
Haloo semuanya! terima kasih banyak yang sudah mau baca novel ini.Semoga kalian suka.
Tolong berikan like dan komen.
Terima kasih
"---"
"Meskipun kamu sangat pantas untuk di pukuli, tapi kamu telah merawat istriku dengan baik, aku harus mengucapkan terimakasih" kata bernett
"Aku melakukan itu karena aku dan istrimu ada takdir untuk bertemu"harry tidak ingin menerima kebaikannya.
Candice menyeringai melihat wajah harry yang bengkak."Harry, terima kasih"
"Namaku candice cheng,kamu seterusnya bisa memanggilku candice saja"
"Kamu sebaiknya jangan memanggil dengan sembarangan" bernett memberi peringatan.
Harry tidak memperdulikan bernett."Aku akan datang ke kota A untuk mencari keberadaan veren yang asli dan aku bisa datang untuk mencarimu"
"Baiklah, aku akan menyambutmu disana"
"Kita harus pergi" bernett merasa cemburu dengan kedekatan mereka.
Candice mendorong tubuhnya sedikit menjauh, bernett pasrah, masalah selanjutnya adalah membuatnya mengingat tentang masalalunya.
Bernett tetap memegang tangannya dan beberapa pengawal mengikutinya di belakang.
Diatas panggung hanya tersisa harry yang wajahnya bengkak dan baju pengantinnya ternoda oleh darah.
"Harry, sebenarnya apa yang terjadi" tanya kakek dengan marah.
Harry mendekat ke arahnya dengan menundukkan kepala."Kakek,maaf,aku telah berbohong padamu, gadis yang aku bawa pulang bukanlah veren yang asli, tetapi gadis yang amnesia dan pria yang datang tadi adalah suaminya"
"Bagaiamana dengan veren yang asli?"
"Aku masih belum menemukannya,dia udah pindah rumah"
"Meskipun kamu telah berbohong padaku, aku akan memaafkanmu, namun kamu harus menemukan gadis itu dan memberikan kebahagiaan padanya"
Harry merasa lega, kakeknya mau memaafkannya."Baiklah, aku berjanji akan menemukannya dan memberikan kebahagiaan seumur hidupnya"
Setelah sampai di pesawat pribadi, pesawat lepas landas dengan cepat.
__ADS_1
Candice menikmati pemandangan luar jendela dan merasa terkejut dirinya sudah terikat dengan pria yang sangat tampan.
Pria ini bilang,dia adalah suaminya
Bernett memandang wanita yang berada di depannya dengan tatapan lembut, ini adalah hal yang membuatnya sangat merindukannya.
Dari pesawat lepas landas sampai sekarang, suasana sangat hening dan mereka berdua tenggelam dengan fikiran masing-masing.
"Apa yang sedang kamu pikirkan?" bernett melihatnya sedang melamun.
"Coba ceritakan sebelum aku hilang ingatan, aku tidak mengingat apapun"
Bernett mengangguk."Baiklah! lagipula perjalanan ini sangat lama, aku menceritakan banyak hal padamu"
Saat ini pramugari membawakan segelas susu untuk candice dan segelas kopi hitam untuknya.
"Minum kopi tidak bagus untuk kesehatan"
"Demi mencarimu, aku kurang tidur untuk beberapa hari ini dan ingin minum kopi sekarang"
Candice merasa bersalah, bernett berganti duduk di sebelahnya dan mulai bercerita.
Candice mendengarkan dengan serius, pertama bernett menceritakan bryan yang menemukannya,candice antara percaya dan ragu-ragu.
Candice mendengarkan dengan serius, matanya sudah memerah dan beberapa kali mengusap air matanya, bernett memberikan tisu dan membantunya menyeka air matanya.
Bernett berhenti bicara dan menarik tubuh kecilnya masuk ke dalam pelukannya.Candice masih ingin mendengarkan cerita dan ingin melepas pelukannya."Aku akan bercerita sambil memelukmu"
Bernett menyudahi ceritanya saat candice terus menangis dan membasahi kemeja yang di pakainya."Baiklah, sampai disini dulu,aku akan bercerita setelah bertemu dengan anak-anak"
Candice masih menangis dalam diam, bagaimana jika pria ini tidak menemukannya? dan bagaimana dengan orang-orang yang dicintainya?
Perasaannya sangat bergejolak antara sedih dan senang!
Candice menatap wajahnya dengan seksama dan di dalam ingatannya kosong.
"Jangan takut, aku akan mengembalikan ingatanmu,jika memang tidak bisa,kita bisa memulai dari awal kita berdua yang saling mencintai"
Candice mengangguk.
"Tidurlah dulu"
Candice memejamkan matanya, sekarang tubuhnya dan sarafnya merasa kelelahan dan akhirnya bisa tertidur dengan tenang.
__ADS_1
Di dalam negeri, bernett sebelum naik pesawat sudah memberikan kabar gembira ini kepada orang tuanya.Semua orang menaruh perhatian pada kepulangan candice,Nyonya xi juga merasa lega setelah mendapatkan telepon dari hannah, nyonya xi menangis hampir tiap hari setelah anaknya menghilang.Nyonya xi juga sudah menelepon daniel untuk menyiapkan dokter yang menangani penyakitnya.
Bernice sudah memasuki enam bulan masa kehamilan dan musibah yang menimpa candice membuatnya tidak enak untuk makan dan tidak dapat tidur dengan nyenyak, nickson juga mengkhawatirkannya, takut masalah ini menganggu kehamilannya.
Bernice hampir melompat saat mendapat telepon dari ibunya dan segera memeluk leher nickson."Iparku sudah ditemukan!Ya tuhan.. senangnya.. "
Nickson menjadi tenang."Aku percaya pada kakakmu, dia pasti dapat menemukannya"
Nickson mencium bibirnya dengan gemas, karena sedang hamil nickson hanya menciumnya untuk menurunkan hasratnya.
Hari-hari sangat menyenangkan dengan menjaga bernice dan mempersiapkan kelahiran banyinya.
Mereka sudah tahu jenis kelamin anaknya, mereka akan memiliki anak perempuan kecil yang imut.Bernice sangat bahagia,ia sudah melihat keponakan kecilnya di rumah kakaknya dan sangat menantikan kelahiran anak pertamanya.Keluarga Ye adalah keluarga yang terbuka, tidak memperdulikan jenis kelamin cucunya, semua anak berharga bagi keluarga Ye.Mereka hanya memiliki seorang anak lelaki dan nickson sudah meninggalkan rumah sejak berumur 16 tahun untuk masuk ke akademi militer.Mereka berpisah untuk waktu yang lama dengan anaknya dan jarang berkumpul dengannya, lahirnya anak perempuan bisa menemani waktu menunggu kepulangan anaknya.
Bryan juga sudah diberitahu mommy sedang sakit dan akhirnya bisa pulang,namun karena ada sesuatu di otaknya akan hilang ingatan.
Bryan percaya walaupun ibunya sudah lupa ingatan akan tetap mencintainya,iA juga bisa membantunya untuk mengembalikan kembali ingatannya.
Di bandara dedrick sudah menunggu di lobby. Ia menunggu kedatangan seorang yang dicintainya.
Sebentar lagi pesawat akan mendarat di kota A, candice melihat kebawah dan merasakan sudah kembali ke rumahnya.
Ingatannya yang kosong membuatnya panik, bernett terus menghibur selama di pesawat.
Akhirnya pesawat mendarat dengan lancar, dedrick sudah mengatur mobil dan menunggu di pintu kedatangan bandara, bernett memegang tangannya dan menelusuri jalan vip bandara.
Orang-orang melihat seorang pria tampan sedang memegang tangan wanita cantik. Mereka iri dengan kemesraan mereka.
"Sudah pulang" dedrick tersenyum bahagia.
"Ini daddy" bernett menunjuk ayahnya.
"Daddy" candice tersenyum padanya.
"Ah ayo! masuk mobil duluan, semua orang sudah menunggu di rumah" dedrick berkata dengan gembira, sekarang lengkap sudah keluarganya.
Candice dan bernett berada di satu mobil yang sama tangannya dipegan erat oleh bernett.
Hati candice berdebar dengan cepat, ia seperti wanita muda yang sedang jatuh cinta.Bernett memandang wajahnya yang memerah dengan teliti.
"Jangan melihatku seperti itu" candice merasa malu terus dipandang olehnya.
"Apakah kamu merasa malu?" bernett suka melihat wajah imutnya
__ADS_1
"Iya" candice mengangguk.