
Candice mengira bernett tidak akan datang hari ini, ternyata si muka tebal datang sebelum jam makan malam..
Bernett masuk dengan menggendong bryan.
"Candice,sepertinya harus menambah satu porsi lagi" bibi mei berkata dengan senang, mereka sedang memasak di dapur mendengar teriakan brian.
"Tidak perlu,aku akan mengusirnya sekarang"
"Candice, kamu jangan melupakan dia ayahnya brian,jadi jangan mengusirnya" Bibi walaupun baru bertemu dengan bernett, ia merasa bernett lelaki yang baik, mungkin masalah candice dan bernett hanya salah paham.
"Tapi..." tidak ingin lelaki ini makan di rumah.
"Tidak tapi- tapian, kita tidak bisa melarang bryan dan bernett berbagi kasing sayang, kamu jangan egois"
"Baiklah" Candice tidak bisa melawan lagi, ia berjalan menghampiri bernett yang sedang menggendong anaknya.
"Bryan,turun dari gendongan daddy" ia masih merasa khawatir dengan lukanya.
Bernett tersenyum."Sepertinya kamu masih perhatian padaku"
Saat ini empat pengawal sedang membawa berbagai mainan anak- anak dan barang- barang yang banyak menaruh di meja ruang tamu, bahkan empat pengawal harus membawa dua kali.
Dalam sekejab meja ruang tamu penuh dan sebagian barang di taruh di bawah.
Candice terkejut bernett membawa banyak barang,tiga anak kecil sudah melompat- lompat bahagia, mereka bertiga sudah melihat mainan kesukaan mereka, lelaki robot- robotan dan mobil balap, anak perempuan mendapat dua boneka berbie dan seekor kucing yang bisa menari, mereka bertiga membagi mainan.
Candice merasa tidak berdaya di depan anak- anak penuh dengan mainan kesukaannya, mereka membawa mainan di pelukan ke depan rumah untuk di mainkan, seketika ruang tamu menjadi hening..
"Apa yang sedang kamu lakukan?" candice berkata dengan tidak senang.
"Pastinya adalah hadiah pertemuan, semalam aku datang dengan tangan kosong" Bernett menunjuk barang- barang di meja,lalu berkata.
"Ini adalah hadiah untuk bibimu dan walet untuk kamu"
"Aku tidak perlu" candice dengan cepat menolak.
Bernett juga tidak marah dengan candice,Saat ini bibi mei berjalan dari arah dapur, ia terkejut melihat tumpukan barang- barang.
"Bernett,Kamu datang menjenguk bryan, kenapa harus membawa begitu banyak barang?"
Bernett tersenyum."Ini hanya hadih kecil"
"Baiklah, kamu ikut makan malam dengan kami, aku tinggal dulu ke dapur"
"Baik" bernett mengangguk.
Bernett melihat sikap dingin wanita ini menarik tangannya menuju ke atas."Ayo naik ke atas, ada yang ingin kubicarakan denganmu"
__ADS_1
"Aku tidak ada hal untuk dikatakan padamu"
"Apakah kamu ingin melihat bryan kita sedang bertengkar" Akhirnya candice menurut pergi ke kamarnya dengan bernett.
Bibi mei yang berada di dapur mendengar pembicaraan mereka, ia menghela nafas berharap kesalahan mereka segera selesai, kalau mereka seperti ini terus yang terluka juga anaknya..
Begitu masuk bernett melepas jaketnya, ia duduk di kasur, candice duduk berjauhan dengannya, ia harus merasa waspada pada pria ini.
"Apa yang ingin kamu katakan?"
"Membahas masalah yang dibicarakan kakek dengan kamu,aku memang berjanji pada kakek waktu itu,tapi aku hanya membohongi kakekku, Dan hanya untuk menunda waktu, aku sedang mencari jalan keluar agar tidak menyakiti salah satu pihak."
Candice menjadi bingung,Ia hanya tahu masalah dari sisi kakeknya,sekarang tahu dari sisi bernett.
"Aku tidak perduli kamu dan kakekmu membuat janji apa, aku tidak akan membiarkan bryan jauh dari sisiku,dan aku tidak akan membiarkan wanita seperti laura huo menjadi ibu sambung bryan" candice mendebat.
"Siapa yang mengatakan bryan akan di jaga oleh laura?"
"Keluarga gong dan keluarga huo,bukankah sudah melakukan perjanjian pernikahah?"
Bernett merasa kesal, wanita memang bodoh saat marah."Aku yang memutuskan dengan siapa akan menikah, kamu jangan berfikir sesuka hatimu sendirian"
"Kamu menikah dengan siapa saja terserah, kamu bisa meminta banyak anak padanya, tapi bryan tetap bersama denganku"
"Yang ingin aku nikahi adalah kamu"
Candice merasa terkejut, ia tidak tahu pria ini omong kosong atau beneran.
"Siapa yang ingin menikah denganmu?"
"Aku katakan padamu di dunia ini wanita yang pantas membesarkan anakku hanya kamu"
"Bernett, kamu jangan bicara omong kosong lagi"
Bernett merasa wanita ini belum percaya padanya.Ia berkata dengan dingin."Baiklah, kita tidak usah membahas masalah pernikahan dulu,Bagaimana kita membahas perjanjian waktu itu?Keputusan penahanan zack lu sudah keluar,penjara seumur hidup, kalau kamu masih belum puas aku bisa menghukum mati"
Hati candice bergejolak,akhirnya pria ini membahas masalah ini, ini adalah hal yang paling tidak ingin di dengarnya.
"Aku..akan menggunakan cara lain untuk membalas jasamu" candice sedikit pucat..
"Aku tidak butuh cara lain, kita lakukan sesuai perjanjian"
Candice terdiam, ia merasa sekarang tidak bisa bercinta dengan pria ini.
Bernett hanya bisa memaksanya dengan kejam.
"Kamu melanggar janji padaku, aku juga melanggar janjiku, aku akan membawa pergi bryan darimu"
__ADS_1
"Tidak bisa" langsung menolak usulan ini
"Kamu pilih salah satu, kamu yang putuskan"
Ini adalah perjanjian mereka, sekarang zack sudah di penjara seumur hidupnya, orang besar dan mewah seperri zack,pasti merasa hidup di neraka di dalam penjara setiap harinya..
Bernett berkata lagi."Candice, jangan berfikir untuk melarikan diri,tidak ada gunanya, besok aku menunggumu di hotel dan akan ada sopir yang menjemputmu besok." Setelah selesai berkata bernett turun ke bawah membawa jaketnya..
Candice berfikir sejenak, ia memutuskan besok harus datang ,kalau tidak anaknya akan dibawa bernett.
Bibi mei memasak hidangan khas timur, bernett juga menyukainya dan tiga orang anak kecil kagum pada bernett, mainan juga menambah rasa suka terhadapnya.
"Bibi candice,kapan kamu akan menikah dengan paman?" gadis kecil bertanya, ia sungguh menggemaskan.
Candice tersenyum."Makan dengan baik"
"Kamu ingin datang di pernikahan kami?" bernett berbicara.
"Tentu saja,bolehkan aku menjadi gadis bunga kalian?"
"Boleh,saat kita menikah kamu akan menjadi gadis bunga"
"Asikkk! aku akan berdampingan dengan bryan"
Wajah bryan juga ikut tersenyum."Baiklah"
"Bryan, cepat habiskan nasi di mangkukmu itu masih banyak" candice menegur dengan pelan.
"Bernett,jangan sungkan tambah lagi makanannya"
Bernett juga tidak sungkan mengambil lagi makanan.
Candice merasa pria ini sungguh bermuka tebal, sebagai tamu makan sangat banyak.
"Daddy, malam ini menginap ya?"
"Bryan, daddy sangat sibuk malam ini"
candice segera mencegahnya.
Bernett juga tidak berencana tidur disini, ia akan menunggu candice datang di hotel saja besok,ia berkata dengan anaknya."Bryan, daddy masih ada pekerjaan, bagaimana mana kalau di akhir pekan daddy mengajakmu ke taman bermain?"
"Baiklah" bryan sedikit manyun di bibirnya..
Bernett berjalan ke arah candice berbisik di telinganya."Persiapkan dirimu untuk besok"
Candice mengantar bernett sampai di depan dengan merengut.Bernett melambaikan tangan pada bocah kecil, kemudian masuk ke dalam mobil.
__ADS_1