Bayi Ceo Tampan

Bayi Ceo Tampan
Marah


__ADS_3

Hallo semuanya! terima kasih banyak yang sudah mau baca novel ini.Semoga kalian suka.


Tolong berikan like dan komen.


Happy reading


""___""


Saat bernice sedang menunggu ,ponselnya berdering, ini adalah panggilan internasional, lalu mengangkatnya."Halo"


"Halo bibi, aku adalah bocah kecil yang tampan, tebak sekarang aku berada dimana?"


"Bryan, kamu pergi kemana?" bernice penasaran.


"Kami datang ke perkebunan kakek, nenek! kami baru saja tiba"


"Apa? kalian sudah sampai disana? aku benar- benar ingin pergi kesana"


"Bibi, kapan kamu bisa kesini?"


Bernice segera merencanakan jadwal."Satu minggu lagi,Aku akan pergi mencari kalian" ia memiliki waktu libur sebelum tahun baru, jadi bisa berada disaan selama seminggu.


"Oke, kami akan menunggumu"


Candice mengambil ponsel dari anaknya, lalu bertanya dengan khawatir."Bernice, apakah kamu baik- baik saja disana?"


"Aku aman, kak candice tenang saja"


"Mmmmm, kamu hati- hati, kami akan menunggu disini"


"Oke, selamat bersenang- senang"


Bernice berpikir, coba saja nickson bisa menemani disana pasti akan menyenangkan.


Waktu sudah menunjukkan pukul setengah 7 lebih, sebentar lagi jamuan akan dimulai.


Perjamuan kerajaan menampilkan kemewahan dan kekayaan, aula terbuat dari emas terlihat menawan.


Udara di penuhi aroma anggur dan pelayan mengenakan pakaian biru muda yang modis, aula menunjukkan aura keagungan kerajaan.


Bernice mendekati putri sarah dan berdiri di sampingnya, selain ia, masih ada dua penerjemah dari negara ini, mereka semua cukup ramah.


Para tamu undangan datang tepat waktu, bagaimana perjamuan kerajaan masih ada yang terlambat?

__ADS_1


Dan para undangan yang datang ke perjamuan semua anak muda mudi dalam negeri dan luar negeri, karena pesta ini untuk pertukaran bahasa dan budaya benar- benar- tidak cocok untuk orang yang berusia lanjut.


Mata bernice menyapu para tamu undangan namun tidak menemukan sosok nickson.


Saat ini pemuda tampan menggunakan jas masuk ke tempat perjamuan, tampak sangat mempesona.


Mata tuan putri sarah tampak berbinar, ia sangat bahagia sosok nickson sudah datang.


Bernice saat ini sedang berbincang dengan teman penerjemah, ia melihat ke arah putri sarah melangkah, orang seperti apa yang membuatnya mennyambut secara pribadi.


Saat melihat nickson, bernice membesarkan matanya.


Ia menjadi sakit hati, kenapa bisa nickson yang datang?


Bukankah dia bilang menghadiri rapat, kenapa malah bisa kesini?


Ternyata nickson berbohong padanya.


Nickson juga melihat sosok cantik berdiri di pinggir jamuan merasa kaget, mengapa dia bisa disini?


Bernice menunduk pura- pura tidak melihatnya, ia berjalan ke samping putri sarah, tuan putri yang tidak menyadari keanehan,menyapa nickson."Ketua Ye, terima kasih sudah datang ke perjamuanku"


"Dengan senang hati" nickson tersenyum kaku.


Ia tahu wanita kecilnya sedang marah..


"Baik, aku menemani dengan baik" bernice mengangguk, namun hatinya sudah marah.


Meskipun putri sarah masih ingin mengobrol dengan nickson, namun sebagai putri raja dan tuan rumah harus memperlakukan semua tamu dengan ramah.


Setelah putri sarah pergi, bernice melotot ke arah nickson."Sang putri menyuruhku untuk menemanimu dengan baik"


"Bernice, aku bisa jelaskan" nickson tidak mau wanitanya marah.


"Tidak perlu di jelaskan, seharusnya kamu tidak perlu berbohong padaku, jika kamu ingin datang , aku juga tidak akan menahanmu" setelah berbicara bernice mengambil anggur di nampan pelayan.


"Aku menerima telepon dari putri sarah semalam, aku harus menjaga hubungan baik antar kedua negara"


"Aku harap kamu bersenang- senang" berdiri pergi berdiri di menjauh dari nickson.


Nickson merasa sakit hati, jelas- jelas berada beberapa meter darinya, namun bernice menolak untuk mengobrol..


Bernice tidak marah nickson datang kesini, ia sangat marah nickson berbohong padanya.

__ADS_1


Saat ini putri sarah sedang berdiri di atas panggung di temani seorang penerjemah, tuan putri melakukan kata sambutan dengan bahasa negara ini, kemudian di terjemahkan oleh seseorang ke bahasa inggris.


Senyuman putri sarah diatas panggung begitu tulus, bernice yang ingin marah padanya tidak akan bisa.


Sebenarnya ia sangat menyukai putri sarah, ia sangat pintar dalam diplomatik, orangnya ramah, ia hanya marah putri sarah menyukai nickson,Ini adalah ketertarikan lawan jenis dan mereka berdua belum saling menyatakan cinta secara langsung.


Jadi, tidak bisa menyalahkan putri sarah menyukai nickon.


"Putri kita berkata selanjutnya akan mengundang seorang laki- laki untuk berdansa untuk pembukaan acara ini"


Bernice sangat berharap, semoga jangan nickson yang di undangnya, jangan sampai.


Namun penerjemah mengatakan dengan bahasa inggris."Orang yang dipilih tuan putri kita adalah Ketua Ye, tolong ketua Ye naik ke atas panggung"


Wajah tampan nickson sangat gugup, semua penonton sudah memberikan tepuk tangan meriah, ini seperti mendorong nickson untuk segera naik ke atas panggung.


Namun nickson malah melihat ke arah bernice, takut wanita itu akan marah, bernice yang tidak ingin membuat tuan putri merasa malu menganggukkan kepala.


Bernice berpikiran terbuka, jika nickson menolak ,ini akan memperkeruh hubungan kedua negara.


Putri sarah berjalan mendekat ke arah nickson dengan senyuman."Ketua Ye, apakah kamu bersedia?"


Nickson tersenyum."Ini adalah kehormatan besar.


Bernice menyaksikan nickson memegang tangan sang putri naik ke panggung, hatinya begitu sakit.


Diatas panggung, diiringi musik, nickson dan putri sarah menari dengan anggun, semua para hadirin menatap iri dua orang sedang berdansa diatas panggung.


Bernice tidak berani melihat ke arah panggung, ia menunduk sambil memegang erat gelas anggur di tangannya, ia mengatur nafas untuk menghilangkan rasa sakit hati.


Setelah selesai nickson melihat ke arah bernice yang berdiri sendirin di sudut, ia tampak menyedihkan.


Ia mengabaikan pandangan semua hadirin dan berjalan ke arah bernice, merasa ada seseorang yang berdiri di depannya bernice mengangkat kepala, ia segera panik dan berjalan menjauh.


Nickson memegang tangannya."Jangan pergi"


"Kamu jangan mengacaukan perjamuan tuan putri malam ini"


"Kamu ingin pura- pura tidak mengenalku?"


Bernice sangat ingin marah saat ini, namun ia harus menahan untuk saat ini."Maukah kamu berbicara setelah acara ini selesai?"


"Ayo, aku kenalkan kamu pada tuan putri, siapa kamu sebenarnya" nickson bersikeras melakukan ini,ia tidak sanggup wanita yang dicintainya pura- pura tidak mengenalnya.

__ADS_1


Bernice memandang ke arah tuan putri sarah, matanya terkena kilatan cahaya dan ia segera menemukan sumber cahaya itu datang, ia melihat seorang pelayan memegang nampan dan tangan satunya di paha memegang pisau di sembunyikan di balik baju lengan panjangnya.Lelaki itu berjalan semakin dekat ke arah putri sarah.


Bernice segera menyuruh nickson menunduk, ia berbisik ke telinganya."Nickson,seseorang pelayan ingin membunuh tuan putri,cepat pergi, selamatkan dia"


__ADS_2