
Haloo semuanya! terima kasih banyak yang sudah mau baca novel ini.Semoga kalian suka.
Tolong berikan like dan komen.
Terima kasih
"---"
Kediaman keluarga Ye
Melihat bernice di gandeng oleh nickson masuk ke dalam rumah,nyonya Ye dengan cepat menghampirinya."Sini bernice dan hati-hatilah"
Bernice tersenyum."Bibi aku tidak apa-apa, hanya hamil saja"
"Masih saja memanggil bibi" nyonya Ye protes. Dan melihat kearah anaknya."Nanti bawa kartu keluarga kita, dan pilihlah hari yang baik untuk melaksanakan pernikahan"
"Sekarang aku tidak boleh membuat acara, aku akan terlalu capek dan tidak diperbolehkan memakai sepatu hak tinggi" bernice menolak dengan lembut
"Tidak boleh memakai high hell ya tidak usah memakai" nyonya Ye tersenyum.
Bernice menggelengkan kepala."Tidak bisa,saat aku menggunakan gaun pengantin akan tidak enak untuk dilihat"
Nickson tertawa senang."Aku tidak masalah kamu terlihat pendek"
Nyonya Ye segera membela bernice."Kamu ngomong apa?tubuh bernice bagus dan ramping"
Mereka mengobrol di ruang tamu dan bercerita tentang liburan ke luar negeri.Di temani teh dan buah-buahan segar sekeluarga bercerita dengan senang dan hangat.
Pelayan memberitahu mereka bahwa makan malam sudah siap.
Selesai makan malam nyonya Ye berkata pada anaknya."Nak, kamu tidak boleh menyentuhnya saat hamil muda"
Nickson menjadi malu."Ma, aku bisa menahannya,kamu tenang saja"
"Baiklah, pasti kakekmu akan senang mendengar akan mempunyai cucu"
Sekarang bernice dan candice sering bertemu membahas tentang kehamilan dan candice sendiri sudah hamil delapan bulan lebih dan tidak sampai satu bulan akan melahirkan.
Bernett sendiri sering bekerja dirumah untuk menemaninya dengan kasih dan sayang.
Saat candice merasa bosan akan membaca buku atau menonton film.
Jam sembilan malam bernett masuk ke kamarnya dan melihat candice masih belum tertidur."Kenapa masih belum tidur?"
"Aku belum mengantuk" candice tersenyum
__ADS_1
"Baiklah, aku mandi dulu" bernett ingin mandi dan segera menemaninya.
"Baik"
Bernett menutup tubuhnya dengan selimut.
"Apakah anakku hari ini nakal?"
"Masih baik, dia hanya sedikit bergerak hari ini"
"Dia akan segera keluar dan menemani Hari-hari kita"
"Iya, masih ada waktu setengah bulan lagi"
Bernett selesai mandi,candice sudah tertidur pulas,bernett masuk ke dalam selimut dan memeluk tubuhnya.
Waktu berlalu dengan cepat dan ingatan candice hari demi hari semakin memburuk. Dan untuk mengingat masa lalu bersama dengan bernett sudah tidak bisa.
Ia hanya bisa mengingat sang pria begitu mencintainya.
Candice merasakan sakit perut dan mungkin akan segera melahirkan.
Bernett sudah menelepon pihak rumah sakit untuk bersiap-siap dan akan segera menuju ke rumah sakit.
Bernett tidak membangunkan kedua orang tuanya dan membiarkan besok pagi baru ke rumah sakit.
Saat mereka sampai di rumah sakit dokter mengatakan masih ada dua hari lagi untuk melahirkan,saat jam empat pagi candice merasakan tidak nyaman di perutnya dan badannya berkeringat.
Bernett terbangun karena gerakan candice yang berulang-ulang dan melihat wajahnya yang berkeringat.
"Kamu kenapa,wajahmu begitu merah?" bernett yang tidur di sebelahnya.
"Tidak ada apa-apa,hanya sakit sebentar saja perutku" candice tersenyum.
Bernett memanggil dokter karena tidak tega,namun dokter tidak bisa membantu, karena itulah proses wanita yang akan segera melahirkan.
Di pagi hari, hannah dan dedrick datang setelah mengantar bryan ke sekolah, mereka tidak memberitahu bryan.Kalau anak itu ada pasti akan sedih melihat ibunya kesakitan.
Bernice juga datang dan mengajak ngobrol candice untuk menghilangkan sedikit rasa sakit.
Akhirnya sudah bukakan yang ke delapan, candice dibawa ke ruang bersalin.Saat bernett akan menemaninya masuk di tolak olehnya.
Bernett hanya bisa berada diluar bersama dengan anggota keluarganya dengan cemas dan panik.Semua orang menunggu dan berdoa di depan ruang bersalin.
40 menit kemudian pintu terbuka dan perawat membawa seorang bayi yang masih merah di balut dengan handuk.Meskipun badannya masih merah wajahnya terlihat bersih dan cantik.
__ADS_1
Bernett dengan cepat melihat putrinya dan melihat candice yang sedang berbaring di ranjang akibat kelelahan.Nyonya xi terlihat puas putrinya melahirkan dengan selamat dan bisa tertidur dengan pulas.
Satu jam kemudian di sebelah candice yang sedang tertidur ada bayi perempuan yang sedang tertidur.Bernett memandang kedua perempuan yang tertidur, ternyata putrinya mirip dengan candice.
Candice membuka matanya saat mendengar tangisan seorang bayi di sampingnya.Ia menggendong dan menenangkan anaknya yang sedang menangis.
Bernett tersenyum melihat candice memperlakukan putrinya dengan cinta dan kelembutan.
"Selamat, anak kita lahir dengan sehat" kata bernett
Candice tersenyum dan merasa puas mendengar perkataan itu.
Setelah sang bayi berhenti menangis bernett masih takut-takut menggendongnya. Ia merasa puas putrinya sedikit tersenyum padanya.
Hannah tersenyum senang."Nak, berikan nama untuk putrimu"
Bernice juga merasa bahagia melihat keponakannya yang lucu dan ingin segera cepat untuk melahirkan anaknya.
Bernett tersenyum puas."Aku akan memberikan nama Beatrix gong"
Beatrix gong adalah nama putri candice dan bernett.
Bernett memberikan nama Beatrix agar putrinya damai selama di dunia ini.
Candice setuju dengan nama ini dan merasa nama ini enak di hatinya. Setelah berada di rumah sakit selama satu minggu candice ,akhirnya kembali ke istana gong.
Putri kecil menagis dengan kencang saat pipis dan buang air besar.Candice tidak merasa khawatir putrinya menangis keras. Dulu bryan juga begitu suka menangis saat merasa tidak nyaman.
Asi candice juga keluar dengan lancar dan bagus,setengah bulan anaknya sudah tumbuh agak besar.
Putri mereka putih dan bersih wajahnya, rambut hitamnya terlihay bagus dan lembut.
Candice merasa takut ingatannya masih belum kembali seperti dulu.
Sekarang belum bisa melakukan pemeriksaan, sekarang putrinya masih sangat membutuhkannya.Dan sekarang masih dalam penyembuhan pasca persalinan.
Sekarang hanya bisa berdoa, semoga dirinya akan baik-baik saja dan berharap hanya karena masalah kehamilan saja.
Nyonya Xi juga menginap beberapa malam di istana gong untuk melihat putri dan cucu kecilnya.Keluarga gong juga menyambut nyonya Xi dengan baik.
Bryan juga setelah pulang sekolah akan mencium ibunya dan adiknya, bryan sering menggoda adiknya hingga menangis.
Beatrix juga menyukai kakaknya dan sering membelai wajahnya.
Dan baru sebentar sudah satu bulan berlalu dan candice merasa bosan terus berada di istana.
__ADS_1
Pada malam hari bernett sering membantu untuk mengasuh putrinya,Walaupun gerakannya masih kaku dan lambat, candice merasa bahagia bernett menjalankan tugas sebagai ayah yang baik.
Kamar sikecil berada di sebelahnya bersama dengan perawat. Saat menangis kadang-kadang bernett yang bangun dan menenangkan anaknya.