Bayi Ceo Tampan

Bayi Ceo Tampan
Cara unik memberi hadiah


__ADS_3

Tidak terasa tiga hari telah berlalu...


Hari ini candice pulang awal, ia biasanya hari jumat pulang jam 3 sore...


Jam Setengah enam sore bernice mengantar pulang bryan , bernice hari ini tumben langsung pamitan, katanya ada urusan mendadak..


Candice pergi dapur untuk memasak, ia hari ini mengenakan tangtop tanpa bra, ia mengenakan pakain sexy karena panas dan hanya dengan anaknya di rumah...


Ia sedang mencuci sayuran, ia mendengar teriakan bryan yang sedang bahagia."Daddy"


Jantung candice berdebar kencang, ia sedang mengenakan tangtop sexy, mengapa ia harus pulang sekarang, pantas saja bernice tidak menginap hari ini.


Bernett mencium putranya."Bryan, kamu buka mainan ini di kamar dulu, nanti daddy akan memanggil saat makan malam" bernett memberikan maianan kepada bryan..


Sikecil dengan senang hati kembali ke kamarnya, menutup pintu.


Bernett berjalan ke arah dapur, ia melihat candice sedang mencuci sayur, ia memeluk tubuhnya dari belakang.


Candice balik badan ingin mendorong tubuh bernett, namun bernett melihat buah dada yang hampir keluar dari balik tangtopnya..


Bernett menatap fokus pada pemandangan indah ini, ia menelan ludahnya, candice menyadari pandangan liar pria ini tertuju pada buah dadanya, ia menutupi dengan kedua tangannya.


Bernett melihat candice menutupi dadanya, Ia tidak senang mencium bibirnya dengan lembut dan ganas..


Candice merasa panas tubuhnya ,fikirannya antara menikmati dan takut anaknya akan pergi ke dapur.Ia mendorong tubuh bernett.


Apa yang dilakukan pria ini, menciumnya secara tiba- tiba?


"Apa yang kamu lakukan, bryan bisa datang kesini kapan saja?"


"Tenang saja,bocah itu sedang bermain dengan mainannya di kamar, tidak ada waktu datang kesini"


Namun, meski begitu candice merasa malu, hari ini dia memakai baju begini.Ia menutup dada dengan tangannya.


Bernett sudah tidak tahan melihat pemandangan ini..Ia mendorong tubuh mungil candice ke dinding, kedua tangan candice di pegang tangan besar bernett di belakang tubuhnya.


Bernett mencium bibirnya, tangannya satu mulai meremas dada candice, ia melihat candice menikmati semakin semangat meremas kedua dadanya..


Namun bernett sendiri yang tidak mampu menahan nafsunya, ia takut kelewatan batas..ia melepas tangan candice dan ciumannya..Ia menatap wajah merahnya sebentar lalu pergi ke kamarnya..


Candice tersadar kembali saat bernett menjauh, ia tadi sempat mendesah pelan.Ia merasa dirinya konyol dan murahan.Dadanya masih terasa sentuhan panas tangan bernett..


Mungkin ini juga kesalahannya sendiri, membiarkan serigala melihat dadanya.. Candice merasa kesal pergi ke kamarnya untuk mengganti pakaian yang lebih tertutup baru kembali ke ke dapur.


Di dapur candice masih merasa kesal.Begitu pria ini kembali, pria ini memasuki pikirannya dengan paksa,mengganggu fikirannya dan membuatnya gelisah.


Candice berusaha untuk konsentrasi memasak, tidak membiarkan putranya kelaparan.


Pukul setengah 10 malam bernett sudah selesai memandikan dan menidurkan bryan.. Ia berjalan ke kamar candice, ia melihat candice masih bekerja dalam kamarnya.


Bernett tiduran di kasurnya.


"Hei, apa yang kamu lakukan di kasurku?" candice merasa was- was.


"Aku hanya berbaring sebentar, ingin menemani kamu bekerja"


"Kamu tadi sungguh kurang ajar, berani meremas dadaku" candice melotot ke arah bernett


"Aku tadi tidak sengaja, salah sendiri kamu memakai baju seperti itu"bernett tidak mau di salahkan.


"Aku bisa memaafkannmu, kamu keluar dari kamarku"candice mengusir bernett, gimana bisa bekerja kalau ada pria ini.

__ADS_1


"Baiklah, aku keluar" bernett merasa lega candice tidak marah.


Hari senin pagi.


Setelah mengantar bryan cheng ke sekolah, bernett mengantar candice ke perusahaan.


Dalam perjalanan bernett terpikir sesuatu. "Kamu mau aku carikan pemegang saham keluarga lu, sebenarnya ada masalah apa?"


Candice melihat ke arahnya, dengan sedikit cemas bertanya."Kamu sudah cari?"


"Sudah, nanti aku suruh bella antarkan, tapi aku mau tahu alasannya?"bernett penasaran


Tangan candice yang diletakkan di pahanya mengenggam erat."Aku cari itu, karena ada hubungan dengan kecelakaan ayahku waktu itu,


aku menduga kecelakaan ayahku karena di sengaja oleh orang yang ingin mencelakai ayahku"


Bernett adalah orang yang cerdik." Apakah andreas yang memberitahukan padamu masalah ini?"


Candice terkejut." Kamu kug tahu?"


"Kalian makan bersama, karena masalah ini?" bernett memastikan


Candice mengangguk."Iya, aku bertemu dengannya, hanya karena masalah ayaku"


Bernett mengerutkan alisnya, ia teringat kata- kata tajam yang ia ucapkan pada candice, ia merasa bersalah, karena kesalahpahaman ini.


Saat ini mobil sudah sampai di depan perusahaan candice."Asistenmu kapan akan mengantar berkas padaku?"


"Satu jam kemudian" bernett tegas.


'Terima kasih" candice turun dari mobil berjalan masuk menuju perusahaan.


Bernett menelepon bella."Bella, kamu sekarang dimana?"


"Baru sampai di kantor" jawab bella


"Bawa berkas yang aku suruh kamu cari kemarin, kamu tunggu di bawah perusahaan, ikut aku pergi keluar sebentar"


"Baik"


Bernett menginjak gas mobil menuju ke perusahaan.


Bernett tidak merasa tenang, ia teringat ternyata andreas bertemu dengan candice dengan alasan ini, apa maksudnya?apakah dia ingin balikkan?


Mobil bernett berhenti di depan gedung, bella menghampiri mobil dan masuk ke mobil.


"Bos, kita mau kemana?" tanya bella.


"Pergi belanja"


"Belanja apa?" bella terkejut 2 jam lagi akan ada rapat penting.


"Kamu pikir baik- baik, apa yang harus diberikan pria untuk meminta maaf"


Bella tersenyum, ternyata bos sudah membuat kesalahan pada nona candice.


Bella tidak berani menertawai bosnya." Kalau aku lebih suka menerima gelang atau kalung"


"Oke, kita pergi ke toko emas" bernett tidak mengetahui apa yang disukai wanita.


Akhirnya mereka sampai di toko emas memilih gelang berlian yang unik dan mewah.. Mereka berdua pergi ke perusahaan candice.

__ADS_1


"Bos, apakah kamu tidak memberikan hadiah sendiri ke nona candice?" bella merasa lucu masak memberi hadiah di wakilkan.


"Kamu saja yang berikan, jangan bilang aku menunggu di bawah"


"Baik"


Bella yan berjalan ke ruangan candice dan mengetuk pintu.


"Nona candice, ini adalah berkas yang kamu mau,dan ini adalah hadiah spesial dari bos, silahkan kamu terima"


Candice melihat berkas dan kotak perhiasan mewah, ia mengerutkan kening."Kenapa dia memberikan perhiasan padaku?"


"Aku juga tidak tahu?" bella tahu bosnya orangnya gengsian


"Tidak perlu, aku hanya ingin berkas saja, perhiasan ini kembalikan saja padanya"


Bella merasa bingung." Nona candice ini adalah niat baik dari bos, mohon kamu terima"


" Tidak ada yang aku lakukan, aku tidak pantas menerima hadiah ini, silahkan kamu balik saja"


Bella mengambil hpnya menelepon bosnya.


"Kenapa?"


"Nona candice, tidak mau menerima hadiahnya"


Telepon di matikan.


"Nona candice, bos segera ke atas" kata bella.


"Bernett berada di bawah?"


"Iya"


Bella yan keluar ruangan, bernett masuk ke ruangan tanpa diundang.


Bernett mengambil kotak perhiasan di meja.


"Ini adalah hadiah dariku, terimalah"


"Tidak perlu, aku tidak bisa menerimanya"


Bernett melihat pendirian kokoh wanita ini, ia harus sedikit kejam pada wanita ini." Kalau begitu berkas ini, kamu juga tidak mau kan?"


"Hei, aku masih mau berkas ini" candice panik


"Kalau kamu mau berkas ini, kamu juga terima hadiah dariku"


Candice tentunya memerlukan berkas itu, lalu melihat kotak perhiasan." Kamu yakin, akan memberikan ini padaku?"


Bernett membuka kotak perhiasan dan mengeluarkan gelang dari kotaknya.


Ia merasa cukup puas."Tidak ada perintah dariku, gelang tidak boleh di lepaskan"


"Mana ada orang memberi hadiah seperti kamu" Candice mendumel ini namanya pemaksaan.


Bernett tersenyum." Menghadapi wanita seperti kamu yang tidak patuh, hanya bisa menggunakan cara seperti ini"


"Siapa yang tidak patuh, silahkan kamu pergi, aku masih banyak kerjaan"


Bernett yang suasana hatinya bagus tidak berdebat lagi, keluar ruangan candice.

__ADS_1


__ADS_2