
Hallo semuanya! terima kasih banyak yang sudah mau baca novel ini.Semoga kalian suka.
Tolong berikan like dan komen.
Happy reading
""___""
Bernice menangis sesenggukan ia melihat wajah nickson berkeringat."Nickson, bagaimana keadaanmu?"
"Bernice, aku tidak- apa, sekarang kita hanya perlu menunggu utusanku tiba" Nickson mengepalkan tangannya kuat- kuat, lalu berkata."Bernice, kamu harus segera meninggalkan negara ini"
Rasa dendam para pembuhuh sudah membara, ia sangat yakin bisa menaklukan para pembunuh itu, namun tidak ingin bernice terluka.
"Kenapa?" bernice hanya ingin menemani nickson di sisinya.
"Karena disini sudah tidak aman lagi" nickson memperhatikan ke sekeliling."Kamu disini dulu, aku ingin melihat ke luar sebentar"
"Jangan keluar" nickson tidak perduli dengan perkataan bernice, ia harus memastikan keadaan aman ..jika ada yang mendekati kamar ini akan ia bunuh.
Nickson tidak memperdulikan hawa panas di punggungnya, matanya menatap dingin di sekitar kamar.Lima belas menit kemudian ponsel nickson berdering.Utusannya sudah sampai di bawah.12 orang dengan pakaian khusus masuk ke dalam hotel, mereka menemukan nickson di lantai sepuluh, seorang pemimpin pasukan bertanya pada nickson.
"Ketua Ye, apakah anda baik- baik saja?"
"Aku tidak apa- apa" nickson membuka pintu kamar."Kalian amankan dia dulu ke mobil"
Bernice segera menatap ketua pasukan.
"Segera bawa dia ke rumah sakit, punggungnya menderita luka bakar akibat ledakan tadi"
"Ketua Ye, anda sebaiknya pergi bersama dengan nona gong, kami akan mengikuti mobil anda dari belakang" Dua belas orang memegang pistol membentuk tameng untuk mengiringi mereka berdua masuk ke dalam mobil.
Empat mobil anti peluru melaju ke arah kantor gedung konsulat.
Di dalam gedung konsulat kejadian ledakan di depan hotel menjadi kepentingan utama. Biasanya daerah itu adalah daerah aman, hotel di pusat kota sering melayani tamu- tamu penting, kejadian seperti ini baru pertama kali.
Nickson dan bernice langsung di bawa ke ruang pengobatan, luka bakar di punggungnya lumanyan parah, untungnya ledakan kali ini hanya menyebabkan luka luar saja, semua organ dalamnya baik- baik saja.
Punggung nickson dibalut perban putih, ditambah lengannya juga di perban, bernice yang melihatnya menangis pelan.
Setelah selesai di perban nickson berdiri berjalan mendekati bernice, ia tertawa kecil melihat gadis kecil yang cengeng, ia mengelus kepalanya, lalu menghapus air matanya.
__ADS_1
"Jangan menangis, bukankah aku baik- baik saja?"
"Aku akan menelepon kakakmu nanti untuk segera mengirim pesawat kesini untuk menjemputmu"
"Kita harus pergi bersama"
"Aku pergi kalau ada perintah, tidak bisa pergi sembarangan" nickson menggelengkan kepala.
Sebagai seorang tentara, berhadapan dengan masalah apapun tidak boleh melarikan diri, walaupun tubuhnya penuh luka.
Saat ini pria tua masuk, setidaknya berumur limapuluh tahun masuk ke ruang rawat.Di adalah jenderal tingkat pertama bos kepala nickson, sekaligus adalah pamannya.
Melihatnya masuk, nickson langsung berdiri tegak dan memberikan hormat.
"Sudahlah, saat seperti ini tidak perlu memberi salam hormat, aku baru saja menghubungi kakekmu, dia menyuruhmu pulang"
Di hadapan pria ini, nickson hanya anak muda, wajahnya sedikit menengang."Aku tidak bisa pergi tanpa perintah"
"Perkataanku adalah perintah, pulanglah"
Nickson mendesah pelan."Aku masih bisa melanjutkan misi"
Sang jenderal tertawa kecil."Tentu saja, aku juga akan memberikan waktu libur sebulan"
"Paman, jangan memperlakukanku dengan special, hanya karena ucapan kakek" nickson merasa agak bersalah.
Paman menjadi tidak sabaran."Misimu sudah selesai,lagipula kau sendiri yang memaksa untuk datang kesini untuk bergabung dengan misi ini, rencana awal tidak ada namamu"
Benar apa kata paman, ia pergi kali ini murni untuk melindungi bernice, tetapi sebaliknya malah melibatkan dalam bahaya, ia merasa bersalah dengannya.
"Pesawat akan berangkat malam ini, kalian berdua pulang bersama" setelah berbicara sang paman menatap mereka berdua dengan penuh kasih sayang.
Nickson berkata tegas."Siap laksanakan"
Paman menatap wajah bernice."Gadis kecil, kenapa kamu tadi memanggilku Pak, harusnya kamu memanggilku paman" sang jenderal bercanda.
Wajah bernice menjadi merah."Baik,paman"
Sang jenderal memberikan pujian."Sungguh gadis yang baik" lalu melirik ke arah nickson.
"Kali ini kakekmu sudah tenang dan tidak akan menggangguku lagi"
__ADS_1
Bernice bertanya dengan penasaran." Mengganggu apa?"
"Tentu saja menggangguku untuk mencarikan pacar pada bocah ini"Diluar sisi tegas menjadi jenderal, ternyata paman ini lucu dan ramah.
Nickson hanya bisa menyengir,di dalam keluarganya hanya dia yang belum menikah, tentu saja mereka khawatir dengan hal ini.
Bernice menjadi semakin malu,kali ini sepertinya akan bertemu dengan keluarga besar Ye.
"Jangan lupa pesawat pukul delapan malam, aku masih ada urusan, jadi tidak bisa menemani kalian pergi" setelah berkata sang paman keluar dari ruangan.
Bernice menghela nafas panjang, lalu duduk di tepi ranjang."Kali ini kita bisa pulang bersama dengan tenang"
"Kuserahkan jadwal liburku padamu,apapun yang kamu inginkan akan kutemani"
Bernice tertawa."Sebelum kamu benar- benar sembuh, aku akan menemanimu di negara kita"
"Bukankah kamu ingin pergi ke rumah orang tuamu?kita nanti bisa transfer pesawat menuju kesana"
"Tunggulah lukamu sudah sembuh, kita bisa menemui di negara kita" bernice tersenyum.
Nickson menarik tubuh bernice masuk ke pelukannya."Tahukah kamu, betapa takutnya saat menyadari bom di pasang di mobil itu?"
Yang di khawatirkan bukan keselamatan dirinya, melainkan keselamatan gadis kecil ini, untungnya mereka berdua selamat dan hanya mengalami luka luar.
"Aku berharap tidak akan ada lain kali, cukup kali ini saja" bernice menutup matanya bersandar pada dada nickson untuk membuatnya merasa nyaman.
"Baik, aku janji tidak akan terjadi lain kali" nickson berkata dengan serius.
Pukul delapan malam, sebuah pesawat militer parkir di bandara terdekat, saat ini nickson, bernice, dan beberapa orang naik ke pesawat untuk kembali ke dalam negeri, begitu naik bernice bersandar ke pelukan nickson.
Pagi hari
Bernice mendapat kabar dari atasan di kementrian luar negeri, ia juga mendapat jatah libur satu bulan.
Kementrian luar negeri sudah mendapat kabar tentang peristiwa besar kali ini dari pegawai yang bekerja di negara X.
Hampir seluruh pegawai di kementrian luar negeri mendengar kabar besar kali ini. Hampir semua gadis merasa iri dengan bernice, ternyata nickson sudah menjadi pacarnya dan yang lebih mengejutkan sang pria melindungi bernice dari ledakan bom.
Mereka sekarang mengerti betapa besar cinta nickson pada bernice, pantas saja saat bernice di fitnah, nickson rela datang jauh- jauh untuk menyelesaikan masalah itu.
Tentu saja berita ini sudah terdengar sampai telinga julie, akibat mengirim bernice ke negara X, semua orang mengetahui betapa besar cinta nickson pada bernice.Hal ini membuat julie merasa kesal dan cemburu.
__ADS_1