
"Candice,aku merasa pasti sesak hari ini, aku akan mengajakmu berkeliling" ajakan linda di telepon.
Candice tidak menolaknya."Baiklah aku ganti baju dulu,kalau sudah mau sampai kabari"
Akhirnya mereka berdua jalan- jalan tidak jelas.
Keluarga gong sudah sampai di hotel tempat perjamuan.Bryan menempel pada bernice.
Bryan sedang di ruang istirahat yang mewah, berbagai makanan ringan berada di atas meja, ia langsung teringat pada ibunya."Bibi,kapan mommy akan datang kemari?"
Bernice sudah menanyakan pada kakaknya, bahwa candice tidak di undang, karena kakeknya tidak menyukai candice.
"Bryan, mommy tidak akan datang kemari malam ini" bernice menjelaskan.
"Kenapa?kenapa mommy tidak datang kemari?
disini banyak sekali makanan enak, ia pasti sangat menyukainya,bibi, kamu ajak mommy kemari"bryan memohon dengan mata memerah.
"Bryan,bagaimana kalau bibi mengajakmu bermain?bagaimana kalau bibi membawa mainan?" Bernice merasa kasihan.
"Aku tidak mau, aku mau mommy,aku ingin mommy datang menemani aku disini,aku ingin mencari daddy dan mengundang mommy kesini" bryan sudah hampir menangis.
"Baiklah bibi, telepon ayahmu datang kemari, sudah jangan menangis lagi"
Bryan sudah menangis cukup keras
Bernice menelepon kakaknya."Halo kak, bryan menangis mencarimu, kami di ruang tunggu"
"Baik, aku segera datang"jawab bernett cepat.
Begitu daddy masuk bryan langsung bertanya.
"Daddy, dimana mommy? kenapa dia tidak datang kesini?"
Alis bernett berkerut."Mommy, ada urusan malam ini dan tidak bisa datang"
"Kenapa mommy tidak bisa datang, kamu sudah meneleponnya belum?"
"Aku sudah meneleponnya" bernett berbohong.
"Tapi kamu tidak memintaku untuk bicara,aku ingin meneleponnya lagi, aku ingin menyuruh mommy datang" kata si kecil tegas
"Kenapa?"
"Karena begitu banyak makanan lezat dan menyenangkan disini,aku ingin membaginya dengan mommy"
"Mommymu, benar tidak bisa datang,dia punya urusan, daddy sibuk malam ini, maukah kamu bersama bibi" bernett berencana mengabaikan permintaannya.
Begitu mendengarnya, bryan berteriak keras.
"Aku ingin mommy..aku ingin mommy"
Bernett segera menggendong dan menghibur.
"Jangan menangis"
__ADS_1
"Aku ingin mommy..kamu membawa mommy kesini...aku tidak akan menangis lagi..kalau tidak..yang ingin aku lakukan adalah menangis"
"Bryan,kamu bukan anak kecil lagi,dan kamu tidak bisa dikit- dikit menangis, ini cukup memalukan."
Bryan masih menangis, tapi tidak berani dengan suara keras.
"Aku sudah bilang mommy tidak bisa datang ,daddy sibuk, kamu harus nurut dengan bibi"
"Aku tidak akan nurut"
"Kenapa tidak nurut?"
"Aku ingin mommy"
"Ayo nurut" bernett meninggikan nadanya.
"Kakak, kamu terlalu ketat dengan anakmu,bryan masih kecil, pasti mencari kak candice dan itu juga bisa di mengerti"
Bernett sedikit jengkel melirik kearah adiknya. Apakah kamu tidak tahu alasan dia tidak bisa datang?
"Aku ingin mommy, aku akan marah pada semua orang dan tidak mau bicara, hanya akan menangis" bryan mulai mengancam
"Bryan, nanti daddy belikan ice cream"
no respon, masih menangis
Bryan,nanti belikan mainan yang banyak"
No respon, masih menangis"
"Kecuali daddy mengirim mommy kesini" si kecil keras kepala
Bernett mulai kesal dan sedikit jengkel."Sifat ini benar- benar menurun dari ibumu"
"Aku dilahirkan oleh mommy,jika aku tidak mirip dia, aku mirip siapa?"
Bernice ingin tertawa, hanya bisa menutup mulutnya agar tidak mengeluarkan suara.
Bernett menjitak kepala bryan sangat pelan.
"Apakah kamu ingin mommy datang kesini?"
"Ya mau"
"Baiklah, jangan menangis lagi, kamu harus nurut dengan bibi."
"Ya, aku patuh kok"
"Bernice kamu jaga bryan, aku akan menelepon ibunya dulu"
"Siap, aku selalu mengawasi bryan"bernice tersenyum.
Pada saat ini candice sedang di kafetaria bersama dengan linda dan sedang makan. Mereka berdua membahas tentang laki- laki.
Pada saat ini ponsel candice berdering telepon dari bernett.
__ADS_1
"Halo"
"Dimana kamu?"
"Aku sedang makan di luar"
"Dengan siapa?"
"Rekan dari perusahaan, gimana bryan, apakah rewel?"
"Bryan menangis dan mencarimu, aku akan menyuruh bella untuk menjemputmu, kamu harus segera datang"
"Tidak, aku akan membawa bryan pulang kerumah, jika keluargamu melihatku disana tidak akan baik" candice tidak ingin melihat keluarga gong.
"Aku akan memberikan no asistenku, dan aku akan berbuat yang terbaik"
"Baik" candice setuju.
Setelah telepon di matikan bernett mengirim no asisten yan ke hapenya.Candice langsung menghubungi no bella.
"Halo, asisten ya, aku candice"
"Iya, kamu dimana sekarang?"
"Di kafetaria starback jalan arjuna"
"Aku menjemputmu, perjalanan dari sini sekitar 20 menit"
"Baik, aku akan menunggumu di depan kafe"
Bernett berbicara dengan anaknya."Mommy akan datang kesini, sekarang kamu patuh dan jangan menangis lagi"
"Ya daddy, aku patuh kok"
"Daddy malam ini sangat sibuk, mommy dalam perjalanan dan mungkin agak lama sedikit"
"Aku berjanji akan patuh dengan bibi dan mommy,daddy kamu pergi dengan urusanmu saja"bryan menjadi semangat.
Setelah bernett pergi, bernice bertanya pada sikecil."Bryan, apakah kamu tadi sengaja menangis?"
Sikecil tidak keberatan mengakui."Jika aku tidak menangis, daddy tidak akan membiarkan mommy datang"
Bernice mengacungkan dua jempol." Bagus, sangat bagus bryan, kamu kalau sudah besar bisa menjadi aktor"
Bella menjemput candice di di depan cafe, bella mengenakan gaun malam indah dan berdandan dengan feminim.
"Nona cheng,kita akan pergi ke pesta, mari kita pergi ke toko pakain dulu, tidak pantas datang dengan pakaian seperti ini"
"Aku punya gaun dirumah, kita bisa mengambilnya dirumah"
"Ini terlalu merepotkan, ceo gong menyuruhku langsung ke toko pakaian"bella sedikit tertawa.
"Bukankah ini akan buang- buang uang?"
Setelah itu mereka berdua pergi ke toko pakain dan sedikit berdandan.
__ADS_1