Bayi Ceo Tampan

Bayi Ceo Tampan
menemani memilih hadiah


__ADS_3

Malam hari di keluarga lu.


Membahas masalah foto terjadi pertengkaran di meja makan, sherry, anngie bergabung bersama debby untuk menekan andreas..


Andreas yang tidak tahan keluar dari rumah menuju ke perusahaan..


Candice dan bernice menemani bryan bermain di ruang tamu, hp candice berbunyi telepon dari bernett gong..


Candice memberikan hp ke anaknya untuk menjawab telepon.


"Hali, daddy"


"Bryan, kamu lagi apa?"


"Bermain dengan bibi dan mommy"


"Bryan, sudah mandi?" karena selama ini bryan di mandikan olehnya.


"Belum mandi"


"Suruh mandikan mommy atau bibi"


"Tidak mau, nanti mommy atau bibi melihat burungku"


"Bryan, anak pintar bisa mandi sendiri"


"Oke, daddy"


"Bryan, berikan hp pada mommy, daddy mau bicara dengannya?"


Candice menerima telepon pergi ke kamarnya.


"Mengapa tadi siang kamu bertemu dengan mantan suamimu?" tanya bernett


Candice terdiam sebentar."Bernett, bisakah kamu membantu aku melawan andreas lu? apakah kamu tidak tahu aku begitu membencinya?"


"Kenapa benci kug bisa bertemu?"


"Karena aku ingin tahu sesuatu darinya" candice kesal.


"Masalah apa, kamu bisa katakan padaku,aku percaya aku lebih mampu daripada andreas lu"


"Boleh aku bertanya sesuatu padamu?"


"Katakan"


"Bisakah aku melihat daftar utama pemegang saham lu corp lima tahun yang lalu?" candice memohon padanya.


Bernett mengerutkan kening." Apa yang kamu lakukan?"


"Berikan aku satu salinan ini, aku memohon padamu"


"Katakan alasannya?" bernett penasaran.


"Aku akan memberitahu ketika kamu sudah pulang" candice tidak ingin berbicara di telepon.


"Candice, dengarkan , kelak kalau kamu butuh bantuan pertama kali harus datang ke padaku, apakah kamu mengerti?"


Candice diam sejenak."Baiklah, aku mengerti"


"Ciuman selamat malam"


"Muuuuuah" candice tanpa sadar memberikan ciuman ke telepon, ia langsung mematikan telepon karena merasa lucu..


Perasaan hati candice sedikit membaik, ia tidur terlelap sampai pagi..


Karena tugas menidurkan anak sudah dilakukan oleh bernice.

__ADS_1


Pagi hari.


Saat candice terbangun ia mendengar suara tawa bryan di ruang tamu, bryan sudah rapi sedang meminum susu..


Bryan, mommy akhir- akhir ini sibuk, apakah kamu mengerti?" candice merasa bersalah sudah beberapa hari tidak mengantar putranya.


Bryan memeluk leher ibunya."mom, aku tidak akan marah, kamu jangan terlalu lelah ,oke"


Candice mencium putranya." mommy, berjanji akhir pekan ini akan membawamu bermain"


Begitu akan pamitan bernice mengingatkan mungkin akan pulang agak terlambat, hari ini mengambil mainan di papa angkatnya.


Mereka sudah pergi, candice menelepon linda untuk menjemput dirinya.


Bernice selesai mengantar bryan tidak kembali ke rumah, ia berbelanja dan pergi ke salon.Pada sore hari akan mengambil mainan di rumah nickson.


Memikirkan dia akan menemui lagi nickson, ia sedikit malu, gugup dan takut.


Waktu sudah menunjukkan pukul tiga, bernice masih memikirkan cara untuk menelepon nickson.Tiba- tiba hpnya berdering menunjukkan no aneh di layar, ia menjawabnya.


"Halo"


"Ini aku"terdengar suara pria.


"Nickson ye" bernice teriak semangat.


"Tidak ada aturan, panggil aku kakak" suara laki- laki menegur.


"Kakak nickson" bernice malu karena bersikap kurang ajar.


"Aku akan menunggumu di gerbang pintu masuk sekolah bryan pukul 04.30"


"Ya ,baiklah"


"Sampai jumpa" nickson mematikan telepon.


Pukul empat sore.


Duduk di kursi pengemudi, nickson ye turun dari mobil, mengenakan kaos hitam dan kacamata hitam, bibir tipis dan sexy begitu mempesona.


Sebagian yang menjemput anak- anak adalah istri muda orang- orang kaya.Ketika melihat pria yang begitu menarik, mereka melihat dengan antusias.


Bernice sudah menjemput bryan, ia berjalan ke pintu gerbang di kawal oleh dua pengawal.Ia mendekati mobil hijau besar mencolok.


"Wowww, ayah angkat, mobilmu sangat besar" bryan sangat antusias.Ia tidak sabar untuk naik ke mobil, bernice membuka pintu belakang.


Bryan malah loncat- loncat di mobil besar ini.


Bernice memperingatkan bryan."Bryan, duduklah kita sudah mau berangkat"


"Bryan, duduk dulu nanti papa angkat kasih hadiah" nickson membujuk.


"Baiklah, aku sudah duduk, ayo ambil mainan"


bryan mengatakan dengan semangat.


Bernice gemas memeluk dan mencium bryan.


Mobil sangat stabil, ada gundukan kecil tidak terasa, seperti duduk diatas sofa nyaman.


Bernice beberapa kali melirik pria yang mengemudi, jantungnya berdebar lebih cepat.. Ia tidak tahu perasaan apa ini.Takut atau yang lain.


Mereka sudah sampai di rumah nickson.


"Dimana kakekmu?" karena sewaktu kecil bernice bermain disini selalu ada kakek ye.


"Kakek, tinggal di rumah sakit, jadi semua orang disana, kamu mau langsung pulang apa makan malam dulu disini?"

__ADS_1


Sikecil menatap bernice."Bibi apakah kita akan malam disini?"


"Ini...".bernice malu.


"Sudahlah, makan malam disini saja, setelah makan aku antar kalian kembali ke rumah" mata nickson melirik ke bernice.


Bernice canggung." bryan, bagaimana kalau kita makan malam disini? nanti bibi kabari ibumu"


"Ya"bryan menurut.


Nickson menggendong sikecil."Ayo, ambil mainanmu,aku bisa memberimu beberapa lagi"


"Benarkah" bryan semangat.


Di belakangnya, bernice merasa lucu, bocah ini tidak takut pada siapapun, bahkan kalau dijual juga tidak tahu.


Nickson memiliki satu kamar besar yang didedikasikan untuk mainan besar dan kecil, semuanya adalah senjata,tank,pesawat, berbagai hadiah militer,membuat bocah kecil ini melihat dengan semangat.


Dia terlalu suka ayah angkatnya ini,dia sangat kuat sehingga bryan mengaguminya.


Si kecil terlalu semangat melihat kemana-mana, bernice yang berada di belakang khawatir, ia masuk ke ruangan tanpa sengaja terpeleset , untung tangannya di tarik dengan kuat hinga mulut kecilnya mencium dada yang kokoh.


"Apa kamu baik- baik saja?"suara pria.


Bernice buru- buru melepas pelukan nickson, ia bahkan membersihkan bibirnya dengan tisu..ia masih terasa sedikit pusing karena benturan.


Nickson yang berada di belakang merasa lucu, melihat tingkah bernice, wanita pemalu ini cukup lancang, membersihkan bibir bekas mencium dadaku.


"Bibi, datang kesini, lihat, ada pistol disini" bryan semangat baru pertama kali melihat pistol.


"Bryan, kamu jangan sembarangan menyentuh" bernice cemas.


"Ini semua hanyalah mainan" nickson menjelaskan.


"Kalian mau minum apa?"tanya nickson.


"Susu"jawab bryan


"Air mineral"jawab bernice.


Begitu nickson pergi bernice berkata pada bryan."Bryan, ambil dengan cepat dan kita akan turun ke bawah"


"Bibi, kalau aku minta pistol, akankan ayah angkat akan memberikan padaku?" tanya bryan.


"Tidak, kalau ibumu tahu, nanti kamu bisa di marahi, pilihlah yang lain"


"Kalau begitu aku mau tank ini" bryan memilih tank yang lebih besar dari yang lain.


Nickson melangkah masuk ke kamar."Kamu pilih itu?"


"Yah, aku mau tank itu"


"Anak ini memiliki selera bagus, ini juga merupakan favoritku" nickson menyerahkan susu ke bryan dan air mineral ke bernice.


Bernice mengambil minuman dengan tersenyum." Apakah kita akan makan diluar?"


"Makan dirumah, bibi sedang masak sebentar lagi matang"


Bryan menatap nickson."Ayah angkat sosokmu luarbiasa, seperti ayahku"


"Ingin melihatnya" bryan di gendong ia memegang dada da lengan ayah angkat.


"Wah, ini seperti batu" bryan melirik ke arah bernice." Bibi, apakah kamu mau memegangnya?"


Wajah bernice langsung memerah."Tidak".


Nickson tertawa kecil."Bibimu malu"

__ADS_1


Wajah bernice bertambah merah sampai telinga."Aku tidak malu"


Setelah makan malam jam delapan nickson mengantar mereka pulang ke rumah.


__ADS_2