Bayi Ceo Tampan

Bayi Ceo Tampan
Menjaga kesehatan


__ADS_3

Pada malam hari bernett hendak melakukan ciuman, hari ini pas sebulan ciuman pagi dan malam..Ia mencium lembut sebentar fokus kembali ke pekerjaan tidak terasa ulang tahun gong's corp tersisa tiga hari lagi.


Sikecil juga tidak pergi mengganggunya, ia belajar dengan ibunya matematika, menggambar,dan budi pekerti, lagipula anaknya jenius cepat diajar dan mengingatnya dengan baik.Anak ini sepertinya ikut gen daddynya.


Setelah menidurkan anak candice kembali ke kamar, ia tidak ingin mengganggu bernett dalam bekerja.


Ia merasa kesal kenapa tidak diundang ke ulang tahun gong's corp, mungkin karena kakek bernett akan menghadiri acara tersebut.


Selang dua hari


Candice hari ini di jemput oleh pengawalnya di perusahaan baru ke sekolah bryan, bernett sendiri katanya harus lembur.


Setelah makan malam candice menemani anaknya menonton kartun, tapi fikirannya melayang teringat daddynya bryan..


"Mommy, apa yang sedang kamu pikirkan?"


bryan mencium wajah mommy.


"Mommy, hanya sedikit kelelahan dalam bekerja"


"Malam ini bolehkah aku tidur dengan mommy"


"Baik"Candice mencium wajahnya.


Pukul dua belas malam candice belum bisa tidur, anaknya sendiri sudah terlelap dari tadi.Ia mendengar suara pintu dibuka , pasti bernett sudah pulang, ia pura- pura sudah tidur.


Bernett mengecek ke kamar anaknya ternyata kosong, ia pergi ke kamar candice, melihat ibu dan anak sudah terlelap..Ia mencium kening bryan dan candice.


Ia membetulkan selimut bryan dan candice, hati candice merasa hangat.


Setelah menyelimuti bernett pergi ke kamarnya sendiri.


Candice membuka matanya, dahinya masih terasa panas, pria tadi mencium bryan dan aku seperti tidak ada perasaan berbeda.


Pagi hari


Candice merasa wajahnya basah oleh air liur anaknya, sikecil mencium wajahnya dengan rakus."Bryan,biarkan ibu tidur lagi selama sepuluh menit, setelah ini ibu antar kamu ke sekolah, oke"


"Mommy, hari ini adalah hari sabtu, kamu bisa melanjutkan tidurmu"


"Mmm,sabtu, kalau begitu mommy akan tidur lagi"


"Baiklah, aku akan mencari daddy dulu" bryan perlahan turun dari kasur.

__ADS_1


Candice sendiri baru tertidur pukul dua malam, makanya sekarang masih mengantuk.


Bernett masih tiduran di kasur, bryan melompat ke atas kasur, ia naik ke atas tubuh sang daddy.


Bernett membuka matanya memeluk dan mencium anaknya .


"Bryan, mommy dimana?"


"Mommy, masih belum bangun, ia berkata ingin tidur sebentar lagi"


"Apakah mommy tidur larut semalam?"


"Aku tidak tahu, aku tidur duluan"


Bernett memikirkan, kenapa belakangan ini wanita ini sering kurang bersemangat?


"Daddy,kemanakah kamu berencana mengajakku bermain- main hari ini?"


Bernett berfikir sebentar." Daddy, akan membawamu ke suatu tempat yang menyenangkan"


"Dimana?apakah aku perlu membangunkan mommy?"


"Tidak perlu, bagaimana kalau daddy menemani kamu hari ini" bernett berkata dengan pandangan rumit.


"Ayo, ganti baju" ajak bernett.


Candice tertidur lagi hingga pukul sepuluh,ia mengambil ponselnya kaget.Astaga bryan masih belum sarapan.


Ia buru- buru bangun mengecek ke kamar anaknya dan bernett teryata kosong, mungkin dirinya sudah di tinggal pergi mereka berdua.. Ia kembali ke kamar.


Ponselnya berdering, kebetulan telepon dari bernett."Halo"


"Apakah kamu baru saja terbangun?"


"Apakah kamu sudah membawa bryan keluar?"


"Betul, aku dan bryan sedang diluar, mungkin pulang agak larut"


Candice sudah menduganya."Bawalah ia pergi, aku hari ini sangat lelah, jangan lupa mengajaknya makan"


"Mengapa kamu lelah, apakah sedang tidak enak badan?"


"Aku datang bulan, tubuhku sedikit lemas" candice mencari sebuah alasan.

__ADS_1


"Aku akan mengirim makan siang untukmu, kamu harus makan"


"Oh, baiklah"


Candice berfikir, apakah bryan sedang di kediaman gong, tebakannya benar.Bernett baru saja menelepon dari taman bunga kediaman gong, bryan sendiri sedang bermain dengan pesto di lapangan rumput.Bernett merasa sakit hati kakeknya tidak menyambut kedatangan ibunya bryan.


Di ruang tamu kedua paman bernett sedang mengobrol dengan tuan besar dan bernett hanya diam mendengarkan.


Bernett tidak akrab dengan mereka, perasaannya mereka memiliki jarak,hal terpenting semua ingin mendapat bagian dari gong's corp.


"Bernett,pasti kamu sudah menyiapkan ulang tahun kali ini dengan baik?"tuan besar bertanya.


"Semuanya sudah disiapkan" bernett hanya tersenyum dipaksakan.


"Kita dapat mempercayakan kepada bernett untuk mengurusi suatu masalah"Kata bernard


"Apa yang dikatakan kakak kedua betul, hanya saja, mengapa kakak pertama tidak dapat hadir sudah beberapa tahun ini?"kata andrian.


Expresi wajah tuan besar terlihat tidak nyaman.


Mereka memiliki kesibukan sendiri,setiap tahunnya mereka harus memanen anggur di perkebunan miliknya, mereka tidak ada waktu untuk datang kemari."


Wajah bernett juga menjadi suram, ia melirik tajam ke arah pamannya.


Wajah andrian mengerutkan alisnya, ia tahu bernett tidak senang,namun ketika teringat gong's corp menjadi milik bernett,ia juga merasa tidak nyaman.Anaknya sudah besar, kalau gong's corp terus di pegang olehnya. Apakah anakku bisa berkembang?apakah anaknya harus mendapat posisi sebagai pekerja?


Peperangan dalam keluarga gong itu selalu terjadi secara diam- diam,terlebih lagi, semua orang tetap berkomunikasi dengan baik.


Siang hari


Candice di ruang tamu menonton televisi, karena bernett tidak memperbolehkan memasak, ia hanya bisa menunggu makanan di kirim.


Pukul dua belas lebih lima,bel pintu di rumahnya berbunyi, ia mengintip sejenak itu adalah asisten yan, ia segera membuka pintu dan merasa tidak enak hati."Asisten yan, maaf lagi- lagi merepotkanmu"


"Tidak nona cheng,aku kali ini datang untuk membawakan makanan untuk menjaga kesehatan tubuh, silahkan dinikmati"


"Mmmm, mengapa anda tahu aku harus menjaga tubuhku?" candice merasa terkejut.


"Ceo gong,berkata bahwa kamu ini sedang datang bulan dan harus menjaga kesehatanmu"


Wajah candice memerah, bahkan bernett menceritakan masalah ini pada bella.


Bella tahu candice malu."Nona cheng, aku pamit dulu, masih banyak pekerjaan di kantor."

__ADS_1


"Baiklah, terima kasih"


__ADS_2