."Istirahat dengan tenang, aku akan menjagamu"
Kemudian vivi duduk dan melihat pria tampan di depannya tiba-tiba masuk ke pelukannya." Temani aku, jangan pergi"
Clint melebarkan matanya, ia tahu orang yang mabuk pertahanan dirinya sangat lemah. Ia berkata untuk menghiburnya."Vivi,aku tidak akan pergi, aku akan menemanimu disini"
"Tidak, kamu pasti pergi saat aku tidak melihatnya" vivi semakin mengencangkan pelukannya.
Clint jarang sekali melihatnya begitu kacau, ia tertawa di dalam hatinya.Lalu memegang dagunya untuk menatap wajahnya."Aku tidak akan pergi, kamu mabuk, tidurlah"
"Kamu.. clint zhan?" vivi baru menyadarinya.
Clint mengangguk tidak berdaya."Benar, aku clint, lihatlah dengan jelas"
"Clint, mengapa kamu bisa disini? kenapa begitu malam kamu baru datang..aku kira kamu tidak datang" vivi memeluk lehernya."Clint, apa kamu tahu? hanya sedikit orang yang memperlakukanku dengan baik sepertimu.. apalagi seorang pria.. mereka semua brengsek"
"Tenanglah, setidaknya aku bukan bajingan"
Mendengarnya vivi tertawa, tersenyum seperti orang bodoh.Clint menghela nafas lega, untungnya yang mengantar adalah dirinya dan bukan pria jahat yang bisa mengambil keuntungan saat dia mabuk"
"Baiklah, tidurlah" clint melepaskan pelukan di lehernya, namun vivi malah menarik lehernya dengan kuat.Clint yang tidak siap jatuh diatas tubuhnya, wajah keduanya hanya berjarak 1 telunjuk.
Clint langsung panik dan berusaha duduk, namun lehernya dipeluk satu tangan vivi, tangan satunya mengelus wajah tampan clint.
Tubuh clint menegang merasakan sentuhan di wajahnya."Vivi, lepaskan aku" clint takut dirinya lepas kendali.
Vivi masih menatap wajahnya dengan teliti, tangan satunya menekan leher clint kebawah, sedangkan vivi sedikit bangkit.
Mengubah jarak satu telunjuk menjadi nol.
Bibir merahnya berinisiatif mencium bibir clint.
__ADS_1
Nafas hangat, bercampur aroma alkohol, mata clint membesar, apa yang ingin dilakukan wanita ini?