
Candice sudah sampai di pintu perusahaan, ia begitu santai, lagipula ia bukan pihak yang meminta maaf, dan ia membenci anggie lu.
Keterlambatan candice membuat dua gadis itu frustasi, mereka menunggu di depan pintu kantor ruangan candice.Mereka membawa karangan bunga dan orang- orang yang lewat menertawakannya.
Marry bahkan lebih buruk, ia harus memakai masker takut candice akan memukul hidungnya lagi.
"Dia datang atau tidak"anggie mulai tidak sabar menunggu.
"Dia pasti sengaja" marry menggertakkan giginya,sejak kecil hingga sekarang, ia belum pernah merasakan penghinaan seperti ini.
Jika bukan karena ancaman bernett gong, mereka berdua tidak akan berdiri dan menerima penghinaan.
Akhirnya ada seseorang mengatakan.
"Desainer cheng sudah datang"
Wajah dua orang itu,melihat ke arah pintu masuk,candice melangkah masuk, ia mengenakan rok dan kemeja terlihat sangat anggun.
Membuat kedua wanita semakin kesal saat melihatnya.
Candice pura- pura tidak melihat dua wanita berdiri di depan pintu ruangan kerjanya.. ia membuka pintu dan masuk langsung menutup pintu.
Anggie mengetuk pintu baru masuk ruangan diikuti marry.
Candice diam saja, menunggu kedua orang minta maaf.
"Nona cheng, aku minta maaf, kemarin kami bersalah, tolong maafkan kam" marry berkata.
Candice menatap tajam mata anggie , memikirkan putri sombong ini akan meminta maaf.
"Aku membawakannmu karangan bunga persis seperti yang di berikan bernett gong padamu."
Anggie meletakkan karangan bunga di tempat persis seperti kemarin.
"Begitukah?aku tidak menerima permintaan maaf kalian"candice dengan dingin. ia tidak merasa bersimpati dengan anggie, karena dia dipaksa oleh bernett.
"Jadi bagaimana caranya agar kamu mau menerimanya?apakah kamu ingin kami berdua berlutut kepadamu?" anggie menahan rasa kesal dalam hatinya.
"Tidak perlu berlutut,aku hanya butuh permintaan yang tulus,jika itu cara kalian, maka lupakan saja, aku masih banyak kerjaan" candice mulai menghidupkan komputer.
Anggie dan marry saling melirik..
Mereka berdua tidak berani mengambil resiko, di belakangnya ada bernett gong, ia begitu kuat dan berkuasa..
Anggie akhirnya berlutut diikuti marry juga ikut berlutut." Mohon maaf, kemarin kita yang salah, mohon maafkan kami" anggie membujuk candice.
Candice hanya menatap mereka berdua berlutut, ia sudah merasa baikan sekarang..
Satu sisi marry tampak menyesal."Nona candice,maafkanlah kami!, lain kali kami tidak akan melakukannya lagi, kami benar- benar minta maaf"
Candice mulai kesal menatap orang itu berlutut.
"Baiklah, cepat pergi dari sini, dan bawa karangan bunga kalian"
__ADS_1
Anggie buru- buru mengambil bunga dan keluar dari ruangan candice.
Mereka berdua melangkah ke lift ..Angie merasa kesal dan marah."Candice cheng, jika aku memiliki kesempatan , aku benar- benar akan meleyapkanmu"
Marry langsung menatapnya."Anggie , kamu masih berani menyinggungnya.Ingat di belakangnya ada bernett gong"
"Apa kamu pikir bernett akan melindunginya seumur hidup?Seorang pria seperti bernett hanya ingin bermain dengannya.Dia belum memenuhi syarat untuk menikah dengan keluarga gong.Dia hanya sepatu rusak."
Candice duduk di ruang kerjanya,membaca beberapa email dan berkas, ingatannya terus kepikiran bernett yang berada di rumah sakit. Sekarang dia sedang demam tinggi, setelah selesai infuse dia pergi kemana?.
Ia mengambil hp dan menelepon bernett. Pria dewasa seperti bernett tidak menganggap serius penyakitnya,ini yang membuat candice merasa khawatir.
Mengapa bernett tidak seperti putranya yang berobat jika merasa sakit?
Telepon terhubung.
"Halo" suara bernett masih lemah.
"Hei, dimana kamu sekarang?"
"Dirumah, apakah kamu akan pulang sekarang?"
"Aku sedang bekerja"
"Aku sendirian dirumah"
"Mengapa dirimu dirumah? kenapa tidak pergi ke istana, orang tuamu bisa merawatmu"
"Aku tidak ingin pulang, candice cheng, tolong luangkan waktu untuk merawatku"
"Aku sedang bekerja"
"Oke, kamu bekerja saja" jelas sekali bernett marah.
Candice merasa bingung.Pria ini sedang sakit, bagaimana kalau dia tidak makan, apakah dia bisa sembuh dengan cepat?
Tetapi orang dengan demam tinggi memang tidak memiliki nafsu makan dan orang ini juga pemilih makanan.
Setelah memikirkannya,candice menyadari bahwa dia tidak bisa bekerja dengan tenang.Dia bangkit keruangan linda untuk meminta izin, linda juga menyetujui.
Candice memanggil taxi, dalam perjalanan ia sempat mampir beli sayuran untuk memasak buat bernett.
Ia akan membuatkan bubur dan sayuran untuk bernett.
Saat masuk dalam rumah candice melihat bernett terlelap di kursi ruang tamu sedang memeluk guling.
Ia berjalan dengan sangat pelan mendekati tubuhnya, menyentuh dadi, namun gerakannya tetap membangunkan bernett.
Candice melihat pria itu membuka matanya melotot, terlihat kesal.
"Maaf,aku hanya memastikan kamu masih demam apa tidak?"
Pandangan bernett berubah lembut." Kamu ternyata masih punya hati nurani, tahu untuk kembali"
__ADS_1
"Kamu saja langsung menutup telepon, bagaimana aku bisa tidak kembali?"
Candice menyentuh dahinya lagi, suhu demamnya sudah menurun, hanya sedikit panas.
"Siang ini mau makan apa?"tanya candice.
"Terserah"
"Bubur saja, bagaimana?"
"Boleh"
"Kamu terus tidur sebentar, aku mungkin butuh waktu satu jam membuat bubur" setelah bicara candice membawa tas belanjaan ke dapur.
Bernett kembali menutup matanya,ia memang sangat mengantuk, di tambah efek obat dalam tubuhnya.
Dalam waktu empat puluh menit ,candice sudah memesak bubur dan 3 jenis sayuran. Ia melihat bernett masih tidur, apakah harus membangunkannya atau tidak?
Dia berjalan ke samping bernett, ia membungkuk memandang wajahnya.Pria ini biasanya adalah pria yang sombong, namun ketika tidur seperti anak kecil yang tampan dan lucu.
Pria ini sangat tampan,seperti ukiran batu giok, sangat sempurna dan dingin,alis mata yang tipis dan tajam,hidung mancung dan bibir sexy yang menggoda.Bahkan dagunya juga indah, melengkuh dengan sempurna dan penuh karakter.
Candice yang sedang asik memandang dan memuji dengan bebas waktu pria ini tidur. Mata pria ini tiba- tiba terbuka.
Bernett tahu wanita ini sedang memandangnya, wajah candice bahkan agak memerah." Apakah aku sangat tampan?"
Candice buru- buru menegakkan tubuhnya.
" Makanan sudah siap"
Tangan pria ini menarik tangan candice cukup kuat, tubuhnya jatuh ke dada pria ini.
Lengannya memeluk erat tubuhnya , dada candice merasa gepeng di dada sang pria. Candice merasa kesal." Bernett, jangan membuat masalah ,oke"
Bernett tersenyum." Kalau tetap mencari masalah bagaimana?"
Candice berusaha melepaskan pelukan, namun pri sakit ini masih mempunyai tenaga yang kuat."Sebenarnya apa yang ingin kamu lakukan?"
"Aku hanya ingin memelukmu"
Candice kesal, ia membuka mulutnya dan mengigit di bawah lehernya sebentar, ia mengancam bernett."Kamu lepaskan tidak, kalau tidak, aku akan menggigitmu hingga berdarah"
Bernett tidak tahan melepaskan pelukannya, ia bukan takut di gigit, namun takut junior akan terbangun.
Candice merasa puas karena ancamannya berhasil, ia sama sekali tidak mengerti fikiran pria."Huh, lihat saja lain kali kamu masih berani apa tidak"
Bernett hanya tersenyum, wanita ini sungguh lucu dan imut saat marah.
"Ayo, makan bersama" tangan bernett menarik tangan candice ke meja makan.
Candice hanya menurut, ia malas kalau harus berdebat lagi dengan pria ini.
Mereka berdua makan dengan tenang, candice merasa senang pria ini sudah makan dengan lahap..Selesai makan mereka berdua kembali ke kamar masing- masing..
__ADS_1