
Halo semuanya! terima kasih banyak yang sudah mau baca novel ini.Semoga kalian suka.
Tolong berikan like dan komen.
Happy reading
""___""
Pada saat ini ponsel di yang menggantung di dada asisten yan berbunyi."Halo"
"Halo,manager yan,tuan muda kedua dan ketiga keluarga gong sudah naik lift menuju ke atas"
Bella tercengang sesaat."Ceo gong, ini buruk sekali, kedua pamanmu datang kesini"
Bernett menyipitkan matanya, kedua pamannya datang saat pertemuan antar direktur akan dimulai, tentu saja mereka ingin melihat surat wasiat kakek, mungkin akan muncul di pertemuan.
Ketika pintu lift terbuka, adrian dan bernard keluar dari lift dengan mengenakan setelan jas.
"Paman kedua, paman ketiga, ada apa?" bernett tersenyum.
"Bernett,kamu menanyakan pertanyaan yang aneh, Gong's corp adalah milik keluarga gong, tentu saja kami datang ke pertemuan perusahaan keluarga kami,apakah ini salah?"
Adrian hari ini terlihat percaya diri.
Walaupun mereka tidak dapat menemukan leonard, jadi mereka berdua masih ingin mencari kesempatan untuk mendapatkan bagian saham milik ayahnya.
"Aku rasa paman ketiga salah mengira, ini adalah pertemuan antar direktur, yang tidak berkepentingan dilarang masuk" bernett mengingatkannya.
"Bernett, saham kakek yang berada di tanganmu,yang 30% itu masih belum tahu siapa pemiliknya, siapa tahu kami berdua adalah pemiliknya?kami sudah memutuskan datang ke pertemuan ini" bernard berkata dengan tenang.
Bernett menajamkan matanya."Jika kalian mengaku sendiri Bahwa harta warisan kakek jatuh ke tangan kalian, silahkan kalian bersikap sesuka hati kalian" selesai berkata bernett berjalan ke arah ruang pertemuan.
Bernard dan adrian mengekor di belakang ponakannya.
Setelah pertemuan berlangsung selama sepuluh menit,di parkiran bawah datang sebuah mobil hitam.Sosok orang tua berjalan ke arah pintu masuk gedung perusahaan di belakangnya ada dua orang berumur sekitar 50 tahunan.
Bernett gong sedang memimpin rapat, tiba-tiba pintu ruangan diketuk dan dibuka secara perlahan, pengurus tua keluarga gong masuk diikuti dua pengacara perusahaan gong's corp.
Expresi wajah bernard dan adian segera berubah, bernett berjalan ke arah pengurus rumah, lalu menyapanya.
__ADS_1
"Paman chen,kamu sudah datang"
"Tuan muda"paman chen bersikap hormat kepada bernett,lalu melirik ke arah adrian dan bernard."Tuan kedua, tuan ketiga"
"Pengurus rumah chen,kamu hanyalah pengurus di keluarga gong, mengapa anda datang kemari?" andrian langsung merasa tidak senang.
"Maaf sudah mengganggu pertemuan kalian, aku datang untuk menyelesaikan perintah surat wasiat dari tuan besar gong,yaitu, mengumumkan keadaan surat wasiat"
Para pemegang saham di pertemuan ini merasa terkejut,tidak disangka mereka dapat melihat pembagian saham dari tuan besar gong.
"Pengurus rumah chen,bagaimana kami tahu itu surat wasiat ayah kami atau bukan,jangan menyalahpahamkan kami"
"Tuan ketiga,silahkan anda tenang,tuan besar memberikan surat ini langsung padaku,jika anda tidak percaya,aku akan menanyangkan rekamannya nanti" paman chen menjelaskan dengan kesabaran.
Bernard dan adrian merasakan tegang tubuhnya,tidak disangka surat wasiat akan muncul di saat seperti ini,yang membuat mereka berdua tidak berbuat apa-apa.
Sekarang suara pengacara memenuhi ruangan dan selesai membacakan kata pengantar surat wasiat,ia kemudian membahas tentang pembagian harta warisan.
"Pemabagian harta warisan saya,Wallace gong, dibagi seperti demikian,saham gong corp menjadi milikku sebesar 30% akan saya wariskan semua pada cucuku bernett gong"
Setelah kalimat ini selesai diucapkan,semua peserta rapat menahan nafas.Ini berarti semua keputusan tergantung pada bernett gong,adrian dan bernard benar-benar tidak dapat memberikan hak suara mereka berdua.
Selanjutnya selain pembagian saham gong's corp,warisan yang lain,candice di berikan resort pribadi.
Pembagian warisan lainnya dibacakan dengan jelas oleh pengacara hingga kalimat penutup.
Bernett tidak terlalu bahagia mendapat semua saham kakeknya.
"Selamat tuan muda" kata paman chen
"Terima kasih paman,rencana apa yang kamu pikirkan di masa depan?" bernett penasaran.
"Aku berencana menghabiskan waktuku untuk berkeliling dunia" paman chen menghela nafasnya, lalu memberikan salah satu surat wasiat."Tuan muda, simpan ini dengan baik"
Bernett mengambilnya."Terima kasih, paman chen"
Ketika pengurus rumah tangga memberikan salinan surat wasiat pada andrian dan bernard, kedua wajah orang ini memerah, mereka tidak mau menerimanya, paman chen meletakkan di atas meja,lalu tersenyum dan berkata pada dua pengacara."Terima kasih, Kalian berdua sudah bekerja keras, kalian sudah boleh pergi"
Kedua pengacara memberi hormat kepada semua orang, lalu berjalan keluar, paman chen juga ikut keluar ruangan.
__ADS_1
Ketika ketiga orang tersebut keluar, ruangan menjadi hening,dan pertemuan direktur di lanjutakan kembali.
"Paman kedua,paman ketiga,seharusnya kalian tidak bisa ikut menghadiri pertemuan direktur, kalian berdua, silahkan... "
Adrian langsung membanting dokumen diatas meja dan berdiri sambil menatap tajam bernett.
"Bernett gong, sebaiknya kamu jangan terlalu sombong"
Bernard juga ikut berbicara."Gong's corp, tidak akan menjadi milikmu selamanya." setelah berkata mereka berdua pergi dengan marah dan menutup pintu dengan keras.
Pertemuan direktur kembali dilanjutkan, sekarang tidak ada yang berani menentang keputusan bernett.
Selang satu jam,candice sedang menggambar di ruangan kerjanya, tiba-tiba ponselnya berdering.
"Halo, ada apa?"
"Kita akan makan siang bersama" bernett terlihat lebih semangat.
"Apakah ada hal membahagiakan?" candice dapat mendengar semangatnya.
"Surat wasiat kakek sudah dikeluarkan,aku ingin bertanya padamu,kapan kita bermain di resort pribadimu?"
Candice terkejut,apakah dirinya benar-benar mendapat bagian?
"Siapa yang memegang surat wasiat tersebut?"
"Paman chen yang memegangnya,baru saja di bacakan di rapat barusan,kakekku memberikan semua sahamnya padaku" bernett menjelaskan.
"Kalau begitu,paman kedua dan paman ketigamu,pasti mereka berdua sangat kesal"
"Mereka berdua juga sudah mendengar barusan disini"
Candice menghela nafas."Baiklah,kita bicarakan saja saat makan siang"
"Aku akan pergi menjemputmu nanti" setelah mengatakan bernett menutup telepon.
Candice menatap gedung di seberang dengan perasaan senang,setidaknya,saham kakek gong di berikan kepada bernett,hal ini tidak akan menimbulkan terlalu banyak masalah.
Adrian dan bernard mungkin akan mempersulit bernett lagi, namun sudah tidak akan berpengaruh pada gong's corp sekarang.
__ADS_1