
Hallo semuanya! terima kasih banyak yang sudah mau baca novel ini.Semoga kalian suka.
Tolong berikan like dan komen.
Haappy reading
Setelah selesai makan malam, sekitar tigapuluh orang ke ktv paling besar, mereka sudah memboking ruangan terbesar untuk pesta dan karaoke.
Candice duduk di dalam ruangan menikmati segelas bir, para wanita muda berebut untuk bernyanyi duluan.
Linda juga tidak terlalu semangat, ia datang hanya untuk meramaikan saja..
"Kak candice, kamu juga harus bernyayi satu lagu, suaramu bagus, pasti enak di dengar saat menyanyi" kata vera semangat..
"Tidak perlu, aku tidak bisa bernyanyi"
"Bagaimana mungkin kamu tidak bisa bernyanyi?"
"Aku memang suka mendengarkan lagu, tapi tidak bisa bernyanyi, sekarang aku hanya bisa lagu anak- anak"Candice tersenyum.
Vera terkekeh ."Lagu anak- anak juga boleh"
"Jangan, kamu bernyayi saja, aku akan mendengarkan" kalau dia sampai menyayi lagu anak - anak, pasti akan ditertawakan.
Linda memikirkan nasib perusahaan di masa mendatang, Sekarang muncul perusahaan pesaing yang hebat..Ia mengambil dua gelas anggur."Candice, sini temani aku minum"
Candice bisa merasakan suasana hati linda yang tidak baik."Baik, aku temani"
Linda sepertinya malam ini mau mabuk, ia berpesan pada pria bawahan yang dapat di percaya."Kamu jangan minum, kamu harus mengantar kami pulang"
Rekan pria tersenyum."Kak linda, kamu minum saja dengan tenang, aku janji antar kalian dengan selamat"
Candice juga mengerti rekan pria ini umur 30 tahun belum menikah, ia juga perhatian sama linda selama ini.
"Ayo, minum dua gelas lagi" linda menuang anggur ke gelas..
Waktu telah berlalu satu jam.
Candice sudah mulai pusing, ia melihat bayangan bernett di depan matanya, apakah ia sudah mabuk?
Saat ini ponsel candice berdering.
"Halo"
__ADS_1
"Kamu dimana?aku sekalian jemput pulang"
"Aku di..." otak candice sudah mulai bego." Aku tidak tahu dimana tepatnya"
"Kamu mabuk?" bernett langsung tidak senang.
"Aku menemani linda minum beberapa gelas, aku suruh asistenku saja yang bicara" candice memberikan ponsel pada vera.
Vera langsung memberikan alamat lengkap kepada bernett.
"Setelah sepeluluh menit papah candice keluar" bernett memberi perintah..
Linda juga sudah bersandar di kursi, rekan pria yang disampingnya menjaganya.
"Kak candice, ayo aku papah kamu turun, mobil tuan gong segera tiba"
"Baik" Candice juga sudah merasakan kepalanya sedikit berputar.
Vera memapah candice yang sempoyongan sampai depan ktv.
Bernett turun dari mobil memapah candice masuk ke mobil.
kata candice dari dalam mobil.
Bernett sebenarnya ingin marah, tapi melihat sang wanita sudah mabuk, ia merangkul tubuhnya masuk dalam dekapannya.
Dua puluh menit kemudian mereka sampai ke apatemen, bernett menyuruh pengawal menggendong briyan ke atas, ia menggendong candice berjalan ke atas dan melemparkan tubuh candice ke sofa.
Bernett mengatur anaknya untuk tidur di kamar kecilnya.
Saat ia kembali melihat tubuh candice sudah berada di atas karpet.Ia merasa agak pusing melihat wanita mabuk ini.
Bernett menggendongnya ke kamar mandi,ia takut wanita ini akan muntah lagi..Ia menurunkan dan membangunkan candice.
"Kalau mau muntah cepat keluarkan"
"Aku tidak mau muntah" nafas candice berbau alkohol.
Candice melihat wajah bernett."Bernett, kenapa wajahmu ganteng sekali, apakah aku boleh menciummu?"
Bernett menatap wajahnya, sungguh merah merona dan menggoda.
__ADS_1
"Apakah aku cantik,kamu terus menatapku?"
"Kamu sengaja mabuk, untuk memberiku kesempatan"
"Kamu jangan harap, lukamu masih belum sembuh"
Bernett mencium tulang selangka candice, sedikit mengecup.
"Bernett kamu jangan sembarangan, kamu tidak boleh menyentuhku"
"Kamu diam dan nikmati saja" bernett mulai beraksi.
"Mmmm,ahh" meskipun candice terus menolak, tetap mengeluarkan suara \*\*\*\*\*\*\*.
Pria ini sungguh kejam menindas orang yang setengah sadar.
"Kamu ingin muntah tidak, kalau tidak aku akan memapahmu ke kasur"
"Tidak"
Setelah berbaring bernett melepaskan semua pakain candice dan bermain dengan tubuh sang wanita, bahkan memuaskan sang wanita dengan jarinya..
Candice yang di awal terus marah dan menolak, lama - mendesah terus - menerus. Setelah melihat sang wanita puas, bernett tidur sambil memeluknya.
Pagi hari
Saat candice membuka mata, ia melihat tubuhnya masih belum mengenakan apa- apa di tertutup selimut.Ia merasakan bagian bawah tubuhnya semalam di serang jari bernett, wajahnya memerah dan malu setengah mati.
Candice memakai baju ,saat keluar kamar bernett, ia melihat dua lelaki sedang bermain kubus ajaib di atas sofa. Daddy, kamu sungguh hebat"
Ia berjalan mendekat benar saja enam sisi kubus sudah berwarna sama, candice sendiri bermain satu sisi sudah kesulitan, pria ini memang hebat.
"Mommy, lihat daddy hebat kan" bryan berkata dengan semangat..
Candice menundukkan kepala, ia belum berani menatap bernett."Mmmm, hebat sekali"
"Kamu sedang memujiku semalam atau sekarang" bernett tersenyum mesra.
Candice tidak memperdulikan ucapan bernett.
"Aku ke kamar dulu ganti pakaian"
__ADS_1
Brian tidak mengerti ucapan sang daddy, apakah daddy semalam melakukan hal yang hebat?