Bayi Ceo Tampan

Bayi Ceo Tampan
Dia lebih penting


__ADS_3

Jam sebelas candice mendapat telepon dari asisten yan."Ini maksud dari bernett?"


"Benar ceo gong sedang rapat penting, tidak bisa meneleponmu,nona candice datang yah"


"Dia tidak menjemputku?" candice bertanya.


"Aku tidak tahu mengenai hal ini, apakah aku perlu menanyakannya?"


"Tidak usah,aku bisa naik taxy"


Pukul setengah duabelas candice sudah turun untuk menaiki taxi.


Candice diantar ke ruang vip no tiga oleh pelayan, bernett baru datang sekitar lima menit kemudian.


Pelayan masuk ."Pesan makanan"


Candice memesan empat sayur dan satu sop.


Bernett berkata pada pelayan."Setelah setengah jam makanan bisa di hidangkan"


Pelayan keluar, bernett bersandar di kursi menutup matanya,candice merasa heran pria ini mengajak makan malah tidur di kursi.


Setelah lima menit candice berjalan ke arahnya, menggerakkan tangannya di dekat matanya.. Bernett yang belum tertidur menarik tangan candice mendekat tubuhnya, candice duduk di pangkuan bernett.


Candice panik, tapi malah bibirnya di cium cukup ganas oleh bernett..


Pria ini seperti memberikan hukuman saja..


Tangan bernett meremas dada candice bergantian.


Kepala candice sedikit kosong,pria ini sungguh kejam dan nakal, dia sudah mencium tanpa aba- aba masih meremas dada sesuka hatinya.


Pria ini sudah keterlaluan , sejak kapan ia menyetujui pria ini meraba dadanya,dan masih menggunakan tenaga.


Candice tadi mendengar pria ini menyuruh pelayan menghidangkan makanan dalam waktu setangah jam, berarti tidak ada orang yang masuk.


Pria ini sungguh kejam, mengajak makan malah berbuat tidak senonoh.


Namun yang lebih kejam tubuh candice malah menikmati perlakuan pria ini.


Diperlakukan seperti ini hampir selama sepuluh menit , pakaian candice berantakan, dadanya masih terasa kencang. Candice duduk di kursi dengan wajah memerah, ia merapikan bajunya sambil melotot ke arah bernett.


Bernett merasa lucu melihat reaksi candice.


"Kenapa wajahmu memerah, apakah marah denganku?"


"Diam" candice menundukkan kepala.

__ADS_1


"Siang ini laura datang ke kantor mencariku" kata bernett.


Wajah candice terkeju.Bernett berkata lagi.


"Dia datang ingin mengajakku makan siang,tapi aku mengatakan sudah punya janji dengan orang lain"


Kalau bernett sudah bilang mengajak candice, bukankah ini memeluai peperangan antar wanita.


"Kamu katakan sudah mengajakku" candice kesal.


"Tidak, aku mengatakan sudah ada janji sama klien, padahal aku hanya ingin mengajakmu makan"


Candice cukup terkejut, apakah pria ini menganggap dirinya lebih penting daripada lauro?


"Jadi candice kamu jangan tidak percaya diri,di hatiku kamu lebih penting dan dadamu lebih besar " bernett masih sempat menggodanya.


Candice dalam hatinya merasa tenang, walaupun pria ini cukup mesum.Ia hanya kesal saja sebentar.


Sekitar setengah jam pelayan mengetuk pintu membawa makanan masuk..


Mereka berdua makan sambil mengobrol.


"Masalah ayahmu sudah ada perkembangan banyak,mungkin sebentar lagi akan selesai"


Candice menghentikan makan sejenak."Ada hubungan zack lu kah?"


Hati candice terlintas marah."Benar ternyata dirinya,mengapa dia begitu kejam, sebenarnya ayahku membuat masalah apa?"


"Jangan marah lagi,zack akan menerima hukuman yang setimpal, dia akan menghabiskan sisa hidupnya di dalam penjara" bernett juga marah ,tapi ia pintar menyimpannya.


"Terima kasih, atas bantuan menyelidiki masalah ayahku" candice berkata dengab tulus.


"Tidak perlu terima kasih, ini juga sebuah kesepakatan antara kita berdua"


Candice terdiam sebentar."Aku lebih rela tidur dengannmu, asal orang jahat yang menyakiti ayahku tertangkap"


"Sudahlah, jangan bahas lagi, lanjut makan"


Candice hanya bisa menundukkan kepalanya lagi lanjut makan.


Setelah selesai makan bernett mengantar ke perusahaan , dan sorenya menjemput bryan bersama.


Di dalam hotel


Bernice bangun jam sebelas 11, ia keluar dari kamar ruang tamu sudah kosong, nickson meninggalkan tulisan di kertas di atas meja.


"Aku pergi dahulu, hubungi nanti"

__ADS_1


Melihat tulisan tangan nickson bernice ingat kata- kata"Aku menyukaimu". Kata- kata ini membuat hati bernice berbunga- bunga.


Saat bernice sedang melamun ponselnya berdering."Halo"


"Halo nona bernice gong,selamat untukmu, kamu sudah lulus melewati semua tes, senin depan datang melapor dan menjadi karyawan traslator di departemen kami"


"Terima kasih, aku pasti datang hari senin untuk melapor" bernice merasa senang, ia sudah bisa bekerja.


Bernice menguasai enam bahasa,saat kecil sudah suka bepergian ke luar negeri,ditambah perbaikan di universitas.Sekarang berkomunikasi menggunakan enam bahasa bernice tidak mengalami kesulitan.Jadi kali ini menjadi prestasi terbaik menjadi translator di departemen translator negara.


Ia berfikir karena sudah di terima, bagaimana bisa tidak membagikan pada nickson.Ia menelepon nickson.


"Sudah bangun?"tanya nickson


"Sudah dari jam sebelas"


"Jangan banyak bergadang, tidak baik bagi kesehatan"


"Baik, aku akan menuruti perkataanmu,oh ya,


aku baru saja mendapat kabar, aku sudah di terima bekerja di translator negara,aku akan mentraktirmu makan nanti malam"


"Benarka? ternyata kamu masih memiliki sedikit kemampuan"


"Tentu saja, kamu jangan meremehkannku" bernice sedikit bangga.


"Baik, restoran kamu yang pilih, agak sore aku akan menjemputmu"


"Baiklah, aku akan menunggumu"


"Sekarang kamu makan dulu, nanti lambungmu teriak minta makan" nickson perhatian.


"Baik, aku akan memesan makanan sebentar lagi"


"Aku matikan dulu ya" nickson mematikan telepon.


Bernice segera menelepon kakaknya.


"Kakak aku sudah diterima bekerja di translator negara"


"Bagus, nanti malam rayakan" bernett tersenyum.


"Eh,nanti malam aku sudah janjian sama orang"


"Siapa?apakah dia lebih penting dari kami?" bernett sedikit bercanda.


Kali ini bernice merasa malu, ia belum berani mengakui, sekarang hubungan dengan nickson masih belum mempunyai status.

__ADS_1


"Tidak kak, besok malam saja kita makan bersama, aku sudah kangen dengan bryan, sampai jumpa"


__ADS_2