Bayi Ceo Tampan

Bayi Ceo Tampan
Menabrak seorang gadis


__ADS_3

Halo semuanya! terima kasih banyak yang sudah mau baca novel ini.Semoga kalian suka.


Tolong berikan like dan komen.


Happy reading


""___""


Setelah mengantar pulang ibunya daniel pulang jam sebelas malam dan menuju tempat tinggalnya di dekat istana kepresidenan.


Di tengah perjalanan ada seorang gadis berlari di belakangnya ada beberapa orang yang mengejarnya,sang wanita tidak memperhatikan mobil yang melaju di jalanan.


Mobil daniel menabrak seseorang,ia langsung keluar dari mobilnya dan melihat seorang wanita muda terbaring di jalan keningnya berdarah.


Daniel menjadi panik, ia tidak menyangka akan menabrak seseorang dan menggendongnya masuk ke mobilnya segera menuju rumah sakit kerajaan.


Di perjalanan sudah menghubungi pihak rumah sakit dan menyuruh pihak rumah sakit bersiap lebih awal untuk perawatan gadis ini.


Kecepatan mobil daniel melaju dengan cepat, lima belas menit kemudian sudah tiba di depan rumah sakit dan kru rumah sakit segera mendorong kasur jalan ke dekat mobil dan masuk ke dalam rumah sakit.


Wajah tampan daniel terlihat khawatir, dokter melakukan operasi di dalam ruangan.


Setengah jam kemudian dokter keluar dari ruangan dengan wajah santai.


"Tuan muda xi,anda jangan khawatir,dia hanya mengalami luka benturan di keningnya"


"Baguslah,anda cepat hubungi pihak keluarganya, aku akan menebus biaya perawatannya"


Sang dokter tertegun sejenak."Masalah ini sedikit sulit, dia saat sadar seperti kehilangan ingatan"


"Apa? dia hilang ingatan?" daniel kaget."Apakah dia hilang ingatan setelah tertabrak atau tabrakan itu melukai otaknya?"


"Aku juga tidak tahu jelas,tapi,otaknya memang terbentur,kami besok akan mengatur pemeriksaan untuk otaknya"


"Kalau begitu, malam ini dia biarkan menginap di rumah sakit"


Dan saat ini suster keluar dari ruangan dengan panik."Dokter, kondisi pasien cukup labil"


Dari luar terdengar suara gadis melakukan perlawanan di dalam."Aku tidak perlu berada di rumah sakit,aku ingin pulang, aku sangat benci rumah sakit"


Daniel melihat seorang sudah berganti pakain pasien dan penampilannya berantakan, terlihat seperti orang kurang waras.


"Nona, dimana rumahmu?" tanya seorang suster.


"Rumahku? aku tidak tahu dimana rumahku? dan mohon beritahu siapa namaku?"


"Kami juga tidak mengetahuinya" suster merasa tidak berdaya.

__ADS_1


Daniel melihat rambut sang wanita yang menutupi wajahnya dan menutupi wajah cantiknya."Nona, kamu hilang ingatan sejak kapan?"


Suara lembut daniel membuat ketiga suster bergetar hatinya,di tambah status daniel yang tinggi dan berwajah tampan.


Gadis menggelengkan kepala."Aku tidak tahu"


Daniel sedikit terkekut melihat wajah cantiknya, tadi merasa panik tidak memperhatikannya.


"Sudahlah,nona kamu bisa menginap dulu di rumah sakit ini dan besok akan melakukan pemeriksaan padamu"


"Tidak.. aku tidak mau tinggal di rumah sakit" sang gadis terlihat panik dan sepertinya takut berada di rumah sakit.


"Aku akan menyuruh suster untuk menemanimu disini" dokter berkata.


"Aku tidak mau, aku tidak ingin berada di rumah sakit" setelah mengatakan ia turun dari ranjang.


Para suster segera menahannya."Kami harus membersihkan dan menggantikan obat di keningmu"


Sang gadis memegang tangan daniel."Kamu telah membawaku kesini, aku mohon padamu, bawalah aku pergi dari rumah sakit"


Daniel tidak memindahkan tangannya."Kamu ingin pergi kemana?"


"Dimanapun boleh, aku sangat takut berada di rumah sakit"


"Tuan muda xi, bagaimana?" dokter merasa bingung.


Para suster merasa iri dan merasa gadis ini beruntung bisa menginap di rumah daniel.


Sang gadis tersenyum dan didalam hatinya berterimakasih padanya.


"Tuan muda, ini tidaklah tepat,kita harus memeriksa identitasnya dan ini bisa membahayakan keselamatan anda" kata dokter


Daniel masih merasa bersalah dan khawatir dengan keselamatan gadis ini dan kurang merasa waspada.


Ia melihat gadis ramping dan imut ini, mana mungkin gadis selemah ini bisa menjadi seorang pembunuh.


"Aku bukan orang jahat, tolong bawalah aku pergi dari sini" gadis ini berjanji


Gadis ini memang tidak membawa benda di Tubuhnya, saat ini sudah memakai pakaian pasien.


"Tuan xi, kamu bisa saja membawa dia pulang, tapi, ingat harus menyuruh orang untuk mengantar dia ke rumah sakit,kita akan melakukan pemeriksaan secara teliti besok" kata dokter.


"Baiklah" daniel melihat sang gadis."Ayo pergi"


Sang gadis memegang lengannya dan berjalan menuju mobil daniel.


Gadis ini terlihat berumur awal dua puluhan, di kepalanya di perban dan terlihat kasihan.

__ADS_1


Di dalam mobil daniel menatapnya."Kamu beneran tidak ingat namamu?"


Gadis hanya menggelengkan kepala.


"Baiklah, besok aku antarkan kamu ke rumah sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut, mungkin bisa memulihkan ingatanmu dan menemukan keluargamu"


Setelah berkata daniel menginjak pedal gas, mobil melaju di jalanan yang sepi.


Suasana di mobil sangat sunyi, sang gadis menyandarkan kepalanya di kursi dan daniel sempat meliriknya beberapa kali.


Perjalanan hanya lima belas menit sudah sampai di villa dekat istana kepresidenan milik daniel.


Mobil berhenti di halaman, daniel mematikan mobilnya dan menatap gadis di sebelahnya


"Hai, sudah sampai, ayo turun"


"Ini rumahmu" gadis ini takut kalau mengganggu orang lain.


"Ya, aku disini tinggal sendirian,maka tidak perlu takut"


Mereka berdua turun dari mobil, sang gadis melihat tempat yang asing baginya.


Daniel berjalan di depan,menekan pasword pintu dan membuka pintu.


Ini adalah rumah pribadi milik daniel, biasanya hanya dirinya yang akan masuk.


Ia menyalakan lampu ruangan dan sang gadis melihat ruangan yang berkelas, mewah dan elegen.


Daniel melihat sang gadis belum masuk ke dalam."Masuklah, tak apa-apa"


Barulah sang gadis masuk ke dalam rumah dengan perlahan dan duduk di ruang tamu.


Daniel membuatkan teh hangat dan menaruhnya di meja.


"Hanya ada ruangan di rumah ini, kamu tidurlah di kamar tamu malam ini"


"Terima kasih'" menundukkan kepala dan terlihat malu-malu.


"Aku telah menabrakmu, sudah seharusnya aku membantumu" Daniel mengeluarkan ponselnya dan memotret wajah sang gadis secara diam-diam,lalu mengirimkan ke bawahannya untuk di periksa dengan sistem wajah dan mengetahui identitas gadis ini.


Bawahannya memeriksa dan mengingatkan untuk berhati-hati.


Daniel melihat dengan seksama gadis yang sedang memegang cangkir.


Tidak mungkin gadis secantik ini adalah seorang gelandangan dan mungkin orang tuanya sedang mencarinya dengan khawatir.


Saat ini ponselnya berdering dan membaca pesan dari bawahannya.Gadis ini bernama ines tang,kedua orang tuanya telah meninggal,dia tidak mempunyai saudara, bisa di bilang gadis ini adalah sebatang kara.

__ADS_1


Hati daniel merasa sedikit pahit, bagaimana di dunia ada orang yang memprihatinkan seperti ini.Bagaimana dia hidup sebatang kara selama ini?bagaimana dia bisa amnesia? dan bagaimana dia di tengah malam berlarian di tengah jalan?


__ADS_2