
Candice mendapat telepon dari bernice, katanya akan menjemput bryan dah sekalian menjemputnya.
Bernice baru keluar dari kediaman gong mendapat telepon dari kakaknya."Bernice , aku ingin menemui bryan dan kamu, aku tunggu kamu di sekolah.
"Baik, kakak aku sudah hampir tiba"
bernice tersenyum.
Ruang tunggu orang tua sangat di sukai anak- anak saat mereka menunggu jemputan..
Bryan saat bermain sesekali melihat apakah mobil jemputan sudah sampai..Ia melihat mobil yang biasa di kendarai ayahnya masuk ke dalam gerbang sekolah.
Di kursi pengemudi ada bernett dan di kursi penumpang nickson ye.
"Itu putraku" bernett menunjuk anak yang berlari ke arah mobilnya.
Nickson membuka pintu mobil, sungguh tidak mempercayai bernett sudah punya anak. dan anaknya sudah sebesar ini.
Sikecil juga terkejut, bukankah mommy dan daddy yang menjemput, kenapa daddy bersama dengan paman yang hampir sama tingginya dengan daddy, apakah ia teman daddy?
"Daddy" Bernett menggendongnya bertatapan langsung dengan nickson.
"Ampun, sungguh mirip denganmu" nickson mendesah.
"Putraku, tidak mirip denganku, mau mirip siapa lagi?" bernett bangga.
Pria kecil merangkul dan mencium pipi." Daddy, kenapa kamu tidak datang bersama mommy?"
"Mommy sibuk dengan kerjaannya, sebentar lagi bibi akan kesini menjemputmu"
"Siapa paman ini?" pria ini selama ini tinggal di pangkalan militer, seluruh badan menyebarkan aura kasar dan kuat , sebagian besar anak kecil akan ketakutan dengan nickson ye.tapi anak ini malah terus menatap penasaran.
"Pria kecil, apakah kamu tidak takut padaku?" nickson mengeluarkan aura jahat.
"Ada daddy, aku tidak takut apapun" pria kecil menaruh tangan di pinggang, bibirnya monyong dan sedikit melotot.
Nickson awalnya cuma bercanda mempermain kan ,saat mendengar suara lembut yang kesal, akhirnya ia tidak tahan langsung ketawa
, ia menepuk bahu bernett."Bagus, kepribadian si kecil mirip denganmu"
Bernett tersenyum."Bryan, kamu tidak boleh tidak sopan,ini adalah sahabat baik daddy, namanya nickson ye,kedepannya dia adalah papa angkatmu."
__ADS_1
Bryan merasa bersalah mendengar dia akan menjadi papa angkatnya." Apakah benar?"
Nickson mengelus wajah bryan." mmmm, coba panggil papa angkat."
"Papa angkat" suara jernih yang menyenangkan.
Nickson tiba- tiba berfikir."Sepertinya aku tidak menyiapkan kado apa- apa,aku akan memberikan kado, katakan saja.Kado apa yang kamu inginkan"
"Apa yang papa angkat kasih, aku akan menyukainya"
"Di rumah papa angkatmu sangat banyak tank, pesawat, kalau ada waktu kamu bawa kemari."
Bernett memberikan usul.
"Apakah benar? apakah aku boleh minta satu tank?" bryan jadi semangat.
Wajah nickson canggung."Kalian ayah dan anak apakah sedang mengambil kesempatan untuk merampokku?" nickson tetap setuju." Baik, aku akan memberimu tank yang lebih kecil , lain kali aku antar ke rumahmu."
"Terima kasih papa angkat" bryan tersenyum bahagia, ia melihat mobil bernice masuk." Bibi, sudang datang".
Begitu mobilnya masuk bernice melihat sosok yang berdiri di samping kakaknya.Sepertinya tidak asing.
"Nona , sudah sampai apakah anda tidak turun?" tanya pengawal.
Bernett gong memandangi bernice yang lama tidak turun dari mobil, ia tersenyum memandang nickson, nickson merasa menarik sudah beberapa tahun tidak bertemu dengan gadis keluarga gong.
Nickson yang lebih tua tujuh tahun, tentu saja memanggil bernice gadis kecil.
Bernice mulai perlahan membuka pintu mobil, kemudian sosok gadis kecil yang malu dan seba salah,rambut merah marun diikat ke atas terlihat menyenangkan dan lucu,wajahnya di tutupi tangan takut bertemu dengan nickson.
"Bibi, kenapa?"bryan penasaran dengan sikap bibinya.
Tentu saja hanya bernett yang mengetahui bahwa sang adik takut bertemu dengan nickson, masalah ia takut sudah menjadi masalah beberapa tahun yang lalu.
Saat masih kecil pertemanan bernett dan nickson sangat baik,sering bersama untuk main basket, sepakbola dan olahraga lainnya.Saat itu bernice masih sangat kecil, darikecil sudah tidak punya nyali,melihat apapun takut dan setiap takut akan menangis.Pada saat itu nickson sering bercanda dengannya, masih memberi nama crybaby,tidak tahu sejak kapan di mulai bernice akan takut dan malu bertemu dengan nickson.
Tapi waktu berlalu dengan cepat,kedua orang sudah tidak bertemu sekitar 4 tahun,mungkin perasaan bernice masih takut.
Bernice sudah berjalan ke samping dua orang itu, ia masih belum berani menatap nickson.
"Bernice,lama tidak bertemu" nickson berinisiatif menyapanya.
__ADS_1
Suara pria yang rendah dan sexy, bukan lagi pemuda yang ganteng dan tinggi,.Nickson sekarang penuh dengan wibawa,setiap garis di wajahnya memunculkan sikap tegas dan kuat.
Membuat banyak orang merasa takut.
Tentu saja, yang paling penting adalah pria ini memiliki wajah tampan yang sempurna.
Statusnya saat ini adalah komandan bintang lima di pangkalan militer.
Bernice bukan lagi gadis polos seperti tahun itu, sekarang dia sudah mengenal modis dan pria.
"Kak nickson, sudah lama tidak bertemu"
"Bibi, kenapa wajahmu memerah, apakah kamu berjemur di sinar matahari?"
Pada saat ini, wajah bernice bertambah merah, anak kecil ini pintar sekali membuat masalah.
"Kak, aku dan bryan akan pergi pergu menjemput kak candice dulu, apakah kamu langsung menuju bandara?"
"Ya"
"Daddy, kamu akan pergi?"
"Daddy akan dalam perjalanan bisnis beberapa hari, kamu harus patuh dengan bibi dan mommy, apakah kamu tahu?"
"Aku akan merawat mommy dan bibi dengan baik"
"Ayah angkat, kapan kamu mengirimku tank?"
bryan tidak melupakan mainan.
Nickson berfikir sebentar."Besok siang, biarkan bibimu membawamu ke rumahku"
Bernice gugup." Aku...aku...tidak punya waktu"
"Ayolah bibi, kamu harus menemani aku ke rumah dad, mengambil tank?" bryan memegang tangan bibinya.
"Baiklah, besok aku temani"
Bernoce berkata lagi." Kak, kak nickson, aku pergi dulu untuk menjemput candice, sampai jumpa"
"Oke, hati- hati" kata bernett.
__ADS_1