
Hallo semuanya! terima kasih banyak yang sudah mau baca novel ini.Semoga kalian suka.
Tolong berikan like dan komen.
Happy reading
...
Dua orang masuk ke restoran sambil berpegangan tangan, malam ini nickson memakai jas dan terlihat mengeluarkan aura pria dewas.
Bernice yang duduk di depannya menopang dagu melihat wajah nickson dengan teliti..
"Mmm, benar- benar tampan" bernice membatin dalam hati.
Nickson tersenyum melihat kelakuan gadis kecilnya."Tidak memesan makanan,apakah perutmu bisa kenyang?"
Bernice baru menyadari di sebelahnya sudah ada pelayan memegang buku menu makanan, ia sedikit malu, pelayan meletakkan dua menu di meja dan menyapa dengan bahasa inggris.
Bernice memesan steak,memesan beberapa makanan penutup, nickson juga sudah selesai memesan.
Ia melihat keluar jendela, melihat jalanan dan bangunan di luar negeri, saat ini bernice merasakan perasaan hangat, ditemani sang pria makan malam di negara asing. Ia menuangkan anggur merah kedalam dua gelas.
Mengangkat gelas dan menyuruh nickson bersulang."Cherrss"
Nickson sambil menyesap anggur melihat wajah cantiknya merasa terbawa suasana romantis saat ini.
Saat ini pelayan membawa nampan berisi makakan ringan dan memberikan souvenir dua boneka beruang sedang berciuman terbuat dari kaca.
"Ini adalah hadiah khusus untuk pasangan di restoran kami malam ini dan semoga kalian berdua menyukai, selamat makan" kata seorang pelayan.
Bernice melihat boneka yang begitu imut tersenyum bahagian."Terima kasih, kami sangat menyukainya"
Ia mengambil boneka kecil ke atas telapak tangannya, senyumannya sangat ceria."Beruang ini sangat penuh kasih sayang"
Nickson tersenyum memandang bernice, meskipun wanita ini di lahirkan di keluarga gong,dia adalah gadis kecil yang mudah merasa puas, hadiah kecil bisa membeli hatinya.
Kasih sayang pada boneka beruang ini bukanlah kasihsayang pura- pura. Ia melihat beruang ini seperti mereka berdua yang penuh cinta dan kasih sayang.
Makan malam kali ini sangat menyenangkan, mereka berdua makan sampai kenyang, sebelum pergi bernice menaruh beruang dengan hati- hati ke dalam tasnya.
Setelah sampai di depan hotel, bernice merasa enggan untuk berpisah dengan nickson, jadi ia masih duduk di kursi penumpang.
"Ada apa?" nickson bertanya.
"Aku...bisakah malam ini tidur di tempatmu?" bernice bertanya dengan lembut.
Nickson menatapnya dengan pikiran rumit.
__ADS_1
"Tidak bisa"
"Kenapa?"
"Tidak, ya tidak" tentu nickson tidak akan memberitahu alasannya, kalau berduaan dengan bernice tidak akan bisa tidur dengan nyenyak.
Nickson, berpikir untuk tidak melakukannya sebelum mereka menikah.
Bernice tertawa kecil."Pelit, tidak mau yasudah"
Setelah berkata bernice membuka pintu dan keluar.
Nickson buru- buru turun dari mobil."Bernice, jangan marah"
Bernice sebenarnya juga tidak marah, setelah beberapa langkah, ia membalikkan tubuhnya. Lalu berjalan ke arah nickson."Aku ingin ciuman selamat malam"
Nickson tersenyum, ia memegang wajah kecilnya dan mencium bibirnya dengan lembut.
Bernice terkekeh."Sampai jumpa besok"
Kebetulan dua teman bernice yang baru pulang mencari makan melihat dirinya dicium oleh nickson.
Mereka mendekati bernice dengan tatapan iri dan kaget.
"Bernice, sebaiknya kamu jujur saja, apakah kamu berpacaran dengan ketua Ye?" salah satu teman ingin mencari kebenaran.
"Iya"
"Bernice, kamu sangat beruntung"
"Ya! aku sangat iri padamu, sepertinya ketua ye sangat mencintaimu"
Hati bernice menjadi sedikit sombong dan bahagia.
Setelah bernice masuk ke kamarnya, dua rekan wanitanya menghela nafas."Saat ini ketua Ye sudah memiliki pacar, sekarang teman- teman di kantor tidak memiliki kesempatan lagi"
Bernice duduk di tepi ranjang, ia memegang boneka beruang, ia tersenyum dan memikirkan nickson sedang apa? Ia akhirnya berbaring di kasur, karena kelelahan bernice cepat tidur dengan pulas.
Nickson sedang duduk melihat dokumen, sekarang sudah jam 10 malam, saat ini teleponnya berdering, ia mengira bernice yang menelepon."Halo"
"Halo, aku putri sarah" suara wanita muda.
Nickson segera menunjukkan hormat."Halo putri"
"Ketua Ye,apakah kamu sudah tidur?"
"Belum"
__ADS_1
"Besok malam aku punya perjamuan pribadi dan ingin mengundangmu untuk datang, maukah kamu datang?" putri sarah bertanya penuh harap.
Wajah nickson menegang dan tetap diam.
"Ketua Ye,jangan buru- buru menjawab, katakan saja besok sore, selamat malam" selesai bicara putri sarah menutup telepon.
Nickson merasa gelisah, tentu saja ia tahu putri sarah tertarik padanya, namun hatinya tidak dapat menerimanya.
Karena di dalam hatinya,hanya cukup untuk menampung seorang wanita, tapi sekarang ia sedang menjalani misi diplomatik, tidak bisa menghancurkan hubungan kedua negara.
Perjamuan ini, jika tidak menemukan alasan yang cocok, sepertinya tidak dapat menolak.
Kota A
Kediaman keluarga lu
Sherry yang mendengar debby telah hamil sangat gembira.Akhirnya, keluarga lu memiliki keturunan, ia akan merawat debby seperti tuan putri.
Andreas juga melakukan perubahan, ia sekarang tiap malam untuk menemani tidur debby, semua keluarga menaruh perhatian pada kehamilan debby.
Karena andreas melihat sendiri dua garis merah di alat tes kehamilan, ia sudah memberi kabar pada ibunya.
Faktanya dua tahun pertama pernikahan debby menolak untuk hamil dengan alasan takut gemuk setelah melahirkan dan andreas hanya bisa menyetujui.
Dua tahun terakhir andreas sibuk dengan perusahaan dan tidak memikirkan punya keturunan, namun sekarang mendengar debby hamil ia sangat bahagia.
"Debby, jika kamu pulang kesini di masa depan, aku akan membuat hidangan terbaik untukmu" sherry berkata dengan semangat.
Debby tidak menatap mata sang mertua, ia menunduk pura- pura malu."Aku tahu ibu"
"Apakah kamu mual di pagi hari?tiga bulan pertama adalah hal paling sulit, jika kamu mengalami mual, kamu harus menyuruh dokter melihatnya"
Debby segera menggelengkan kepala dengan canggung."Bu..aku sekarang tidak merasakan apapun"
"Itu tergantung pada seseorang, ada juga yang tidak punya reaksi apapun" sherry menatap perut debby, ia berharap cucunya seorang laki- laki.
Pada jam sepuluh pagi bernett mengantar kedua orang tuanya, candice dan anaknya untuk ke bandara, ia akan menangani masalah untuk perusahaan dan seminggu kemudian akan menyusul mereka.
Setelah mereka lepas landas bernett kembali ke mobil dan kembali ke perusahaan, ia harus mengurus perusahaannya sendiri dan sekarang di tambah dengan persiapan pembukaan perusahaan untuk candice.
Kalau tidak memikirkan perusahaan baru ini, bernett akan menemani mereka berlibur ke luar negeri.
Perusahaan Loiers milik laura huo, sekarang sudah berganti nama Canbry jewerly corp.
Meskipun perusahaan ini masih dalam proses renovasi, iklan desainnya telah disiarkan di televisi nasional, meskipun belum buka, perusahaan Canbry sudah terkenal.
Laura yang sedang di apartemen melihat iklan perusahaan Canbry, ia semakin marah, perusahaan ini dulu adalah miliknya, sekarang menjadi milik candice cheng.
__ADS_1
*****